[vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” css=”.vc_custom_1648531839513{padding-right: 30px !important;padding-left: 30px !important;}” z_index=””][vc_column width=”3/4″][vc_column_text]
Cerita dari lapang: Tantangan & Kepuasan Melakukan Relokasi Sarang Penyu di Pantai Jeen Syuab
[/vc_column_text][vc_empty_space height=”40px”][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner offset=”vc_hidden-lg vc_hidden-md vc_hidden-sm”][vc_column_text css=”.vc_custom_1648536083808{padding-bottom: 10px !important;}”]
Bagikan Tulisan
[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner offset=”vc_hidden-lg vc_hidden-md vc_hidden-sm”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/tantangan-dan-kepuasan-melakukan-relokasi-sarang-penyu-di-pantai-jeen-syuab” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/tantangan-dan-kepuasan-melakukan-relokasi-sarang-penyu-di-pantai-jeen-syuab” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/tantangan-dan-kepuasan-melakukan-relokasi-sarang-penyu-di-pantai-jeen-syuab” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][vc_empty_space height=”20px”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_single_image image=”10686″ img_size=”full” alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner offset=”vc_hidden-lg vc_hidden-md vc_hidden-sm”][vc_separator type=”normal” color=”#f4f4f4″ thickness=”1″][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner offset=”vc_hidden-lg vc_hidden-md vc_hidden-sm”][vc_column_text]
Tanggal
[/vc_column_text][vc_column_text]
3 November 2022
[/vc_column_text][vc_separator type=”normal” color=”#f4f4f4″ thickness=”1″][vc_column_text]
Penulis
[/vc_column_text][vc_column_text]
Osorio Mariano Sombatua Soares Embulaba
[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner offset=”vc_hidden-lg vc_hidden-md vc_hidden-sm”][vc_separator type=”normal” color=”#f4f4f4″ thickness=”1″][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner offset=”vc_hidden-xs”][vc_separator type=”normal” color=”#f4f4f4″ thickness=”1″][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner width=”1/5″ offset=”vc_hidden-xs”][vc_column_text]
Tanggal
[/vc_column_text][vc_column_text]
3 November 2022
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”3/5″ offset=”vc_hidden-xs”][vc_column_text]
Penulis
[/vc_column_text][vc_column_text]
Osorio Mariano Sombatua Soares Embulaba
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/5″][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner offset=”vc_hidden-xs”][vc_separator type=”normal” color=”#f4f4f4″ thickness=”1″][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text css=”.vc_custom_1666874699915{padding-top: 10px !important;}”]
Perkenalkan nama saya Osorio Mariano Sombatua Soares Embulaba, biasa dipanggil Oso. Saya merupakan alumni dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua, Manokwari. Pada musim peneluran penyu belimbing periode pertengahan tahun 2022, saya berkesempatan bekerja sebagai tenaga magang pantai peneluran di Pantai Jeen Syuab. Ini menjadi pekerjaan pertama saya setelah lulus kuliah. Awal tiba di pantai saya langsung membantu kru (tim pemantauan dan perlindungan sarang) untuk melakukan relokasi sarang penyu. Perjalanan yang kami tempuh memang cukup jauh terlebih kami harus menggendong telur yang jumlahnya cukup banyak (satu sarang berkisar 50-100 butir telur) dan saat itu saya menggendong telur-telur dari dua sarang penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Pengalaman pertama yang saya dapat ini memberikan motivasi tersendiri bagi saya untuk semangat bekerja di pantai peneluran ini. Melakukan relokasi sarang menurut saya memiliki tantangan tersendiri dibanding kegiatan lain, karena dibutuhkan ketelitian yang sangat tinggi. Karena jika tidak dilakukan dengan teliti dan tidak sesuai standar maka dapat mempengaruhi kesuksesan penetasan telur dalam sarang tersebut. Walaupun demikian, relokasi sarang adalah kegiatan yang paling saya senang lakukan.
[/vc_column_text][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner width=”1/2″][vc_empty_space height=”16px”][vc_single_image image=”10689″ img_size=”full” alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_column_text]
Osorio menggendong telur di bahu menggunakan wadah plastik
(Foto : S4C-LPPM UNIPA/Yusup Jentewo)
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/2″][vc_empty_space height=”16px”][vc_single_image image=”10688″ img_size=”full” alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_column_text]
Osorio menggali sarang yang terancam air laut pasang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Yusup Jentewo)
[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text css=”.vc_custom_1666917316833{padding-top: 10px !important;}”]
Beranjak ke hari berikutnya saya dan tim melakukan monitoring malam dan saat itulah pertama kali saya melihat penyu belimbing. Biarpun saya berkuliah di jurusan Ilmu Kelautan dan banyak belajar mengenai penyu khususnya secara teori namun secara praktek saya belum pernah melihat satwa ini secara langsung. Saya sangat takjub saat melihat penyu belimbing dengan ukuran yang sangat besar. Ketika indukan penyu itu bernafas terdengar seperti suara babi hutan menurut saya, terdengar berat. Selama melakukan monitoring malam ada banyak hal yang saya pelajari, mulai dari cara memasang dan scan Passive Integrated Transponder (PIT) tag yang baik dan benar, cara mengukur penyu, serta bagaimana memperlakukan penyu agar tidak terganggu ketika ingin bertelur.
[/vc_column_text][vc_column_text css=”.vc_custom_1666874733197{padding-top: 10px !important;}”]
Baca juga : Pengalaman Belajar yang Menyenangkan di Rumah Penyu Belimbing
[/vc_column_text][vc_column_text css=”.vc_custom_1666874742183{padding-top: 10px !important;}”]
Kegiatan lain yang saya lakukan bersama kru yaitu melakukan evaluasi sukses penetasan sarang di kandang relokasi ataupun di pantai. Pertama kali melakukan evaluasi saya agak terganggu dengan aroma yang berasal dari telur penyu ataupun tukik yang mati, namun seiring berjalannya waktu saya mulai terbiasa. Selain melakukan pekerjaan, saya juga sering memanfaatkan waktu luang untuk melakukan hal yang positif dan mampu menghilangkan rasa bosan di pantai. Waktu luang saya biasa diisi dengan membuat konten-konten foto dan video mengenai kegiatan di pantai, bercerita dengan masyarakat serta tenaga lokal, menonton film, karaoke dan lain-lain. Biasanya setelah melakukan kegiatan selama hampir seminggu, pada sabtu pagi atau sore kami akan pergi ke kampung Wau dan Weyaf untuk mengikuti ibadah pada hari minggu. Perjalanan kami menuju kampung biasa ditempuh selama kurang lebih 30 menit namun jika kekurangan tenaga untuk mendorong perahu biasanya kami berjalan kaki selama kurang lebih 2 jam. Hal tersebut karena perahu yang biasa kami pakai cukup berat dan pantai yang terjal membuat kami membutuhkan minimal lima orang untuk mendorong perahu ke bagian pantai yang aman dari terjangan ombak.
[/vc_column_text][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner width=”1/2″][vc_empty_space height=”16px”][vc_single_image image=”10685″ img_size=”full” alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_column_text]
Osorio dan tim mendorong perahu
(Foto : S4C-LPPM UNIPA/Herman Ayomi)
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/2″][vc_empty_space height=”16px”][vc_single_image image=”10687″ img_size=”full” alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_column_text]
Osorio mengevaluasi sarang relokasi
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Herman Ayomi)
[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text css=”.vc_custom_1666874749250{padding-top: 10px !important;}”]
Baca juga : Berbagi Pengalaman dan Belajar Bersama sebelum Menjadi Penjaga Penyu
[/vc_column_text][vc_column_text css=”.vc_custom_1666874798252{padding-top: 10px !important;}”]
Kegiatan yang biasa saya lakukan bersama tim di kampung yaitu berbincang dengan masyarakat, bermain bersama anak-anak disana, bermain voli, bola kaki, berenang di pantai dan pergi ke kebun. Saya juga sering mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat kampung ataupun pendamping masyarakat yang juga berasal dari UNIPA. Ada banyak hal menarik yang saya lakukan dan alami selama bekerja kurang lebih empat bulan di pantai Jeen Syuab. Pengalaman itu misalnya berjalan menyeberangi kali, melihat perjuangan penyu untuk bertelur dan tukik untuk keluar dari sarang, mengalami kebaikan hati masyarakat yang ada di kampung Wau-Weyaf maupun di pantai Wermon. Dari sini saya dapat belajar bahwa “perjuangan” dan “kebebasan” itu benar adanya. Harapan saya kegiatan ini bisa terus berjalan dan mendapatkan terus dukungan dari banyak pihak serta bila terdapat kembali kesempatan saya sangat ingin kembali bergabung di tim pantai peneluran pada kesempatan lainnya. Sekian cerita dari saya dan terima kasih.
[/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/4″ offset=”vc_hidden-xs”][vc_column_text css=”.vc_custom_1648536083808{padding-bottom: 10px !important;}”]
Bagikan Tulisan
[/vc_column_text][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/tantangan-dan-kepuasan-melakukan-relokasi-sarang-penyu-di-pantai-jeen-syuab” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/tantangan-dan-kepuasan-melakukan-relokasi-sarang-penyu-di-pantai-jeen-syuab” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/tantangan-dan-kepuasan-melakukan-relokasi-sarang-penyu-di-pantai-jeen-syuab” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_empty_space height=”15px”][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”center” css_animation=”” css=”.vc_custom_1648606605978{margin-right: 5px !important;margin-left: 3px !important;background-color: #f5f5f5 !important;}”][vc_column_inner][vc_column_text css=”.vc_custom_1648606714517{padding-top: 20px !important;padding-bottom: 5px !important;background-color: #f5f5f5 !important;}”]
Ikuti Survei
[/vc_column_text][vc_column_text css=”.vc_custom_1648606692420{padding-top: 5px !important;padding-bottom: 10px !important;background-color: #f5f5f5 !important;}”]
Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.
[/vc_column_text][vc_btn title=”Isi Survei” style=”classic” color=”primary” link=”url:https%3A%2F%2Fdocs.google.com%2Fforms%2Fd%2Fe%2F1FAIpQLScbuXYsL0qM_0SQG0MxRTT1xNXh2re1wi8SWMsOSFVEKu2R7A%2Fviewform”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text css=”.vc_custom_1648606801801{padding-top: 20px !important;padding-bottom: 10px !important;}”]
Berita Terkait
[/vc_column_text][vc_column_text css=”.vc_custom_1666875747031{padding-bottom: 5px !important;}”]
MERAIH WISH DREAM DI TANAH PAPUA: Cerita Tenaga Magang Pantai Peneluran
[/vc_column_text][vc_column_text css=”.vc_custom_1666875789565{padding-bottom: 5px !important;}”]
Cocomesh sebagai Alternatif Perlindungan Sarang Penyu Belimbing
[/vc_column_text][vc_column_text css=”.vc_custom_1666875831284{padding-bottom: 10px !important;}”]
Mahasiswa Universitas Papua akan Penelitian di Pantai Peneluran Penyu Belimbing Terbesar di Pasifik
[/vc_column_text][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”center” css_animation=””][vc_column_inner][vc_column_text css=”.vc_custom_1648605975556{padding-top: 20px !important;padding-bottom: 10px !important;}”]
Video Kami
[/vc_column_text][vc_video link=”https://www.youtube.com/watch?v=yHCJX7I-NYk” align=”center” css=”.vc_custom_1648613829121{padding-top: 20px !important;padding-bottom: 20px !important;}”][vc_btn title=”Subscribe” style=”classic” color=”danger” i_icon_fontawesome=”fab fa-youtube” add_icon=”true” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fc%2FS4CBLKB”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text css=”.vc_custom_1648607229256{padding-top: 20px !important;padding-bottom: 10px !important;}”]
Kategori Lainnya
[/vc_column_text][vc_column_text css=”.vc_custom_1670224683555{padding-bottom: 10px !important;}”]
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” css=”.vc_custom_1655958040385{padding-top: 20px !important;padding-right: 30px !important;padding-left: 30px !important;}” z_index=””][vc_column][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1638939674086{padding-top: 20px !important;padding-bottom: 20px !important;}”][vc_column_inner width=”1/4″][vc_column_text]
Berita Lainnya
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_separator type=”normal” color=”#000000″ thickness=”1″][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”10576″ img_size=”500×290″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]
Berawal dari Malang, berlanjut hingga Tambrauw : Inilah kisah salah satu penjaga penyu wanita di Pantai Wembrak
[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]
Ika Pebina Pinem– Oktober 14, 2022
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”10529″ img_size=”500×290″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]
Berbagi Cerita Penyu di Festival Ecotourism Papua Barat 2022
[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]
Noviyanti, Monica Arung Padang & Deasy Lontoh – Oktober 7, 2022
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”10475″ img_size=”500×290″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]
Dukung Konservasi Penyu di Papua Barat, UNIPA Berbagi Pengetahuan Pemantauan dan Perlindungan Penyu
[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]
Abigail Lang, Noviyanti, Kartika Zohar dan Yusup Jentewo – Oktober 6, 2022
[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][/vc_column][/vc_row]