[vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” css=”.vc_custom_1634638579988{padding-right: 85px !important;padding-left: 85px !important;}” z_index=””][vc_column][vc_row_inner row_type=”row” use_as_box=”use_row_as_box” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1634638902722{padding-top: 20px !important;}”][vc_column_inner][vc_column_text]
Terletak di Distrik Abun, pantai Jeen Syuab (dulu dikenal dengan nama Wermon), merupakan salah satu pantai peneluran yang penting bagi penyu belimbing. Jenis penyu terbesar ini bertelur di pantai Jeen Syuab sepanjang tahun. Hal ini unik karena di banyak pantai peneluran di dunia, penyu belimbing bertelur hanya satu musim per tahun. Aktivitas peneluran penyu belimbing di pantai Jeen Syuab berlangsung antara bulan April hingga September (“musim teduh”) dengan puncak pada bulan Juni dan Juli, dan antara bulan Oktober hingga Maret (“musim ombak”) dengan puncak pada bulan Desember dan Januari.
Terbentang sepanjang 6 km dengan pasir kehitaman, pantai Jeen Syuab terkikis pada saat musim ombak, saat angin monsoon barat bertiup dan membawa musim hujan bagi Indonesia. Sebagian besar sarang-sarang penyu belimbing yang diletakkan di Jeen Syuab antara Oktober dan Maret terancam hanyut terbawa ombak dan tergenang air pasang. Oleh sebab itu, Tim Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang UNIPA bersama masyarakat lokal bekerja keras untuk menyelamatkan sarang-sarang tersebut.
[/vc_column_text][vc_column_text css=”.vc_custom_1561462871854{border-top-width: 0px !important;padding-top: 0px !important;}”][/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1634638918165{padding-top: 20px !important;}”][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”2001″ img_size=”500 x300″ alignment=”center” onclick=”link_image” qode_css_animation=””][vc_column_text]
Foto : Tim Abun Monitoring
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”2002″ img_size=”500 x300″ alignment=”center” onclick=”link_image” qode_css_animation=””][vc_column_text]
Foto : Tim Abun Monitoring
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”2000″ img_size=”500 x300″ alignment=”center” onclick=”link_image” qode_css_animation=””][vc_column_text]
Foto : Tim Abun Monitoring
[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text css=”.vc_custom_1638160564238{padding-top: 20px !important;}”]
Pada musim peneluran Oktober 2018 hingga Maret 2019, tim UNIPA berhasil menyelamatkan 43% dari jumlah total sarang penyu belimbing dengan memindahkan sarang- sarang tersebut ke dalam kandang relokasi. Untuk menilai tingkat kesuksesan sarang, tim UNIPA melaksanakan evaluasi sukses penetasan pada semua sarang yang ada dalam kandang relokasi pada masa penetasan (Januari-Maret 2019).
Hasilnya, sekitar 68% dari jumlah total telur per sarang berhasil menetas. Dengan begitu, upaya pemindahan sarang pada musim ini diperkirakan menghasilkan sekitar 8200 tukik penyu belimbing. Ribuan tukik-tukik ini tidak dapat dihasilkan tanpa upaya penyelamatan sarang yang dilakukan oleh tim UNIPA dan masyarakat lokal.
(Oleh :Deasy N. Lontoh)[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” css=”.vc_custom_1638159998058{padding-right: 85px !important;padding-left: 85px !important;}” z_index=””][vc_column][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1638160011056{padding-top: 20px !important;padding-bottom: 20px !important;}”][vc_column_inner width=”1/4″][vc_column_text]
Berita Lainnya
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_separator type=”normal” color=”#000000″ thickness=”1″][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”3166″ img_size=”500×290″ qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]
Mari Bertemu Para Penjaga Penyu di Pantai Jeen Yessa!
[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]
Deasy Lotoh – Agustus 1, 2019
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”2690″ img_size=”500×290″ qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]
Cerita lapangan dari Pantai Jeen Syuab Pada Musim Peneluran Oktober 2019 – Maret 2020
[/vc_column_text][vc_empty_space height=”5px”][vc_empty_space height=”20px”][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]
– Juli 20, 2020
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”2026″ img_size=”500×290″ qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]
[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]
Deasy Lotoh – Agustus 1, 2019
[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][/vc_column][/vc_row]
