Kategori
Hubungan Publik Kehidupan Sosial Masyarakat Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten New Template

Program Sains untuk Konservasi – LPPM UNIPA Gelar Rangkaian FPIC dan Sosialisasi Program TFCCA bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Sorong

Program Sains untuk Konservasi - LPPM UNIPA Gelar Rangkaian FPIC dan Sosialisasi Program TFCCA bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Sorong

Penulis

Meilani R. Nanlohy dan Kartika Zohar

Tanggal

06  Juli 2026

Pada akhir Juni hingga awal Juli 2026, tepatnya pada 29 Juni sampai 1 Juli, Tim Sains untuk Konservasi (S4C) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Papua (LPPM UNIPA) melanjutkan tahapan penting dalam proses Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) atau juga disebut PADIATAPA (Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan). Setelah sebelumnya berinteraksi langsung dengan masyarakat di kawasan Taman Pesisir Jeen Womom pada bulan Mei (baca ceritanya di sini), pada kesempatan ini proses FPIC diperluas melalui koordinasi bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten di Kota Sorong sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program.

Melalui rangkaian pertemuan tersebut, Tim S4C LPPM UNIPA tidak hanya memperkenalkan rencana pelaksanaan program yang didukung oleh Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA), tetapi juga membangun kesepahaman dengan pemerintah daerah, memperoleh masukan terhadap rencana kegiatan, serta memastikan bahwa pelaksanaan program selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Proses ini merupakan bagian dari penerapan prinsip FPIC yang menekankan penyampaian informasi secara terbuka, pelibatan para pemangku kepentingan sejak tahap awal, serta penghimpunan masukan sebelum program dilaksanakan.

Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA) merupakan prrogram kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat, program ini berfokus pada konservasi ekosistem terumbu karang serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dalam pelaksanaannya, TFCCA didukung oleh Konservasi Indonesia (KI) dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Langkah awal koordinasi dimulai di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya. Tim S4C LPPM UNIPA yang diwakili oleh Kartika Zohar selaku Koordinator Program Pemberdayaan dan Meilani Nanlohy sebagai Asisten Koordinator Hubungan Masyarakat disambut oleh Sarlota Mobalen, Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan, bersama jajarannya. Dalam pertemuan tersebut, Sarlota Mobalen menyampaikan apresiasi terhadap pendekatan S4C yang dinilai mampu menjangkau wilayah-wilayah terpencil, yang selama ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah.

Koordinasi dan Sosialisasi Program TFCCA bersama Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan – DKP PBD Ibu Sarlota Mobalen.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Meilani R. Nanlohy)

Foto bersama setelah Koordinasi dan Sosialisasi Program TFCCA dengan DKP PBD.
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Diskusi berlangsung dinamis, mencakup berbagai program seperti penguatan tata kelola kawasan, pemantauan penyu, hingga program beasiswa bagi generasi muda Papua. Sarlota Mobalen juga menegaskan pentingnya peran dinas dalam mendukung penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pengelolaan Taman Pesisir Jeen Womom, sekaligus menyoroti perlunya pengawasan terhadap aktivitas tambang dulang di kawasan pantai peneluran penyu.

Masih pada hari yang sama, tim melanjutkan kunjungan ke Kantor Balai Pengelolaan Kelautan Kupang – Satuan Pelayanan Sorong. Pertemuan dipimpin oleh Indri Widhiastuti selaku Koordinator Satuan Pelayanan Sorong. Dalam kesempatan ini, Indri menekankan pentingnya sinkronisasi data, khususnya terkait monitoring sosial-ekonomi dan kesehatan terumbu karang, yang akan mendukung penilaian dan pengelolaan kawasan konservasi. Ia juga meminta agar S4C dapat berbagi data serta menyampaikan rencana kegiatan secara lebih awal guna menghindari tumpang tindih program.

Koordinasi dan Sosialisasi Program TFCCA bersama Balai Pengelolaan Kelautan Kupang
Satuan Pelayanan Sorong.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Meilani R. Nanlohy)

Foto bersama setelah Koordinasi dan Sosialisasi Program TFCCA dengan Balai Pengelolaan Kelautan Kupang
Satuan Pelayanan Sorong.
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Memasuki hari kedua, 1 Juli 2026, koordinasi berlanjut bersama Pemerintah Kabupaten Tambrauw. Bertempat di Rumah Aman, Perumahan Jupiter, tim bertemu dengan Merina M. Kmurawak, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Tambrauw. Dalam pertemuan tersebut, Merina menyampaikan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan masyarakat dengan dukungan pendanaan TFCCA, khususnya pengembangan produk turunan kelapa sebagai komoditas unggulan daerah. Ia juga membuka peluang dukungan berupa penyediaan peralatan produksi, dan berharap kebutuhan tersebut disampaikan secara rinci oleh pihak S4C LPPM UNIPA.

Koordinasi dan Sosialisasi Kegiatan Program TFCCA bersama Dinas Pertanian Tambrauw, DP3AKB Tambrauw, Dinas Sosial PBD, dan FASDA PBD.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA)

Pada kesempatan yang sama, tim juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3A) Kabupaten Tambrauw yang dipimpin oleh dr. Lenny F. Hae. Dalam diskusi ini, dr. Lenny menyoroti pentingnya sinergi antara program TFCCA dengan prioritas pemerintah daerah, seperti peningkatan literasi bagi perempuan dan anak putus sekolah serta penguatan Indeks Pembangunan Gender. Ia juga menekankan bahwa setiap kegiatan harus mencerminkan kolaborasi nyata antara pemerintah dan mitra, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain itu, pertemuan ini turut dihadiri oleh fasilitator daerah dari DP3A Provinsi Papua Barat Daya serta perwakilan Dinas Sosial Provinsi Papua Barat Daya, yang memberikan masukan teknis terkait penguatan program keluarga, optimalisasi balai KB, serta pengembangan usaha berbasis masyarakat.

Koordinasi dan Sosilisasi Program TFCCA oleh Tim S4C LPPM UNIPA kepada Bapak Hasan dan Bapak Syarif Tuharea dari BLUD UPTD Kepulauan Raja Ampat.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Meilani R.Nanlohy)

Foto bersama setelah Koordinasi dan Sosilisasi Program TFCCA oleh Tim S4C LPPM UNIPA dengan Tim BLUD UPTD Kepulauan Raja Ampat.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Meilani R.Nanlohy)

Rangkaian koordinasi ditutup dengan pertemuan strategis bersama Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Unit Pengelolaan Teknis Daerah (UPTD) Raja Ampat di Vega Hotel Sorong. Pertemuan ini dihadiri oleh Hasan Makasar selaku Kepala BLUD UPTD Kepulauan Raja Ampat, Syafri Tuharea yang merupakan Asisten Teknis Konservasi di BLUD UPTD Kepulauan Raja Ampat, serta Fitryanti Pakiding sebagai Pengelola Program Sains untuk Konservasi. Dalam forum ini, Fitryanti memaparkan rencana kegiatan penjangkauan dan survei persepsi, termasuk survei di kapal PELNI menuju Raja Ampat serta pengembangan media edukasi bawah laut interaktif bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh  November.

Hasan Makasar menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut, termasuk fasilitasi sarana seperti speed boat, pos lapangan, dan peralatan selam. Ia juga membuka peluang kolaborasi pendanaan guna memastikan keberlanjutan program konservasi di wilayah Raja Ampat.

Seluruh rangkaian kegiatan ini menegaskan adanya komitmen bersama antara S4C LPPM UNIPA, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta berbagai mitra strategis lainnya. Melalui koordinasi yang intensif dan terstruktur, program-program TFCCA diharapkan tidak hanya memperkuat upaya konservasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir di Papua Barat Daya.

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Kategori
Hubungan Publik Kehidupan Sosial Masyarakat Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten New Template

Sosialisasi PADIATAPA di Taman Pesisir Jeen Womom​

Sosialisasi PADIATAPA di Taman Pesisir Jeen Womom

Penulis

Liana Mongdong

Tanggal

03 Juli 2026

Tim Hubungan Masyarakat dari Program Sains untuk Konservasi (S4C) telah melaksanakan Sosialisasi PADIATAPA (Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan) untuk Program TFCCA (Tropical Forest and Reef Conservation Act). Sosialisasi ini diadakandi Taman Pesisir Jeen Womom pada 19 Mei 2026 di Pantai Jeen Syuab dan 26 Mei 2026 di Pantai Jeen Yessa.

Sosialisasi PADIATAPA di Jeen Syuab oleh Abraham Leleran.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Liana Mongdong)

Sosialisasi PADIATAPA di Jeen Yessa oleh Abraham Leleran.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Elisa Putra)

Sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang didukung oleh Program TFCCA. Program TFCCA (Tropical Forest and Coral Reefs Conservation Act), yaitu program kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat yang didukung oleh Konservasi Indonesia (KI) serta Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN). Program ini berfokus pada upaya konservasi ekosistem terumbu karang dan penguatan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. 

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat yang tinggal berbatasan dengan Pantai Jeen Yessa dan Pantai Jeen Syuab mengenai rencana kegiatan yang didukung TFCCA, memastikan keterlibatan dan persetujuan masyarakat secara sadar tanpa paksaan, serta membangun kolaborasi dalam mendukung upaya pelestarian penyu yang berkelanjutan. 

Sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan masyarakat dari Kampung Wau, Weyaf, Resye, Womom, dan Syukwo. Peserta terdiri atas pemerintah kampung, pemilik pantai, tokoh perempuan, dan pemuda.

Selama sosialisasi berlangsung, peserta, khususnya masyarakat, menunjukkan antusiasme hingga kegiatan berakhir. Hal ini terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan, serta adanya sesi berbagi cerita dan penyampaian aspirasi maupun keresahan, salah satunya terkait kondisi wilayah Jeen Syuab. Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tambrauw pun turut memberikan tanggapan serta membantu menjawab pertanyaan peserta mengenai kondisi lingkungan di wilayah tersebut.

Penandatangan berita acara Sosialisasi PADIATAPA di Jeen Syuab.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Liana Mongdong)

Penandatangan berita acara Sosialisasi PADIATAPA di Jeen Yessa.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Liana Mongdong)

Kegiatan berjalan dengan baik dan ditutup dengan penandatanganan berita acara sosialisasi sebagai bentuk kesepakatan bersama serta komitmen para pihak dalam mendukung pelaksanaan program.

Foto bersama dengan masyarakat dan tenaga lapangan yang hadir saat sosialisasi PADIATAPA.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Elisa Putra)

Dari pelaksanaan sosialisasi PADIATAPA, tim Sains untuk Konservasi mengharapkan adanya kerjasama yang baik dengan masyarakat tanpa ada tekanan atau paksaan demi pelestarian penyu di Taman Pesisir Jeen Womom.

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Drone di Langit Tambrauw: Menyusun Peta Kelapa di Pesisir Kabupaten Tambrauw

Drone di Langit Tambrauw : Menyusun Peta Kelapa di Pesisir Kabupaten Tambrauw

Penulis

Mikardes Albert, Kartika Zohar

Tanggal

27 Juni 2024

Mengawali Juni 2024, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Tambrauw bersama Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA melakukan kegiatan survei pendataan luas kebun kelapa di pesisir Kabupaten Tambrauw. Dengan memanfaatkan teknologi drone, kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data akurat mengenai jumlah tegakan pohon kelapa, yang kemudian akan dianalisis lebih lanjut. Program ini merupakan bagian dari upaya Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Tambrauw untuk menyediakan data yang mendukung pengelolaan dan pemanfaatan kelapa di distrik-distrik sepanjang pesisir.

Tim survei, yang terdiri dari Kepala Bidang Perkebunan Urusan Produksi dan Komoditi Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw Cosmas Aibesa, Staff Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA Mikardes Albert, ahli drone dari Fakultas Kehutanan UNIPA Zulfikar Mardiyadi dan assistant-nya Victor Mandacan, menghabiskan lima hari dalam perjalanan ini. Mereka mengumpulkan data dari 26 kampung di enam distrik. Ekspedisi dimulai dari Manokwari menggunakan mobil double cabin Hilux, dengan pemberhentian pertama di Distrik Amberbaken yang meliputi Kampung Wekari, Saukorem, Wefiani, Warpaperi, Manggapnud, dan Waramui.

Bapak Kepala Bidang Perkebunan Urusan Produksi dan Komoditi Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw sedang berdiskusi dengan masyakat tentang tujuan pemetaan dusun kelapa
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Pemetaan dusun kelapa di kampung imbuan
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Perjalanan kemudian berlanjut ke Distrik Amberbaken Barat yang mencakup Kampung Saurabon dan Inbuan, dilanjutkan ke Distrik Abun (Kampung Waibem, Wau, Weyaf, Syukwo—pendataan di Syukwo dilakukan menggunakan satelit karena hujan). Tim juga mengunjungi Distrik Tobouw (Kampung Resye dan Womom), Distrik Kwoor (Kampung Kwoor, Hopmaree, dan Esmambo), dan Distrik Bikar (Kampung Werur, Wertam, Werwaf, Wertim, Werbes, dan Bikar). Terakhir, data dikumpulkan dari Distrik Sausapor yang mencakup Kampung Wembru, Sausapor, dan Jokte.

Pemetaan dusun kelapa di distrik kwoor
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Pemetaan dusun kelapa di kampung Samfarmum dan Saurabon
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Pemetaan kelapa di kampung Wekari
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Pemetaan kelapa di Wefiani sambil makan siang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Secara teknis, data diambil dari 17 titik dengan drone yang merekam informasi mengenai luas pohon kelapa. Tantangan utama dalam perjalanan ini adalah cuaca buruk dan kondisi jalan yang rusak, mengharuskan tim menggunakan berbagai moda transportasi, termasuk mobil, perahu, pesawat, dan kapal.

Saat ini, data yang dikumpulkan sedang dalam tahap analisis untuk mengetahui jumlah pohon kelapa di sepanjang pesisir Tambrauw. Data ini akan menjadi dasar penting bagi Pemerintah Kabupaten Tambrauw, khususnya Dinas Pertanian dan Pangan, dalam mengambil kebijakan terkait pengelolaan komoditi kelapa di masa depan.

Drone yang digunakan untuk pemetaan
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Dusun kelapa yang ada di Kampung Wau Weyaf
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mikardes Albert)

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten

Berbagi Cerita Hasil Kegiatan Upaya Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang dan Pemberdayaan serta Penjangkauan Masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw

Berbagi Cerita Hasil Kegiatan Upaya Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang dan Pemberdayaan serta Penjangkauan Masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw

Penulis

Kartika Zohar, Deasy Lontoh, Fitryanti Pakiding, Abraham Leleran

Tanggal

05 Juni 2024

Program Sains untuk Konservasi Menghubungkan Sains dengan Inovasi untuk Upaya Konservasi Penyu Belimbing yang Holistik di Bentang Laut Kepala Burung adalah bagian dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Papua. Program ini telah secara rutin mendapat rekomendasi untuk bekerja dari Pemerintah Kabupaten Tambrauw dalam upaya pemantauan penyu dan perlindungan sarang serta pemberdayaan dan penjangkauan masyarakat di Taman Pesisir (TP) Jeen Womom, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya.

Diskusi dan persiapan presentasi hasil kegiatan monitoring penyu di Ruang meeting Sekretariat Daerah Kabupaten Tambrauw
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Bram)

Kegiatan presentasi oleh Tim Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA dengan Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Tambrauw
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Bram)

Berdasarkan surat rekomendasi No: 660/340/2022 bahwa hasil kegiatan yang dilakukan di kawasan TP Jeen Womom perlu disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw, maka pada 16 Mei 2024 lalu, Ketua Pelaksana Program Sains untuk Konservasi Fitryanti Pakiding bersama tim program bertemu dengan pimpinan Kabupaten yang diwakili oleh PJ Sekretaris Daerah Tambrauw M Zen Hayatudin, S.IP, MM untuk menyampaikan secara langsung hasil-hasil kegiatan yang telah dilakukan baik di pantai peneluran maupun di kampung-kampung sekitar kawasan. Rencana awal untuk bertemu secara langsung dengan PJ Bupati Tambrauw Engelbertus Gabriel Kocu, S.HUT.,MM harus batal karena pada waktu yang bersamaan PJ Bupati sedang dinas di luar Tanah Papua.

Kegiatan Presentasi dari program Monitoring penyu yang di sampaikan oleh Ibu Deasy Lontoh kepada Sekda dan beberapa staf Setda Kabupaten Tambrauw
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Bram)

Foto Bersama dengan Bapak SEKDA Kabupaten Tambrauw usai kegiatan presentasi hasil kegiatan monitoring penyu di taman Pesisir Jeen Womom
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Bram)

Pada pertemuan tersebut PJ Sekretaris Daerah Tambrauw M Zen Hayatudin, S.IP, MM menyambut baik tim yang hadir dan berdiskusi banyak tentang dampak kegiatan di lapangan. Tim Program Sains untuk Konservasi memaparkan presentasi yang berisi capaian dan juga tantangan yang dihadapi selama bekerja pada 2 tahun periode rekomendasi. Diskusi-diskusi menarik tercipta ketika PJ Sekretaris Daerah Tambrauw M Zen Hayatudin, S.IP, MM mengetahui tentang jumlah sarang penyu yang berada di wilayah kerjanya adalah yang terbesar di kawasan pasifik. Diskusi lain yang tidak kalah serunya adalah tentang tantangan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat Tambrauw yang berada di kawasan konservasi ini. Tim Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA juga menyampaikan bagaimana manfaat yang telah diterima baik secara langsung maupun secara tidak langsung oleh masyarakat.

Penyerahan Laporan hasil kegiatan monitoring penyu di Taman Pesisir Jeen Womom ke Dinas Pariwisata Kabupaten Tambrauw
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Bram)

Bertemu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw sekaligus menyerahkan Laporan hasil kegiatan monitoring penyu di Taman Pesisir Jeen Womom
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Bram)

Tidak terasa diskusi telah berlangsung 3 jam, semua uraian aktifitas, tantangan, dan rencana ke depan telah disampaikan secara langsung kepada PJ Sekretaris Daerah Tambrauw M Zen Hayatudin, S.IP, MM. Mengakhiri diskusi, beliau menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin selama ini antara LPPM UNIPA dan Pemerintah Kabupaten Tambrauw, dan mengharapkan agar pekerjaan baik yang telah dilakukan dapat dilanjutkan untuk tahun berikutnya. Pemerintah Kabupaten Tambrauw mendukung secara penuh dan akan memberikan rekomendasi lanjutan untuk melanjutkan upaya pemantauan dan perlindungan sarang penyu yang dilakukan di TP Jeen Womom karena PJ Sekretaris Daerah Tambrauw M Zen Hayatudin, S.IP, MM menilai bahwa kegiatan ini telah memberikan manfaat tidak hanya bagi penyu namun juga bagi masyarakat di kawasan tersebut.

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten

Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat

Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat

Penulis

Kartika Zohar & Abraham Leleran

Tanggal

14 Juli 2022

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Papua (LPPM UNIPA) melalui Program Sains untuk Konservasi bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua Barat terus melakukan koordinasi dan komunikasi untuk meningkatkan pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Secara teknis kegiatan pengelolaan TP Jeen Womom dilaksanakan oleh Program Sains untuk Konservasi yang merupakan bagian dari LPPM UNIPA bekerjasama dengan DKP Provinsi Papua Barat dalam hal ini bersama Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PRL PSDKP) serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Pesisir Jeen Womom.

Dokumentasi diskusi draft PKS antara LPPM UNIPA dan DKP Papua Barat
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Koordinasi dan kerjasama yang telah dilakukan oleh kedua pihak ini kemudian disepakati dalam suatu Perjanjian Kerja Sama (PKS) melalui Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Sekretariat Daerah Provinsi Papua yang mengkoordinir rencana pertemuan hingga pembahasan draft. Koordinasi terkait PKS ini telah dilakukan sejak November 2021 hingga pembahasan draft pada 8 Juni 2022. Perjanjian Kerja Sama ini merupakan turunan dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Papua dan Pemerintah Provinsi Papua Barat yang telah ditandatangani pada 29 Juli 2020 lalu.

Pertemuan guna membahas draft PKS ini dihadiri oleh Bpk. Roberth Rumbekwan sebagai Asisten 1 Setda Papua Barat bersama 14 orang yang berasal dari pemerintahan provinsi Papua Barat. Bapak Roberth Rumbekwan (Asisten 1) dalam pembukaan kegiatan berharap agar draft Perjanjian Kerja Sama ini dapat segera selesai dan ditandatangani oleh kedua belah pihak yaitu DKP Papua Barat dan LPPM UNIPA sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penandatangan MoU antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Universitas Papua pada tahun 2020. Ibu Fitryanti Pakiding yang mewakili ketua LPPM UNIPA dalam kesempatan menyampaikan satu dua kata memberikan informasi terkait pentingnya PKS dan koordinasi bersama para pihak dalam hal ini terutama pemerintah daerah dalam pekerjaan yang dilakukan di TP Jeen Womom. Bapak Jefry Heumasse selaku Kepala Bidang PRL PSDKP DKP Provinsi Papua Barat juga menyambung hal yang sama berharap bahwa melalui penandatanganan PKS ini teknis upaya perlindungan serta sinergitas pekerjaan dapat lebih baik lagi, sehingga kegiatan konservasi yang dilakukan juga memberikan manfaat kepada masyarakat yang berada di Kawasan. Beliau menyampaikan bahwa DKP bersama UPTD Jeen Womom akan selalu berkoordinasi dengan LPPM UNIPA dalam teknis pelaksanaan kegiatan.

Pembukaan Kegiatan oleh Bapak Roberth Rumbekwan selaku Asisten 1 Provinsi Papua Barat
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Terdapat beberapa point utama yang menjadi catatan dalam pembahasan PKS yaitu masa berlaku PKS menyesuaikan dengan masa berlaku MoU, dan perlu adanya surat kuasa dari Gubernur Provinsi Papua Barat kepada Kepala DKP Provinsi Papua Barat, serta surat kuasa dari Rektor Universitas Papua kepada Ketua LPPM UNIPA untuk melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama yang dimaksud. Hal lain yang didiskusikan berupa penjelasan setiap pasal terkait ruang lingkup dan lokasi kegiatan serta beberapa revisi terkait typo untuk beberapa redaksi.

Diskusi yang terjadi kurang lebih 3 jam ini berakhir dengan selesainya draft PKS yang akan dilengkapi oleh nomor surat dari masing-masing pihak. Menutup kegiatan diskusi, Asisten 1 menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mengupayakan penyelesaian PKS ini, beliau juga menyampaikan bahwa hasil diskusi PKS ini akan segera tiba di meja Gubernur Provinsi Papua Barat sebagai laporan kelanjutan penandatanganan MoU UNIPA dan informasi terkait PKS pertama sejak MoU bersama tahun 2020 lalu. Kegiatan diskusi ditutup dengan foto bersama dan koordinasi teknis untuk waktu penandatangan PKS.

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten

Diseminasi Hasil Kegiatan 2021 dan Rencana Kegiatan 2022 oleh LPPM UNIPA di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom

Diseminasi Hasil Kegiatan 2021 dan Rencana Kegiatan 2022 oleh LPPM UNIPA di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom

Penulis

Noviyanti & Naqliya Arum Permata

Tanggal

4 April 2022

Pada tanggal 11 Maret 2022, berlokasi di ruang rapat DKP Papua Barat, kami dari Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA melaporkan hasil dari program di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom tahun 2021 kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua Barat. Terdapat beberapa peserta juga yang ikut menghadiri kegiatan ini secara online melalui platform Zoom. KKP Taman Pesisir Jeen Womom sendiri merupakan pantai peneluran penyu belimbing terbesar di Pasifik Barat.

Pada kesempatan ini Ketua Program Sains untuk Konservasi, Ibu Fitryanti Pakiding, menyampaikan tujuan umum dari program ini yang diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Memperbarui data aktivitas peneluran penyu di pantai indeks di BLKB untuk memantau tren dalam populasi penyu.
  • Meningkatkan jumlah tukik yang dihasilkan dengan menerapkan metode perlindungan sarang yang didasari kajian ilmiah dan melakukan evaluasi sukses penetasan untuk menilai keefektifan upaya perlindungan.
  • Melakukan penelitian untuk menunjang kegiatan konservasi agar program yang dijalankan didasari oleh kajian ilmiah terkini.
  • Membangun kerjasama dengan pemerintah dan mitra untuk memperkuat pengelolaan konservasi penyu, terutama di Taman Pesisir Jeen Womom.
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat di BLKB tentang isu-isu terkait konservasi penyu.
  • Membangun kemitraan dengan masyarakat lokal dalam konservasi melalui program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas.

(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Koordinator Program Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang, Ibu Deasy Natalia Lontoh, bertugas menyampaikan hasil dari program Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang di TP Jeen Womon. Salah satu laporannya adalah jumlah sarang penyu belimbing, penyu lekang, penyu hijau, dan penyu sisik pada tahun 2021.

Selanjutnya dari program pemberdayaan masyarakat, Kartika Widya Zohar yang merupakan Koordinator Program Pemberdayaan Masyarakat, menyampaikan hasil dari program pemberdayaan masyarakat. Hal yang disampaikan diantaranya adalah persentase jumlah siswa berdasarkan jenis kelamin dan kelas untuk pendidikan formal serta pendidikan nonformal (Rumah Belajar).

Berdasarkan jenis kelamin, pada pendidikan formal terdapat 41,5% siswa perempuan dan 58,5% siswa laki-laki dari total siswa sebanyak 135 anak. Sedangkan untuk pendidikan nonformal (Rumah Belajar) terdapat 43,9% siswa perempuan dan 56,1% siswa laki-laki dari total 123 anak. Indikator kemampuan membaca, menulis, menghitung, bahasa inggris, pengenalan komputer, dan pendidikan lingkungan hidup juga disampaikan pada kegiatan ini.

(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Koordinator Hubungan Publik, Abraham Leleran juga menyampaikan hasil dari program Hubungan Masyarakat. Rencana kerja dari program Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang di TP Jeen Womom, Pemberdayaan Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat untuk tahun 2022 pun ikut disampaikan pada kegiatan ini. Setelah semua hasil dari program di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Jeen Womom tahun 2021 selesai dilaporkan, diadakan sesi tanya jawab. Terdapat beberapa pertanyaan baik dari peserta offline maupun online.

Apabila Anda tertarik membaca laporan kegiatan LPPM UNIPA di Taman Pesisir Jeen Womom, Anda dapat membacanya di sini. Simak video kegiatan diseminasi di sini.

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten Monitoring Ekologi Diseminasi Monitoring Sosial Diseminasi

Belajar dari Mitra-mitra BAF Mengenai Program Konservasi Laut di Bentang Laut Kepala Burung

Belajar dari Mitra-mitra BAF Mengenai Program Konservasi Laut di Bentang Laut Kepala Burung

Penulis

Noviyanti dan Aflia Pongbatu

Tanggal

17 Februari 2022

Pada hari Selasa, 14 Desember 2021, Program Sains untuk Konservasi dilibatkan dalam kegiatan lokakarya “Sharing Pembelajaran Implementasi Program Blue Abadi Fund”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI), selaku administrator program, bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat. Dalam kegiatan ini, perwakilan dari sembilan organisasi mitra penerima hibah dari Program Blue Abadi Fund berkumpul di Swissbel Hotel Manokwari untuk berbagi pengalaman dalam melaksanakan program konservasi laut di wilayah masing-masing.

Staf Program Sains untuk Konservasi saat mempersiapkan booth sebelum lokakarya
(Foto: S4C_LPPM UNIPA)

Perwakilan Kelompok Ekowisata Wadowun Beberin, Kampung Aisandami, Teluk Wondama berbagi pembelajaran dari implementasi program BAF
(Foto: S4C_LPPM UNIPA)

Kami para staf program Sains untuk Konservasi juga terlibat aktif dalam mempersiapkan kegiatan ini. Persiapan yang kami lakukan berupa mengumpulkan koleksi foto-foto kegiatan yang telah kami lakukan di lapangan, mencetak foto menjadi banner, dan mempersiapkan booth di tempat pelaksanaan kegiatan. Beberapa staf dari masing-masing program bekerja sama mempersiapkan booth ini. Kami menata buku-buku laporan kegiatan, memajang foto dan poster, menggantung noken, dan mengatur produk turunan kelapa seperti minyak kelapa, VCO, cocopeat, coco fiber yang dibuat oleh masyarakat di Abun.

Staf Program Sains untuk Konservasi saat mempersiapkan booth sebelum lokakarya
(Foto: S4C_LPPM UNIPA)

Perwakilan Kelompok Ekowisata Wadowun Beberin, Kampung Aisandami, Teluk Wondama berbagi pembelajaran dari implementasi program BAF
(Foto: S4C_LPPM UNIPA)

Yang tidak kalah menarik dari booth kami adalah ‘tiruan’ penyu belimbing yang kami buat dari banner yang dicetak menyerupai penyu. Tubuh penyu kami isi dengan styrofoam dan rangkanya kami buat dengan tusuk sate. Kami bahkan membuat alas dari pasir pantai agar membuat penyu ini seolah-olah sedang menuju pantai untuk bertelur.

Ada banyak pembelajaran yang kami dapat dari mitra-mitra BAF lainnya. Setelah menghadiri kegiatan ini kami menjadi semakin bersemangat dalam melakukan tugas kami karena kami tahu bahwa ada banyak teman dari LSM, sektor swasta, pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga donor, bahkan masyarakat lokal yang bekerja bersama kami dalam menginisiasi dan mengelola program konservasi laut.

Berita Lainnya

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten

Penyampaian Capaian Kegiatan Universitas Papua Tahun 2020 Kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Papua Barat

[vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” css=”.vc_custom_1645510023417{margin-right: 30px !important;margin-left: 30px !important;}” z_index=””][vc_column][vc_column_text]

Penyampaian Capaian Kegiatan Universitas Papua Tahun 2020 Kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Papua Barat

[/vc_column_text][vc_empty_space height=”40px”][vc_separator type=”normal” color=”#f4f4f4″ thickness=”1″][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner width=”1/6″][vc_column_text]

Tanggal

[/vc_column_text][vc_column_text]

7 Februari 2022

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”3/6″][vc_column_text]

Penulis

[/vc_column_text][vc_column_text]

Sinus Keroman

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/6″][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/6″][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_separator type=”normal” color=”#f4f4f4″ thickness=”1″][vc_column_text]

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No: 23 Tahun 2014 pasal 27 ayat 3, Kawasan Konservasi Perairan (KKP) dan kawasan perlindungan lainnya di pesisir dan pulau-pulau dikelola oleh pemerintah provinsi. Oleh karena itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi merupakan organisasi yang memiliki kewenangan untuk mengelolanya.

KKP Taman Pesisir Jeen Womom adalah pantai peneluran penyu belimbing terbesar di Pasifik Barat. Setiap tahun sekitar 75% penyu belimbing di Pasifik Barat bertelur di daerah ini. Taman pantai Jeen Womom ditetapkan sebagai KKL pada tahun 2017. Tujuannya adalah untuk mempercepat pengelolaan kawasan konservasi.

Sejak tahun 2017, Divisi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Papua (LPPM-UNIPA) telah menerapkan strategi holistik untuk konservasi penyu. Pendekatan holistik meliputi:

  • Pemutakhiran data aktivitas peneluran penyu dan perlindungan sarang-sarang penyu untuk meningkatkan jumlah tukik.
  • Peningkatan kapasitas untuk masyarakat lokal.
  • Membangun kemitraan dengan masyarakat adat, pemerintah daerah, dan mitra konservasi.

 

Sebagai pengelola KKP, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi (DKP) Papua Barat berperan signifikan dalam mengawasi program-program yang dilaksanakan UNIPA. Oleh karena itu, pada 28 Mei 2021, di Aula DKP Papua Barat, UNIPA melaporkan hasil program di Jeen Womom selama tahun 2020. Tujuannya untuk menyampaikan capaian upaya perlindungan penyu dan program pendukung lainnya dalam evaluasi, audiensi, dan saran.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” css=”.vc_custom_1645510037682{margin-right: 30px !important;margin-left: 30px !important;}” z_index=””][vc_column][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1638939674086{padding-top: 20px !important;padding-bottom: 20px !important;}”][vc_column_inner width=”1/4″][vc_column_text]

Berita Lainnya

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_separator type=”normal” color=”#000000″ thickness=”1″][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”1583″ img_size=”500×290″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]

Lokakarya Pengelolaan Taman Pesisir (TP) Jeen Womom dalam Kewenangan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Barat dan Laporan Kegiatan Monitoring Penyu Belimbing

[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]

– Juli 4, 2019

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”3978″ img_size=”500×210″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]

Kunjungan Ke Pantai Peneluran Penyu Belimbing Dan Pertemuan Dengan Bupati Tambrauw

[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]

– Juli 4, 2019

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”2003″ img_size=”500×290″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]

Pertemuan Triwulan Peningkatan Kapasitas UPTD Taman Pesisir Jeen Womom

[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_empty_space height=”20px”][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]

Sinus Keroman dan Yosua Kocu – Agustus 1, 2019

[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][/vc_column][/vc_row]

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten

Pertemuan Triwulan Peningkatan Kapasitas UPTD Taman Pesisir Jeen Womom

[vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” css=”.vc_custom_1634793780439{padding-right: 85px !important;padding-left: 85px !important;}” z_index=””][vc_column][vc_row_inner row_type=”row” use_as_box=”use_row_as_box” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1634793849500{padding-top: 20px !important;}”][vc_column_inner][vc_column_text]

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) adalah salah satu lembaga pemerintahan yang menangani kegiatan konservasi penyu belimbing di Taman Pesisir (TP) Jeen Womom Kabupaten Tambrauw setelah pemberlakuan UU No 23 Tahun 2013. Peningkatan kapasitas Unit Pelaksana Teknis Dinas merupakan salah satu program dalam Blue Abadi Fund (BAF) Siklus 2 yang diajukan oleh Tim UNIPA dalam rangka mendukung kegiatan upaya perlindungan penyu belimbing. Bentuk kegiatan yang dilakukan untuk mendukung kegiatan perlindungan penyu adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat dan membangun hubungan kerjasama dengan para mitra yang berkepentingan demi mengembangkan kawasan konservasi penyu belimbing di Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat.

[/vc_column_text][vc_column_text css=”.vc_custom_1561462871854{border-top-width: 0px !important;padding-top: 0px !important;}”][/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1634793901071{padding-top: 20px !important;}”][vc_column_inner width=”1/2″][vc_single_image image=”2003″ img_size=”500 x 400″ alignment=”center” onclick=”link_image” qode_css_animation=””][vc_column_text]

Foto : Tim Abun Humas

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/2″][vc_column_text]

Kegiatan ini di lakukan pada hari Selasa, 19 Maret 2019, bertempat di Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Papua Manokwari. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 20 orang peserta yang berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Tambrauw, Unit Pelaksana Teknis Dinas Taman Pesisir, Jeen Womom, Yayasan WWF Indonesia, UNIPA, Starling Recources dan Loka PSPL Sorong.

Tim UNIPA melalui Manajemen Fitryanti Pakiding, Ph.D telah melakukan kegiatan monitoring penyu dan pemberdayaan masyarakat di kawasan konservasi penyu belimbing juga mempunyai komitmen untuk meningkatkan kapasitas UPTD TP Jeen Womom. UPTD TP Jeen Womom mempunyai kewenangan pengelolaan kawasan konservasi diharapkan nantinya dapat memajukan pengembangan pengelolaan kawasan yang mandiri dan berinovatif serta berdaya saing. Bentuk kegiatan yang dilakukan untuk peningkatan kapasitas UPTD bersama mitra kerja antara lain penyusunan struktur organisasi UPTD, penyusunan SOP-SOP tentang pengelolaan keuangan, monitoring penyu dan aset.

[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text css=”.vc_custom_1638244560655{padding-top: 20px !important;}”]

Tujuan pertemuan tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan pengelolaan kawasan TP Jeen Womom serta update kegiatan UPTD TP Jeen Womom (tentang hambatan dan kendala, serta program kerja Tahun 2019). Selain itu, dengan adanya pertemuan secara rutin, dimaksudkan untuk mengetahui kemajuan proses pembentukan kelembagaan UPTD di tingkat provinsi dan mereview secara bersama Satuan Operasional Prosedur (SOP) yang telah disusun oleh masing-masing mitra BHS (Birds Head Seascape) serta menyusun rencana kerja dan mekanisme pendampingan UPTD TP Jeen Womom Tahun 2019.

Dalam kegiatan ini telah menyepakati bersama bahwa para mitra akan mendorong  UPTD melalui pertemuan rutin dan melibatkan UPTD dalam kegiatan para mitra seperti pelatihan monitoring penyu belimbing dan pengelolaan keuangan dan pengelolaan aset. Sedangkan UPTD mempunyai program kerja Tahun 2019 diantaranya, kegiatan sosialisasi pembentukan UPTD, tujuan pembentukan, tugas dan fungsinya UPTD, serta melakukan monitoring penyu di Jeen Yessa pada musim peneluran Mei-Oktober 2019.

Kegiatan-kegiatan tersebut telah dibagi berdasarkan program kerja masing-masing mitra dan pertemuan berikutnya akan mereview bersama. Dalam pertemuan  ini juga menyepakati bersama bahwa UPTD TP Jeen Womom adalah tipe B walau pun dalam Surat Keputusan (SK) Menteri adalah Tipe A. Pertimbangan perubahan tipe A menjadi tipe B adalah UPTD TP Jeen Womom belum memiliki sumberdaya manusia yang memadai dan belum berjalan secara efektif.

Kegiatan pertemuan  ini dibuka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tambrauw- Linderd Rouw, S.ST dan ditutup oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat- Jakobus Ayomi, M.Si. Kegiatan ini didanai Blue Abadi Fund (BAF) melalui Yayasan KEHATI.

(Oleh : Sinus Keroman dan Yosua Kocu)

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” css=”.vc_custom_1638244315047{padding-right: 85px !important;padding-left: 85px !important;}” z_index=””][vc_column][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1638244325450{padding-top: 20px !important;padding-bottom: 20px !important;}”][vc_column_inner width=”1/4″][vc_column_text]

Berita Lainnya

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_separator type=”normal” color=”#000000″ thickness=”1″][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”1583″ img_size=”500×290″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]

Lokakarya Pengelolaan Taman Pesisir (TP) Jeen Womom dalam Kewenangan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Barat dan Laporan Kegiatan Monitoring Penyu Belimbing

[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]

– Juli 4, 2019

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”3978″ img_size=”500×210″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]

Kunjungan Ke Pantai Peneluran Penyu Belimbing Dan Pertemuan Dengan Bupati Tambrauw

[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]

– Juli 4, 2019

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”3978″ img_size=”500×210″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]

Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw dengan Universitas Papua dalam Upaya Konservasi Penyu Belimbing di Abun

[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]

– Juli 4, 2019

[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][/vc_column][/vc_row]

Kategori
Hubungan Publik Pemerintah Daerah Kabupaten Konservasi Penyu Belimbing Diseminasi

Lokakarya Pengelolaan Taman Pesisir (TP) Jeen Womom dalam Kewenangan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Barat dan Laporan Kegiatan Monitoring Penyu Belimbing

[vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” css=”.vc_custom_1634640451588{padding-right: 85px !important;padding-left: 85px !important;}” z_index=””][vc_column][vc_row_inner row_type=”row” use_as_box=”use_row_as_box” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1634640352657{padding-top: 20px !important;}”][vc_column_inner][vc_column_text]

Selasa, 17 Oktober 2017, bertempat di Aula Kantor Bupati Tambrauw dan melalui Pemerintah Kabupaten Tambrauw yang didukung oleh WWF telah dilaksanakan kegiatan lokakarya. Lokakarya tersebut adalah Lokakarya Pengelolaan Taman Pesisir (TP) Jeen Womom dalam Kewenangan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua  Barat dan Laporan Kegiatan Monitoring Penyu Belimbing. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membahas rencana pengeloaan Taman Pesisir Jeen Womom sebagai pantai peneluran satwa dilindungi yaitu Penyu  Belimbing secara khusus dan jenis penyu lainnya serta penyampaian laporan hasil kegiatan Monitoring Penyu di Distrik Abun.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kabupaten Tambrauw.  Dalam  sambutannya Bupati menyampaikan bahwa dengan menggunakan  APBD  Kabupaten Tambrauw telah dibuat jalan untuk beberapa tempat yang sulit diakses dan masih terus dikerjakan. Perencanaan Bupati untuk mempermudah akses menuju pantai peneluran maka akan dibangun jalan hingga ke pantai dan kampung-kampung sekitar yang terdekat. Harapannya dengan tersedia jalan dapat membantu masyarakat dalam hal pemasaran hasil kebun dan kerajinan tangan milik masyarakat di kampung setempat, hingga dapat membantu keuangan keluarga. Bupati juga menyampaikan bahwa jalan raya akan dibangun dengan radius 2-6 km dari bibir pantai sehingga tidak mengganggu aktivitas peneluran penyu.

[/vc_column_text][vc_column_text css=”.vc_custom_1561462871854{border-top-width: 0px !important;padding-top: 0px !important;}”][/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1634640514143{padding-top: 20px !important;}”][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”1586″ img_size=”500 x300″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_column_text]

Foto : Tim Abun Pemberdayaan

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”1583″ img_size=”500 x300″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_column_text]

Foto : Tim Abun Pemberdayaan

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”1584″ img_size=”500 x300″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_column_text]

Foto : Tim Abun Pemberdayaan

[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_column_text css=”.vc_custom_1638158220418{padding-top: 20px !important;}”]

Pada Lokakarya tersebut terdapat beberapa materi yang secara berurutan dipresentasikan antara lain: Rencana Pengelolaan Taman Pesisir Jeen Womom setelah UU No. 23 Tahun 2014, yang disampaikan oleh Bastian Wanma dari Dinas Kelauatan dan Perikanan Provinsi Papua Barat; Laporan Monitoring Penyu, oleh Hadi Ferdinandus dari WWF; Konservasi Penyu secara Holistik di Distrik Abun, oleh Fitriyanti Pakiding dan William Iwanggin dari Divisi Pembangunan Berkelanjutan LPPM UNIPA; dan Pengembangan kepariwisataan kawasan pesisir Jeen Womom Distrik Abun melalui Revitalisasi Forum Kolaborasi Konservasi Kabupaten Tambrauw Papua Barat, yang disampaikan oleh Asisten II Kabupaten Tambrauw.

Pada lokakarya tersebut juga dihasilkan beberapa keputusan diantaranya: 1) Dengan terbitnya UU No. 23 tahun 2014, maka UPTD Jeen Womom yang telah dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Tambrauw akan dijalankan oleh pemerintah Provinsi Papua Barat; 2) UPTD Jeen Womom bertanggung jawab terhadap semua upaya yang dilakukan oleh semua lembaga yang berkontibusi  terhadap  upaya  pelestarian  penyu dan pengembangan masyarakat  di Taman Pesisir Jeen Womom untuk itu perlu disediakan kantor sementara UPTD untuk pelaksaan operasional UPTD; 3) WWF dan UNIPA bersedia mendukung UPTD Jeen Womom melalui penyediaan data, pengembangan sumberdaya manusia dan upaya pelestarian penyu. Khusus untuk dukungan dari YPLI  menunggu  keputusan  dari  Pimpinan  YPLI; 4) Disarankan untuk UPTD Jeen Womom segera membuat pertemuan antara tiga lembaga yang bekerja di Jeen Womom guna mensikronkan data dan informasi serta menyepakati metodologi yang  digunakan agar data dan informasi yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan; 5)Upaya pengelolaan Jeen Womom tidak hanya dititik beratkan pada sektor konservasi penyu belimbing tetapi harus dapat memberikan kontribusi secara ekonomis kepada masyarakat yang hidup disekitar pantai Jeen Womom; 6) Lembaga-lembaga yang bekerja di Pantai Jeen Womom wajib melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, distrik, kabupaten dan UPTD; 7) Perlu ada kajian terkait pelestarian dan pengembangan penyu agar digunakan sebagai materi dipahami bagi masyarakat yang bermukim di sekitar Taman Pesisir Jeen Womom maupun masyarakat dari luar Pantai Jeen Womom agar tidak memanfaatkan daging dan telur penyu.

Akhirnya kami berharap, untuk pertemuan penting  seperti  ini  dapat  diundang  dan  dihadiri oleh lebih banyak pihak yang memiliki kepedulian dan dedikasi yang tinggi terhadap Konservasi Penyu.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” css=”.vc_custom_1638157861663{padding-right: 85px !important;padding-left: 85px !important;}” z_index=””][vc_column][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1638157874767{padding-top: 20px !important;padding-bottom: 20px !important;}”][vc_column_inner width=”1/4″][vc_column_text]

Berita Lainnya

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_separator type=”normal” color=”#000000″ thickness=”1″][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”3978″ img_size=”500×210″ qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]

Kunjungan Ke Pantai Peneluran Penyu Belimbing Dan Pertemuan Dengan Bupati Tambrauw

[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]

– Juli 4, 2019

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”3978″ img_size=”500×210″ qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]

Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw dengan Universitas Papua dalam Upaya Konservasi Penyu Belimbing di Abun

[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]

– Juli 4, 2019

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”2003″ img_size=”500×290″ qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]

Pertemuan Triwulan Peningkatan Kapasitas UPTD Taman Pesisir Jeen Womom

[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]

Sinus Keroman dan Yosua Kocu – Agustus 1, 2019

[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][/vc_column][/vc_row]