Kategori
Belum Publish Outreach

Menjadi Host SCIPOD: Ketika Cerita Lapangan Datang Sendiri

Menjadi Host SCIPOD: Ketika Cerita Lapangan Datang Sendiri

Penulis

Abigail Lang

Tanggal

5 Juni 2026

Ada hal-hal yang tak sepenuhnya bisa ditangkap oleh naskah, sebaik apa pun itu ditulis. Emosi yang sesungguhnya seperti rasa terkejut, tawa yang lepas, atau jeda kecil sebelum seseorang menjawab, hanya benar-benar hadir ketika dua orang duduk berhadapan dan saling berbicara.

Inilah yang saya pelajari setiap kali duduk sebagai host untuk SCIPOD (Science Podcast). Dimulai pada akhir tahun 2025 di Sains untuk Konservasi, SCIPOD menjadi salah satu sarana pembicaraan tentang ilmu, cerita lapang, dan data yang disampaikan dengan lebih hidup. Tujuannya, yaitu menceritakan banyak hal yang dihadapi di balik dunia kerja konservasi.

Dari beberapa percakapan yang mengalir di SCIPOD, ada momen-momen kecil yang tertinggal dan membekas.

Recording podcast episode 2 bersama Kak Habema Monim
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Yulia Andriani)

Recording podcast episode 4 bersama Kak Kesy Salosso
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Yulia Andriani)

Di episode ini, saya berbincang dengan Kak Bema sebagai narasumber yang bercerita tentang metode Reef Health Monitoring (RHM). Di atas kertas, prosesnya terdengar rapi dan terukur: penyelam turun, foto diambil, fakta dan kondisi di lapangan dikumpulkan. Namun, di balik alur yang tampak sistematis itu, selalu ada kejadian-kejadian tak terduga di lapangan.

Ada satu cerita yang sebelumnya tidak saya ketahui. Frame, alat bantu dalam pengambilan foto transek, pernah jatuh ke dasar laut. Di tengah penyelaman, pada kedalaman yang tak memungkinkan seseorang berlama-lama, alat itu terlepas dan tenggelam.

Saya tak perlu bertanya banyak. Cara Kak Bema menceritakannya sudah cukup menggambarkan semuanya. Ada sisa rasa kesal yang kini mulai reda, bercampur dengan tawa yang akhirnya bisa muncul setelah semuanya berlalu. Begitulah kerja di lapangan. Tidak selalu berjalan sesuai rencana, bahkan untuk hal-hal yang tampak sederhana. Dari laut, percakapan kemudian membawa saya ke darat, ke cerita yang tak kalah menantang, meski bentuknya sangat berbeda.

Pada episode selanjutnya, saya berbincang dengan Kak Kesy sebagai narasumber. Pada sesi ini Kak Kesy membawa saya pada cerita tentang pemantauan kesejahteraan masyarakat melalui survei. Sekilas, pekerjaan ini mungkin terlihat seperti “sekadar bertanya”. Namun dari cerita Kak Kesy, saya mulai memahami bahwa kenyataannya jauh lebih kompleks.

Di balik setiap pertanyaan, ada waktu, tenaga, dan kesabaran yang tidak sedikit. Untuk satu kali wawancara dengan satu responden, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai empat puluh menit, bahkan hingga satu jam. Satu orang, satu sesi, satu jam penuh. Dan pekerjaan tidak berhenti di situ. Setelah selesai di satu kampung, tim harus melanjutkan ke kampung berikutnya, membawa tumpukan kuesioner, menempuh jarak yang tidak selalu mudah, dan menghadapi kondisi yang sering kali tak terduga.

Saat mendengarkan cerita itu, saya membayangkannya pelan-pelan. Tiba-tiba, angka-angka dalam laporan survei terasa memiliki bobot yang berbeda, lebih hidup, sekaligus lebih berat. Dari sanalah saya mulai melihat bahwa apa yang kita temui hari ini sering kali merupakan hasil dari proses panjang yang jarang terlihat.

Podcast episode 6 bersama Kak Kartika Zohar
Source: Youtube – Science4conservation

Di podcast episode keenam, yaitu perbincangan dengan Kak Tika sebagai narasumber, dia berbicara tentang berbagai inovasi yang bisa dikembangkan di kampung. Bagi saya, kata “inovasi” terdengar segar dan penuh harapan. Namun, ada cerita di baliknya yang membuat saya sejenak terdiam. Inovasi ternyata tidak lahir begitu saja. Hal tersebut tumbuh dari proses yang panjang.

Jauh sebelum inovasi-inovasi itu berjalan, kampung-kampung itu telah lebih dulu dipelajari melalui survei. Bukan baru kemarin, melainkan sejak tahun 2010. Ibu Fitry dan Ibu Haidi sudah hadir sejak saat itu. Memahami kondisi lapangan dan membangun dasar yang kuat, bahkan sebelum program ini memiliki bentuk seperti sekarang. Inovasi yang hari ini tampak baru, sesungguhnya tumbuh dari rentetan waktu, lebih dari satu dekade kerja yang sering kali tidak terlihat.

Dari semua percakapan itu, saya semakin memahami satu hal. Di balik setiap lembar evaluasi, program, dan hasil yang kita lihat hari ini, selalu ada cerita manusia yang menyertainya.

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Kategori
Outreach Outreach - Inovasi Kegiatan Penjangkauan Masyarakat

Petualangan Seru di Sekolah Alam S4C

Petualangan Seru di Sekolah Alam S4C

Penulis

Michael Tuhuteru

Tanggal

25 Juli 2024

Selama 5 hari penuh kegembiraan, 5 anak sekolah dasar dari berbagai kelas berkumpul di Sekolah Alam Science for Conservation untuk mengalami pengalaman belajar yang luar biasa. Kegiatan ini diselenggarakan dari tanggal 08-12 Juli 2024.  Mereka diajak untuk menjelajahi alam, belajar dari lingkungan sekitar, dan mengembangkan keterampilan hidup yang berharga.

🍃 Hari 1: Kehidupan Bawah Laut 🍃
Anak-anak memulai petualangan mereka dengan mengenal dasar-dasar keanekaragaman hayati. Mereka belajar mengenali berbagai jenis hewan laut, serta memahami pentingnya menjaga terumbu karang bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

Yusup mengajar ke siswa Sekolah Alam tentang pentingnya terumbu karang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mike)

Yusup mengajar ke siswa Sekolah Alam tentang hewan-hewan laut yang berbahaya
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Mike)

🏞️ Hari 2: Sampah yang harus dicegah 🏞️
Dengan bimbingan para mentor/pengajar, anak-anak diajarkan cara membedakan sampah organik dan anorganik, dan juga aktivitas membuat kompos dari sampah organik. Kami juga mengumpulkan sampah yang ada di sekitar lokasi acara, guna menanamkan rasa cinta kebersihan kepada anak-anak. Mereka juga dengan antusias menggali tanah, menanam bibit kangkung, dan menyiram tanaman sambil mempelajari pentingnya pertanian organik.

Kartika mengajar ke siswa Sekolah Alam tentang cara membuat kompos dari bahan organik
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Prisca)

Anak-anak berpose dengan botol daur ulang yang disulap jadi pot untuk tanaman
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Prisca)

🌊 Hari 3: Sampah akan kemana kalau dibuang sembarangan ? 🌊
Kegiatan hari ketiga penuh dengan jalan-jalan seru! Anak-anak diajak berkeliling kota untuk melihat kemana sih sampah kita akan dibuang ? Dimulai dari melihat TPS hingga menuju ke TPA. Mereka juga sempat melihat sampah yang dibuang ke dalam got, dan menimbulkan banjir dan juga sampah yang mengalir kelaut yang dapat membahayakan hewan laut yang memakan sampah tersebut.

Anak-anak Sekolah Alam diajak mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir sampah yang ada di Manokwari
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Prisca)

🔥 Hari 4: Alat tangkap ikan 🔥
Anak-anak belajar memahami asal dari ikan yang mereka konsumsi. Pengenalan tentang alat tangkap yang biasa digunakan untuk menangkap ikan, dan membedakan alat tangkap yang ramah lingkungan dan tidak. Anak-anak juga diajar untuk menangkap ikan secukupnya saja dan tidak berlebihan demi keberlangsungan ekosistem.

🎨 Hari 5: Seni dari Alam 🎨
Petualangan diakhiri dengan membahas kembali materi yang didapat dari hari pertama sampai dengan hari keempat. Selain itu juga ada aktivitas bermain clay dough/ lilin, dimana dibutuhkan kreativitas dari anak-anak untuk berimajinasi untuk membuat bentuk kesukaan mereka. Selain itu juga anak-anak diberikan hadiah atas keaktifan mereka dalam menjawab, bertanya, dan sikap mereka selama mengikuti kegiatan sekolah alam ini. Semuanya tercatat di papan score board.

Kegiatan Sekolah Alam ini tidak hanya untuk belajar, tetapi mereka juga mengembangkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap alam. Semoga pengalaman ini memberikan kenangan indah dan pembelajaran berharga yang akan mereka bawa sepanjang hidup.

Peserta Sekolah Alam diajar oleh Bernadus untuk mengetahui alat tangkap yang ramah lingkungan
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Prisca)

Anak-anak berfoto dengan hadiah yang diberikan atas keaktifan mereka di Sekolah Alam
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Prisca)

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya

Kategori
Outreach

Pengumuman Hasil Seleksi Wawancara Community Outreach Assistant Tahun 2022

Pengumuman Hasil Seleksi Wawancara Community Outreach Assistant Tahun 2022

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk wawancara untuk posisi-posisi di kantor kami. Kami menikmati waktu yang kami pakai untuk mengenal para pelamar semua. Dengan ini kami menyampaikan hasil seleksi wawancara. Kami percaya KANDIDAT UTAMA yang kami pilih memiliki pengalaman dan keterampilan khusus yang kuat untuk menjadi aset bagi upaya konservasi di Tanah Papua. Bagi para pelamar yang belum terpilih, kami melihat pengalaman dan keterampilan khusus yang Anda miliki mampu menjadi modal untuk berkarya di tempat lain. Dan yang terpenting, semoga kita selalu terlibat dalam upaya pelestarian alam kita.

Dengan hormat kami sampaikan KANDIDAT UTAMA yang terpilih sebagai berikut:

“ABIGAIL E. F. LANG”

Bila ada hal-hal yang kurang jelas, silakan japri ke admin WA Grup. Kami ucapkan selamat kepada kandidat yang terpilih. Sampai bertemu di Manokwari. Salam lestari!

Kategori
Outreach

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Informasi Seleksi Wawancara Community Outreach Assistant Tahun 2022

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi dan Informasi Seleksi Wawancara Community Outreach Assistant Tahun 2022

Salam Lestari!

Kami mengucapkan terima kasih untuk semua peserta yang telah melamar posisi ini. Panitia Perekrutan telah menerima 74 berkas dan telah selesai melakukan Seleksi Administrasi. Dari hasil seleksi administrasi tersebut 29 Orang dinyatakan LULUS. Berikut kami sampaikan nama-nama yang diundang untuk menghadiri Tahap SELEKSI WAWANCARA. Keputusan Panitia Seleksi tidak dapat diganggu gugat.

Dengan hormat kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut.
1. Wawancara dilaksanakan tanggal 21-22 April 2022
2. Wawancara dilaksanakan secara online melalui Zoom
3. Bila ada hal-hal yang kurang jelas, silakan japri ke admin WA Grup

Kami ucapkan selamat kepada para peserta yang masuk ke tahap selanjutnya.
Sampai bertemu di seleksi selanjutnya.

Tabel Nama-Nama Pelamar yang Lulus Seleksi Administrasi

NoNama PelamarAsal DaerahJenis Kelamin
1Yakomina Levina Osmondo BlesiaSorongPerempuan
2Agustinus Tandi KapangManokwariLaki-Laki
3Jofiane Heane RumbiakManokwariPerempuan
4Winikay RisamasuTimikaPerempuan
5Siis WerimonManokwariPerempuan
6Apriana Ema LiarianKota SorongPerempuan
7Debby BorumeiKota SorongPerempuan
8Abigail Emylia Febricristiani LangManadoPerempuan
9Lintang Ardhi HidayatullaSurabayaLaki-Laki
10Rachmadanu Fitra PanutanSukabumiLaki-Laki
11Abdi KurniawanPadangLaki-Laki
12Putri Fara SholihahSurakarta-JatengPerempuan
13Mahardika Azis FadlySumatra BaratLaki-Laki
14IswadiSanggau, KalbarLaki-Laki
15Rosy Qoimatul QolbiyahSurabayaPerempuan
16Kintantya Qurrata A’yuninTangerangPerempuan
17Gilang Gunawan Permana PutraBandungLaki-Laki
18Triesha AmaliaSemarangPerempuan
19Nanda Citra Ayu FardyaniKota SorongPerempuan
20Stuard Aldo WoisiriJayapuraLaki-Laki
21Intan Tia Ajeng AryaniTeluk BintuniPerempuan
22Annisa PatiranKabupaten FakfakPerempuan
23Nila PratiwiPalu, Sulawesi TengahPerempuan
24HermalindaMataram, LombokPerempuan
25Ikerniaty A. T. SandiliPaluPerempuan
26Arif Devit Wayan DianaKota ProbolinggoLaki-Laki
27Tri PrawotoPekanbaruLaki-Laki
28Nuri IkhwanaNgawi, Jawa TimurPerempuan
29Oktafia Kusuma SariYogyakartaPerempuan