Dominic Andradi-Brown, PhD atau yang biasa dipanggil Dom adalah staf yang baru bergabung dengan Ocean Team WWF US sebagai Marine Sci- ence Fellow. Selama ini WWF US adalah salah satu pendukung teknis kegiatan monitoring ekologi dan sosial ekonomi di kawasan konservasi perairan di Bentang Laut Kepala Burung, Papua (BLKB) bersa- ma lembaga lain seperti The Nature Conservancy dan Conservation International. Tim monitoring BLKB mendapat kunjungan dari Dom sehingga diselenggarakan lokakarya dan diskusi mengenai database monitoring dari tanggal 16 – 20 Oktober 2017 di Ruang Rapat Divisi Pembangunan Berkelanjutan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Papua. Lokakarya ini bertujuan untuk memperkenalkan kegiatan monitoring di BLKB kepada Dom, mulai dari persiapan tim, pengambilan data di lapangan, entri data ke dalam format database, analisa data dan penyusunan laporan. Setelah mengetahui gambaran umum dan melihat database monitoring, Dom berpendapat kegiatan monitoring sudah ber- jalan baik dan sistematis sehingga tidak ada yang perlu diubah.
Entri data dari tim lapangan ke dalam format Microsoft Excel kemudian dipindahkan dalam format Microsoft Access oleh tim database juga sudah cukup baik. Saran dari Dom adalah metode analisa dengan menggunakan ‘R’ software yang relatif lebih mudah dan fleksibel dalam membuat grafik untuk publikasi ilmiah. Dom juga memberikan presentasi tentang dasar-dasar statistic yang sangat membantu tim monitoring BLKB dalam analisa dan interpretasi hasil monitoring. Sebagai peneliti populasi ikan di ekosistem terum- bu karang di zona mesopothic atau zona dibawah laut dengan kedalaman 30 – 150 meter.

Foto : Tim BHS Monitoring Ekologi Unipa
Dom juga mempresentasikan salah satu penelitiannya tentang ‘populasi ikan lepu atau lion fish sebagai spesies invasive yang berlimpah di zona mesophotic di Perairan Karibia”. Presentasi dikemas dalam agenda ‘Noken Ilmu’ atau belajar bersama yang sangat menarik. Tidak hanya internal tim monitoring yang hadir, tetapi banyak ma- hasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), bahkan Prof. Dr. Roni Bawole dosen senior dan Ibu Dr. Mudji Rahayu dekan FPIK pun hadir dan serius mengikuti presentasi ini. Selama ini di BLKB dan di Indonesia pada umumnya, penelitian atau monitoring ekosistem terumbu karang dan ikan lebih banyak dilakukan di permukaan laut hingga kedalaman 20 atau 30 meter saja. Sehingga ekosistem terumbu karang di zona mesophotic di BLKB dan di Indonesia merupakan zona yang menarik dan perlu dikaji lebih lanjut.
Sebagai ahli yang sangat produktif dalam publikasi paper dalam jurnal internasional, Dom juga memberikan tips dan triks dalam penulisan artikel untuk publikasi ilmiah serta ide-ide atau tema tulisan ilmiah yang sangat menarik yang dapat dikembangkan dari data monitoring di BLKB. Semoga kunjungan Dom ke Indonesia selanjutnya dapat memberikan dukungan lebih banyak lagi bagi tim monitoring BLKB dan UNIPA pada umumnya.
Berita Lainnya


