Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Divisi Pembangunan Berkelanjutan. Kembali mengadakan pelatihan yang dikhususkan bagi Pendamping Masyarakat (PM) Distrik Abun. Pelatihan ini memberi penguatan kapasitas bagi para PM yang nantinya bertugas meningkatkan kapasitas masyarakat di lima kampung binaan UNIPA di distrik Abun Kabupaten Tambrauw Papua Barat yaitu kampung Saubeba, kampung Womom, kampung Warmandi, kampung Wau, kampung Saubeba. Yang kemudian kami merjer karena berdekatan lokasi yaitu kami sebut kampung Saubeb-Womom, kampung Warmandi, dan kampung Wau-Weyaf. Tahapan seleksi penerimaan Pendamping Masyarakat dilakukan secara transparan dan objektif melalui tahapan penyampaian informasi penerimaan calon PM melalui media sosial dan pengumuman di setiap fakultas dlingkungan UNIPA. Tahapan-tahapan seleksi penerimaan calom PM yaitu Tahap pertama, pengumuman penerimaan calon pendamping masyarakat melalui media sosial dan selebaran. Tahap kedua, penerimaan berkas dan seleksi berkas. Tahap ketiga, seleksi wawancara, dan tahap keempat atau yang terakhir, pelatihan calon PM. Berkas lamaran yang masuk bukan hanya dari alumni UNIPA tetapi ada juga dari luar alumni UNIPA yang ada di Papua Barat dan Papua serta diluar pulau Papua. Kegiatan Pelatihan dimulai pada tanggal 30 Januari sampai dengan 2 Februari 2018 di ruang rapat Divisi Pembangunan Berkelanjutan, dibuka langsung oleh Bapak Charli Wanggai (Sekretaris LPPM). Dari 12 orang yang dinyatakan layak mengikuti pelatihan PM, hanya 10 orang yang berasal dari alumni UNIPA yang mengikuti pelatihan PM dari awal sampai selesai.

Foto : Tim Abun Pemberdayaan

Foto : Tim Abun Pemberdayaan
Pendamping masyarakat yang nantinya dipilih terdiri dari 2 kategori yaitu kategori pendamping lapang sebanyak 6 orang dan kategori pendamping pemasaran sebanyak 2 orang. Jadi pendamping yang dinyatakan lulus dalam pelatihan sebanyak 8 orang. Materi pelatihan yang diberikan secara garis besar terbagi atas 3 bagian yaitu pertama, Program Trip Februari-Mei 2018 terdiri dari sejarah singkat terbentuknya kampung binaan UNIPA di distrik Abun dan teknis capaian program serta tupoksi PM. Kedua, materi pertanian dan pendidikan yang terdiri dari Pertanian sederhana bercocok tanam sayuran dan pembuatan pupuk kompus serta pengelolaan rumah belajar. Ketiga, materi pengolahan terdiri dari praktik pembuatan kripik pisang dengan berbagai rasa dan praktik pembuatan minyak kelapa. Materi-materi yang diberikan sudah dirancang sedemikian rupa sehingga diharapkan apabila peserta PM mengikuti semua pelatihan yang diberikan dapat dijadikan bekal PM melakukan tugas dan tanggungjawab dikampung-kampung yang ditempatkan nantinya. Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh ketua Divisi Pembangunan Berkelanjutan Ibu Fitriyanti Pakiding, Ph.D berpesan bahwa peserta yang nantinya terpilih sebagai pendamping masyarakat merupakan perpanjangan tangan dari Tim Abun yang bekerja di kampung dan merupakan ujung tombak program kerja dan melakukan pendamping masyarakat di kampung, bekerjasama secara tim, dan menjaga kesehatan serta pendamping harus menjaga nama baik UNIPA.
Berita Lainnya

Deasy N. Lontoh – Juli 4, 2019


