
Cerita dari Lapang: Membuat video edukasi tentang pelestarian penyu
Penulis
Abigail Lang, Noviyanti
Tanggal
30 September 2022
Anak-anak Papua yang tinggal di kampung-kampung di sekitar Taman Pesisir Jeen Womom memiliki kesempatan emas untuk mengenal penyu secara langsung dari pantai peneluran penyu! Pantai-pantai ini sangat dekat dengan kampung tempat mereka tinggal. Untuk membantu upaya pelestarian penyu di wilayah ini, Tim Pemberdayaan Masyarakat LPPM UNIPA membantu mengajarkan kepada mereka tentang pentingnya menjaga kelestarian penyu. Pelajaran ini secara rutin mereka terima pada kegiatan PLH di rumah belajar di kampung-kampung mereka.
Suasana pemutaran film di kampung Womom
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)
Suasana pemutaran film di kampung Resye
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)
Tahun ini, kami dari Tim Penjangkauan Masyarakat LPPM UNIPA dilibatkan untuk menyusun materi PLH yang menarik dan mudah dimengerti oleh anak-anak di rumah belajar. Apa itu PLH? PLH adalah kepanjangan dari Pendidikan Lingkungan Hidup. Untuk menjawab tantangan itu, kami perlu belajar dari berbagai sumber yang terpercaya sebelum kami menyalurkannya kepada anak-anak dan juga masyarakat di kampung. Salah satu metode yang kami pakai yaitu membuat video edukasi tentang pelestarian penyu. Video ini kami putar ketika kami melakukan kegiatan Nonton Bareng Film Bertemakan Pelestarian Lingkungan Hidup kepada anak-anak dan masyarakat di 5 kampung pada Taman Pesisir Jeen Womom.
Kurang lebih 5 bulan ini, kegiatan Nonton Bareng kami lakukan sebanyak 8 kali pada 5 kampung yang ada di TP Jeen Womom dengan total peserta sebanyak 391 orang. Tidak hanya anak-anak, tetapi banyak juga penduduk setempat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Pelaksanaan pemutaran Video PLH dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1. Pelaksanaan Pemutaran Video PLH di TP Jeen Womom
| Bulan | Kampung yang dikunjungi | Jumlah Peserta yang Hadir (orang | Video PLH |
|---|---|---|---|
| Mei 2022 | Syukwo, Resye, Womom | Syukwo: 43 Resye: 68 Womom: 17 | 1. Papeda Laut: Makanan Penyu Belimbing 2. Siklus Hidup Penyu |
| Juli 2022 | Weyaf | Weyaf: 95 | 1. Papeda Laut: Makanan Penyu Belimbing 2. Siklus Hidup Penyu |
| Agustus 2022 | Wau | Wau: 76 | 1. Bioekologi Penyu 2. Sasi dan Undang-undang Perlindungan Penyu |
| September 2022 | Syukwo, Resye, Womom | Syukwo: 32 Resye: 49 Womom: 11 | 1. Bioekologi Penyu 2. Sasi dan Undang-undang Perlindungan Penyu |
Terlepas dari itu semua, ada banyak sekali pelajaran yang bisa kami sampaikan melalui 4 video yang sudah kami siapkan untuk pemutaran film. Keempat video ini memiliki informasi penting yang sangat baik untuk disampaikan kepada masyarakat di TP Jeen Womom. Pertama kami mengenalkan “Siklus hidup penyu dan tantangan yang dihadapi penyu baik ketika berada di darat, di laut, dan tantangan yang berasal dari aktivitas manusia”. Dalam video kedua kami mengenalkan bagaimana keahlian dan anatomi tubuh penyu belimbing dan penyu sisik sehingga mereka bisa makan ubur-ubur tanpa tersengat. Video ini juga bercerita bahaya sampah plastik di laut jika tertelan oleh penyu. Video ketiga bercerita tentang bioekologi penyu, manfaat penyu bagi ekosistem laut, dan masyarakat di TP Jeen Womom yang terlibat secara aktif dalam upaya perlindungan penyu. Terakhir, kami menceritakan tentang sasi sebagai kearifan lokal masyarakat setempat dalam upaya perlindungan penyu dan undang-undang yang dibuat pemerintah untuk upaya serupa.
Pembagian hadiah kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaan
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)
Agar informasi ini mudah diterima, kami menulis script dan merekam audio menggunakan dialek Papua Melayu. Hasilnya sangat menggembirakan! Boleh dikatakan bahwa 80-90% peserta yang hadir dalam kegiatan nonton bareng ini menerima pesan yang disampaikan dalam video dengan baik. Kami mengukurnya menggunakan tanya jawab yang kami lakukan setelah video kami tayangkan.
Kami berharap baik anak-anak maupun masyarakat yang tinggal di TP Jeen Womom dapat terus menjalankan perannya untuk melestarikan penyu di habitat penelurannya. Melalui video edukasi yang kami buat, kami sangat berharap agar kesadaran ini tumbuh karena mereka sadar bahwa hewan eksotik ini memiliki peran yang tidak tergantikan baik bagi laut maupun bagi pantai peneluran.
Bagikan Tulisan
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya
