BERJUANG MENJADI PRIBADI YANG BERGUNA DAN MENCINTAI ALAM PAPUA YANG KAYA AKAN SUMBER DAYA: Cerita Tenaga Magang Pantai Peneluran
Bagikan Tulisan

Tanggal
20 Juli 2022
Penulis
Hermanus Maklon Ayomi
Tanggal
20 Juli 2022
Penulis
Hermanus Maklon Ayomi
Nama saya Hermanus Maklon Ayomi, pemuda dari Serui Papua. Awal saya mendengar tentang penyu bermula dari cerita orangtua saya. Saya sangat tertarik untuk melihat penyu. Setelah saya kuliah di Jayapura baru saya mendengar lebih lanjut terkait penyu dan melihat gambarnya di internet. Salah satu jenis penyu, penyu belimbing, ternyata banyak bertelur di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Ketika ada perekrutan tenaga magang di tim pemantauan penyu dan perlindungan sarang dari Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA yang berkegiatan di pantai peneluran tersebut, saya langsung memasukan lamaran. Puji Tuhan saya diterima dalam posisi tersebut dalam jangka waktu kerja dua bulan (April-Juni 2022).

Herman (kanan) bersama tim pantai di Jeen Syuab
(Foto : S4C_LPPM UNIPAYonas Saidui)

Herman sedang merelokasi sarang ke kandang relokasi
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Yusup Jentewo)
Kami diberi pembekalan di Manokwari dan turun lokasi pada tanggal 22 April 2022 menggunakan kapal Sabuk Nusantara 112. Kami turun di Kampung Wau dan Weyaf dan kemudian saya bersama tim yang terdiri dari 1 koordinator pantai dan 1 tenaga lapangan melanjutkan perjalanan dengan perahu menuju pantai Jeen Syuab (atau dahulu disebut Wermon). Saat pertama kali melihat penyu belimbing secara langsung saya kaget karena ukurannya yang besar dan berwarna hitam. Namun setelah beberapa waktu memantau satwa ini dengan rutin, saya menjadi terbiasa. Tugas utama saya di Pantai Jeen Syuab adalah memindahkan sarang penyu belimbing yang terancam invasi akar petatas pantai (Ipomoea sp.) ke kandang relokasi dan melakukan patroli pagi bersama tim. Saya juga ikut membantu dalam patroli malam dalam memantau induk penyu yang naik bertelur.
Pantai Jeen Syuab memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Selain penyu kami melihat beberapa jenis burung dan hewan lain yang jarang kami temui di perkotaan. Yang paling saya sukai dari pekerjaan ini adalah memindahkan telur penyu belimbing. Bagi saya ada rasa tanggung jawab sebagai seorang yang dipercayakan penuh untuk pekerjaan ini. Tugas lain tetap saya kerjakan dengan senang hati. Saya tidak bermalas-malasan apalagi ketika anggota tim lain bekerja. Terakhir saya berpesan, mari jaga kitorang punya penyu bersama.
“Salam Anak Pasir Jeen Syuab”
Bagikan Tulisan
Ikuti Survei
Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya

Deasy Lontoh & Noviyanti – Juli 18, 2022


