Seri Cerita Jejak Penjaga Bentang Laut

Cerita lapangan dari para pendamping kampung dan pelindung penyu di Kepala Burung Papua

Yaku Danyel Bafat: Menjaga dan Melindungi  Penyu  di Jeen Syuab Selama Musim Teduh dan  Musim Ombak 

Penulis

Danyel Bafat

Tanggal

05 Maret 2026

Dalam seri “Seri Cerita Jejak Penjaga Bentang Laut”, kami mengajak pembaca menyelami kisah nyata orang-orang yang hidup berdampingan dengan penyu dan laut. Melalui suara mereka, kita belajar mencintai dan menjaga laut bersama.

Halo teman-teman, perkenalkan saya Danyel Bafat. Banyak teman atau orang terdekat biasa memanggil saya dengan sebutan Dani atau Niel. Saya bergabung dalam Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA pada tahun 2024. Tepat pada tanggal 15 April 2024, saya resmi menjadi tim pantai (kru) dan ditempatkan di Pos Jeen Syuab untuk dua musim, yaitu musim teduh dan musim ombak. Sebagai penjelasan, Pantai Jeen Syuab memiliki dua musim peneluran, yaitu musim teduh pada bulan April hingga September dan musim ombak pada bulan Oktober hingga Maret. Saya menjadi Tenaga Lapangan Pantai Peneluran (TLP2) di Pantai Jeen Syuab dari April 2024 hingga Maret 2026.

Pengalaman ini sangat berharga bagi saya. Sejak kecil, saya sering melihat penyu dewasa dan telur penyu karena saya berasal dari kampung yang berdekatan dengan pantai peneluran penyu Jeen Syuab, tetapi belum pernah melihat tukik (anak penyu). Baru setelah bergabung sebagai kru, saya bisa melihat dan memegang tukik hasil relokasi sarang yang dipindahkan ke kandang relokasi.  Tujuan saya bergabung dalam tim pantai Program Sains untuk Konservasi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Papua (UNIPA) adalah untuk belajar dan bekerja dalam upaya konservasi penyu di Kabupaten Tambrauw yang kini terancam akibat perburuan daging penyu serta pengambilan telur untuk dikonsumsi maupun diperjualbelikan. Saya percaya dengan hadirnya LPPM UNIPA, penyu di Tambrauw dapat selamat dari berbagai ancaman tersebut. Penyu sangat penting bagi ekosistem laut dan juga menjadi kebanggaan masyarakat Tambrauw serta Tanah Papua.

Dalam upaya ini, UNIPA juga berkomitmen untuk terus meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan di pantai peneluran. Berbagai perannya termasuk yang sudah berjalan seperti penyediaan kandang relokasi, tenaga pemindahan sarang, dan patroler lokal yang berkontribusi penting dalam kegiatan pemantauan penyu dan perlindungan sarang.

Pengukuran kedalaman logger suhu
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Herman Ayomi)

Tim sedang merelokasi sarang yang terancam pasang surut
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Tim Pantai Jeen Syuab)

Saat pertama tiba di Pos Wermon, saya dilatih oleh Kakak Jhoni Mau (TLP2 lama) dan Petrus Batubara (Koordinator Pantai) mengenai aktivitas monitoring malam: mengukur penyu, melakukan scan, dan memasang penanda pada penyu baru. Pagi hari biasanya kami berolahraga sambil melakukan monitoring jejak penyu, menikmati pemandangan pantai yang indah, dan suara ombak yang merdu. Seiring berjalannya waktu, saya semakin terbiasa melakukan monitoring malam secara mandiri hingga pagi hari.

Dalam monitoring malam, saya bertemu banyak penyu baru dan juga penyu lama dengan nomor penanda PIT (Passive Integrated Transponder) tag berawalan 12 dan 13. Penyu lama ini biasa disebut “orang lama” karena sudah naik sejak tahun 2010–2015. Bahkan saya pernah bertemu penyu lama dengan PIT tag tanggal 25 Januari 2006. Menariknya, penyu baru yang dipasang penanda bisa kembali naik hingga 7 kali dalam sebulan selama masih bertelur. Dari sini saya belajar bahwa tidak semua penyu hilang setelah naik. Mereka hanya pergi mencari makan atau kawin hingga ke Amerika atau tempat lain, tapi tetap kembali ke Pantai Jeen Syuab sebagai tempat ternyaman untuk bertelur. Selain penyu belimbing, saya juga sering bertemu penyu sisik, penyu hijau, dan jenis penyu kecil lainnya yang biasanya naik paling banyak pada bulan April hingga Juni.

Pengukuran lebar karapas penyu
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Tim Pantai Jeen Syuab)

Proses scan penanda PIT Tag kepada penyu belimbing
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Tim Pantai Jeen Syuab)

Suatu kebanggaan bagi saya saat bekerja di musim teduh adalah ketika dilatih dan dipercaya membawa perahu Vien, menjaga genset pos, mengontrol sarang relokasi, serta menginput data untuk dikirim ke kantor. Tantangan terbesar adalah saat monitoring malam, kadang bertemu dengan hewan melata yang berbahaya, seperti ular, dan buaya. Saat membawa perahu, salah hitung ombak bisa berbahaya karena ombak bisa masuk ke perahu. Kadang saat menjemput barang di kapal, kami harus berhadapan dengan gelombang besar dan angin kencang. Namun, kami selalu percaya masih dalam lindungan Tuhan.

Tantangan di musim ombak berbeda. Pantai hanya selebar 10 meter dengan tebing curam. Setiap hari Sabtu kami berjalan kaki pulang-pergi sejauh 12 km menuju kampung untuk mengikuti ibadah Minggu. Biarpun bekerja keras di pantai peneluran, kami senang ketika kembali ke kampung, selain beribadah, juga berjumpa dengan masyarakat lain untuk berbagi cerita.

Dalam upaya melindungi penyu dan sarangnya di Pantai Jeen Syuab, saya menyadari bahwa penyu belimbing telah memilih pesisir Pantai Jeen Womom di Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw sebagai tempat yang nyaman untuk bertelur. Ini menjadi berkat sekaligus kepercayaan bagi kita untuk memastikan mereka tetap merasa aman di pantai ini, sehingga terus kembali untuk bertelur di masa mendatang.

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Heading

Pengumuman Hasil Seleksi Tahap Akhir KP2, TLP2, dan TPS Tahun 2026

Pengumuman Hasil Seleksi Tahap Akhir KP2, TLP2, dan TPS Tahun 2026 Salam Lestari…Kami mengucapkan terima kasih untuk semua peserta yang ...
/

Cerita Perjalanan Lapang: Menuju Tambrauw untuk Pelatihan Amigurumi

Seri Cerita Jejak Penjaga Bentang Laut Cerita lapangan dari para pendamping kampung dan pelindung penyu di Kepala Burung Papua Cerita ...
/

Pelatihan Amigurumi Penyu: Pelatihan di Wau dan Weyaf

Seri Cerita Jejak Penjaga Bentang Laut Cerita lapangan dari para pendamping kampung dan pelindung penyu di Kepala Burung Papua Dari ...
/

Presentasi di Seminar Internasional Flora Malesiana

Presentasi di Seminar Internasional Flora Malesiana PenulisYusup JentewoTanggal02 April 2026 Pada 9–14 Februari 2026, Manokwari menjadi tuan rumah “The 12th ...
/

Pertemuan Working Group Penyu Belimbing Indonesia

Pertemuan Working Group Penyu Belimbing Indonesia PenulisYusuf JentewoTanggal30 Maret 2026 Gagasan pembentukan kelompok kerja penyu belimbing Indonesia pertama kali mengemuka ...
/

Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 1 KP2, TLP2 dan TPS Tahun 2026

Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 1 KP2, TLP2 dan TPS Tahun 2026 Twitter Facebook Whatsapp Salam Lestari…Kami mengucapkan terima kasih untuk ...
/