
Menerjemahkan Jurnal ilmiah menjadi Permainan untuk Anak-anak: Sebuah tantangan untuk mengenalkan nama-nama wilayah makan penyu belimbing kepada anak-anak
Penulis
Noviyanti & Naqliya Arum Permata
Tanggal
2 Juni 2022
Memberikan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) kepada anak-anak yang ada di Kampung Womom, Resye, Warmandi, dan Wau-Weyaf merupakan salah satu aktivitas pendidikan yang dilakukan oleh para Pendamping Masyarakat dan Narahubung (PMNH) program yang bertugas di kampung-kampung tersebut. Pada tahun 2022, Tim Outreach dilibatkan untuk membantu para PMNH dalam menyiapkan materi & bahan ajar PLH berdasarkan indikator dan sub indikator pembelajaran tentang penyu.
Proses Pembuatan Uang Monopoli
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)
Salah satu sub indikator yang ada dalam kegiatan PLH adalah anak-anak mampu menyebutkan wilayah makan penyu belimbing. Tim Outreach mulai mencari informasi tentang wilayah makan penyu belimbing dengan membaca sebuah jurnal ilmiah dengan judul “Large-scale movements and high-use areas of western Pacific leatherback turtles, Dermochelys coriacea” dari www.esajournals.org. Berdasarkan informasi dari jurnal ilmiah tersebut, terdapat beberapa wilayah yang menjadi tempat makan penyu belimbing, diantaranya adalah Kei, Seram, Pulau Kalimantan, Washington, Oregon, dan California. Dalam jurnal tersebut kami juga mengenali nama-nama pantai peneluran penyu belimbing. Selain itu ada nama laut, selat, ataupun samudra dimana penyu-penyu ini melakukan migrasinya.
Yang menarik dalam mempersiapkan bahan ajar ini adalah kami menerjemahkan informasi di jurnal tersebut menjadi papan permainan monopoli. Permainan monopoli merupakan permainan yang paling populer dimainkan dan sangat seru jika dimainkan bersama. Kami mengganti nama “Monopoli” menjadi “Petualangan Penyu” karena ada sedikit perbedaan dari permainan monopoli yang sesungguhnya.
Tim Outreach melakukan Uji Coba Permainan Monopoli di Kampung Womom
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)
Permainan monopoli ini dapat dimainkan oleh 3-7 orang pemain, dengan 1 orang pemain bertugas sebagai Pemilik Hak Ulayat. Pemilik Hak Ulayat bertugas sebagai pengelola telur, tukik, penyu dewasa, dan ubur-ubur sebagai pengganti Bank dalam permainan monopoli pada umumnya. Pada awal permainan, Pemilik Hak Ulayat membagikan 100 penyu dewasa, 250 tukik, 500 telur, dan 500 ubur-ubur untuk masing-masing pemain.
Kami menyebut setiap pemain sebagai penyu-penyu belimbing dewasa. Pemain kami ajak bermigrasi mulai dari pantai-pantai peneluran hingga menuju ke laut dan samudera dan berakhir di wilayah makan. Mereka bermigrasi dengan memindahkan pion mereka dari satu tempat ke tempat lainnya. Uang dalam permainan monopoli kami ganti menjadi telur, tukik, penyu dewasa, dan ubur-ubur. Jika pada permainan monopoli, para pemain berlomba mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya; maka dalam permainan petualang penyu ini, para pemain berlomba mengumpulkan telur, tukik, penyu dewasa, dan ubur-ubur sebanyak-banyaknya.
Kartu Dana Umum dan Kesempatan yang dimodifikasi
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)
Salah Satu Contoh Kartu Kepemilikan yang dimodifikasi
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)
Perbedaan lainnya juga terletak pada Kartu Kesempatan dan Kartu Dana Umum. Para pemain akan menerima telur, tukik, penyu dewasa, dan ubur-ubur jika terjadi hal-hal seperti: telur diselamatkan manusia, tukik berhasil lari dari ikan yang ingin memangsa, atau jika mereka singgah di restoran ubur-ubur. Namun para pemain harus menyerahkan telur, tukik, penyu dewasa, dan ubur-ubur yang mereka miliki jika terjadi hal yang merugikan mereka, misalnya: telur terendam air pasang, tukik termakan oleh kepiting, dan sebagainya. Dalam permainan ini juga terdapat Sertifikat Tanah atau Kartu Kepemilikan yang akan didapat oleh pemain ketika membeli lokasi. Sertifikat Tanah itu berisi nama lokasi, harga beli, harga denda, harga jual dan juga informasi mengenai aktivitas yang biasanya penyu lakukan pada lokasi tersebut.
Permainan ini masih dalam tahap uji coba di masing-masing rumah belajar. Kami berharap ada masukkan dari para PMNH yang bertugas di lapang untuk penyempurnaan permainan ini.
Bagikan Tulisan
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya
