Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Drone di Langit Tambrauw: Menyusun Peta Kelapa di Pesisir Kabupaten Tambrauw

Drone di Langit Tambrauw : Menyusun Peta Kelapa di Pesisir Kabupaten Tambrauw

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/drone-di-langit-tambrauw-menyusun-peta-kelapa-di-pesisir-kabupaten-tambrauw” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/drone-di-langit-tambrauw-menyusun-peta-kelapa-di-pesisir-kabupaten-tambrauw” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/drone-di-langit-tambrauw-menyusun-peta-kelapa-di-pesisir-kabupaten-tambrauw” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Tanggal

27 Juni 2024

Penulis

Mikardes Albert, Kartika Zohar

Tanggal

27 Juni 2024

Penulis

Mikardes Albert, Kartika Zohar

Mengawali Juni 2024, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Tambrauw bersama Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA melakukan kegiatan survei pendataan luas kebun kelapa di pesisir Kabupaten Tambrauw. Dengan memanfaatkan teknologi drone, kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data akurat mengenai jumlah tegakan pohon kelapa, yang kemudian akan dianalisis lebih lanjut. Program ini merupakan bagian dari upaya Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Tambrauw untuk menyediakan data yang mendukung pengelolaan dan pemanfaatan kelapa di distrik-distrik sepanjang pesisir.

Tim survei, yang terdiri dari Kepala Bidang Perkebunan Urusan Produksi dan Komoditi Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw Cosmas Aibesa, Staff Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA Mikardes Albert, ahli drone dari Fakultas Kehutanan UNIPA Zulfikar Mardiyadi dan assistant-nya Victor Mandacan, menghabiskan lima hari dalam perjalanan ini. Mereka mengumpulkan data dari 26 kampung di enam distrik. Ekspedisi dimulai dari Manokwari menggunakan mobil double cabin Hilux, dengan pemberhentian pertama di Distrik Amberbaken yang meliputi Kampung Wekari, Saukorem, Wefiani, Warpaperi, Manggapnud, dan Waramui.

Bapak Kepala Bidang Perkebunan Urusan Produksi dan Komoditi Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw sedang berdiskusi dengan masyakat tentang tujuan pemetaan dusun kelapa
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Pemetaan dusun kelapa di kampung imbuan
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Perjalanan kemudian berlanjut ke Distrik Amberbaken Barat yang mencakup Kampung Saurabon dan Inbuan, dilanjutkan ke Distrik Abun (Kampung Waibem, Wau, Weyaf, Syukwo—pendataan di Syukwo dilakukan menggunakan satelit karena hujan). Tim juga mengunjungi Distrik Tobouw (Kampung Resye dan Womom), Distrik Kwoor (Kampung Kwoor, Hopmaree, dan Esmambo), dan Distrik Bikar (Kampung Werur, Wertam, Werwaf, Wertim, Werbes, dan Bikar). Terakhir, data dikumpulkan dari Distrik Sausapor yang mencakup Kampung Wembru, Sausapor, dan Jokte.

Pemetaan dusun kelapa di distrik kwoor
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Pemetaan dusun kelapa di kampung Samfarmum dan Saurabon
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Pemetaan kelapa di kampung Wekari
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Pemetaan kelapa di Wefiani sambil makan siang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Secara teknis, data diambil dari 17 titik dengan drone yang merekam informasi mengenai luas pohon kelapa. Tantangan utama dalam perjalanan ini adalah cuaca buruk dan kondisi jalan yang rusak, mengharuskan tim menggunakan berbagai moda transportasi, termasuk mobil, perahu, pesawat, dan kapal.

Saat ini, data yang dikumpulkan sedang dalam tahap analisis untuk mengetahui jumlah pohon kelapa di sepanjang pesisir Tambrauw. Data ini akan menjadi dasar penting bagi Pemerintah Kabupaten Tambrauw, khususnya Dinas Pertanian dan Pangan, dalam mengambil kebijakan terkait pengelolaan komoditi kelapa di masa depan.

Drone yang digunakan untuk pemetaan
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Dusun kelapa yang ada di Kampung Wau Weyaf
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/drone-di-langit-tambrauw-menyusun-peta-kelapa-di-pesisir-kabupaten-tambrauw” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/drone-di-langit-tambrauw-menyusun-peta-kelapa-di-pesisir-kabupaten-tambrauw” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/drone-di-langit-tambrauw-menyusun-peta-kelapa-di-pesisir-kabupaten-tambrauw” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Ikuti Survei

Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten

Berbagi Cerita Hasil Kegiatan Upaya Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang dan Pemberdayaan serta Penjangkauan Masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw

Berbagi Cerita Hasil Kegiatan Upaya Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang dan Pemberdayaan serta Penjangkauan Masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/berbagi-cerita-hasil-kegiatan-upaya-pemantauan-penyu-dan-perlindungan-sarang” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/berbagi-cerita-hasil-kegiatan-upaya-pemantauan-penyu-dan-perlindungan-sarang” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/berbagi-cerita-hasil-kegiatan-upaya-pemantauan-penyu-dan-perlindungan-sarang” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Tanggal

05 Juni 2024

Penulis

Kartika Zohar, Deasy Lontoh, Fitryanti Pakiding, Abraham Leleran

Tanggal

05 Juni 2024

Penulis

Kartika Zohar, Deasy Lontoh, Fitryanti Pakiding, Abraham Leleran

Program Sains untuk Konservasi Menghubungkan Sains dengan Inovasi untuk Upaya Konservasi Penyu Belimbing yang Holistik di Bentang Laut Kepala Burung adalah bagian dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Papua. Program ini telah secara rutin mendapat rekomendasi untuk bekerja dari Pemerintah Kabupaten Tambrauw dalam upaya pemantauan penyu dan perlindungan sarang serta pemberdayaan dan penjangkauan masyarakat di Taman Pesisir (TP) Jeen Womom, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya.

Diskusi dan persiapan presentasi hasil kegiatan monitoring penyu di Ruang meeting Sekretariat Daerah Kabupaten Tambrauw
(Foto : Bram/S4C_LPPM UNIPA)

Kegiatan presentasi oleh Tim Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA dengan Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Tambrauw.
(Foto : Bram/S4C_LPPM UNIPA)

Berdasarkan surat rekomendasi No: 660/340/2022 bahwa hasil kegiatan yang dilakukan di kawasan TP Jeen Womom perlu disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw, maka pada 16 Mei 2024 lalu, Ketua Pelaksana Program Sains untuk Konservasi Fitryanti Pakiding bersama tim program bertemu dengan pimpinan Kabupaten yang diwakili oleh PJ Sekretaris Daerah Tambrauw M Zen Hayatudin, S.IP, MM untuk menyampaikan secara langsung hasil-hasil kegiatan yang telah dilakukan baik di pantai peneluran maupun di kampung-kampung sekitar kawasan. Rencana awal untuk bertemu secara langsung dengan PJ Bupati Tambrauw Engelbertus Gabriel Kocu, S.HUT.,MM harus batal karena pada waktu yang bersamaan PJ Bupati sedang dinas di luar Tanah Papua.

Kegiatan Presentasi dari program Monitoring penyu yang di sampaikan oleh Ibu Deasy Lontoh kepada Sekda dan beberapa staf Setda Kabupaten Tambrauw
(Foto : Bram/S4C_LPPM UNIPA)

Foto Bersama dengan Bapak SEKDA Kabupaten Tambrauw usai kegiatan presentasi hasil kegiatan monitoring penyu di taman Pesisir Jeen Womom
(Foto : Bram/S4C_LPPM UNIPA)

Pada pertemuan tersebut PJ Sekretaris Daerah Tambrauw M Zen Hayatudin, S.IP, MM menyambut baik tim yang hadir dan berdiskusi banyak tentang dampak kegiatan di lapangan. Tim Program Sains untuk Konservasi memaparkan presentasi yang berisi capaian dan juga tantangan yang dihadapi selama bekerja pada 2 tahun periode rekomendasi. Diskusi-diskusi menarik tercipta ketika PJ Sekretaris Daerah Tambrauw M Zen Hayatudin, S.IP, MM mengetahui tentang jumlah sarang penyu yang berada di wilayah kerjanya adalah yang terbesar di kawasan pasifik. Diskusi lain yang tidak kalah serunya adalah tentang tantangan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat Tambrauw yang berada di kawasan konservasi ini. Tim Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA juga menyampaikan bagaimana manfaat yang telah diterima baik secara langsung maupun secara tidak langsung oleh masyarakat.

Penyerahan Laporan hasil kegiatan monitoring penyu di Taman Pesisir Jeen Womom ke Dinas Pariwisata Kabupaten Tambrauw.
(Foto : Bram/S4C_LPPM UNIPA)

Bertemu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw sekaligus menyerahkan Laporan hasil kegiatan monitoring penyu di Taman Pesisir Jeen Womom.
(Foto : Bram/S4C_LPPM UNIPA)

Pendistribusian laporan hasil kegiatan Monitoring penyu di Dinas PERINDAK Kab. Tambrauw
(Foto : Bram/S4C_LPPM UNIPA)

Tidak terasa diskusi telah berlangsung 3 jam, semua uraian aktifitas, tantangan, dan rencana ke depan telah disampaikan secara langsung kepada PJ Sekretaris Daerah Tambrauw M Zen Hayatudin, S.IP, MM. Mengakhiri diskusi, beliau menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin selama ini antara LPPM UNIPA dan Pemerintah Kabupaten Tambrauw, dan mengharapkan agar pekerjaan baik yang telah dilakukan dapat dilanjutkan untuk tahun berikutnya. Pemerintah Kabupaten Tambrauw mendukung secara penuh dan akan memberikan rekomendasi lanjutan untuk melanjutkan upaya pemantauan dan perlindungan sarang penyu yang dilakukan di TP Jeen Womom karena PJ Sekretaris Daerah Tambrauw M Zen Hayatudin, S.IP, MM menilai bahwa kegiatan ini telah memberikan manfaat tidak hanya bagi penyu namun juga bagi masyarakat di kawasan tersebut.

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/berbagi-cerita-hasil-kegiatan-upaya-pemantauan-penyu-dan-perlindungan-sarang” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/berbagi-cerita-hasil-kegiatan-upaya-pemantauan-penyu-dan-perlindungan-sarang” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/berbagi-cerita-hasil-kegiatan-upaya-pemantauan-penyu-dan-perlindungan-sarang” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Ikuti Survei

Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten

Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat

Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/peningkatan-efektifitas-pengelolaan-kawasan-konservasi-taman-pesisir-jeen-womom” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/peningkatan-efektifitas-pengelolaan-kawasan-konservasi-taman-pesisir-jeen-womom” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/peningkatan-efektifitas-pengelolaan-kawasan-konservasi-taman-pesisir-jeen-womom” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Tanggal

12 Juli 2022

Penulis

Kartika Zohar & Abraham Leleran

Tanggal

12 Juli 2022

Penulis

Kartika Zohar & Abraham Leleran

Dokumentasi diskusi draft PKS antara LPPM UNIPA dan DKP Papua Barat
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Papua (LPPM UNIPA) melalui Program Sains untuk Konservasi bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua Barat terus melakukan koordinasi dan komunikasi untuk meningkatkan pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Secara teknis kegiatan pengelolaan TP Jeen Womom dilaksanakan oleh Program Sains untuk Konservasi yang merupakan bagian dari LPPM UNIPA bekerjasama dengan DKP Provinsi Papua Barat dalam hal ini bersama Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PRL PSDKP) serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Pesisir Jeen Womom.

Koordinasi dan kerjasama yang telah dilakukan oleh kedua pihak ini kemudian disepakati dalam suatu Perjanjian Kerja Sama (PKS) melalui Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Sekretariat Daerah Provinsi Papua yang mengkoordinir rencana pertemuan hingga pembahasan draft. Koordinasi terkait PKS ini telah dilakukan sejak November 2021 hingga pembahasan draft pada 8 Juni 2022. Perjanjian Kerja Sama ini merupakan turunan dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Papua dan Pemerintah Provinsi Papua Barat yang telah ditandatangani pada 29 Juli 2020 lalu.

Pertemuan guna membahas draft PKS ini dihadiri oleh Bpk. Roberth Rumbekwan sebagai Asisten 1 Setda Papua Barat bersama 14 orang yang berasal dari pemerintahan provinsi Papua Barat. Bapak Roberth Rumbekwan (Asisten 1) dalam pembukaan kegiatan berharap agar draft Perjanjian Kerja Sama ini dapat segera selesai dan ditandatangani oleh kedua belah pihak yaitu DKP Papua Barat dan LPPM UNIPA sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penandatangan MoU antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Universitas Papua pada tahun 2020. Ibu Fitryanti Pakiding yang mewakili ketua LPPM UNIPA dalam kesempatan menyampaikan satu dua kata memberikan informasi terkait pentingnya PKS dan koordinasi bersama para pihak dalam hal ini terutama pemerintah daerah dalam pekerjaan yang dilakukan di TP Jeen Womom. Bapak Jefry Heumasse selaku Kepala Bidang PRL PSDKP DKP Provinsi Papua Barat juga menyambung hal yang sama berharap bahwa melalui penandatanganan PKS ini teknis upaya perlindungan serta sinergitas pekerjaan dapat lebih baik lagi, sehingga kegiatan konservasi yang dilakukan juga memberikan manfaat kepada masyarakat yang berada di Kawasan. Beliau menyampaikan bahwa DKP bersama UPTD Jeen Womom akan selalu berkoordinasi dengan LPPM UNIPA dalam teknis pelaksanaan kegiatan.

Pembukaan Kegiatan oleh Bapak Roberth Rumbekwan selaku Asisten 1 Provinsi Papua Barat
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Terdapat beberapa point utama yang menjadi catatan dalam pembahasan PKS yaitu masa berlaku PKS menyesuaikan dengan masa berlaku MoU, dan perlu adanya surat kuasa dari Gubernur Provinsi Papua Barat kepada Kepala DKP Provinsi Papua Barat, serta surat kuasa dari Rektor Universitas Papua kepada Ketua LPPM UNIPA untuk melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama yang dimaksud. Hal lain yang didiskusikan berupa penjelasan setiap pasal terkait ruang lingkup dan lokasi kegiatan serta beberapa revisi terkait typo untuk beberapa redaksi.

Diskusi yang terjadi kurang lebih 3 jam ini berakhir dengan selesainya draft PKS yang akan dilengkapi oleh nomor surat dari masing-masing pihak. Menutup kegiatan diskusi, Asisten 1 menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mengupayakan penyelesaian PKS ini, beliau juga menyampaikan bahwa hasil diskusi PKS ini akan segera tiba di meja Gubernur Provinsi Papua Barat sebagai laporan kelanjutan penandatanganan MoU UNIPA dan informasi terkait PKS pertama sejak MoU bersama tahun 2020 lalu. Kegiatan diskusi ditutup dengan foto bersama dan koordinasi teknis untuk waktu penandatangan PKS.

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/peningkatan-efektifitas-pengelolaan-kawasan-konservasi-taman-pesisir-jeen-womom” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/peningkatan-efektifitas-pengelolaan-kawasan-konservasi-taman-pesisir-jeen-womom” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/peningkatan-efektifitas-pengelolaan-kawasan-konservasi-taman-pesisir-jeen-womom” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Ikuti Survei

Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten

Diseminasi Hasil Kegiatan 2021 dan Rencana Kegiatan 2022 oleh LPPM UNIPA di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom

Diseminasi Hasil Kegiatan 2021 dan Rencana Kegiatan 2022 oleh LPPM UNIPA di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/diseminasi-hasil-kegiatan-2021-dan-rencana-kegiatan-2022-oleh-lppm-unipa-di-kawasan-konservasi-taman-pesisir-jeen-womom” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/diseminasi-hasil-kegiatan-2021-dan-rencana-kegiatan-2022-oleh-lppm-unipa-di-kawasan-konservasi-taman-pesisir-jeen-womom” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/diseminasi-hasil-kegiatan-2021-dan-rencana-kegiatan-2022-oleh-lppm-unipa-di-kawasan-konservasi-taman-pesisir-jeen-womom” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Tanggal

28 Maret 2022

Penulis

Noviyanti & Naqliya Arum Permata

Tanggal

4 April 2022

Penulis

Noviyanti & Naqliya Arum Permata

Pada tanggal 11 Maret 2022, berlokasi di ruang rapat DKP Papua Barat, kami dari Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA melaporkan hasil dari program di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom tahun 2021 kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua Barat. Terdapat beberapa peserta juga yang ikut menghadiri kegiatan ini secara online melalui platform Zoom. KKP Taman Pesisir Jeen Womom sendiri merupakan pantai peneluran penyu belimbing terbesar di Pasifik Barat.

Pada kesempatan ini Ketua Program Sains untuk Konservasi, Ibu Fitryanti Pakiding, menyampaikan tujuan umum dari program ini yang diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Memperbarui data aktivitas peneluran penyu di pantai indeks di BLKB untuk memantau tren dalam populasi penyu.
  • Meningkatkan jumlah tukik yang dihasilkan dengan menerapkan metode perlindungan sarang yang didasari kajian ilmiah dan melakukan evaluasi sukses penetasan untuk menilai keefektifan upaya perlindungan.
  • Melakukan penelitian untuk menunjang kegiatan konservasi agar program yang dijalankan didasari oleh kajian ilmiah terkini.
  • Membangun kerjasama dengan pemerintah dan mitra untuk memperkuat pengelolaan konservasi penyu, terutama di Taman Pesisir Jeen Womom.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat di BLKB tentang isu-isu terkait konservasi penyu.
  • Membangun kemitraan dengan masyarakat lokal dalam konservasi melalui program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas.

Koordinator Program Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang, Ibu Deasy Natalia Lontoh, bertugas menyampaikan hasil dari program Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang di TP Jeen Womon. Salah satu laporannya adalah jumlah sarang penyu belimbing, penyu lekang, penyu hijau, dan penyu sisik pada tahun 2021.

Selanjutnya dari program pemberdayaan masyarakat, Kartika Widya Zohar yang merupakan Koordinator Program Pemberdayaan Masyarakat, menyampaikan hasil dari program pemberdayaan masyarakat. Hal yang disampaikan diantaranya adalah persentase jumlah siswa berdasarkan jenis kelamin dan kelas untuk pendidikan formal serta pendidikan nonformal (Rumah Belajar).

(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Berdasarkan jenis kelamin, pada pendidikan formal terdapat 41,5% siswa perempuan dan 58,5% siswa laki-laki dari total siswa sebanyak 135 anak. Sedangkan untuk pendidikan nonformal (Rumah Belajar) terdapat 43,9% siswa perempuan dan 56,1% siswa laki-laki dari total 123 anak. Indikator kemampuan membaca, menulis, menghitung, bahasa inggris, pengenalan komputer, dan pendidikan lingkungan hidup juga disampaikan pada kegiatan ini.

(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Koordinator Hubungan Publik, Abraham Leleran juga menyampaikan hasil dari program Hubungan Masyarakat. Rencana kerja dari program Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang di TP Jeen Womom, Pemberdayaan Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat untuk tahun 2022 pun ikut disampaikan pada kegiatan ini. Setelah semua hasil dari program di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom tahun 2021 selesai dilaporkan, diadakan sesi tanya jawab. Terdapat beberapa pertanyaan baik dari peserta offline maupun online.

Apabila Anda tertarik membaca laporan kegiatan LPPM UNIPA di Taman Pesisir Jeen Womom, Anda dapat membacanya di sini. Simak video kegiatan diseminasi di sini.

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/diseminasi-hasil-kegiatan-2021-dan-rencana-kegiatan-2022-oleh-lppm-unipa-di-kawasan-konservasi-taman-pesisir-jeen-womom” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]
[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/diseminasi-hasil-kegiatan-2021-dan-rencana-kegiatan-2022-oleh-lppm-unipa-di-kawasan-konservasi-taman-pesisir-jeen-womom” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]
[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/diseminasi-hasil-kegiatan-2021-dan-rencana-kegiatan-2022-oleh-lppm-unipa-di-kawasan-konservasi-taman-pesisir-jeen-womom” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Ikuti Survei

Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten Monitoring Ekologi Diseminasi Monitoring Sosial Diseminasi

Belajar dari Mitra-mitra BAF Mengenai Program Konservasi Laut di Bentang Laut Kepala Burung

Belajar dari Mitra-mitra BAF Mengenai Program Konservasi Laut di Bentang Laut Kepala Burung

Tanggal

17 Februari 2022

Penulis

Noviyanti dan Aflia Pongbatu

Pada hari Selasa, 14 Desember 2021, Program Sains untuk Konservasi dilibatkan dalam kegiatan lokakarya “Sharing Pembelajaran Implementasi Program Blue Abadi Fund”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI), selaku administrator program, bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat. Dalam kegiatan ini, perwakilan dari sembilan organisasi mitra penerima hibah dari Program Blue Abadi Fund berkumpul di Swissbel Hotel Manokwari untuk berbagi pengalaman dalam melaksanakan program konservasi laut di wilayah masing-masing.

Staf Program Sains untuk Konservasi saat mempersiapkan booth sebelum lokakarya

(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

DSC_0464

Perwakilan Kelompok Ekowisata Wadowun Beberin, Kampung Aisandami, Teluk Wondama berbagi pembelajaran dari implementasi program BAF

(Foto : Yayasan KEHATI)

Kami para staf program Sains untuk Konservasi juga terlibat aktif dalam mempersiapkan kegiatan ini. Persiapan yang kami lakukan berupa mengumpulkan koleksi foto-foto kegiatan yang telah kami lakukan di lapangan, mencetak foto menjadi banner, dan mempersiapkan booth di tempat pelaksanaan kegiatan. Beberapa staf dari masing-masing program bekerja sama mempersiapkan booth ini. Kami menata buku-buku laporan kegiatan, memajang foto dan poster, menggantung noken, dan mengatur produk turunan kelapa seperti minyak kelapa, VCO, cocopeat, coco fiber yang dibuat oleh masyarakat di Abun.

Para peserta lokakarya berfoto bersama setelah acara dibuka

(Foto : Yayasan KEHATI)

Suasana Booth Program Sains untuk Konservasi saat lokakarya

(Foto : Yayasan KEHATI)

Yang tidak kalah menarik dari booth kami adalah ‘tiruan’ penyu belimbing yang kami buat dari banner yang dicetak menyerupai penyu. Tubuh penyu kami isi dengan styrofoam dan rangkanya kami buat dengan tusuk sate. Kami bahkan membuat alas dari pasir pantai agar membuat penyu ini seolah-olah sedang menuju pantai untuk bertelur.

Ada banyak pembelajaran yang kami dapat dari mitra-mitra BAF lainnya. Setelah menghadiri kegiatan ini kami menjadi semakin bersemangat dalam melakukan tugas kami karena kami tahu bahwa ada banyak teman dari LSM, sektor swasta, pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga donor, bahkan masyarakat lokal yang bekerja bersama kami dalam menginisiasi dan mengelola program konservasi laut.

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten

Penyampaian Capaian Kegiatan Universitas Papua Tahun 2020 Kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Papua Barat

Penyampaian Capaian Kegiatan Universitas Papua Tahun 2020 Kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Papua Barat

Tanggal

7 Februari 2022

Penulis

Sinus Keroman

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No: 23 Tahun 2014 pasal 27 ayat 3, Kawasan Konservasi Perairan (KKP) dan kawasan perlindungan lainnya di pesisir dan pulau-pulau dikelola oleh pemerintah provinsi. Oleh karena itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi merupakan organisasi yang memiliki kewenangan untuk mengelolanya.

KKP Taman Pesisir Jeen Womom adalah pantai peneluran penyu belimbing terbesar di Pasifik Barat. Setiap tahun sekitar 75% penyu belimbing di Pasifik Barat bertelur di daerah ini. Taman pantai Jeen Womom ditetapkan sebagai KKL pada tahun 2017. Tujuannya adalah untuk mempercepat pengelolaan kawasan konservasi.

Sejak tahun 2017, Divisi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Papua (LPPM-UNIPA) telah menerapkan strategi holistik untuk konservasi penyu. Pendekatan holistik meliputi:

  • Pemutakhiran data aktivitas peneluran penyu dan perlindungan sarang-sarang penyu untuk meningkatkan jumlah tukik.
  • Peningkatan kapasitas untuk masyarakat lokal.
  • Membangun kemitraan dengan masyarakat adat, pemerintah daerah, dan mitra konservasi.

 

Sebagai pengelola KKP, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi (DKP) Papua Barat berperan signifikan dalam mengawasi program-program yang dilaksanakan UNIPA. Oleh karena itu, pada 28 Mei 2021, di Aula DKP Papua Barat, UNIPA melaporkan hasil program di Jeen Womom selama tahun 2020. Tujuannya untuk menyampaikan capaian upaya perlindungan penyu dan program pendukung lainnya dalam evaluasi, audiensi, dan saran.

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten

Pertemuan Triwulan Peningkatan Kapasitas UPTD Taman Pesisir Jeen Womom

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) adalah salah satu lembaga pemerintahan yang menangani kegiatan konservasi penyu belimbing di Taman Pesisir (TP) Jeen Womom Kabupaten Tambrauw setelah pemberlakuan UU No 23 Tahun 2013. Peningkatan kapasitas Unit Pelaksana Teknis Dinas merupakan salah satu program dalam Blue Abadi Fund (BAF) Siklus 2 yang diajukan oleh Tim UNIPA dalam rangka mendukung kegiatan upaya perlindungan penyu belimbing. Bentuk kegiatan yang dilakukan untuk mendukung kegiatan perlindungan penyu adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat dan membangun hubungan kerjasama dengan para mitra yang berkepentingan demi mengembangkan kawasan konservasi penyu belimbing di Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat.

Abun Humas 2019 (2)

Foto : Tim Abun Humas

Kegiatan ini di lakukan pada hari Selasa, 19 Maret 2019, bertempat di Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Papua Manokwari. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 20 orang peserta yang berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Tambrauw, Unit Pelaksana Teknis Dinas Taman Pesisir, Jeen Womom, Yayasan WWF Indonesia, UNIPA, Starling Recources dan Loka PSPL Sorong.

Tim UNIPA melalui Manajemen Fitryanti Pakiding, Ph.D telah melakukan kegiatan monitoring penyu dan pemberdayaan masyarakat di kawasan konservasi penyu belimbing juga mempunyai komitmen untuk meningkatkan kapasitas UPTD TP Jeen Womom. UPTD TP Jeen Womom mempunyai kewenangan pengelolaan kawasan konservasi diharapkan nantinya dapat memajukan pengembangan pengelolaan kawasan yang mandiri dan berinovatif serta berdaya saing. Bentuk kegiatan yang dilakukan untuk peningkatan kapasitas UPTD bersama mitra kerja antara lain penyusunan struktur organisasi UPTD, penyusunan SOP-SOP tentang pengelolaan keuangan, monitoring penyu dan aset.

Tujuan pertemuan tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan pengelolaan kawasan TP Jeen Womom serta update kegiatan UPTD TP Jeen Womom (tentang hambatan dan kendala, serta program kerja Tahun 2019). Selain itu, dengan adanya pertemuan secara rutin, dimaksudkan untuk mengetahui kemajuan proses pembentukan kelembagaan UPTD di tingkat provinsi dan mereview secara bersama Satuan Operasional Prosedur (SOP) yang telah disusun oleh masing-masing mitra BHS (Birds Head Seascape) serta menyusun rencana kerja dan mekanisme pendampingan UPTD TP Jeen Womom Tahun 2019.

Dalam kegiatan ini telah menyepakati bersama bahwa para mitra akan mendorong  UPTD melalui pertemuan rutin dan melibatkan UPTD dalam kegiatan para mitra seperti pelatihan monitoring penyu belimbing dan pengelolaan keuangan dan pengelolaan aset. Sedangkan UPTD mempunyai program kerja Tahun 2019 diantaranya, kegiatan sosialisasi pembentukan UPTD, tujuan pembentukan, tugas dan fungsinya UPTD, serta melakukan monitoring penyu di Jeen Yessa pada musim peneluran Mei-Oktober 2019.

Kegiatan-kegiatan tersebut telah dibagi berdasarkan program kerja masing-masing mitra dan pertemuan berikutnya akan mereview bersama. Dalam pertemuan  ini juga menyepakati bersama bahwa UPTD TP Jeen Womom adalah tipe B walau pun dalam Surat Keputusan (SK) Menteri adalah Tipe A. Pertimbangan perubahan tipe A menjadi tipe B adalah UPTD TP Jeen Womom belum memiliki sumberdaya manusia yang memadai dan belum berjalan secara efektif.

Kegiatan pertemuan  ini dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tambrauw- Linderd Rouw, S.ST dan ditutup oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat- Jakobus Ayomi, M.Si. Kegiatan ini didanai Blue Abadi Fund (BAF) melalui Yayasan KEHATI.

(Oleh : Sinus Keroman dan Yosua Kocu)

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten Konservasi Penyu Belimbing Diseminasi

Lokakarya Pengelolaan Taman Pesisir (TP) Jeen Womom dalam Kewenangan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Barat dan Laporan Kegiatan Monitoring Penyu Belimbing

Selasa, 17 Oktober 2017, bertempat di Aula Kantor Bupati Tambrauw dan melalui Pemerintah Kabupaten Tambrauw yang didukung oleh WWF telah dilaksanakan kegiatan lokakarya. Lokakarya tersebut adalah Lokakarya Pengelolaan Taman Pesisir (TP) Jeen Womom dalam Kewenangan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua  Barat dan Laporan Kegiatan Monitoring Penyu Belimbing. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membahas rencana pengeloaan Taman Pesisir Jeen Womom sebagai pantai peneluran satwa dilindungi yaitu Penyu  Belimbing secara khusus dan jenis penyu lainnya serta penyampaian laporan hasil kegiatan Monitoring Penyu di Distrik Abun.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kabupaten Tambrauw.  Dalam  sambutannya Bupati menyampaikan bahwa dengan menggunakan  APBD  Kabupaten Tambrauw telah dibuat jalan untuk beberapa tempat yang sulit diakses dan masih terus dikerjakan. Perencanaan Bupati untuk mempermudah akses menuju pantai peneluran maka akan dibangun jalan hingga ke pantai dan kampung-kampung sekitar yang terdekat. Harapannya dengan tersedia jalan dapat membantu masyarakat dalam hal pemasaran hasil kebun dan kerajinan tangan milik masyarakat di kampung setempat, hingga dapat membantu keuangan keluarga. Bupati juga menyampaikan bahwa jalan raya akan dibangun dengan radius 2-6 km dari bibir pantai sehingga tidak mengganggu aktivitas peneluran penyu.

Abun Monitoring Lokakarya (2)

Foto : Tim Abun Pemberdayaan

IMG20171017121206-1

Foto : Tim Abun Pemberdayaan

IMG20171017115816

Foto : Tim Abun Pemberdayaan

Pada Lokakarya tersebut terdapat beberapa materi yang secara berurutan dipresentasikan antara lain: Rencana Pengelolaan Taman Pesisir Jeen Womom setelah UU No. 23 Tahun 2014, yang disampaikan oleh Bastian Wanma dari Dinas Kelauatan dan Perikanan Provinsi Papua Barat; Laporan Monitoring Penyu, oleh Hadi Ferdinandus dari WWF; Konservasi Penyu secara Holistik di Distrik Abun, oleh Fitriyanti Pakiding dan William Iwanggin dari Divisi Pembangunan Berkelanjutan LPPM UNIPA; dan Pengembangan kepariwisataan kawasan pesisir Jeen Womom Distrik Abun melalui Revitalisasi Forum Kolaborasi Konservasi Kabupaten Tambrauw Papua Barat, yang disampaikan oleh Asisten II Kabupaten Tambrauw.

Pada lokakarya tersebut juga dihasilkan beberapa keputusan diantaranya: 1) Dengan terbitnya UU No. 23 tahun 2014, maka UPTD Jeen Womom yang telah dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Tambrauw akan dijalankan oleh pemerintah Provinsi Papua Barat; 2) UPTD Jeen Womom bertanggung jawab terhadap semua upaya yang dilakukan oleh semua lembaga yang berkontibusi  terhadap  upaya  pelestarian  penyu dan pengembangan masyarakat  di Taman Pesisir Jeen Womom untuk itu perlu disediakan kantor sementara UPTD untuk pelaksaan operasional UPTD; 3) WWF dan UNIPA bersedia mendukung UPTD Jeen Womom melalui penyediaan data, pengembangan sumberdaya manusia dan upaya pelestarian penyu. Khusus untuk dukungan dari YPLI  menunggu  keputusan  dari  Pimpinan  YPLI; 4) Disarankan untuk UPTD Jeen Womom segera membuat pertemuan antara tiga lembaga yang bekerja di Jeen Womom guna mensikronkan data dan informasi serta menyepakati metodologi yang  digunakan agar data dan informasi yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan; 5)Upaya pengelolaan Jeen Womom tidak hanya dititik beratkan pada sektor konservasi penyu belimbing tetapi harus dapat memberikan kontribusi secara ekonomis kepada masyarakat yang hidup disekitar pantai Jeen Womom; 6) Lembaga-lembaga yang bekerja di Pantai Jeen Womom wajib melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, distrik, kabupaten dan UPTD; 7) Perlu ada kajian terkait pelestarian dan pengembangan penyu agar digunakan sebagai materi dipahami bagi masyarakat yang bermukim di sekitar Taman Pesisir Jeen Womom maupun masyarakat dari luar Pantai Jeen Womom agar tidak memanfaatkan daging dan telur penyu.

Akhirnya kami berharap, untuk pertemuan penting  seperti  ini  dapat  diundang  dan  dihadiri oleh lebih banyak pihak yang memiliki kepedulian dan dedikasi yang tinggi terhadap Konservasi Penyu.

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten

Kunjungan Ke Pantai Peneluran Penyu Belimbing Dan Pertemuan Dengan Bupati Tambrauw

Kunjungan Ke Pantai Peneluran Penyu Belimbing Dan

Pertemuan Dengan Bupati Tambrauw

Pada pertengahan tahun 2017, tepatnya 14-19 Juli lalu, tim Abun melakukan kunjungan ke pantai peneluran Penyu Belimbing yang berlokasi di distrik Abun Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat. Kehadiran tim Abun menambah warna di Pantai Jamursba Medi yang telah diramaikan sebelumnya oleh tim pemantau penyu di lapang serta beberapa volunteer yang turut ambil bagian guna mengisi waktu luang mereka dengan menambah wawasan melalui pengetahuan tentang upaya perlindungan Penyu Belimbing yang didapati langsung di lapangan. Para volunteer ini bertugas membantu untuk mengambil data peneluran penyu belimbing di pos-pos yang telah ditentukan: pantai Jamursba Medi, Warmamedi dan Wembrak.

Sesekali kami mendengar obrolan para volunteer mengenai pengalaman mereka bertemu penyu belimbing diberbagai tempat namun tidak sebanyak di daerah Abun , “kalua di tempat kami penyu belimbing juga sering naik, hanya saja biasa masyarakat suka ambil telur dan dagingnya untuk dikonsumsi kemudian cangkang penyu dibuat menjadi kerajinan” papar salah satu volunteer. Hal ini terdengar ironi namun dapat menjadi kelegaan bahwa masih ada daerah yang aman untuk didatangi penyu belimbing yaitu Distrik Abun. Kegiatan yang mengajak volunteer untuk terjun langsung ke lokasi konservasi ini juga bertujuan untuk mengajak sebanyak mungkin orang terutama anak-anak Papua guna membantu upaya konservasi penyu belimbing.

Pada hari selanjutnya tim melanjutkan perjalanan ke Sausapor untuk bertemu langsung dengan Bupati Kabupaten Tambrauw sebagai upaya membangun kerjasama antara LPPM UNIPA, donator dan pemerintah daerah untuk Bersama-sama melakukan upaya konservasi di daerah Abun. Pertemuan tersebut berisikan tentang pemaparan program oleh Ibu Fitryanti Pakiding selaku Manajer Progam dan dilanjutkan oleh Mrs. Manjula sebagai penasehat teknis program. Bupati Tambrauw memberikan respon positif serta antusiasme dengan program-program yang ditawarkan dari LPPM UNIPA kepada pemerintah daerah Kabupaten Tambrauw  terkait peningkatan sumber daya manusia (SDM). PNS di Kabupaten Tambrauw-Distrik Abun serta rencana pembentukan BLUD di Kabupaten Tambrauw. Sebagai wujud keseriusannya, beliau juga memaparkan bahwa saat ini pemerintah sedang membangun saran transportasi darat hingga akses menuju kampung-kampung terutama kampung di daerah konservasi lebih mudah. “Jika akses transportasi darat sudah baik, maka kita dapat menjangkau masyarakat dengan mudah, program-program yang telah direncanakan pun akan dengan cepat dipublikasikan kepada masyarakat”, tegasnya

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten

Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw dengan Universitas Papua dalam Upaya Konservasi Penyu Belimbing di Abun

Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw dengan Universitas Papua

dalam Upaya Konservasi Penyu Belimbing di Abun

Penyu belimbing merupakan salah satu hewan melata terbesar di dunia yang berada di Tambrauw. Tambrauw merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Papua Barat yang merupakan pecahan dari sebagian Kabupaten Sarong dan sebagian Kabupaten Manokwari. Salah satu ikon dari kabupaten ini adalah penyu belimbing yang merupakan penyu terbesar di dunia. Pada tahun 2016 kabupaten ini juga telah mencanangkan dirinya sebagai kabupaten konservasi yang salah satunya menangani konservasi penyu belimbing. Hal ini menunjukan bahwa keberadaan penyu belimbing di Kabupaten Tambrauw sangat penting.

Dimulai dari penelitian populasi penyu belimbing yang dilakukan pada tahun 1984 di Pantai Jamursba Medi. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah sarang penyu belimbing ada sebanyak 4.522. Pada tahun 2011 jumlah sarang tersebut mengalami penurunan yang sangat drastis menjadi 1.596 sarang. Kondisi tersebut merupakan akibat dari pemanfaatan penyu belimbing yang tidak terbatas dan tidak terkendali disertai dengan kurangnya kesadaran masyarakat sekitar untuk melestarikan penyu tersebut.

Saat ini populasi penyu belimbing di Abun sudah sangat rendah dan berpotensi untuk punah. Kondisi tersebut membuat pemerintah Tambrauw mulai gencar melakukan kegiatan konservasi penyu belimbing yang merupakan salah satu ikon daerahnya. Dalam melakukan konservasi penyu, pemerintah Tambrauw kurang memiliki kapasitas dan kemampuan dalam mengelola daerah tersebut. Oleh sebab itu pemerintah merasa perlu untuk menjalin hubungan kerjasama dengan beberapa instansi terkait Seperti Universitas Papua (UNIPA).

Sebagai institusi pendidikan, UNIPA memiliki Tridarma Perguruan Tinggi yang salah satu pointnya adalah Pengabdian Kepada Masyarakat.sehingga UNIPA secara tidak langsung juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung konservasi penyu belimbing di Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat.

UNIPA telah bekerjasama cukup lama dengan pemerintah Tambrauw dalam melakukan aktifitas konservasi penyu belimbing. Saat ini kerjasama tersebut semakin meningkat dengan dilakukannya pengembangan masyarakat yang berhubungan langsung dengan aktivitas konservasi penyu belimbing.

UNIPA menyadari bahwa pekerjaan sebuah kabupaten yang baru berdiri sangatlah banyak. Kondisi ini mengakibatkan banyak pekerjaan konservasi dan pengembangan masyarakat terkait konservasi penyu sangat kurang dikerjakan oleh pihak pemerintah. Hal ini membuat UNIPA mengambil alih pekerjaan tersebut untuk sementara waktu. Namun komunikasi dan semua kemajuan dalam kegiatan ini terus disampaikan kepada pemerintah Tambrauw sebagai pemilik dan pengelola daerah.

Konservasi penyu belimbing yang dilakukan oleh UNIPA antara lain monitoring populasi penyu, penyelamatan telur penyu, membantu melepaskan anak penyu (tukik) ke laut, dan pelarangan mengkonsumsi daging dan telur penyu. Kegiatan pengembangan masyarakat yang terkait dengan konservasi penyu antara lain membantu aktivitas pendidikan formal, melakukan pendidikan informal, pengembangan bidang pertanian, peternakan serta melakukan aktivitas pengobatan masal yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.

Kerjasama antara UNIPA dan pemerintah Tambrauw terus dijalani dan dipertahankan melalui hubungan komunikasi yang baik. Kegiatan bersama juga harus sering dilakukan sehingga kedua pihak terus saling membantu. Kegiatan yang terus dilakukan secara bersama sama antara UNIPA dan pemerintah Tambrauw adalah rapat kerja/rapat koordinasi dan kegiatan bersama di lapangan seperti penyuluhan di masyarakat. Komunikasi yang baik, tujuan yang jelas, pembagian tugas yang jelas, integritas yang tinggi dan bekerja secara professional merupakan kunci sukses kerjasama pemerintah Tambrauw dengan UNIPA.

Harapan dari tim UNIPA, suatu saat sistem konservasi penyu belimbing di Tambrauw yang telah dibangun akan berjalan baik sehingga populasi penyu belimbing dapat meningkat dan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya.