Kategori
New Template Outreach - Inovasi Kegiatan Penjangkauan Masyarakat

Lebih dari Penanda Waktu: Kalender sebagai Media Edukasi Konservasi Laut Papua

Lebih dari Penanda Waktu: Kalender sebagai Media Edukasi Konservasi Laut Papua

Penulis

Liana Mongdong

Tanggal

30 Agustus 2025

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Papua (LPPM UNIPA) melakukan diseminasi informasi yang didesain dalam bentuk kalender kepada pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat umum di Kota Sorong serta Kabupaten Raja Ampat pada bulan Agustus 2025. Informasi yang dimuat dalam kalender tersebut berupa data hasil monitoring ekologi dan sosial-ekonomi pada tahun 2019 hingga 2022 di wilayah Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Raja Ampat. Kalender ini juga menampilkan hasil kegiatan pemantauan penyu, perlindungan sarang, dan pemberdayaan masyarakat di Taman Pesisir Jeen Womom pada tahun 2024.

Seluruh data monitoring sosial-ekonomi, ekologi, penyu, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut merupakan bagian dari aktivitas Program Sains untuk Konservasi yang dilaksanakan oleh LPPM UNIPA bersama mitra konservasi di Bentang Laut Kepala Burung Papua. Meskipun dibagikan pada bulan Agustus 2025, kalender ini tetap relevan karena berlaku untuk periode Juli 2025 hingga Juni 2026.

Diseminasi di SMA N 3 Sorong
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Diseminasi di Wilayah Raja Ampat
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Mengapa kalender? 

Kalender dipilih sebagai salah satu produk diseminasi karena memiliki banyak keunggulan:

1. Fungsi praktis

Kalender digunakan oleh semua kalangan untuk mencatat tanggal, acara, maupun pengingat penting. Karena bermanfaat untuk digunakan sehari-hari, orang cenderung menyimpannya dan menggunakannya sepanjang tahun.

2. Desain informatif dan menarik

Kalender tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu, tetapi juga dapat dikemas dengan gambar serta informasi edukatif yang menarik perhatian.

3. Mudah terlihat dan bertahan lama

Kalender bisa dicetak dalam berbagai ukuran dan biasanya ditempel di dinding atau diletakkan di meja. Berbeda dengan brosur atau pamflet yang mudah terselip atau terbuang, kalender akan terus terlihat dan memberi pesan berulang kepada penggunanya.

Informasi kalender bulan Juli 2025
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Liana Mongdong)

Informasi kalender bulan Agustus 2025
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Liana Mongdong)

Penasaran? Yuk, kita lihat isinya!

1. Fakta mengagumkan di lembar pertama

Pada lembar pertama tersaji informasi tentang Bentang Laut Kepala Burung Papua, seperti luasnya kawasan konservasi laut, hamparan terumbu karang yang menjadi bagian penting dari total karang dunia, hingga kehidupan masyarakat pesisir dengan keragaman suku dan bahasa. Lautnya menjadi rumah bagi ratusan jenis ikan, berbagai spesies paus dan lumba-lumba (cetacea), serta penyu yang setiap tahun datang untuk bertelur.

2. Peta kawasan konservasi

Lembar kedua menampilkan peta Bentang Laut Kepala Burung Papua. Dari peta ini, terlihat sebaran wilayah perlindungan, dari pesisir hingga laut lepas, yang semuanya berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem.

3. Manfaat konservasi laut

Lembar ketiga menjelaskan manfaat kawasan konservasi: menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati (manfaat ekologis), memperkuat hubungan sosial masyarakat pesisir, hingga mendukung ekonomi berkelanjutan, seperti perikanan ramah lingkungan dan ekowisata.

4. Tantangan menjaga laut

Lembar keempat menguraikan kondisi lingkungan serta aktivitas merugikan dari manusia yang berpengaruh terhadap kesehatan laut. Dengan memahami keduanya, kita dapat merancang langkah-langkah tepat agar laut tetap sehat dan produktif.

5. Kegiatan lapangan

Lembar kelima hingga kedua belas menampilkan dokumentasi kegiatan nyata di lapangan, antara lain:

  • Hasil monitoring ekologi pada beberapa area di KKP Raja Ampat
  • Hasil survei kesejahteraan masyarakat pada beberapa area di KKP Raja Ampat
  • Hasil monitoring ekologi pada SAP Waigeo Sebelah Barat
  • Upaya konservasi penyu belimbing yang holistik di Taman Pesisir Jeen Womom

Informasi kalender bulan September 2025
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Liana Mongdong)

Informasi kalender bulan Oktober 2025
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Liana Mongdong)

Semua ini menjadi bukti nyata bahwa konservasi tidak hanya tentang menjaga alam, tetapi juga membangun keberlanjutan hidup masyarakat. Kalender ini lebih dari sekadar penanda waktu. Ia adalah jendela pengetahuan dan pengingat tentang pentingnya menjaga laut serta kehidupan yang bergantung padanya. Setiap lembar membuka wawasan baru, setiap gambar dan cerita mengajak kita untuk peduli.

Informasi kalender bulan Desember 2025
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Liana Mongdong)

Informasi kalender bulan Juni 2026
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Liana Mongdong)

Di samping itu, kalender ini diharapkan menjadi pengingat sehari-hari bahwa konservasi adalah tanggung jawab bersama agar laut tetap lestari, habitat penyu terpelihara, dan generasi mendatang dapat menikmati kekayaan alam Papua.

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Kategori
Outreach Outreach - Inovasi Kegiatan Penjangkauan Masyarakat

Petualangan Seru di Sekolah Alam S4C

Petualangan Seru di Sekolah Alam S4C

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/dimulainya-kembali-kegiatan-pemantauan-penyu-di-teluk-huon-papua-new-guinea” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/dimulainya-kembali-kegiatan-pemantauan-penyu-di-teluk-huon-papua-new-guinea” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/dimulainya-kembali-kegiatan-pemantauan-penyu-di-teluk-huon-papua-new-guinea” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Tanggal

25 Juli 2024

Penulis

Michael Tuhuteru

Tanggal

25 Juli 2024

Penulis

Michael Tuhuteru

Selama 5 hari penuh kegembiraan, 5 anak sekolah dasar dari berbagai kelas berkumpul di Sekolah Alam Science for Conservation untuk mengalami pengalaman belajar yang luar biasa. Kegiatan ini diselenggarakan dari tanggal 08-12 Juli 2024.  Mereka diajak untuk menjelajahi alam, belajar dari lingkungan sekitar, dan mengembangkan keterampilan hidup yang berharga.

🍃 Hari 1: Kehidupan Bawah Laut 🍃
Anak-anak memulai petualangan mereka dengan mengenal dasar-dasar keanekaragaman hayati. Mereka belajar mengenali berbagai jenis hewan laut, serta memahami pentingnya menjaga terumbu karang bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

Yusup mengajar ke siswa Sekolah Alam tentang pentingnya terumbu karang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mike)

Yusup mengajar ke siswa Sekolah Alam tentang hewan-hewan laut yang berbahaya
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mike)

🏞️ Hari 2: Sampah yang harus dicegah 🏞️
Dengan bimbingan para mentor/pengajar, anak-anak diajarkan cara membedakan sampah organik dan anorganik, dan juga aktivitas membuat kompos dari sampah organik. Kami juga mengumpulkan sampah yang ada di sekitar lokasi acara, guna menanamkan rasa cinta kebersihan kepada anak-anak. Mereka juga dengan antusias menggali tanah, menanam bibit kangkung, dan menyiram tanaman sambil mempelajari pentingnya pertanian organik.

Belajar membuat kompos

Kartika mengajar ke siswa Sekolah Alam tentang cara membuat kompos dari bahan organik
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Prisca)

Sekolah alam hari ke 3

Anak-anak berpose dengan botol daur ulang yang disulap jadi pot untuk tanaman.
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Prisca)

🌊 Hari 3: Sampah akan kemana kalau dibuang sembarangan ? 🌊
Kegiatan hari ketiga penuh dengan jalan-jalan seru! Anak-anak diajak berkeliling kota untuk melihat kemana sih sampah kita akan dibuang ? Dimulai dari melihat TPS hingga menuju ke TPA. Mereka juga sempat melihat sampah yang dibuang ke dalam got, dan menimbulkan banjir dan juga sampah yang mengalir kelaut yang dapat membahayakan hewan laut yang memakan sampah tersebut.

Siswa Sekolah Alam diajak ke Tempat Pembuangan Akhir Manokwari

Anak-anak Sekolah Alam diajak mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir sampah yang ada di Manokwari
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Prisca)

🔥 Hari 4: Alat tangkap ikan 🔥
Anak-anak belajar memahami asal dari ikan yang mereka konsumsi. Pengenalan tentang alat tangkap yang biasa digunakan untuk menangkap ikan, dan membedakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan tidak. Anak-anak juga diajar untuk menangkap ikan secukupnya saja dan tidak berlebihan demi keberlangsungan ekosistem.

🎨 Hari 5: Seni dari Alam 🎨
Petualangan diakhiri dengan membahas kembali materi yang didapat dari hari pertama sampai dengan hari keempat. Selain itu juga ada aktivitas bermain clay dough/ lilin, dimana dibutuhkan kreativitas dari anak-anak untuk berimajinasi untuk membuat bentuk kesukaan mereka. Selain itu juga anak-anak diberikan hadiah atas keaktifan mereka dalam menjawab, bertanya, dan sikap mereka selama mengikuti kegiatan sekolah alam ini. Semuanya tercatat di papan score board.

Kegiatan Sekolah Alam ini tidak hanya untuk belajar, tetapi mereka juga mengembangkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap alam. Semoga pengalaman ini memberikan kenangan indah dan pembelajaran berharga yang akan mereka bawa sepanjang hidup.

Sekolah alam hari ke 4

Peserta Sekolah Alam diajar oleh Bernadus untuk mengetahui alat tangkap yang ramah lingkungan
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Prisca)

Siswa diberikan hadiah atas keakftifan mereka di Sekolah Alam

Anak-anak berfoto dengan hadiah yang diberikan atas keaktifan mereka di Sekolah Alam
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Prisca)

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/dimulainya-kembali-kegiatan-pemantauan-penyu-di-teluk-huon-papua-new-guinea” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/dimulainya-kembali-kegiatan-pemantauan-penyu-di-teluk-huon-papua-new-guinea” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/dimulainya-kembali-kegiatan-pemantauan-penyu-di-teluk-huon-papua-new-guinea” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Ikuti Survei

Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Kategori
Outreach - Inovasi Kegiatan Penjangkauan Masyarakat

Sekolah Alam Virtual Balik Lagi dengan Tema yang Fresh!

Sekolah Alam Virtual Balik Lagi dengan Tema yang Fresh!

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/sekolah-alam-virtual-balik-lagi-dengan-tema-yang-fresh” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/sekolah-alam-virtual-balik-lagi-dengan-tema-yang-fresh” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/sekolah-alam-virtual-balik-lagi-dengan-tema-yang-fresh” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Tanggal

14 Maret 2024

Penulis

Jane Lense

Tanggal

14 Maret 2024

Penulis

Jane Lense

Hallo Sobat Lestari!

Sekolah Alam Virtual (SAV) hadir kembali di tahun 2024 dengan seri terbaru! Kalau seri kemarin kita diajak untuk melihat keindahan laut, manfaat laut untuk manusia, serta peran manusia untuk menjaga lingkungan laut, di SAV seri terbaru kali ini kami mengangkat tema “Berbagi Cerita Penyu di Taman Pesisir Jeen Womom” yang tidak kalah seru dan menarik, lho!

Melalui platform Zoom dan Youtube, kami bersama para sobat SAV yang hadir dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dan dari berbagai kelompok umur, serta latar belakang yang berbeda-beda, bertemu secara virtual dan belajar banyak dari (para) narasumber yang hebat dengan materi serta cerita yang menarik terkait penyu dan upaya perlindungan yang dilakukan di TP Jeen Womom.

Episode pertama SAV di seri yang baru ini dimulai dengan topik “Mengenal Taman Pesisir Jeen Womom dan Kegiatan Pemantauan Penyu” yang berlangsung pada tanggal 16 Februari 2024. Narasumber pada episode pertama ini adalah Kaka Yusup Jentewo, yang adalah tim konservasi pada Program Development Assistant di Program Sains untuk Konservasi (S4C), LPPM Unipa.

Pemaparan materi oleh narasumber
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Pemenang kuis SAV episode pertama
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Tonny)

Kaka Yusup mengajak kita “jalan-jalan” ke Taman Pesisir Jeen Womom dan melihat aktivitas pemantauan penyu dan perlindungan sarang yang dilakukan oleh tim S4C LPPM Unipa bersama dengan masyarakat lokal disana, yang dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk memulihkan dan melestarikan populasi penyu. Lewat materi yang dibagikan oleh Kaka Yusup, sobat SAV jadi tahu kalau lokasi TP Jeen Womom yang berada di Kabupaten Tambrauw itu terbagi menjadi 2 pantai besar, yaitu Pantai Jeen Yessa dan Pantai Jeen Syuab.

Sobat SAV juga mendapat suatu fakta menarik dari materi yang disampaikan oleh Kaka Yusup, kalau Taman Pesisir Jeen Womom menjadi lokasi pantai peneluran penyu belimbing terbesar di Pasifik Barat, lho! Namun, sayangnya populasi penyu belimbing di TP Jeen Womom sudah menurun sejak tahun 1980an. Dengan adanya SAV ini, kita bisa tahu bersama-sama status populasi penyu karena adanya tim yang melakukan pendataan dan pemantauan aktivitas peneluran penyu di TP Jeen Womom. Sobat SAV yang ketinggalan episode pertama kemarin atau ingin menonton ulang SAV kemarin, bisa nonton lagi di sini!

Sekolah Alam Virtual ini seperti yang sudah dilakukan di seri sebelumnya, akan berlanjut dengan episode-episode lain yang baru, pada tema yang masih sama yaitu “Berbagi cerita penyu”, dengan topik-topik yang menarik seperti: a) Perlindungan sarang penyu dan penelitian di TP Jeen Womom; b) Bagaimana kami mengevaluasi sarang penyu di TP Jeen Womom?; c) Sejarah TP Jeen Womom dan bagaimana wisata edukasi di TP Jeen Womom. Jangan lewatkan SAV episode yang akan datang dan pantau terus informasinya di sosial media kami ya!

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/sekolah-alam-virtual-balik-lagi-dengan-tema-yang-fresh” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/sekolah-alam-virtual-balik-lagi-dengan-tema-yang-fresh” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/sekolah-alam-virtual-balik-lagi-dengan-tema-yang-fresh” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Ikuti Survei

Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Kategori
Outreach - Inovasi Kegiatan Penjangkauan Masyarakat

POV Pembi: Si Penyu Belimbing yang Hidup di Laut yang Sehat

POV Pembi: Si Penyu Belimbing yang Hidup di Laut yang Sehat

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/pov-pembi-si-penyu-belimbing-yang-hidup-laut-yang-sehat” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/pov-pembi-si-penyu-belimbing-yang-hidup-laut-yang-sehat” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/pov-pembi-si-penyu-belimbing-yang-hidup-laut-yang-sehat” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Tanggal

13 Maret 2024

Penulis

Abigail Lang

Tanggal

13 Maret 2024

Penulis

Abigail Lang

Ada 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau biasa dikenal SDGs yang dicetus sejak tahun 2015 oleh Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dari 17 tujuan tersebut kami mengambil tema ke 14 yaitu “Kehidupan di bawah laut” / “Life Below Water”. Mengakhiri tahun 2023 yang lalu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Papua mengadakan kegiatan Sekolah Alam Virtual (SAV) dengan seri Life Below Water. Kegiatan ini dapat diikuti oleh peserta dari seluruh pulau Sabang-Merauke.

Kami memperkenalkan tokoh animasi yang kami beri nama Pembi (singkatan dari Penyu Belimbing yang merupakan salah satu hewan yang tertua di dunia yang memainkan peran penting dalam ekosistem laut). Melalui video yang ditambahkan tokoh Pembi, tim kami di S4C ini, kami melihat adanya kesempatan untuk dapat membagikan pengetahuan sains secara sederhana, yang dapat diterima di semua kalangan dengan menargetkan anak-anak hingga orang dewasa. Selain video edukasi, kami menciptakan nuansa asyik dengan mempelajari kehidupan bawah laut secara runut yang dibagi ke dalam 5 episode.

Penyampaian materi SAV Episode 2
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Tokoh Pembi

Tokoh Animasi Pembi: Penyu Belimbing
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Secara singkatnya melalui tokoh Pembi, kami memberikan gambaran sudut pandang seekor tukik penyu belimbing yang bercerita secara holistik tentang pentingnya laut dalam kehidupan manusia maupun makhluk hidup di sekitarnya. Melihat dari aktivitas manusia seperti pembuangan sampah sembarangan, polusi udara yang drastis dan overfishing saat ini laut telah rusak sehingga berdampak terhadap ekosistem laut. Untuk menjaga laut, diperlukan tindakan berkelanjutan seperti pelestarian sumber daya laut, pengurangan limbah plastik dan penerapan kebijakan yang mendukung hal tersebut. Di sini, peran pemerintah sangat penting dalam menegakkan regulasi ketat serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

Dalam kegiatan ini kami mengundang narasumber yang memiliki pengalaman terkait dengan bidang mereka masing-masing tentang kondisi laut. Narasumber yang kami undang umumnya bekerja di wilayah Papua dan Sulawesi. Kesadaran tentang pentingnya laut ternyata tidak hanya dari penggiat konservasi ataupun dari instansi saja, namun dari kalangan yang memiliki latar belakang pendidikan/pekerjaan yang berbeda. SAV ini kami lakukan mulai dari promosi di beberapa platform sosial media, kemudian peserta melakukan pendaftaran melalui Google form, sampai pada hari kegiatannya melalui Zoom dan live stream YouTube.

EpisodeJudul SAVNarasumberAsal InstitusiLink YoutubeWaktu
1Apa gunanya laut untuk kita?Deasy N LontohLPPM UNIPAJumat, 6 Oktober 2023
2Benarkah laut kita sedang rusak?Ratna N KuswaraFFI - Site Tanah PapuaJumat, 27 Oktober 2023
3Apa akibatnya kalau laut kita rusak?Samuel L OpaInstitut Sains Teknologi Esa TrinitaJumat, 17 November 2023
4Apa yang bisa aku buat untuk laut?Toto R DarwintoKOMPAK (Komunitas Pecinta Alam dan Kemanusiaan)Jumat, 15 Desember 2023
5Apa pemerintah juga jaga laut kita?Rahel RandaDinas Kelautan dan Perikanan Papua BaratJumat, 26 Januari 2024

EpisodeJudul SAVNarasumberAsal InstitusiLink YoutubeWaktu
1Apa gunanya laut untuk kita?Deasy N LontohLPPM UNIPAJumat, 6 Oktober 2023
2Benarkah laut kita sedang rusak?Ratna N KuswaraFFI - Site Tanah PapuaJumat, 27 Oktober 2023
3Apa akibatnya kalau laut kita rusak?Samuel L OpaInstitut Sains Teknologi Esa TrinitaJumat, 17 November 2023
4Apa yang bisa aku buat untuk laut?Toto R DarwintoKOMPAK (Komunitas Pecinta Alam dan Kemanusiaan)Jumat, 15 Desember 2023
5Apa pemerintah juga jaga laut kita?Rahel RandaDinas Kelautan dan Perikanan Papua BaratJumat, 26 Januari 2024

Apabila Sobat Lestari tertarik membaca materi dalam SAV ini, Sobat Lestari bisa mengunduhnya di sini.

Post Test: Pemenang SAV Episode 1
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Penyampaian materi SAV Episode 5
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Rangkaian kegiatan SAV ini meliputi: pembukaan – pre test – video pembi – materi – post test dan terakhir yaitu ajakan untuk ke SAV berikutnya. Hasil dari kegiatan SAV untuk seri Life Below Water ini mendapat respon yang positif. Tujuan diadakannya pre-test dan post-test melalui media Kahoot, yaitu untuk melihat tingkat keberhasilan pengetahuan melalui materi yang disampaikan. Kami menyusun 4 pertanyaan mudah dan kami memberikan souvenir menarik untuk pemenang SAV yang mengikuti kegiatan kami!

Harapannya SAV ini dapat meningkatkan kesadaran tidak hanya dari penggiat, namun juga siapa saja yang bisa ikut terlibat dalam menjaga laut tetap dalam kondisi sehat.

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/pov-pembi-si-penyu-belimbing-yang-hidup-laut-yang-sehat” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/pov-pembi-si-penyu-belimbing-yang-hidup-laut-yang-sehat” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/pov-pembi-si-penyu-belimbing-yang-hidup-laut-yang-sehat” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Ikuti Survei

Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Kategori
Outreach - Inovasi Kegiatan Penjangkauan Masyarakat

SAV Hadir Kembali, Tetap Berkesan Meskipun Pandemi Sudah ‘Pergi’

SAV Hadir Kembali, Tetap Berkesan Meskipun Pandemi Sudah ‘Pergi’

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/sav-hadir-kembali-tetap-berkesan-meskipun-pandemi-sudah-pergi” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/sav-hadir-kembali-tetap-berkesan-meskipun-pandemi-sudah-pergi” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/sav-hadir-kembali-tetap-berkesan-meskipun-pandemi-sudah-pergi” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Tanggal

24 Oktober 2023

Penulis

Noviyanti

Tanggal

24 Oktober 2023

Penulis

Noviyanti

Sekolah Alam Virtual, atau yang biasa kami sebut SAV, hadir kembali! Kalau boleh jujur, sebenarnya pada awalnya tim kami agak ragu karena pandemi sudah berakhir. Kami kuatir peserta akan lebih sedikit dari SAV sebelumnya karena kebanyakan orang sudah tidak lagi beraktivitas di dalam rumah. Namun, kekuatiran tidak menghambat kami untuk berkreasi.

SAV pertama kalinya hadir secara virtual pada masa pandemi COVID-19. Pada masa itu, kami tim penjangkauan masyarakat yang biasanya bertugas melakukan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) kepada pelajar di wilayah Bentang Laut Kepala Burung (BLKB) Papua terpaksa menghentikan kegiatan kami karena pembatasan perjalanan dan larangan pemerintah untuk berkumpul. Namun, hambatan itu justru menghasilkan ide kreatif. Kami melakukan PLH melalui platform Zoom dan YouTube dan ada banyak sekali peserta dari seluruh Indonesia dan dari berbagai kelompok umur. Tidak hanya pelajar tetapi juga mahasiswa dan orang-orang yang sudah bekerja yang hadir menyaksikannya.

Pada masa pandemi kami menyuguhkan fakta-fakta menarik terkait mamalia laut, burung endemik papua, mamalia endemik papua, manfaat mereka bagi keberlangsungan ekosistemnya, serta mengajak peserta untuk turut melestarikan mereka di alamnya. Peserta yang hadir mengatakan mereka belajar banyak dari SAV ini. Kami yang bertugas menyiapkan SAV juga belajar banyak informasi baru dari para narasumber yang sangat ahli di bidang konservasi satwa-satwa ini. Oleh karena itu, setiap episodenya selalu dinantikan oleh para peserta SAV maupun oleh kami di Program Sains untuk Konservasi.

Pembi, maskot SAV, bercerita lewat video
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Materi presentasi SAV Episode 1
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Tahun ini, meskipun pandemi COVID-19 sudah berakhir, kami sangat senang karena pendonor kami, Blue Abadi Fund, membantu kami untuk kembali melaksanakan SAV. Kali ini kami membuat SAV menjadi lebih interaktif, bahkan kami membuat maskot SAV bernama Pembi! Pembi adalah tokoh virtual yang bercerita banyak hal tentang laut dari sisi seekor penyu yang hidup di laut melalui suara dan video pendek.

Ya! Pembi! Nama yang unik ini berasal dari singkatan Penyu Belimbing. Kami memilih hewan ini karena tim kami juga bekerja di Taman Pesisir Jeen Womom untuk pelestarian Penyu Belimbing di beberapa wilayah pantai peneluran di sana. Melalui Pembi, kami mengajak Sobat SAV mengenal keindahan laut serta manfaat laut untuk manusia. Pembi pertama kali kami perkenalkan pada episode pertama kami, tanggal 6 Oktober 2023. Episode pertama ini kami beri judul: Apa gunanya laut untuk kita?

Ibu Deasy Lontoh sebagai narasumber SAV Episode 1
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Setelah cerita dari Pembi, narasumber menambahkan informasi untuk peserta. Narasumber pada episode pertama ini adalah Kaka Deasy Lontoh. Kaka Deasy adalah peneliti penyu belimbing di tim kami. Pada episode pertama kemarin, kaka Deasy bercerita tentang ekosistem terumbu karang, mangrove, dan padang lamun, serta manfaat laut dalam menjaga iklim bumi agar tetap sehat. Jika Sobat SAV tertarik ingin melihat rekamannya, sobat SAV dapat menyimaknya di sini.

Kuis berhadiah pada SAV Episode 1 menggunakan kahoot!
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Kesan dan pesan peserta pada SAV Episode 1
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Pada episode-episode berikutnya kami akan mengangkat isu lainnya seperti: a) Benarkah laut kita sedang rusak?; b) Apa akibatnya kalau laut kita rusak?; c) Apa yang bisa aku buat untuk laut?; dan d) Apa pemerintah juga menjaga laut kita? Semua episode ini kami kemas ke dalam judul besar yang kami sebut Seri Life Below Water. Jika sobat SAV tertarik menyimak setiap episodenya, ikuti terus sosial media kami untuk mendapatkan informasi terkait jadwal SAV berikutnya di sini ya!

Tabel Asal Peserta SAV Episode 1

NoAsal PesertaJumlah Peserta
1Sumatera2
2Jawa12
3Kalimatan1
4Sulawesi3
5Papua24
6Maluku1
7Bali, NTB, NTT2

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/sav-hadir-kembali-tetap-berkesan-meskipun-pandemi-sudah-pergi” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/sav-hadir-kembali-tetap-berkesan-meskipun-pandemi-sudah-pergi” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/sav-hadir-kembali-tetap-berkesan-meskipun-pandemi-sudah-pergi” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Ikuti Survei

Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Kategori
Outreach - Inovasi Kegiatan Penjangkauan Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Menikmati event dalam pameran Produk Unggulan Sains untuk Konservasi di UNIPA

Menikmati event dalam pameran Produk Unggulan Sains untuk Konservasi di UNIPA

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/menikmati-event-dalam-pameran-produk-unggulan-sains-untuk-konservasi-di-unipa” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/menikmati-event-dalam-pameran-produk-unggulan-sains-untuk-konservasi-di-unipa” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/menikmati-event-dalam-pameran-produk-unggulan-sains-untuk-konservasi-di-unipa” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Tanggal

10 November 2022

Penulis

Abigail Lang, Federika Kondororik, Habema Monim

Tanggal

10 November 2022

Penulis

Abigail Lang, Federika Kondororik, Habema Monim

Dalam rangka Dies Natalis UNIPA yang ke 22, kami dari Program Sains untuk Konservasi (S4C) di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Papua (LPPM UNIPA) ikut berpartisipasi dalam pameran produk unggulan. Pameran ini berlangsung pada tanggal 1 & 2 November 2022 di Aula UNIPA. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan daya kreatif dan potensi yang dimiliki oleh setiap insan yang mengabdi pada Universitas Papua sehingga diharapkan dapat menghasilkan karya inovasi yang berguna kedepannya.

Dalam kesempatan ini kami menampilkan hasil-hasil kerjasama kami dengan masyarakat, pemerintah dan mitra konservasi. Selama kegiatan berlangsung, kami menjual produk-produk inovasi yang dibuat sendiri oleh masyarakat lokal Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw seperti; noken dan minyak lokal Abun. Minyak lokal Abun ini pada umumnya digunakan untuk keperluan seperti minyak pada umumnya, yaitu untuk memasak dan noken yang ditampilkan dengan gambar penyu serta gambar menarik lainnya. Pameran ini memiliki tujuan sesuai dengan judulnya yaitu: “Pameran Inovasi dan Produk Unggulan”.

Siswa SMA yang tertarik dengan noken yang dipajang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mike)

Mahasiswa yang tertarik melihat buku-buku
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mike)

Salah satu pengunjung yang membeli minyak kelapa
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mike)

Di samping itu, kegiatan ini tentunya tidak kalah menarik dengan program-program lainnya. Selain menjual produk inovasi, kami membagikan buku berjudul: Status dan Tren Sosial Masyarakat 2019 Jejaring Kawasan Konservasi Perairan BLKB 2010-2019, Profil Kampung 2010-2017 Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Profil Kampung 2010-2017 Teluk Mayalibit & Selat Dampier, dan banyak lainnya. Kami berharap penerima buku dapat membacanya dan menjadi acuan untuk keperluan studi ataupun informasi lainnya.

Di dalam stand kami juga memberikan informasi pengenalan alat selam (scuba) sebagai tambahan ilmu bagi pengunjung stand. Pengenalan alat selam ini kami sampaikan untuk melengkapi rasa penasaran pengunjung yang melihat video program monitoring ekologi.

Siswa SMA yang tertarik mendengar tentang pembahasan alat-alat selam
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mike)

Salah satu siswa SMK yang sedang mencoba menggunakan alat selam lengkap
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mike)

Pengetahuan dasar tentang penyu kami sampaikan dengan cara bermain ular tangga. Cara memainkan ular tangga ini sama saja seperti permainan ular tangga pada umumnya, namun ada banyak pertanyaan untuk meningkatkan wawasan pemain maupun informasi yang kami sampaikan tentang penyu, telur penyu, tukik dan apa saja ancaman dari manusia, ancaman dari lingkungan serta ancaman dari hewan yang sudah kami isi dalam beberapa kotak ular tangga. Pemenang dari permainan ini mendapatkan souvenir dari kami. Kami tak lupa menanyakan informasi baru apa saja yang mereka dapatkan ketika bermain. Kebanyakan pengunjung mengenal ancaman penyu di alam dari permainan ini.

Pada pagi hari kami mendapatkan kunjungan dari siswa SMA dari berbagai sekolah di Manokwari. Para mahasiswa dan orang dewasa kebanyakan hadir di siang hingga sore hari. Kami juga dikunjungi oleh para mahasiswa dari luar Papua, karena pada saat pelaksanaan kegiatan ada mahasiswa dari luar Papua yang sedang melaksanakan kegiatan Kampus Merdeka di UNIPA.

Siswa SMA yang asik bermain permainan ular tangga
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mike)

Mahasiswa yang asik menikmati permainan ular tangga
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mike)

Meskipun terlihat seperti permainan untuk anak-anak tapi baik pengunjung remaja maupun dewasa sangat menikmati permainan ular tangga. Mereka banyak menanyakan tentang penyu dan beberapa diantaranya tertarik untuk melihat penyu secara langsung. Kegiatan seperti ini tentunya dapat membawa dampak positif seperti relasi yang dibangun antara pengunjung dan kami di program S4C, saling berbagi pengetahuan sehingga pesan-pesan kami tersampaikan kepada pengunjung yang datang ke stand kami.

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/menikmati-event-dalam-pameran-produk-unggulan-sains-untuk-konservasi-di-unipa” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/menikmati-event-dalam-pameran-produk-unggulan-sains-untuk-konservasi-di-unipa” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/menikmati-event-dalam-pameran-produk-unggulan-sains-untuk-konservasi-di-unipa” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Ikuti Survei

Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Kategori
Outreach - Inovasi Kegiatan Penjangkauan Masyarakat

Berbagi Cerita Penyu di Festival Ecotourism Papua Barat 2022

Berbagi Cerita Penyu di Festival Ecotourism Papua Barat 2022

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/berbagi-cerita-penyu-di-festival-ecotourism-papua-barat-2022″ target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/berbagi-cerita-penyu-di-festival-ecotourism-papua-barat-2022″ target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/berbagi-cerita-penyu-di-festival-ecotourism-papua-barat-2022″ target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Tanggal

7 Oktober 2022

Penulis

Noviyanti, Monica Arung Padang & Deasy Lontoh

Tanggal

7 Oktober 2022

Penulis

Noviyanti, Monica Arung Padang & Deasy Lontoh

Pariwisata adalah sektor bisnis di Indonesia yang sangat terdampak oleh pandemi COVID-19. Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua Barat berupaya mendorong sektor ekonomi pariwisata bangkit kembali dengan mengadakan Festival Ecotourism 2022 di Manokwari City Mall, pada tanggal 29 September sampai 1 Oktober 2022.

Ecotourism sendiri adalah salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan yang mengedepankan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya, ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Melalui Festival Ecotourism ini, KPw BI Provinsi Papua Barat ingin mendukung pengembangan ekonomi daerah dan optimalisasi potensi ecotourism di Papua Barat.

Dalam festival yang diadakan selama 3 hari ini, KPw BI menyusun acara dengan sangat baik. Hari pertama diisi dengan Seminar: “Membangun Investasi Ecotourism Papua Barat yang Berkelanjutan”. Hari kedua, pengunjung diajak Mengenal Lebih Dekat Flora & Fauna Papua Barat oleh Komunitas Ko Mari; mengenal Edukasi Konservasi Penyu yang dibawakan oleh LPPM UNIPA; serta Sosialisasi Uang Rupiah TE 2022 dan Sistem Pembayaran Digital Bank Indonesia. Pada hari terakhir, sebuah Talkshow Investcool and Calm Ecotourism in Papua Barat yang membahas tentang potensi, kebutuhan, tantangan dan kiat berwisata dengan tetap menjaga kelestarian alam disampaikan oleh DPD Himpunan Pramuwisma Indonesia Papua Barat, GenPI Papua Barat dan Econusa. Stand-stand pameran di lantai dasar dan Hall Manokwari City Mall ikut memeriahkan festival ini. Pameran ini bertemakan “UMKM Ecogreen Expo dan Papua Barat Travel Fair”.

Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA menyambut baik undangan festival ini. Kami menjual produk Minyak Kelapa Abun hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat di Taman Pesisir Jeen Womom pada kegiatan ini. Ibu Deasy Lontoh selaku Koordinator Penelitian Pemantauan dan Perlindungan Penyu di TP Jeen Womom hadir sebagai narasumber dalam Edukasi Konservasi Penyu yang dilaksanakan hari Jumat, 30 September 2022. Hal-hal yang disampaikan antara lain: Jenis-jenis penyu, peran penyu bagi laut dan pantai, proses penyu bertelur, tantangan-tantangan yang dihadapi penyu untuk dapat bertahan hidup, hal-hal yang bisa kita lakukan untuk melestarikan penyu. Dalam sesi tanya jawab pengunjung bertanya bagaimana caranya melepas tukik yang baik, bagaimana membedakan berbagai jenis penyu, apa saja undang-undang perlindungan penyu dan potensi pengembangan pariwisata di Kabupaten Tambrauw. Melalui form isian online yang kami bagikan kepada pengunjung, mereka bercerita bahwa mereka belajar banyak hal mengenai penyu.

Belajar dan mengenal ilmu sains mengenai penyu bagi kami adalah hal yang menarik. Tugas membawakan cerita penyu kepada masyarakat luas merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kami. Kami berharap dengan cerita-cerita dari kami, akan lebih banyak lagi orang yang mengenal dan mendukung upaya konservasi penyu dan mendukung perekonomian masyarakat di wilayah konservasi tersebut.

Stand Sains for Conservation di MCM
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Suasana Stand di MCM
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/berbagi-cerita-penyu-di-festival-ecotourism-papua-barat-2022″ target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/berbagi-cerita-penyu-di-festival-ecotourism-papua-barat-2022″ target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/berbagi-cerita-penyu-di-festival-ecotourism-papua-barat-2022″ target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Ikuti Survei

Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Foto Bersama panitia dan peserta hari 1

Abigail Lang, Noviyanti, Kartika Zohar dan Yusup Jentewo – Oktober 6, 2022

Suasana saat Nonton Bersama di Warmandi (Foto : Abigail Lang)

Abigail Lang & Noviyanti – September 30, 2022

Kategori
Outreach - Inovasi Kegiatan Penjangkauan Masyarakat

Cerita dari Lapang: Membuat video edukasi tentang pelestarian penyu

Cerita dari Lapang: Membuat video edukasi tentang pelestarian penyu

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/cerita-dari-lapang-membuat-video-edukasi-tentang-pelestarian-penyu” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/cerita-dari-lapang-membuat-video-edukasi-tentang-pelestarian-penyu” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/cerita-dari-lapang-membuat-video-edukasi-tentang-pelestarian-penyu” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Tanggal

30 September 2022

Penulis

Abigail Lang & Noviyanti

Tanggal

30 September 2022

Penulis

Abigail Lang & Noviyanti

Anak-anak Papua yang tinggal di kampung-kampung di sekitar Taman Pesisir Jeen Womom memiliki kesempatan emas untuk mengenal penyu secara langsung dari pantai peneluran penyu! Pantai-pantai ini sangat dekat dengan kampung tempat mereka tinggal. Untuk membantu upaya pelestarian penyu di wilayah ini, Tim Pemberdayaan Masyarakat LPPM UNIPA membantu mengajarkan kepada mereka tentang pentingnya menjaga kelestarian penyu. Pelajaran ini secara rutin mereka terima pada kegiatan PLH di rumah belajar di kampung-kampung mereka.

Suasana pemutaran film di kampung Womom
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Suasana pemutaran film di kampung Resye
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Tahun ini, kami dari Tim Penjangkauan Masyarakat LPPM UNIPA dilibatkan untuk menyusun materi PLH yang menarik dan mudah dimengerti oleh anak-anak di rumah belajar. Apa itu PLH? PLH adalah kepanjangan dari Pendidikan Lingkungan Hidup. Untuk menjawab tantangan itu, kami perlu belajar dari berbagai sumber yang terpercaya sebelum kami menyalurkannya kepada anak-anak dan juga masyarakat di kampung. Salah satu metode yang kami pakai yaitu membuat video edukasi tentang pelestarian penyu. Video ini kami putar ketika kami melakukan kegiatan Nonton Bareng Film Bertemakan Pelestarian Lingkungan Hidup kepada anak-anak dan masyarakat di 5 kampung pada Taman Pesisir Jeen Womom.

Kurang lebih 5 bulan ini, kegiatan Nonton Bareng kami lakukan sebanyak 8 kali pada 5 kampung yang ada di TP Jeen Womom dengan total peserta sebanyak 391 orang. Tidak hanya anak-anak, tetapi banyak juga penduduk setempat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Pelaksanaan pemutaran Video PLH dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Pelaksanaan Pemutaran Video PLH di TP Jeen Womom

BulanKampung yang dikunjungiJumlah Peserta yang Hadir (orangVideo PLH
Mei 2022Syukwo, Resye, WomomSyukwo: 43
Resye: 68
Womom: 17
1. Papeda Laut: Makanan Penyu Belimbing
2. Siklus Hidup Penyu
Juli 2022WeyafWeyaf: 951. Papeda Laut: Makanan Penyu Belimbing
2. Siklus Hidup Penyu
Agustus 2022WauWau: 761. Bioekologi Penyu
2. Sasi dan Undang-undang Perlindungan Penyu
September 2022Syukwo, Resye, WomomSyukwo: 32
Resye: 49
Womom: 11
1. Bioekologi Penyu
2. Sasi dan Undang-undang Perlindungan Penyu

BulanKampung yang dikunjungiJumlah Peserta yang Hadir (orangVideo PLH
Mei 2022Syukwo, Resye, WomomSyukwo: 43
Resye: 68
Womom: 17
1. Papeda Laut: Makanan Penyu Belimbing
2. Siklus Hidup Penyu
Juli 2022WeyafWeyaf: 951. Papeda Laut: Makanan Penyu Belimbing
2. Siklus Hidup Penyu
Agustus 2022WauWau: 761. Bioekologi Penyu
2. Sasi dan Undang-undang Perlindungan Penyu
September 2022Syukwo, Resye, WomomSyukwo: 32
Resye: 49
Womom: 11
1. Bioekologi Penyu
2. Sasi dan Undang-undang Perlindungan Penyu

Terlepas dari itu semua, ada banyak sekali pelajaran yang bisa kami sampaikan melalui 4 video yang sudah kami siapkan untuk pemutaran film. Keempat video ini memiliki informasi penting yang sangat baik untuk disampaikan kepada masyarakat di TP Jeen Womom. Pertama kami mengenalkan “Siklus hidup penyu dan tantangan yang dihadapi penyu baik ketika berada di darat, di laut, dan tantangan yang berasal dari aktivitas manusia”. Dalam video kedua kami mengenalkan bagaimana keahlian dan anatomi tubuh penyu belimbing dan penyu sisik sehingga mereka bisa makan ubur-ubur tanpa tersengat. Video ini juga bercerita bahaya sampah plastik di laut jika tertelan oleh penyu. Video ketiga bercerita tentang bioekologi penyu, manfaat penyu bagi ekosistem laut, dan masyarakat di TP Jeen Womom yang terlibat secara aktif dalam upaya perlindungan penyu. Terakhir, kami menceritakan tentang sasi sebagai kearifan lokal masyarakat setempat dalam upaya perlindungan penyu dan undang-undang yang dibuat pemerintah untuk upaya serupa.

Pembagian hadiah kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaan
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Agar informasi ini mudah diterima, kami menulis script dan merekam audio menggunakan dialek Papua Melayu. Hasilnya sangat menggembirakan! Boleh dikatakan bahwa 80-90% peserta yang hadir dalam kegiatan nonton bareng ini menerima pesan yang disampaikan dalam video dengan baik. Kami mengukurnya menggunakan tanya jawab  yang kami lakukan setelah video kami tayangkan.

Kami berharap baik anak-anak maupun masyarakat yang tinggal di TP Jeen Womom dapat terus menjalankan perannya untuk melestarikan penyu di habitat penelurannya. Melalui video edukasi yang kami buat, kami sangat berharap agar kesadaran ini tumbuh karena mereka sadar bahwa hewan eksotik ini memiliki peran yang tidak tergantikan baik bagi laut maupun bagi pantai peneluran.

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/cerita-dari-lapang-membuat-video-edukasi-tentang-pelestarian-penyu” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/cerita-dari-lapang-membuat-video-edukasi-tentang-pelestarian-penyu” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/cerita-dari-lapang-membuat-video-edukasi-tentang-pelestarian-penyu” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Ikuti Survei

Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Kategori
Outreach - Inovasi Kegiatan Penjangkauan Masyarakat

Dunia Penyu: Sebuah Permainan Baru untuk Mengenal Kehidupan Penyu di Alamnya

Dunia Penyu: Sebuah Permainan Baru untuk Mengenal Kehidupan Penyu di Alamnya

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/dunia-penyu-sebuah-permainan-baru-untuk-mengenal-kehidupan-penyu-di-alamnya” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/dunia-penyu-sebuah-permainan-baru-untuk-mengenal-kehidupan-penyu-di-alamnya” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/dunia-penyu-sebuah-permainan-baru-untuk-mengenal-kehidupan-penyu-di-alamnya” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Tanggal

29 Juli 2022

Penulis

Noviyanti & Abigail Lang

Tanggal

29 Juli 2022

Penulis

Noviyanti & Abigail Lang

Papan permainan “Dunia Penyu”
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

“Siapa yang tahu main ular tangga?” begitu seruan dari kami tim penjangkauan masyarakat (outreach) ketika permainan ini akan kami gunakan untuk mengenalkan kehidupan penyu. Semua siswa baik SD, SMP, maupun SMA dengan antusias menjawab sambil mengangkat tangan.

Semua anak bahkan kita orang dewasa pasti sudah familiar dengan permainan ular tangga. Ular tangga adalah permainan tradisional yang menggunakan dadu untuk menentukan berapa langkah yang harus dijalani bidak. Permainan ini termasuk dalam kategori “board game” atau permainan papan sejenis dengan permainan halma, ludo dan sebagainya.

Bermain sambil belajar adalah salah satu media yang tepat ketika melakukan penjangkauan masyarakat; khususnya di bidang konservasi. Melalui permainan, kita dapat memberikan informasi yang dikemas dengan gaya yang ringan sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang kita sampaikan.

Untuk itu, kami memodifikasi permainan ular tangga dan kami menyebutnya menjadi “Dunia Penyu”. Mari kita simak bagaimana kami memodifikasi permainan ini!

  1. Kami membuat kotak-kotak kecil sejumlah 36 buah. Pada beberapa kotak kami menyelipkan informasi mengenai ancaman-ancaman yang dihadapi tukik dan penyu di pantai peneluran maupun di laut.
  2. Selain informasi, kami menyelipkan beberapa pertanyaan seperti: “sebutkan ancaman tukik di pantai peneluran!”. Jika pemain bisa menjawab, mereka boleh memindahkan bidak naik ke angka yang lebih besar mengikuti “tangga” (dalam permainan ini kami memodifikasi tangga menjadi gambar deretan tukik yang naik ke kotak di atasnya).
  3. Selain itu, kami juga menyelipkan gambar sedotan plastik yang merupakan pengganti “ular”. Kepala sedotan menjadi pengganti kepala ular. Apabila bidak pemain berada di kotak yang ada kepala sedotan, maka mereka harus turun ke kotak lain mengikuti ujung sedotan tersebut. Pada kotak yang memiliki gambar kepala sedotan, kami menyelipkan informasi mengenai ancaman yang dihadapi penyu seperti: “Telur penyu terendam air pasang”; atau “Penyu mati karena terjerat jaring di bawah laut”.
  4. Permainan ini kami cetak di pada kertas spanduk berukuran 2 x 2 meter dan pada kertas glossy berukuran 30 x 30 cm. Papan permainan pada kertas spanduk kami gunakan ketika kami mengunjungi siswa SD dan papan permainan berukuran lebih kecil kami gunakan ketika kami mengunjungi siswa SMP dan SMA.

Siswa SMP Negeri 13 Pasir Putih saat memainkan permainan Dunia Penyu
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Permainan ini didesain oleh salah satu tim kami, Naqliya Arum Permata. Informasi dan beberapa modifikasi dalam papan permainan dibuat oleh Noviyanti dan Naqliya menurut sumber yang kredibel. Gagasan permainan ini kami dapatkan dari teman-teman di Coral Triangle Center yang juga pernah memodifikasi permainan ular tangga menjadi Permainan Race to Recycle.

Permainan menarik ini mengenalkan kepada para pemain apa saja ancaman-ancaman yang dihadapi oleh tukik maupun penyu. Kami berharap dengan adanya permainan ini, para pelajar yang kami jangkau lebih termotivasi untuk menjaga kelestarian penyu di alamnya.

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/dunia-penyu-sebuah-permainan-baru-untuk-mengenal-kehidupan-penyu-di-alamnya” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/dunia-penyu-sebuah-permainan-baru-untuk-mengenal-kehidupan-penyu-di-alamnya” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/dunia-penyu-sebuah-permainan-baru-untuk-mengenal-kehidupan-penyu-di-alamnya” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Ikuti Survei

Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Kategori
Outreach - Inovasi Kegiatan Penjangkauan Masyarakat

Menerjemahkan Jurnal ilmiah menjadi Permainan untuk Anak-anak: Sebuah tantangan untuk mengenalkan nama-nama wilayah makan penyu belimbing kepada anak-anak

Menerjemahkan Jurnal ilmiah menjadi Permainan untuk Anak-anak: Sebuah tantangan untuk mengenalkan nama-nama wilayah makan penyu belimbing kepada anak-anak

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/menerjemahkan-jurnal-ilmiah-menjadi-permainan-untuk-anak-anak” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/menerjemahkan-jurnal-ilmiah-menjadi-permainan-untuk-anak-anak” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/menerjemahkan-jurnal-ilmiah-menjadi-permainan-untuk-anak-anak” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Tanggal

2 Juni 2022

Penulis

Noviyanti & Naqliya Arum Permata

Tanggal

2 Juni 2022

Penulis

Noviyanti & Naqliya Arum Permata

Memberikan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) kepada anak-anak yang ada di Kampung Womom, Resye, Warmandi, dan Wau-Weyaf merupakan salah satu aktivitas pendidikan yang dilakukan oleh para Pendamping Masyarakat dan Narahubung (PMNH) program yang bertugas di kampung-kampung tersebut. Pada tahun 2022, Tim Outreach dilibatkan untuk membantu para PMNH dalam menyiapkan materi & bahan ajar PLH berdasarkan indikator dan sub indikator pembelajaran tentang penyu.

Proses Pembuatan Uang Monopoli
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Salah satu sub indikator yang ada dalam kegiatan PLH adalah anak-anak mampu menyebutkan wilayah makan penyu belimbing. Tim Outreach mulai mencari informasi tentang wilayah makan penyu belimbing dengan membaca sebuah jurnal ilmiah dengan judul “Large-scale movements and high-use areas of western Pacific leatherback turtles, Dermochelys coriacea” dari www.esajournals.org. Berdasarkan informasi dari jurnal ilmiah tersebut, terdapat beberapa wilayah yang menjadi tempat makan penyu belimbing, diantaranya adalah Kei, Seram, Pulau Kalimantan, Washington, Oregon, dan California. Dalam jurnal tersebut kami juga mengenali nama-nama pantai peneluran penyu belimbing. Selain itu ada nama laut, selat, ataupun samudra dimana penyu-penyu ini melakukan migrasinya.

Yang menarik dalam mempersiapkan bahan ajar ini adalah kami menerjemahkan informasi di jurnal tersebut menjadi papan permainan monopoli. Permainan monopoli merupakan permainan yang paling populer dimainkan dan sangat seru jika dimainkan bersama. Kami mengganti nama “Monopoli” menjadi “Petualangan Penyu” karena ada sedikit perbedaan dari permainan monopoli yang sesungguhnya.

Tim Outreach melakukan Uji Coba Permainan Monopoli di Kampung Womom
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Permainan monopoli ini dapat dimainkan oleh 3-7 orang pemain, dengan 1 orang pemain bertugas sebagai Pemilik Hak Ulayat. Pemilik Hak Ulayat bertugas sebagai pengelola telur, tukik, penyu dewasa, dan ubur-ubur sebagai pengganti Bank dalam permainan monopoli pada umumnya. Pada awal permainan, Pemilik Hak Ulayat membagikan 100 penyu dewasa, 250 tukik, 500 telur, dan 500 ubur-ubur untuk masing-masing pemain.

Kami menyebut setiap pemain sebagai penyu-penyu belimbing dewasa. Pemain kami ajak bermigrasi mulai dari pantai-pantai peneluran hingga menuju ke laut dan samudera dan berakhir di wilayah makan. Mereka bermigrasi dengan memindahkan pion mereka dari satu tempat ke tempat lainnya. Uang dalam permainan monopoli kami ganti menjadi telur, tukik, penyu dewasa, dan ubur-ubur. Jika pada permainan monopoli, para pemain berlomba mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya; maka dalam permainan petualang penyu ini, para pemain berlomba mengumpulkan telur, tukik, penyu dewasa, dan ubur-ubur sebanyak-banyaknya.

Kartu Dana Umum dan Kesempatan yang dimodifikasi
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Salah Satu Contoh Kartu Kepemilikan yang dimodifikasi
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Perbedaan lainnya juga terletak pada Kartu Kesempatan dan Kartu Dana Umum. Para pemain akan menerima telur, tukik, penyu dewasa, dan ubur-ubur jika terjadi hal-hal seperti: telur diselamatkan manusia, tukik berhasil lari dari ikan yang ingin memangsa, atau jika mereka singgah di restoran ubur-ubur. Namun para pemain harus menyerahkan telur, tukik, penyu dewasa, dan ubur-ubur yang mereka miliki jika terjadi hal yang merugikan mereka, misalnya: telur terendam air pasang, tukik termakan oleh kepiting, dan sebagainya. Dalam permainan ini juga terdapat Sertifikat Tanah atau Kartu Kepemilikan yang akan didapat oleh pemain ketika membeli lokasi. Sertifikat Tanah itu berisi nama lokasi, harga beli, harga denda, harga jual dan juga informasi mengenai aktivitas yang biasanya penyu lakukan pada lokasi tersebut.

Permainan ini masih dalam tahap uji coba di masing-masing rumah belajar. Kami berharap ada masukkan dari para PMNH yang bertugas di lapang untuk penyempurnaan permainan ini.

Bagikan Tulisan

[icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-twitter” size=”fa-lg” type=”circle” link=”https://twitter.com/intent/tweet?url=https://science4conservation.com/menerjemahkan-jurnal-ilmiah-menjadi-permainan-untuk-anak-anak” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-facebook” size=”fa-lg” type=”circle” link=”http://www.facebook.com/sharer.php?u=https://science4conservation.com/menerjemahkan-jurnal-ilmiah-menjadi-permainan-untuk-anak-anak” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”][icons icon_pack=”font_awesome_5″ font_awesome_5=”fab fa-whatsapp” size=”fa-lg” type=”circle” link=”whatsapp://send?text=https://science4conservation.com/menerjemahkan-jurnal-ilmiah-menjadi-permainan-untuk-anak-anak” target=”_self” icon_color=”#1e73be” icon_hover_color=”#ffffff” background_color=”#e0e0e0″ hover_background_color=”#1e73be”]

Ikuti Survei

Bantu kami meningkatkan kualitas informasi hasil monitoring sosial dan ekologi di BLKB-Papua.

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Untitled design

Naqliya Arum Permata & Monica Jupiter Arung Padang – Mei 31, 2022

FI Post Berita

Yusup Adrian Jentewo & Deasy Lontoh – Mei 18, 2022

Pengumuman Hasil Seleksi Wawancara Tahun 2022 (4)

Yusup Adrian Jentewo & Deasy Lontoh – Mei 9, 2022