Kategori
Monitoring Sosial Training

Pengalaman Mengikuti Pelatihan Pilot Drone dan Drone Mapping yang dilaksanakan oleh CI Indonesia dan BBTNTC

Pengalaman Mengikuti Pelatihan Pilot Drone dan Drone Mapping yang dilaksanakan oleh CI Indonesia dan BBTNTC

Tanggal

4 Maret 2022

Penulis

Noviyanti & Habema Monim

Selamat Pagi Ibu, Bema sudah menyelesaikan pelatihan dengan sangat baik. Dia sudah mendapatkan sertifikat dari APDI (Asosiasi Pilot Drone Indonesia) dan sudah terdaftar di DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara) Kemenhub. Sekarang dia juga sudah bisa mengolah data drone menjadi peta bu.

Pesan di atas kami terima melalui WhatsApp grup yang diteruskan oleh pimpinan kami, ibu Fitry, untuk kami semua di Program Sains untuk Konservasi. Kami sangat senang menerima kabar baik ini. Satu lagi keahlian baru yang diterima oleh rekan kerja kami. Bagi kami, pencapaian rekan kerja kami adalah sebuah pencapaian dalam tim kami. Berikut adalah wawancara singkat dengan rekan kerja kami, Habema Monim, yang biasa kami panggil “Bema”.

Trainer, Pak Zulfikar, saat menyerahkan sertifikat pelatihan pilot drone dan drone mapping kepada Bema

Boleh cerita sedikit tentang pelatihan ini? Penyelenggaranya dari mana, kapan dan di mana diadakan, siapa saja pesertanya dan hal apa saja yang dipelajari?
Penyelenggara kegiatan ini adalah Conservation International (CI) Indonesia yang berkolaborasi dengan Balai Besar Taman Nasional Cenderawasih (BBTNTC) yang mendatangkan para trainer dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) dan Papua Mapping Center. Kegiatan dilakukan di Manokwari mulai pada tanggal 12 – 17 Februari 2002. Pesertanya adalah staf CI Indonesia, staf BBTNTC dan staf Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA. Kami belajar cara menerbangkan drone yang baik dengan mematuhi peraturan menerbangkan drone untuk para pemula dan amatir, dan bagaimana memanfaatkan drone dalam memetakan suatu wilayah.

Apakah ada hal baru yang menarik dipelajari?
Ada, akhirnya saya bisa menerbangkan drone setelah sekian lama penasaran. Akhirnya rasa penasaran bisa tercapai! Selain belajar memetakan wilayah dengan drone kami juga diajarkan teknik mengambil footage video yang bagus karena ini sudah yang saya inginkan, bisa mengambil foto maupun video menggunakan drone.

Bagaimana rasanya ketika pertama kalinya bisa mengolah data dari foto drone menjadi sebuah peta?
Sangat senang sekali walau memang untuk mempelajari ini agak sulit bagi saya karena sebelumnya saya belum pernah membuat peta apa lagi menggunakan foto drone lalu diolah menjadi sebuah peta. Kami sangat beruntung karena para trainer, yaitu pak Zulfikar Mardiyadi dkk, sangat professional dalam bidang ini dan mereka memandu dengan sangat baik.

Apa saja tantangan yang Bema alami ketika mengikuti pelatihan ini?
Tantangan pertama adalah rasa gugup pada saat pertama kali menerbangkan drone, apa lagi pada saat ujian. Kami diharuskan menerbangkan drone tanpa menggunakan mode GPS, sebaliknya kami diminta menggunakan mode ATTI. Mode ATTI adalah singkatan dari Mode Atitude. Keahlian ini wajib kami kuasai karena Mode ATTI akan sangat menolong pengoperasian drone secara manual ketika tidak ada sinyal GPS. Sangat sulit mempertahankan drone stabil, pada saat drone terbang dengan mode ATTI harus tetap fokus agar drone yang diterbangkan tidak keluar dari jalur lintasan ujian yang berbentuk angka 8.
Yang kedua adalah mengolah foto drone menjadi sebuah peta yang sebelumnya hanya penasaran dan sekarang kami dilatih untuk mengolah sendiri. Saya merasa sangat tertantang. Untuk keahlian ini, saya berharap bisa mengikuti pelatihan tambahan lagi karena saya masih ingin belajar banyak hal.

Apa manfaat pelatihan ini bagi karir Bema ke depan dan bagi pekerjaan di bidang konservasi?
Yahhh kalo untuk karir ke depan pastinya saya ingin berkontribusi bagi dunia konservasi seperti yang dilakukan oleh teman-teman pegiat konservasi lainnya, khususnya dalam hal memanfaatkan drone untuk mendukung upaya konservasi di lapangan.

Setelah mengikuti pelatihan ini, apa ada harapan Bema bagi penyelenggara pelatihan?
Harapan saya, yah ingin belajar lagi membuat peta menggunakan drone karena memang saya rasa masih perlu belajar banyak lagi mengenai pemetaan ini. Oh iya, kalo ada teman-teman kantor yang ingin belajar drone, saya bisa ajar sedikit-sedikit… tapi jangan lupa selesai belajar traktir makan… hahaha..

Bema berfoto dengan sertifikat drone dan foto dronenya setelah selesai pelatihan

Bema menerima sertifikat pilot drone dari APDI

Bema menerima sertifikat pilot drone dari APDI

61 tanggapan untuk “Pengalaman Mengikuti Pelatihan Pilot Drone dan Drone Mapping yang dilaksanakan oleh CI Indonesia dan BBTNTC”

Komentar ditutup.