Kategori
Konservasi Penyu Belimbing Monitoring

Kisah perjalanan menuju Pantai Peneluran Penyu Belimbing di Tambrauw

Kisah perjalanan menuju Pantai Peneluran Penyu Belimbing di Tambrauw

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/kisah-perjalanan-menuju-pantai-peneluran-penyu-belimbing-di-tambrauw” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/kisah-perjalanan-menuju-pantai-peneluran-penyu-belimbing-di-tambrauw” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/kisah-perjalanan-menuju-pantai-peneluran-penyu-belimbing-di-tambrauw” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Tanggal

18 Mei 2022

Penulis

Yusup Adrian Jentewo dan Deasy Lontoh

Tanggal

18 Mei 2022

Penulis

Yusup Adrian Jentewo dan Deasy Lontoh

Hari yang dinanti Tim Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang LPPM Universitas Papua untuk berangkat ke pantai peneluran penyu belimbing di Tambrauw akhirnya tiba. Pada hari Jumat, 22 April 2022, mereka berangkat menggunakan kapal Sabuk Nusantara 112 rute Manokwari-Saukorem-Wanden-Waibem-Wau dan tujuh kampung lainnya di pesisir Tambrauw. Para anggota tim telah menyiapkan keberangkatan ini beberapa minggu sebelumnya dengan membeli stok bahan makanan, obat-obatan, bahan bakar minyak, dan peralatan kerja untuk digunakan saat bertugas di pantai. Meskipun kapal baru berangkat pada malam hari, namun sejak pagi anggota tim sudah mengangkut barang-barang yang akan dibawa ke pantai peneluran ke pelabuhan Manokwari. Mobil pick-up mereka siapkan untuk mengangkut barang-barang bawaan yang cukup banyak. Malam hari sekitar pukul 20.00 WIT, masing-masing anggota tim sudah siap dengan perlengkapan pribadi dan menuju ke pelabuhan. Walaupun saat itu Manokwari dilanda hujan namun tidak membuat surut semangat tim untuk berangkat. Total anggota tim yang berangkat sebanyak 14 orang ditambah 5 orang anggota Tim Pemberdayaan Masyarakat yang akan melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan di lokasi yang sama. Sebagian penumpang kapal yang juga merupakan warga kampung di Tambrauw menyambut kami dengan sangat antusias. Mereka senang sekali melihat kami kembali bertugas di kampung. Tepat pukul 22.00 WIT, kapal Sabuk Nusantara 112 yang sering disebut tol laut, bertolak meninggalkan Manokwari.

Ben (sebelah kiri) dan Todu (sebelah kanan) sebelum berangkat
(Foto : Habema Monim/S4C_LPPM UNIPA)

Selain tim yang berangkat menggunakan kapal penumpang, dua orang anggota tim kami, Tonny Duwiri (akrab dipanggil ‘Todu’) dan Bernadus Duwit (akrab dipanggil ‘Ben’) berangkat menggunakan perahu mesin tempel. Sabtu, 23 April 2022 pukul 09.30 WIT, Todu dan Ben berangkat dari Amban Pantai, Manokwari. Dilengkapi dengan pelampung keselamatan dan alat komunikasi, Todu dan Ben menyusuri pesisir utara laut Papua Barat menuju Taman Pesisir Jeen Womom. Didukung oleh kondisi mesin dan cuaca yang sangat baik, perjalanan berhasil mereka tempuh sekitar 8 jam.

Perahu Didorong Tim ke Laut
(Foto : Habema Monim/S4C_LPPM UNIPA)

[qode_simple_quote simple_quote_text=”Those who love their job, will never work a day in their life!”]

Todu bercerita bahwa ia sudah beberapa kali membawa perahu pulang pergi Manokwari-Tambrauw untuk pekerjaan ini. Baginya ini adalah tanggung jawab yang menantang. Karena medan yang cukup berat, banyak pelaut yang sering mencari ikan di wilayah pesisir Manokwari-Tambrauw tidak akan mengambil rute hingga wilayah TP Jeen Womom. Namun, Todu sadar bahwa keberadaan perahu ini sangat penting. Perahu harus selalu ada untuk alat transportasi tim secara lokal selama melakukan kegiatan Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang. Terkadang perahu ini dibutuhkan sebagai alat transportasi darurat oleh seluruh anggota tim Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA yang bertugas di TP Jeen Womom.

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/kisah-perjalanan-menuju-pantai-peneluran-penyu-belimbing-di-tambrauw” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]
[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/kisah-perjalanan-menuju-pantai-peneluran-penyu-belimbing-di-tambrauw” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]
[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/kisah-perjalanan-menuju-pantai-peneluran-penyu-belimbing-di-tambrauw” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Ikuti Survei

Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya