Kategori
Monitoring Sosial Training

Pelatihan Analisis Data Wilayah Sunda Banda dan Bentang Laut Kepala Burung

Pelatihan Analisis Data Wilayah Sunda Banda dan Bentang Laut

Kepala Burung

Dalam metode ilmiah, bagian terpenting yang dilakukan adalah mengolah data. Data mentah yang dikumpulkan tidak akan ada gunanya jika tidak diolah. Dengan adanya pengolahan data, data tersebut dapat diartikan sebagai proses untuk mengambarkan dan memberikan informasi dari suatu penelitian. Beberapa tingkatan kegiatan perlu dilakukan seperti pengambilan, pemeriksaan, penginputan, pengolahan data menggunakan komputer serta analisis data.

Center of Excellence untuk Pembangunan Berkelanjutan merupakan salah satu Divisi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIPA yang menjadi pusat data dan informasi untuk mendorong berkembangnya penelitian dan proses pengambilan kebijakan untuk pembangunan berkelanjutan. Pada Bulan Oktober 2016, UNIPA bekerjasama dengan WWF-US melaksanakan “Traning Analisis Data Daerah Wilayah Sunda Banda dan Bentang Laut Kepala Burung Papua Barat”.

Kegiatan tersebut berlangsung selama 5 hari yang dimulai dari tanggal 3-7 Oktober 2016, yang bertujuan memberikan keterampilan analisis statistik untuk mendukung penyusunan laporan teknis pada data sosial yang dikumpulkan di wilayah Sunda Banda dan Bentang Laut Kepala Burung.

Kegiatan ini diikuti oleh 8 peserta yang terdiri dari 6 peserta dari staff CoE LPPM UNIPA, 1 peserta WWF Indonesia dan 1 peserta Universitas Pattimura dengan pembicara dari WWF US Phillip Mohebalian, Ph.D.

Adapun tujuan dari Training ini adalah memberikan keterampilan analisis statistik untuk mendukung penyusunan laporan teknis pada data sosial yang dikumpulkan di wilayah Sunda Banda dan Bentang Laut Kepala Burung, yang mana diharapkan setelah pelatihan ini peserta dapat mengetahui dasar-dasar Metode Quality Assurance Quality Control (QAQC) data, mengetahui metode analisis data statistik yang diperlukan untuk mendokumentasikan status dan trend kesejahteraan manusia dalam wilayah Kawasan Konservasi Perairan menggunakan Sigmaplot.

(Oleh: Ice K. Silalahi)