Kegiatan Pelatihan Enumerator Sosial Ekonomi di Bentang Laut Kepala Burung : Kawasan
Konservasi Perairan Selat Dampier, Teluk Mayalibit dan Kaimana Tahun 2019
Tanggal
1 Agustus 2019
Penulis
Maya Paembonan
Universitas Papua melakukan monitoring Sosial Ekonomi Masyarakat di Kawasan Konservasi Perairan Selat Dampier, Teluk Mayalibit dan Kaimana tahun 2019. UNIPA sebagai penyelenggara kegiatan tersebut melakukan seleksi calon enumerator. Beberapa tahapan yang harus diikuti oleh calon enumerator yaitu: tes wawancara, training dan field test. Terdapat 49 berkas pendaftar yang masuk, selanjutnya 46 orang yang mengikuti tes wawancara, dan dipilih16 orang yang layak untuk mengikuti training.
Training dilakukan pada tanggal 8 – 12 April 2019 pada hari kerja, berlangsung dari pukul 09.00 –16.00 Wit di Laboratorium Konservasi Fakultas Kehutanan Universitas Papua. Kegiatan ini dibuka oleh oleh Dr. Fitryanti Pakiding selaku pengelola program Survei Sosial Ekonomi di Bentang Laut Kepala Burung. 16 calon enumerator yang mengikuti training terdiri dari mahasiswa dan alumni Universitas Papua. Beberapa materi training yang disampaikan antara lain pengenalan tentang survei, kuisioner dan manajemen data yang dijelaskan oleh Ibu Dr. Fitryanti Pakiding, Fadli Zainudin, M.Si dan Joice Pangulimang, M.Si, sementara untuk materi metode survei disampaikan oleh Indah Ratih, M.Si.

Foto : Tim BHS Monitoring Sosial Unipa
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah enumerator wajib memahami dan dapat menyampaikan dengan baik pertanyaan- pertanyaan yang ada pada kuisioner kepada responden. Dengan jumlah pertanyaan yang banyak, enumerator diharapkan dapat tetap fokus bukan hanya pada saat menyampaikan pertanyaan tetapi juga memahami jawaban yang disampaikan oleh responden. Sementara itu pada manajemen data, dua hal yang perlu diperhatikan adalah pada saat pembersihan dan input data, pada tahap ini jika ada data yang dianggap kurang masuk akal maka dapat dilakukan pengecekan kembali.
Selain itu untuk lebih melatih keterampilan enumerator di lapangan dan untuk mengukur pemahaman mereka selama mengikuti training, maka pada hari Kamis 11 April dilakukan field test yang bertempat di kampung Aipiri. Calon enumerator dibagi menjadi beberapa kelompok yang kemudian mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai 2 rumah tangga. Pemilihan rumah tangga dilakukan secara acak, sehingga setiap rumah tangga memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih. Hasil dari field test menunjukkan bahwa secara umum peserta sudah cukup paham, namun demikian ada beberapa hal menyangkut pengisian kuisioner yang perlu diperbaiki kembali.
Pada akhirnya tiga belas orang terpilih yang akan turun ke lapangan melakukan survei. Pemilihan berdasarkan penilaian yang dilakukan selama masa training. Terdiri dari 4 perempuan dan 9 laki-laki. Tim akan dibagi menjadi 3 kelompok dengan masing-masing kelompok mempunyai field coordinator. Kegiatan training yang dilakukan diharapkan dapat memberikan pembekalan pengetahuan maupun keterampilan yang cukup sehingga ketika melakukan survei di lapangan kesulitan ataupun kendala dapat diminimalkan.
Berita Lainnya

Ice K. Silalahi – Juli 1, 2019


