Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw dengan Universitas Papua

dalam Upaya Konservasi Penyu Belimbing di Abun

Penyu belimbing merupakan salah satu hewan melata terbesar di dunia yang berada di Tambrauw. Tambrauw merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Papua Barat yang merupakan pecahan dari sebagian Kabupaten Sarong dan sebagian Kabupaten Manokwari. Salah satu ikon dari kabupaten ini adalah penyu belimbing yang merupakan penyu terbesar di dunia. Pada tahun 2016 kabupaten ini juga telah mencanangkan dirinya sebagai kabupaten konservasi yang salah satunya menangani konservasi penyu belimbing. Hal ini menunjukan bahwa keberadaan penyu belimbing di Kabupaten Tambrauw sangat penting.

Dimulai dari penelitian populasi penyu belimbing yang dilakukan pada tahun 1984 di Pantai Jamursba Medi. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah sarang penyu belimbing ada sebanyak 4.522. Pada tahun 2011 jumlah sarang tersebut mengalami penurunan yang sangat drastis menjadi 1.596 sarang. Kondisi tersebut merupakan akibat dari pemanfaatan penyu belimbing yang tidak terbatas dan tidak terkendali disertai dengan kurangnya kesadaran masyarakat sekitar untuk melestarikan penyu tersebut.

Saat ini populasi penyu belimbing di Abun sudah sangat rendah dan berpotensi untuk punah. Kondisi tersebut membuat pemerintah Tambrauw mulai gencar melakukan kegiatan konservasi penyu belimbing yang merupakan salah satu ikon daerahnya. Dalam melakukan konservasi penyu, pemerintah Tambrauw kurang memiliki kapasitas dan kemampuan dalam mengelola daerah tersebut. Oleh sebab itu pemerintah merasa perlu untuk menjalin hubungan kerjasama dengan beberapa instansi terkait Seperti Universitas Papua (UNIPA).

Sebagai institusi pendidikan, UNIPA memiliki Tridarma Perguruan Tinggi yang salah satu pointnya adalah Pengabdian Kepada Masyarakat.sehingga UNIPA secara tidak langsung juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung konservasi penyu belimbing di Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat.

UNIPA telah bekerjasama cukup lama dengan pemerintah Tambrauw dalam melakukan aktifitas konservasi penyu belimbing. Saat ini kerjasama tersebut semakin meningkat dengan dilakukannya pengembangan masyarakat yang berhubungan langsung dengan aktivitas konservasi penyu belimbing.

UNIPA menyadari bahwa pekerjaan sebuah kabupaten yang baru berdiri sangatlah banyak. Kondisi ini mengakibatkan banyak pekerjaan konservasi dan pengembangan masyarakat terkait konservasi penyu sangat kurang dikerjakan oleh pihak pemerintah. Hal ini membuat UNIPA mengambil alih pekerjaan tersebut untuk sementara waktu. Namun komunikasi dan semua kemajuan dalam kegiatan ini terus disampaikan kepada pemerintah Tambrauw sebagai pemilik dan pengelola daerah.

Konservasi penyu belimbing yang dilakukan oleh UNIPA antara lain monitoring populasi penyu, penyelamatan telur penyu, membantu melepaskan anak penyu (tukik) ke laut, dan pelarangan mengkonsumsi daging dan telur penyu. Kegiatan pengembangan masyarakat yang terkait dengan konservasi penyu antara lain membantu aktivitas pendidikan formal, melakukan pendidikan informal, pengembangan bidang pertanian, peternakan serta melakukan aktivitas pengobatan masal yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.

Kerjasama antara UNIPA dan pemerintah Tambrauw terus dijalani dan dipertahankan melalui hubungan komunikasi yang baik. Kegiatan bersama juga harus sering dilakukan sehingga kedua pihak terus saling membantu. Kegiatan yang terus dilakukan secara bersama sama antara UNIPA dan pemerintah Tambrauw adalah rapat kerja/rapat koordinasi dan kegiatan bersama di lapangan seperti penyuluhan di masyarakat. Komunikasi yang baik, tujuan yang jelas, pembagian tugas yang jelas, integritas yang tinggi dan bekerja secara professional merupakan kunci sukses kerjasama pemerintah Tambrauw dengan UNIPA.

Harapan dari tim UNIPA, suatu saat sistem konservasi penyu belimbing di Tambrauw yang telah dibangun akan berjalan baik sehingga populasi penyu belimbing dapat meningkat dan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.