
Cocomesh sebagai Alternatif Perlindungan Sarang Penyu Belimbing
Penulis
Yusup Jentewo, Deasy Lontoh
Tanggal
31 Juli 2022
Menjawab masalah kekurangan daun pakis (Cycas sp.) di salah satu pantai di wilayah Jeen Yessa yaitu Pantai Wembrak, dimana daun pakis ini digunakan oleh kru pemantauan penyu dan perlindungan sarang untuk menaungi sarang penyu belimbing (Dermochelys coriacea) yang terancam suhu pasir tinggi. Salah satu mahasiswa Universitas Papua yang bernama Elisa Secsio Hendra Putra atau sering disapa Sesar dari Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kini melakukan penelitian untuk menjawab persoalan tersebut. Penelitian dari Sesar telah berlangsung selama hampir dua bulan mulai dari bulan Juni 2022 dan masih akan berlangsung sampai musim peneluran penyu belimbing di Jeen Yessa berakhir di bulan September.
Pemasangan Perlindungan Cocomesh
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Tonny Duwiri)
Pembuatan Anyaman Cocomesh
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Yusup Jentewo)
Sesar telah melakukan pemasangan cocomesh yang tersebar di wilayah pantai Wembrak, terdapat enam sarang penyu belimbing sebagai percobaan dan beberapa anyaman juga digunakan untuk meninjau kemampuan cocomesh dalam merendahkan suhu pasir. Tali sabut kelapa dianyam menjadi bentuk persegi panjang dengan menggunakan kayu cetakan dengan bentuk yang sama. Satu anyaman sabut kelapa berukuran 2,5 x 1,3 meter dikerjakan Sesar dalam kurun waktu 6-12 jam. Salah satu tantangan bagi Sesar dalam pembuatan cocomesh adalah tidak banyak tempat di Manokwari yang menjual tali sabut kelapa dalam jumlah yang mencukupi sebagai bahan anyaman, akhirnya dia harus mendatangkan dari luar Papua.
Penelitian Sesar di pantai peneluran penyu ini dibantu oleh kru pemantauan penyu dan perlindungan sarang (LPPM UNIPA) di lapangan, khususnya oleh tim Wembrak. Terdapat 6 orang yang terdiri dari koordinator pantai, tenaga lapangan, tenaga magang, dan tenaga patroli lokal. Penelitian ini akan menghasilkan informasi tentang seberapa efektif naungan cocomesh dalam perlindungan sarang. Jika berhasil, anyaman sabut kelapa ini dapat diadopsi tim di lapangan sebagai alternatif pengganti naungan dari daun pakis yang selama ini digunakan untuk melindungi sarang penyu. Jika tidak berhasil, data ini akan sangat berguna dalam pengembangan metode-metode perlindungan sarang yang dapat digunakan di masa depan.
Bagikan Tulisan
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya
