Kategori
Monitoring Sosial Training

Training Enumerator: Monitoring Sosial Masyarakat Di Selat Dampier

Universitas Papua (UNIPA) bekerja sama dengan RARE melakukan monitoring sosial masyarakat di Selat Dampier tahun 2 0 17. Kerjasama ini merupakan kerjasama yang pertama dilakukan. UNIPA sebagai penyelenggara kegiatan melakukan seleksi ca Ion enumerator. Dari 3 2 orang yang mendaftar dan mengikuti tes wawancara, dipilih 12 orang yang layak untuk mengikuti training. Training dilakukan pada tanggal 2- 7 Agustus 2017 pada hari kerja, berlangsung dari pukul 09.00-16.00 WIT di ruang rapat Divisi Pembangunan Berkelanjutan. Kegiatan ini dibuka oleh lbu Dr. Nurhaidah Sinaga selaku ketua LPPM. Calon enumerator yang mengikuti training terdiri dari mahasiswa dan alumni Universitas Papua. Beberapa materi training yang disampaikan antara lain pengenalan tentang survei dan kuisioner yang dijelaskan oleh ibu Dr. Fitryanti Pakiding dan Dahlia Manufandu, S.Si. Sementara untuk manajemen data dijelaskan oleh ibu Dariani Matualage, M.SiUniversitas Papua (UNIPA) bekerja sama dengan RARE melakukan monitoring sosial masyarakat di Selat Dampier tahun 2 0 17. Kerjasama ini merupakan kerjasama yang pertama dilakukan. UNIPA sebagai penyelenggara kegiatan melakukan seleksi ca Ion enumerator. Dari 32 orang yang mendaftar dan mengikuti tes wawancara, dipilih 12 orang yang layak untuk mengikuti training. Training dilakukan pada tanggal 2- 7 Agustus 2017 pada hari kerja, berlangsung dari pukul 09.00-16.00 WIT di ruang rapat Divisi Pembangunan Berkelanjutan. Kegiatan ini dibuka oleh lbu Dr. Nurhaidah Sinaga selaku ketua LPPM. Calon enumerator yang mengikuti training terdiri dari mahasiswa dan alumni Universitas Papua. Beberapa materi training yang disampaikan antara lain pengenalan tentang survei dan kuisioner yang dijelaskan oleh ibu Dr. Fitryanti Pakiding dan Dahlia Manufandu, S.Si. Sementara untuk manajemen data dijelaskan oleh ibu Dariani Matualage, M.Si.

IMG_20170807_123625

Foto : Tim BHS Monitoring Sosial Unipa

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah enumerator wajib memahami dan dapat menyampaikan dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuisioner kepada responden. Dari 8 3 pertanyaan yang termuat pad a kuisioner, 11 diantaranya merupakan pertanyaan tambahan dari RARE. Dengan jumlah pertanyaan yang banyak, enumerator diharapkan dapat tetap fokus bukan hanya pada saat menyampaikan pertanyaan tetapi juga memahami jawaban yang disampaikan oleh responden. Sementara itu pada manajemen data, dua hal yang perlu diperhatikan adalah pada saat pembersihan dan input data. Pada tahap ini, jika terdapat data yang dianggap tidak jelas maka dapat dilakukan pemeriksaaan kembali.

Pada akhirnya empat orang terpilih yang akan turun ke lapangan melakukan survei. Pemilihan keempat orang tersebut berdasarkan penilaian yang dilakukan selama masa training. Tim akan dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing kelompok mempunyai field coordinator. Kegiatan training yang dilakukan diharapkan dapat memberikan pembekalan pengetahuan maupun keterampilan yang cukup sehingga ketika melakukan survei di lapangan kesulitan ataupun kendala dapat diminimalkan. Survei akan dilakukan pada tanggal 15-25 Agustus 2017

(Oleh: Kezia Salosso)