
Perempuan Abun Berperan dalam Melestarikan Penyu Belimbing
Penulis
Yusup Jentewo, Deasy Lontoh
Tanggal
1 September 2022
Pada musim peneluran April-September 2022 ini, kaum perempuan yang tinggal di sekitar pantai peneluran Jeen Syuab turut terlibat bersama tim lapangan kami dalam melindungi sarang penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Kampung-kampung yang dimaksud adalah Kampung Wau dan Kampung Weyaf yang berada di Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw. Mereka membantu memindahkan sarang-sarang penyu belimbing yang terancam ke dalam kandang relokasi yang telah tersedia.
Ancaman utama bagi sarang penyu di Pantai Jeen Syuab adalah tumbuhan petatas pantai (Ipomoea sp.) yang memiliki akar yang mampu masuk ke dalam sarang penyu, menghisap nutrisi dalam telur-telur, dan membuat 95% telur penyu dari setiap sarang gagal menetas (baca selengkapnya di artikel sebelumnya tentang kandang relokasi)
Agustina Momo sedang memindahkan Sarang
ke dalam Kandang Relokasi
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Herman Ayomi)
Oktovina Jokson sedang memindahkan Sarang
ke dalam Kandang Relokasi
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Herman Ayomi)
Keterlibatan kaum perempuan sebagai tenaga relokasi sangat membantu tim di lapangan dalam mencapai target jumlah sarang yang dilindungi. Pembuatan kandang relokasi biasa dilakukan oleh kaum laki-laki, dan ketika waktunya mengisi sarang dalam kandang relokasi barulah perempuan ikut terlibat. Terdapat enam kandang relokasi yang dibuat di pantai Jeen Syuab. Setiap kandang relokasi rata-rata diisi oleh 5 orang, yakni 4 perempuan dan 1 laki-laki. Total terdapat 9 orang perempuan dan 7 orang laki-laki yang yang memindahkan sarang ke dalam keenam kandang relokasi, dan setiap perempuan yang terlibat membantu memindahkan sarang ke lebih dari satu kandang. Perempuan dalam memindahkan sarang biasanya bekerja secara berkelompok, dan mereka menunjukkan semangat yang tinggi. Dalam sehari kelompok perempuan ini dapat memindahkan 2 sampai 10 sarang penyu belimbing, yang dilakukan saat pagi atau siang hari dan kadang saat malam hari juga.
Para tenaga relokasi menerima upah per sarang yang mereka pindahkan. Upah yang diterima dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan keluarga, biaya sekolah, atau kebutuhan keluarga lainnya. Melalui aktivitasnya para perempuan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka dan berperan penting dalam upaya konservasi sumberdaya alam hayati di lingkungan sekitarnya.
Bagikan Tulisan
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya
