
Pelatihan PMNH Digelar: Perkuat Kesiapan Kerja Lapangan Tahun 2026
Penulis
Liana Mongdong, Kartika Zohar
Tanggal
08 Februari 2026
Pelatihan Pendamping Masyarakat dan Narahubung (PMNH) telah dilaksanakan pada 28–30 Januari 2026 di Ruang Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat di Taman Pesisir (TP) Jeen Womom, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya.
Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Papua (UNIPA), Freddy Pattiselanno. Selain 11 orang PMNH, pelatihan ini juga mengikutsertakan 6 mahasiswa yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) UNIPA. Kegiatan di lapangan dilakukan hingga April 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh terkait program, keterampilan teknis lapangan, serta kemampuan bekerja secara kolaboratif dan profesional. Materi yang diberikan mencakup pengenalan program pelestarian penyu, pengelolaan administrasi dan pelaporan keuangan kegiatan, pembagian tim dan lokasi kerja, serta pelaksanaan program pendidikan formal dan informal bagi masyarakat.
Proses tanda tangan kontrak
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Liana Mongdong)
Pemaparan materi pengelolaan keuangan
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Liana Mongdong)
Pada hari pertama, sebelum pelatihan dimulai, PMNH melakukan penandatanganan kontrak kerja. Tanda tangan di atas kertas itu bukan sekadar formalitas, melainkan pernyataan komitmen dan tanggung jawab nyata untuk mendampingi masyarakat Jeen Womom.
Setelah menandatangani kontrak, materi yang diterima di hari pertama fokus pada fondasi program. Para peserta diajak mendalami visi misi pelestarian penyu, sistem administrasi dan keuangan yang akuntabel, mekanisme pelaporan lapangan, serta strategi mengelola kegiatan pendidikan melalui rumah belajar. Materi-materi ini menjadi panduan operasional mereka selama empat bulan ke depan.
Hari kedua diisi dengan praktik mengajar Membaca, Menulis, dan Berhitung (Calistung), Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), teknik dokumentasi kegiatan, pengembangan keterampilan pendukung, serta materi team building dan manajemen konflik. Sementara itu, di hari terakhir, difokuskan pada materi pembuatan minyak kelapa yang bersih dan higienis, pengelolaan rumah produksi, pengenalan biologi penyu dan upaya konservasinya, serta praktik mengajar Computer English (Comeng) untuk anak usia PAUD hingga SD.
Praktik cara mengajar calistung
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Liana Mongdong)
Belajar merajut amigurumi
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Liana Mongdong)
Pelatihan ini ditutup oleh Pengelola Program Sains untuk Konservasi, Fitryanti Pakiding, dengan harapan para Pendamping Masyarakat dan Narahubung memiliki kesiapan pengetahuan, keterampilan, serta komitmen yang kuat untuk mendukung keberhasilan dan keberlanjutan program di lapangan.
Dengan bekal yang komprehensif ini, para PMNH dan mahasiswa KKNT UNIPA siap turun ke masyarakat. Mereka bukan hanya menjadi perpanjangan tangan program, tetapi juga mitra belajar dan agen perubahan yang diharapkan dapat menuliskan cerita baru tentang pemberdayaan dan pelestarian di Taman Pesisir Jeen Womom. Perjalanan panjang dimulai dari sini.
Bagikan Tulisan
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya

















