Bagikan Tulisan

Tanggal
28 Maret 2022
Penulis
Noviyanti & Naqliya Arum Permata
Tanggal
4 April 2022
Penulis
Noviyanti & Naqliya Arum Permata
Pada tanggal 11 Maret 2022, berlokasi di ruang rapat DKP Papua Barat, kami dari Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA melaporkan hasil dari program di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom tahun 2021 kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua Barat. Terdapat beberapa peserta juga yang ikut menghadiri kegiatan ini secara online melalui platform Zoom. KKP Taman Pesisir Jeen Womom sendiri merupakan pantai peneluran penyu belimbing terbesar di Pasifik Barat.
Pada kesempatan ini Ketua Program Sains untuk Konservasi, Ibu Fitryanti Pakiding, menyampaikan tujuan umum dari program ini yang diantaranya adalah sebagai berikut :
- Memperbarui data aktivitas peneluran penyu di pantai indeks di BLKB untuk memantau tren dalam populasi penyu.
- Meningkatkan jumlah tukik yang dihasilkan dengan menerapkan metode perlindungan sarang yang didasari kajian ilmiah dan melakukan evaluasi sukses penetasan untuk menilai keefektifan upaya perlindungan.
- Melakukan penelitian untuk menunjang kegiatan konservasi agar program yang dijalankan didasari oleh kajian ilmiah terkini.
- Membangun kerjasama dengan pemerintah dan mitra untuk memperkuat pengelolaan konservasi penyu, terutama di Taman Pesisir Jeen Womom.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat di BLKB tentang isu-isu terkait konservasi penyu.
- Membangun kemitraan dengan masyarakat lokal dalam konservasi melalui program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas.
Koordinator Program Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang, Ibu Deasy Natalia Lontoh, bertugas menyampaikan hasil dari program Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang di TP Jeen Womon. Salah satu laporannya adalah jumlah sarang penyu belimbing, penyu lekang, penyu hijau, dan penyu sisik pada tahun 2021.
Selanjutnya dari program pemberdayaan masyarakat, Kartika Widya Zohar yang merupakan Koordinator Program Pemberdayaan Masyarakat, menyampaikan hasil dari program pemberdayaan masyarakat. Hal yang disampaikan diantaranya adalah persentase jumlah siswa berdasarkan jenis kelamin dan kelas untuk pendidikan formal serta pendidikan nonformal (Rumah Belajar).

(Foto : S4C_LPPM UNIPA)
Berdasarkan jenis kelamin, pada pendidikan formal terdapat 41,5% siswa perempuan dan 58,5% siswa laki-laki dari total siswa sebanyak 135 anak. Sedangkan untuk pendidikan nonformal (Rumah Belajar) terdapat 43,9% siswa perempuan dan 56,1% siswa laki-laki dari total 123 anak. Indikator kemampuan membaca, menulis, menghitung, bahasa inggris, pengenalan komputer, dan pendidikan lingkungan hidup juga disampaikan pada kegiatan ini.

(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

(Foto : S4C_LPPM UNIPA)
Koordinator Hubungan Publik, Abraham Leleran juga menyampaikan hasil dari program Hubungan Masyarakat. Rencana kerja dari program Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang di TP Jeen Womom, Pemberdayaan Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat untuk tahun 2022 pun ikut disampaikan pada kegiatan ini. Setelah semua hasil dari program di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom tahun 2021 selesai dilaporkan, diadakan sesi tanya jawab. Terdapat beberapa pertanyaan baik dari peserta offline maupun online.
Bagikan Tulisan
Ikuti Survei
Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya

Habema Monim, Dariani Matualage, Noviyanti – Maret 23, 2022

Aflia Pongbatu, Naqliya Arum Permata, Noviyanti dan Yulitha Sa’bi – Maret 9, 2022

