Kategori
Uncategorized @id

Pengumuman Hasil Seleksi Training PMNH Tahun 2022

Pengumuman Hasil Seleksi Training PMNH Tahun 2022

Kami mengucapkan terima kasih untuk semua peserta yang telah mengikuti tahap seleksi training pada tanggal 22-25 Maret 2022. Berikut kami sampaikan nama-nama yang pelamar yang telah LULUS Tahap SELEKSI TRAINING PMNH dan terpilih sebagai Tenaga PMNH tahun 2022.

Sekali lagi kami mengucapkan selamat bertugas kepada Tenaga PMNH tahun 2022. Salam Lestari!

Tabel Nama-Nama Pelamar yang Lulus Seleksi Wawancara

No.NamaJenis KelaminJenis Lowongan Kerja
1ALFIN RICHSON SRAUNLaki-LakiPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
2HEYDI FOXLIA KAIHATUPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
3ARMANDO C. B. RUMPAIDUSLaki-LakiPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
4SANDONA H. L. KUWEILaki-LakiPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
5MARIO BEDA DULILaki-LakiPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
6IKE SEFLEPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
7CHRISTINA ALIN RUMBINOPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
8HERMINA GELOLE LANGGODAYPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
9NORITHA FENTIANA MURAFERPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)

Pengumuman Hasil Seleksi Training PMNH Tahun 2022

Kami mengucapkan terima kasih untuk semua peserta yang telah mengikuti tahap seleksi training pada tanggal 22-25 Maret 2022. Berikut kami sampaikan nama-nama yang pelamar yang telah LULUS Tahap SELEKSI TRAINING PMNH dan terpilih sebagai Tenaga PMNH tahun 2022.

Sekali lagi kami mengucapkan selamat bertugas kepada Tenaga PMNH tahun 2022. Salam Lestari!

Tabel Nama-Nama Pelamar yang Lulus Seleksi Wawancara

No.NamaJenis KelaminJenis Lowongan Kerja
1ALFIN RICHSON SRAUNLaki-LakiPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
2HEYDI FOXLIA KAIHATUPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
3ARMANDO C. B. RUMPAIDUSLaki-LakiPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
4SANDONA H. L. KUWEILaki-LakiPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
5MARIO BEDA DULILaki-LakiPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
6IKE SEFLEPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
7CHRISTINA ALIN RUMBINOPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
8HERMINA GELOLE LANGGODAYPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
9NORITHA FENTIANA MURAFERPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
No.NamaJenis KelaminJenis Lowongan Kerja
1ALFIN RICHSON SRAUNLaki-LakiPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
2HEYDI FOXLIA KAIHATUPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
3ARMANDO C. B. RUMPAIDUSLaki-LakiPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
4SANDONA H. L. KUWEILaki-LakiPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
5MARIO BEDA DULILaki-LakiPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
6IKE SEFLEPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
7CHRISTINA ALIN RUMBINOPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
8HERMINA GELOLE LANGGODAYPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
9NORITHA FENTIANA MURAFERPerempuanPemberdayaan Masyarakat dan Narahubung Program (PMNH)
Kategori
Outreach - Conservation Goes to School

Bermain Peran sambil Memperkenalkan Isu Perubahan Iklim kepada Siswa Sekolah Citra Kasih dan Sekolah Citra Berkat

Bermain Peran sambil Memperkenalkan Isu Perubahan Iklim kepada Siswa

Penulis

Noviyanti

Tanggal

29 Maret 2022

Deasy, siswa SCB & SCK, serta pengajar yang masuk dalam kelompok diskusi “Perubahan Iklim”
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Pada hari Rabu, 9 Maret 2022, program Sains untuk Konservasi diberikan kesempatan untuk menjadi salah satu fasilitator dalam memperkenalkan isu Sustainable Development Goals (SDGs) kepada para siswa-siswi kelas VII Sekolah Citra Kasih (SCK) dan Sekolah Citra Berkat (SCB). Terdapat 9 sekolah yang hadir yaitu SCB Citra Land, SCB Citra Indah, SCB Citra Raya, SCB Taman Dayu, SCK DBPI, SCK Citra Garden, SCK Samarinda, SCK Manado, dan SCK Ambon.

Sejalan dengan visinya, dimana sekolah ini ingin mengajarkan pendidikan kewirausahaan melalui pendidikan yang holistik, maka dalam materi mereka tentang memperkenalkan isu-isu SDGs, para siswa diajak untuk menciptakan sebuah inovasi yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang mereka temui. Para fasilitator dari masing-masing isu SDG menyampaikan materi pada hari Rabu dan para siswa dari masing-masing kelompok menyampaikan inovasi yang mereka ciptakan pada hari Kamis.

Deasy saat memperkenalkan diri kepada para siswa
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Deasy menunjukkan percakapan dengan pamannya yang bekerja di BMKG
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Deasy Lontoh sebagai fasilitator menyampaikan materi mengenai dampak perubahan iklim. Kesempatan ini Deasy manfaatkan untuk melakukan Pendidikan Lingkungan Hidup kepada para siswa/i ini. Materi disampaikan dengan metode role play; para siswa berperan sebagai makhluk luar angkasa yang berkunjung ke bumi dan menanyakan mengenai perubahan iklim kepada Deasy sebagai penduduk bumi. Deasy memulai dengan bercerita mengenai pengertian perubahan iklim yang ia dapatkan dari pamannya yang bekerja di BMKG. Deasy juga bercerita mengenai panen gagal yang dialami oleh bibinya yang bekerja sebagai petani. Deasy mulai cemas dan menemukan banyak hal lain dari teman-temannya dari berbagai profesi, seperti munculnya penyakit-penyakit baru pada manusia dan coral bleaching pada terumbu karang. Deasy juga bercerita bahwa peningkatan suhu pasir di pantai peneluran penyu juga membuat rasio jantan dan betina tukik menjadi tidak seimbang.

Deasy kemudian memperkenalkan hal-hal sederhana yang dapat siswa/i lakukan untuk memperlambat dampak perubahan iklim, seperti menghemat penggunaan listrik, menggunakan alat transportasi umum, dan mengkonsumsi buah-buah lokal untuk mengurangi jejak karbon.

Deasy menceritakan coral bleaching pada terumbu karang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

“In the end, we will conserve only what we love. We will love only what we understand. We will understand only what we are taught.” — Baba Dioum

Pada hari Kamis, kedua kelompok siswa menyampaikan inovasi yang mereka ciptakan untuk memperlambat perubahan iklim. Kelompok pertama menyampaikan inovasinya dalam bentuk penanaman pohon. Kelompok kedua menciptakan inovasinya dalam bentuk mengedukasi masyarakat melalui akun Instagram. Kami sangat senang karena materi ini menumbuhkan kesadaran tentang hal sederhana yang masih relevan dan penting untuk dilakukan bagi bumi.

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Bermain Peran sambil Memperkenalkan Isu Perubahan Iklim kepada Siswa

Tanggal

29 Maret 2022

Penulis

Noviyanti

Pada hari Rabu, 9 Maret 2022, program Sains untuk Konservasi diberikan kesempatan untuk menjadi salah satu fasilitator dalam memperkenalkan isu Sustainable Development Goals (SDGs) kepada para siswa-siswi kelas VII Sekolah Citra Kasih (SCK) dan Sekolah Citra Berkat (SCB). Terdapat 9 sekolah yang hadir yaitu SCB Citra Land, SCB Citra Indah, SCB Citra Raya, SCB Taman Dayu, SCK DBPI, SCK Citra Garden, SCK Samarinda, SCK Manado, dan SCK Ambon.

Sejalan dengan visinya, dimana sekolah ini ingin mengajarkan pendidikan kewirausahaan melalui pendidikan yang holistik, maka dalam materi mereka tentang memperkenalkan isu-isu SDGs, para siswa diajak untuk menciptakan sebuah inovasi yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang mereka temui. Para fasilitator dari masing-masing isu SDG menyampaikan materi pada hari Rabu dan para siswa dari masing-masing kelompok menyampaikan inovasi yang mereka ciptakan pada hari Kamis.

Deasy, siswa SCB & SCK, serta pengajar yang masuk dalam kelompok diskusi “Perubahan Iklim”
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Deasy Lontoh sebagai fasilitator menyampaikan materi mengenai dampak perubahan iklim. Kesempatan ini Deasy manfaatkan untuk melakukan Pendidikan Lingkungan Hidup kepada para siswa/i ini. Materi disampaikan dengan metode role play; para siswa berperan sebagai makhluk luar angkasa yang berkunjung ke bumi dan menanyakan mengenai perubahan iklim kepada Deasy sebagai penduduk bumi. Deasy memulai dengan bercerita mengenai pengertian perubahan iklim yang ia dapatkan dari pamannya yang bekerja di BMKG. Deasy juga bercerita mengenai panen gagal yang dialami oleh bibinya yang bekerja sebagai petani. Deasy mulai cemas dan menemukan banyak hal lain dari teman-temannya dari berbagai profesi, seperti munculnya penyakit-penyakit baru pada manusia dan coral bleaching pada terumbu karang. Deasy juga bercerita bahwa peningkatan suhu pasir di pantai peneluran penyu juga membuat rasio jantan dan betina tukik menjadi tidak seimbang.

Deasy saat memperkenalkan diri kepada para siswa
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Deasy menunjukkan percakapan dengan pamannya yang bekerja di BMKG
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Deasy kemudian memperkenalkan hal-hal sederhana yang dapat siswa/i lakukan untuk memperlambat dampak perubahan iklim, seperti menghemat penggunaan listrik, menggunakan alat transportasi umum, dan mengkonsumsi buah-buah lokal untuk mengurangi jejak karbon.

Deasy menceritakan coral bleaching pada terumbu karang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

[qode_simple_quote simple_quote_text=”In the end, we will conserve only what we love. We will love only what we understand. We will understand only what we are taught ~ Baba Dioum”]

Pada hari Kamis, kedua kelompok siswa menyampaikan inovasi yang mereka ciptakan untuk memperlambat perubahan iklim. Kelompok pertama menyampaikan inovasinya dalam bentuk penanaman pohon. Kelompok kedua menciptakan inovasinya dalam bentuk mengedukasi masyarakat melalui akun Instagram. Kami sangat senang karena materi ini menumbuhkan kesadaran tentang hal sederhana yang masih relevan dan penting untuk dilakukan bagi bumi.

Kategori
Monitoring Ekologi Reef Health Monitoring

Pemaparan Hasil Kegiatan Reef Health Monitoring di TNTC tahun 2021

Pemaparan Hasil Kegiatan Reef Health Monitoring di TNTC tahun 2021

Penulis

Habema Monim, Dariani Matualage, Noviyanti

Tanggal

23 Maret 2022

Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) dalam melaksanakan fungsi pemantauan di kawasan TNTC melakukan kegiatan Reef Health Monitoring (RHM) pada tanggal 10-23 Desember 2021. Tujuan monitoring kesehatan karang ini adalah untuk mendapatkan data terkini kesehatan terumbu karang di Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan lokasi lain sebagai pembanding serta memberikan informasi status kesehatan terumbu karang yang diperlukan untuk menilai efektifitas pelaksanaan sistem zonasi dan rencana pengelolaan TNTC. Tim yang terlibat dalam kegiatan RHM ini adalah Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Universitas Papua, dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara.

(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan protokol yang dikembangkan oleh Green dan Wilson dan dimodifikasi oleh Ahmadia dkk (2013). Kesehatan karang dinilai dari 2 komponen, yaitu kondisi ikan yang diukur dengan metode Underwater Visual Census dan tutupan karang yang diukur dengan metode Point Intercept Transect.

(Foto : Mulyadi-BBTNTC)

(Foto : Mulyadi-BBTNTC)

Pemaparan hasil kegiatan RHM dilakukan pada hari Senin, 7 Maret 2022 dengan mengundang pejabat struktural dan fungsional lingkup BBTNTC, tim RHM TNTC 2021, dan tim RHM Bentang Laut Kepala Burung Papua. Kegiatan berlangsung secara tatap muka di ruang rapat BBTNTC dan secara online melalui Zoom. Hasil pemantauan ini menunjukkan secara umum kondisi karang dalam keadaan sehat, namun ditemukan adanya kompetisi alga, predasi dan penyakit karang walaupun dalam jumlah yang kecil. Kondisi komunitas ikan cukup baik, namun ada kecenderungan penurunan biomassa ikan Herbivora. Selama monitoring, ditemukan beberapa kelompok ikan Lalosi (Caesionidae), Siganidae dan Scarini dalam jumlah yang besar. Selain itu ditemukan juga ikan hiu dan duyung di lokasi yang berbeda.

Informasi selengkapnya dapat diakses di situs BBTNTC di sini

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Kategori
Lowongan Kerja

Pengumuman Hasil Seleksi Wawancara AKP dan KP2 Tahun 2022

Pengumuman Hasil Seleksi Wawancara AKP dan KP2 Tahun 2022

Salam Lestari!

Kami mengucapkan terima kasih untuk semua peserta yang telah mengikuti tahap seleksi wawancara pada tanggal 14, 15, dan 21 Maret 2022. Berikut kami sampaikan nama-nama yang pelamar yang telah LULUS Tahap SELEKSI WAWANCARA dan terpilih sebagai KANDIDAT UTAMA. Keputusan Panitia Seleksi tidak dapat diganggu gugat.

Dengan hormat kami sampaikan beberapa catatan penting sebagai berikut.
1. Kandidat utama AKP dan KP2 diharapkan mengisi formulir kesediaan paling lambat pukul 24.00 WIT hari ini (Senin, 21 Maret 2022) pada 
2. Kandidat utama diharapkan mengikuti pelatihan besok (Selasa, 22 Maret 2022) pukul 09.00-12.00 WIT. Informasi dan link akan diberikan via grup WA.
3. Para pelamar yang tidak tercantum namanya di sini dimasukkan dalam DAFTAR TUNGGU. Apabila KANDIDAT UTAMA berhalangan atau mengundurkan diri, maka kami akan menghubungi DAFTAR TUNGGU paling lambat pukul 08.00 WIT besok (Selasa, 22 Maret 2022).

Sampai bertemu di Manokwari!

 

Tabel Nama-Nama Pelamar yang Lulus Seleksi Wawancara

No.NamaJenis KelaminJenis Lowongan Kerja
1ARFIANDRA ANDIKA WANAPUTRALaki-LakiAsisten Koordinator Penelitian (AKP)
2JOHNI MAULaki-LakiKoordinator Pantai Peneluran (KP2)
3MESAK STEVANUS ADADIKAMLaki-LakiKoordinator Pantai Peneluran (KP2)
4MUHAMAD FAISALLaki-LakiKoordinator Pantai Peneluran (KP2)
5PETRUS PIETER BATUBARALaki-LakiKoordinator Pantai Peneluran (KP2)
6TONNY WILLEM DUWIRILaki-LakiKoordinator Pantai Peneluran (KP2)

Kategori
Uncategorized @id

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Informasi Seleksi Wawancara Tahun 2022

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Informasi Seleksi Wawancara Tahun 2022

Salam Lestari…

Kami mengucapkan terima kasih untuk semua peserta yang telah melamar posisi ini. Panitia Perekrutan telah selesai melakukan Seleksi Administrasi. Dari hasil seleksi administrasi tersebut 102 Orang dinyatakan LULUS. Berikut (terlampir pdf) kami sampaikan nama-nama yang diundang untuk menghadiri Tahap SELEKSI WAWANCARA. Keputusan Panitia Seleksi tidak dapat diganggu gugat. Dengan hormat, kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut.

1. Wawancara dilaksanakan tanggal 14-15 Maret 2022

2. Wawancara dilaksanakan secara online

3. Bila ada hal-hal yang kurang jelas, silakan japri ke admin WA Grup

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang masuk ke tahap selanjutnya.
Sampai bertemu di seleksi selanjutnya.

Kategori
Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Showcasing produk UMKM Papua Barat – Bank Indonesia Papua Barat Dukung Penjualan Produk UMKM melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Showcasing produk UMKM Papua Barat – Bank Indonesia Papua Barat Dukung Penjualan Produk UMKM melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Penulis

Aflia Pongbatu, Naqliya Arum Permata, Noviyanti dan Yulitha Sa’bi

Tanggal

9 Maret 2022

UMKM adalah Usaha Mikro Kelas Menengah, UMKM dapat dijalankan oleh individu, rumah tangga, maupun badan usaha kecil. Bank Indonesia turut mendukung pengembangan Produk UMKM melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Salah satu wujud respon nyata yang Bank Indonesia Papua Barat lakukan adalah menyelenggarakan kegiatan Showcasing produk UMKM di Papua Barat. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, tanggal 24 – 26 Februari 2022 di Manokwari City Mall.

Miniatur Penyu dari UMKM Dekranasda
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Tujuan dilakukannya kegiatan adalah agar masyarakat di Papua Barat semakin mengenal dan mau menggunakan produk lokal, untuk mengakselerasi transformasi digital UMKM, meningkatkan permintaan terhadap produk ekonomi kreatif buatan UMKM Papua Barat. Dalam pembukaan kegiatan ini, Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Barat, Rut W. Eka Trisilowati, menyampaikan bahwa Kantor Perwakilan BI Papua Barat menargetkan 35 ribu pelaku usaha/pedagang atau merchant menggunakan “Quick Response Code Indonesia Standard” (QRIS) di Papua Barat pada 2022. Beberapa UMKM yang ikut serta dalam kegiatan ini, di antaranya UMKM Bank Indonesia, Dinkop UMKM Papua Barat, Disperindagkop Manokwari, Kopi Papua Barat dan masih banyak lagi UMKM lainnya.

Program Sains untuk Konservasi LPPM Unipa juga ikut terlibat dalam kegiatan ini. Pada kesempatan ini kami memasarkan produk minyak kelapa dan juga tas noken yang merupakan hasil dari kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Distrik Abun. Beberapa pengunjung pameran mengatakan bahwa, mereka sudah mengenal atau mengetahui produk minyak kelapa dari Distrik Abun. Produk lainnya seperti kopi, teh, sabun, keripik pisang, roti dan lain-lain juga dipasarkan oleh UMKM lainnya yang ikut meramaikan kegiatan ini.

Suasana saat penyiapan booth
(Foto: S4C_LPPM UNIPA)

Suasana saat penyiapan booth
(Foto: S4C_LPPM UNIPA)

Melaui rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) ini, diharapkan mampu memberikan nilai tambah dan juga dapat memperluas akses pemasaran bagi UMKM Papua Barat.

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Kategori
Monitoring Sosial Training

Pengalaman Mengikuti Pelatihan Pilot Drone dan Drone Mapping yang dilaksanakan oleh CI Indonesia dan BBTNTC

Pengalaman Mengikuti Pelatihan Pilot Drone dan Drone Mapping yang dilaksanakan oleh CI Indonesia dan BBTNTC

Penulis

Noviyanti dan Habema Monim

Tanggal

04 Maret 2022

Selamat Pagi Ibu, Bema sudah menyelesaikan pelatihan dengan sangat baik. Dia sudah mendapatkan sertifikat dari APDI (Asosiasi Pilot Drone Indonesia) dan sudah terdaftar di DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara) Kemenhub. Sekarang dia juga sudah bisa mengolah data drone menjadi peta bu.

Pesan di atas kami terima melalui WhatsApp grup yang diteruskan oleh pimpinan kami, ibu Fitry, untuk kami semua di Program Sains untuk Konservasi. Kami sangat senang menerima kabar baik ini. Satu lagi keahlian baru yang diterima oleh rekan kerja kami. Bagi kami, pencapaian rekan kerja kami adalah sebuah pencapaian dalam tim kami. Berikut adalah wawancara singkat dengan rekan kerja kami, Habema Monim, yang biasa kami panggil “Bema”.

Trainer, Pak Zulfikar, saat menyerahkan sertifikat pelatihan pilot drone dan drone mapping kepada Bema

Boleh cerita sedikit tentang pelatihan ini? Penyelenggaranya dari mana, kapan dan di mana diadakan, siapa saja pesertanya dan hal apa saja yang dipelajari?
Penyelenggara kegiatan ini adalah Conservation International (CI) Indonesia yang berkolaborasi dengan Balai Besar Taman Nasional Cenderawasih (BBTNTC) yang mendatangkan para trainer dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) dan Papua Mapping Center. Kegiatan dilakukan di Manokwari mulai pada tanggal 12 – 17 Februari 2002. Pesertanya adalah staf CI Indonesia, staf BBTNTC dan staf Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA. Kami belajar cara menerbangkan drone yang baik dengan mematuhi peraturan menerbangkan drone untuk para pemula dan amatir, dan bagaimana memanfaatkan drone dalam memetakan suatu wilayah.

Apakah ada hal baru yang menarik dipelajari?
Ada, akhirnya saya bisa menerbangkan drone setelah sekian lama penasaran. Akhirnya rasa penasaran bisa tercapai! Selain belajar memetakan wilayah dengan drone kami juga diajarkan teknik mengambil footage video yang bagus karena ini sudah yang saya inginkan, bisa mengambil foto maupun video menggunakan drone.

Bagaimana rasanya ketika pertama kalinya bisa mengolah data dari foto drone menjadi sebuah peta?
Sangat senang sekali walau memang untuk mempelajari ini agak sulit bagi saya karena sebelumnya saya belum pernah membuat peta apa lagi menggunakan foto drone lalu diolah menjadi sebuah peta. Kami sangat beruntung karena para trainer, yaitu pak Zulfikar Mardiyadi dkk, sangat professional dalam bidang ini dan mereka memandu dengan sangat baik.

Apa saja tantangan yang Bema alami ketika mengikuti pelatihan ini?
Tantangan pertama adalah rasa gugup pada saat pertama kali menerbangkan drone, apa lagi pada saat ujian. Kami diharuskan menerbangkan drone tanpa menggunakan mode GPS, sebaliknya kami diminta menggunakan mode ATTI. Mode ATTI adalah singkatan dari Mode Atitude. Keahlian ini wajib kami kuasai karena Mode ATTI akan sangat menolong pengoperasian drone secara manual ketika tidak ada sinyal GPS. Sangat sulit mempertahankan drone stabil, pada saat drone terbang dengan mode ATTI harus tetap fokus agar drone yang diterbangkan tidak keluar dari jalur lintasan ujian yang berbentuk angka 8.
Yang kedua adalah mengolah foto drone menjadi sebuah peta yang sebelumnya hanya penasaran dan sekarang kami dilatih untuk mengolah sendiri. Saya merasa sangat tertantang. Untuk keahlian ini, saya berharap bisa mengikuti pelatihan tambahan lagi karena saya masih ingin belajar banyak hal.

Apa manfaat pelatihan ini bagi karir Bema ke depan dan bagi pekerjaan di bidang konservasi?
Yahhh kalo untuk karir ke depan pastinya saya ingin berkontribusi bagi dunia konservasi seperti yang dilakukan oleh teman-teman pegiat konservasi lainnya, khususnya dalam hal memanfaatkan drone untuk mendukung upaya konservasi di lapangan.

Setelah mengikuti pelatihan ini, apa ada harapan Bema bagi penyelenggara pelatihan?
Harapan saya, yah ingin belajar lagi membuat peta menggunakan drone karena memang saya rasa masih perlu belajar banyak lagi mengenai pemetaan ini. Oh iya, kalo ada teman-teman kantor yang ingin belajar drone, saya bisa ajar sedikit-sedikit… tapi jangan lupa selesai belajar traktir makan… hahaha..

Bema berfoto dengan sertifikat drone dan foto dronenya setelah selesai pelatihan

Bema menerima sertifikat pilot drone dari APDI

Berita Lainnya

Kategori
Outreach - Conservation Goes to School

Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainers) Pendidikan Lingkungan Hidup di Wilayah Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC) dan Sekitarnya

Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainers) Pendidikan Lingkungan Hidup di Wilayah Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC) dan Sekitarnya

Penulis

Noviyanti

Tanggal

1 Maret 2022

Pada tanggal 8-11 Februari 2022, Conservation International (CI) Indonesia bekerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) melakukan kegiatan ToT Pendidikan Lingkungan Hidup di Wilayah TNTC dan Sekitarnya. Kegiatan di selenggarakan di Hotel Valdos Manokwari selama 3 hari dan 1 hari di tiga sekolah: SMPN 1 Manokwari, SDN 44 Amban, dan SDN 02 Amban. Meskipun pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas yang komprehensif bagi staf penyuluh BBTNTC, kami dari LPPM UNIPA juga diberi kesempatan untuk menjadi peserta dalam pelatihan ini.

Adapun jumlah peserta pada pelatihan ini adalah 20 orang: 17 orang merupakan staf fungsional BBTNTC dari wilayah Nabire, Teluk Wondama, Yembekiri, dan Manokwari, 1 kader konservasi Aisandami, dan 2 staf dari Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA. Sedangkan fasilitator kegiatan adalah perwakilan dari BBTNTC dan Staf CI Indonesia. Pelatihan ini bertujuan untuk transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan pendidikan konservasi sebagai bagian dari sistem Pendidikan serta membangun motivasi dan partisipasi dari peserta untuk turut terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan secara berkelanjutan di wilayah kerja masing-masing.

Yang paling menarik dari kegiatan ini adalah para peserta diperkenalkan dengan Modul Pendidikan Lingkungan Hidup yang dikembangkan oleh Yayasan Kalabia Indonesia dan CI Indonesia. Di dalam modul ini terdapat materi pembelajaran dan aktivitas pembelajaran yang disusun dengan berbagai tema yang saling berkesinambungan mengenai lingkungan ekositem pesisir dan ancaman-ancaman terhadap ekosistem.

(Foto: S4C_LPPM UNIPA)

Setelah menguasai isi modul, para peserta diminta untuk berlatih mengajar PLH di dalam kelompok. Setiap peserta diberi kesempatan untuk menjadi fasilitator sebanyak 1x dan diminta untuk memilih topik yang ada di modul untuk dibawakan dalam latihan mengajar. Para fasilitator yang memilih topik yang sama akan bekerja dalam satu kelompok dan melakukan latihan mengajar dimana peserta lainnya bertindak sebagai siswa yang diajar. Semua peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini karena memiliki kesempatan untuk berlatih mengajar di dalam kelompok dan mendapatkan evaluasi mengenai cara mengajarnya.

Keesokan harinya, para peserta dibagi lagi ke dalam 3 kelompok dan mengunjungi 3 sekolah yang ada di Manokwari untuk melakukan simulasi mengajar PLH. Pihak sekolah menyambut kegiatan PLH ini dengan antusias. Semua peserta pelatihan langsung menjadi fasilitator dalam simulasi ini. Para siswa yang dikunjungi sangat menikmati kegiatan ini karena mereka mendapatkan materi melalui berbagai aktivitas dan permainan.

Foto bersama fasilitator dengan siswa/i SMP Negeri 1 Manokwari
(Foto: S4C_LPPM UNIPA)

Simulasi mengajar PLH di SMP Negeri 1 Manokwari
(Foto: S4C_LPPM UNIPA)

Pada hari terakhir, para peserta kembali beraktivitas di Hotel Valdos. Peserta menerima materi dan praktik penerapan Code of Conduct terkait penyelaman SCUBA dan aktivitas snorkeling. Aflia, salah satu staf Program Sains untuk Konservasi, yang hadir dalam kegiatan ini sangat tertarik mengaplikasikan permainan-permainan yang ada di modul PLH dari Yayasan Kalabia kepada anak-anak di Rumah Belajar Abun. Menurut Aflia, ada beberapa materi dalam modul ini yang sangat sesuai dengan kondisi alam di Abun. Aflia berharap agar pelatihan serupa juga diadakan lagi untuk teman-teman di Program Sains untuk Konservasi.

Berita Lainnya

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten Monitoring Ekologi Diseminasi Monitoring Sosial Diseminasi

Belajar dari Mitra-mitra BAF Mengenai Program Konservasi Laut di Bentang Laut Kepala Burung

Belajar dari Mitra-mitra BAF Mengenai Program Konservasi Laut di Bentang Laut Kepala Burung

Penulis

Noviyanti dan Aflia Pongbatu

Tanggal

17 Februari 2022

Pada hari Selasa, 14 Desember 2021, Program Sains untuk Konservasi dilibatkan dalam kegiatan lokakarya “Sharing Pembelajaran Implementasi Program Blue Abadi Fund”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI), selaku administrator program, bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat. Dalam kegiatan ini, perwakilan dari sembilan organisasi mitra penerima hibah dari Program Blue Abadi Fund berkumpul di Swissbel Hotel Manokwari untuk berbagi pengalaman dalam melaksanakan program konservasi laut di wilayah masing-masing.

Staf Program Sains untuk Konservasi saat mempersiapkan booth sebelum lokakarya
(Foto: S4C_LPPM UNIPA)

Perwakilan Kelompok Ekowisata Wadowun Beberin, Kampung Aisandami, Teluk Wondama berbagi pembelajaran dari implementasi program BAF
(Foto: S4C_LPPM UNIPA)

Kami para staf program Sains untuk Konservasi juga terlibat aktif dalam mempersiapkan kegiatan ini. Persiapan yang kami lakukan berupa mengumpulkan koleksi foto-foto kegiatan yang telah kami lakukan di lapangan, mencetak foto menjadi banner, dan mempersiapkan booth di tempat pelaksanaan kegiatan. Beberapa staf dari masing-masing program bekerja sama mempersiapkan booth ini. Kami menata buku-buku laporan kegiatan, memajang foto dan poster, menggantung noken, dan mengatur produk turunan kelapa seperti minyak kelapa, VCO, cocopeat, coco fiber yang dibuat oleh masyarakat di Abun.

Staf Program Sains untuk Konservasi saat mempersiapkan booth sebelum lokakarya
(Foto: S4C_LPPM UNIPA)

Perwakilan Kelompok Ekowisata Wadowun Beberin, Kampung Aisandami, Teluk Wondama berbagi pembelajaran dari implementasi program BAF
(Foto: S4C_LPPM UNIPA)

Yang tidak kalah menarik dari booth kami adalah ‘tiruan’ penyu belimbing yang kami buat dari banner yang dicetak menyerupai penyu. Tubuh penyu kami isi dengan styrofoam dan rangkanya kami buat dengan tusuk sate. Kami bahkan membuat alas dari pasir pantai agar membuat penyu ini seolah-olah sedang menuju pantai untuk bertelur.

Ada banyak pembelajaran yang kami dapat dari mitra-mitra BAF lainnya. Setelah menghadiri kegiatan ini kami menjadi semakin bersemangat dalam melakukan tugas kami karena kami tahu bahwa ada banyak teman dari LSM, sektor swasta, pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga donor, bahkan masyarakat lokal yang bekerja bersama kami dalam menginisiasi dan mengelola program konservasi laut.

Berita Lainnya

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten

Penyampaian Capaian Kegiatan Universitas Papua Tahun 2020 Kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Papua Barat

Penyampaian Capaian Kegiatan Universitas Papua Tahun 2020 Kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Papua Barat

Tanggal

7 Februari 2022

Penulis

Sinus Keroman

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No: 23 Tahun 2014 pasal 27 ayat 3, Kawasan Konservasi Perairan (KKP) dan kawasan perlindungan lainnya di pesisir dan pulau-pulau dikelola oleh pemerintah provinsi. Oleh karena itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi merupakan organisasi yang memiliki kewenangan untuk mengelolanya.

KKP Taman Pesisir Jeen Womom adalah pantai peneluran penyu belimbing terbesar di Pasifik Barat. Setiap tahun sekitar 75% penyu belimbing di Pasifik Barat bertelur di daerah ini. Taman pantai Jeen Womom ditetapkan sebagai KKL pada tahun 2017. Tujuannya adalah untuk mempercepat pengelolaan kawasan konservasi.

Sejak tahun 2017, Divisi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Papua (LPPM-UNIPA) telah menerapkan strategi holistik untuk konservasi penyu. Pendekatan holistik meliputi:

  • Pemutakhiran data aktivitas peneluran penyu dan perlindungan sarang-sarang penyu untuk meningkatkan jumlah tukik.
  • Peningkatan kapasitas untuk masyarakat lokal.
  • Membangun kemitraan dengan masyarakat adat, pemerintah daerah, dan mitra konservasi.

 

Sebagai pengelola KKP, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi (DKP) Papua Barat berperan signifikan dalam mengawasi program-program yang dilaksanakan UNIPA. Oleh karena itu, pada 28 Mei 2021, di Aula DKP Papua Barat, UNIPA melaporkan hasil program di Jeen Womom selama tahun 2020. Tujuannya untuk menyampaikan capaian upaya perlindungan penyu dan program pendukung lainnya dalam evaluasi, audiensi, dan saran.