Berbagi Pengalaman dan Belajar Bersama sebelum Menjadi Penjaga Penyu

Penulis

Yusup Adrian Jentewo & Deasy Lontoh

Tanggal

9 Mei 2022

Musim peneluran penyu belimbing di Pantai Jeen Jeen Yessa dan Jeen Syuab, Kabupaten Tambrauw di tahun 2022 akan segera tiba, yaitu pada bulan Mei sampai September. Tim Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang Program Sains untuk Konservasi LPPM Universitas Papua bersiap untuk kembali bertugas di pantai peneluran. Tim ini biasa kami panggil dengan sebutan “Kru pantai”. Beberapa anggota dalam tim merupakan kru lama yang sudah berpengalaman bekerja di pantai peneluran penyu. Namun terdapat juga beberapa anggota baru yang diterima melalui proses seleksi. Jumlah kru yang akan bertugas di lapangan ada 29 orang yang terdiri dari 4 koordinator pantai, 7 tenaga lapangan, 4 tenaga magang, 4 tenaga magang lokal dan 10 tenaga patroli lokal (4 perempuan dan 25 laki-laki).

Koordinator Penelitian dan Salah Satu Koordinator Pantai Memberikan Materi
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Yusup Jentewo)

Tim ini akan bertugas pada empat pantai yaitu: 1) Pantai Wembrak 2) Pantai Warmamedi 3) Pantai Batu Rumah, dan 4) Pantai Jeen Syuab. Sebelum berangkat ke lapangan, 10 orang kru yang terdiri dari 2 orang kru lama (1 tenaga lapang dan 1 tenaga magang) dan 8 orang kru baru (5 tenaga lapangan dan 3 tenaga magang) mendapat pembekalan. Pembekalan ini bertujuan untuk memberi informasi teknis terkait metode pemantauan penyu dan perlindungan sarang. Bertempat di ruang rapat Program Sains untuk Konservasi, kegiatan pembekalan ini berlangsung selama empat hari yaitu pada hari Senin sampai Kamis (11 – 14 April 2022). Materi pembekalan mencakup: tugas dan tanggung jawab tenaga lapang dan tenaga magang, pengenalan lokasi pantai peneluran, fasilitas di pantai, kegiatan patroli pagi dan patroli malam, ancaman terhadap sarang dan penyu di pantai, cara melindungi sarang, cara mengukur lebar pantai, dan cara melakukan evaluasi sukses penetasan.

Persiapan Pengemasan Keperluan Tim
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Arfiandra Wanaputra)

Tim mengangkut barang-barang ke kapal
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Pemateri dalam kegiatan pembekalan ini adalah Ibu Deasy Lontoh sebagai Koordinator Penelitian; Arfiandra Wanaputra sebagai Asisten Koordinator Penelitian; Yairus Swabra sebagai Koordinator Program; dan para Koordinator Pantai Peneluran yaitu Petrus Batubara, Tonny Duwiri, John Mau, Mesak Adadikam, dan Muhamad Faisal. Pembekalan ini juga diselingi persiapan turun lapangan yang harus dilakukan oleh setiap tim pantai. Persiapan yang dilakukan adalah berbelanja kebutuhan selama di lapangan dan mengemasnya agar siap dibawa ke lapangan.

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Heading

Ketika Karya Mahasiswa Berlayar Membawa Pesan Konservasi

Ketika Karya Mahasiswa Berlayar Membawa Pesan Konservasi

Ketika Karya Mahasiswa Berlayar Membawa Pesan Konservasi PenulisElisa PutraTanggal14 Agustus 2026 “Ternyata bikin beginian ada sekolahnya, ya?” Begitu ungkap kami, ...
/
Menyapa Novel: Kisah Tenaga Lokal Menjaga Penyu di Jeen Womom

Menyapa Novel: Kisah Tenaga Lokal Menjaga Penyu di Jeen Womom

Menyapa Novel: Kisah Tenaga Lokal Menjaga Penyu di Jeen Womom PenulisLiana MongdongTanggal11 Agustus 2026 Setelah pelatihan Tim Pemantauan Penyu dan ...
/

Menjaga Laut Bersama: Cerita Kami, Enam Relawan di Kapal Sabuk Nusantara 112 – Part 2

Menjaga Laut Bersama: Cerita Kami, Enam Relawan di Kapal Sabuk Nusantara 112 - Part 2 PenulisAnjely Novianti Kondororik, Minggas Natraka, ...
/

Menjaga Laut Bersama: Cerita Kami, Enam Relawan di Kapal Sabuk Nusantara 112 – Part `

Menjaga Laut Bersama: Cerita Kami, Enam Relawan di Kapal Sabuk Nusantara 112 - Part 1 PenulisSiti Fatimah Az Zahro, Maria ...
/

Jalan-Jalan Bersama KM Sabuk Nusantara 112: Ketika Perjalanan Menjadi Ruang Edukasi ​

Jalan-Jalan Bersama KM Sabuk Nusantara 112: Ketika Perjalanan Menjadi Ruang Edukasi PenulisAbigail LangTanggal4 Agustus 2026 Manifes kapal mencatat total 439 ...
/