Kategori
Uncategorized @id

Conservation Goes To School di Nabire dan di Biak

Conservation Goes To School di Nabire dan di Biak

Tanggal

20 Maret 2020

Penulis

Frenly Wehantouw, Henny Lesnussa, Noviyanti, dan Halter Karubaba

Kenal dan Jaga Kitong pu Laut” (Kenal dan jaga laut kita) adalah tema yang diusung oleh tim outreach untuk kegiatan Conservation Goes to School sebagai upaya menghubungkan sains dengan penyadartahuan siswa/siswi di Nabire untuk mendukung konservasi di Bentang Laut Kepala Burung. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 7-15 Februari 2020 ini berhasil menjangkau sekitar 988 pelajar di Nabire. Sekolah yang dikunjungi adalah SD Negeri 2 Nabire, SD Agape Anak Panah, SMP Negeri 4 Nabire, SMP Anak Panah, SMA Negeri 3 Nabire, SMA & SMK Anak Panah. Kegiatan ini melibatkan dua narasumber dari Universitas Papua yaitu Duaitd Kolibongso, S.Pi., M.Si., dan Rossa Latumahina, S.TP. Materi yang disampaikan adalah spesies-spesies megafauna akuatik dilindungi yang berada di perairan Nabire. Informasi penting yang disampaikan adalah fungsi biologi dan ekologi, serta ancaman kelestarian megafauna ini dengan fokus diskusi adalah penyu, hiu paus, dan dugong.

Kegiatan yang serupa juga dilakukan di Kabupaten Biak Numfor dengan mengusung tema “Penyu sa pu teman, Laut sa pu rumah” (Penyu adalah teman saya, laut adalah rumah saya). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2-6 Maret 2020. Terdapat 7 sekolah yang dikunjungi, yaitu SD YPK Opiaref, SD Mandala, SMP 2 Opiaref, SMP 2 Biak Kota, SMP 4 Biak Kota, SMA 1 Biak Barat dan SMA 2 Biak Kota; kegiatan ini berhasil menjangkau 665 pelajar. Narasumber pada kegiatan ini adalah Irman Rumengan, S.Pi., M.Si., dan Marjan Bato, S.Kel., M.Si. Dalam kesempatan ini, para narasumber menyampaikan tentang biota laut di perairan Papua dan upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian mereka.

CGS Nabire

Tim bersama guru SMPN-4 di kantin sekolah yang dipajang poster “Trash Breakdown

Foto : Tim Outreach

CGS BIak 1

Suasana kegiatan Conservation Goes to School di SMAN-1 Biak Barat

Foto : Tim Outreach

CGS Nabire 1

Conservation Goes to School di SMP Anak Panah, Nabire

Foto : Tim Outreach

Hampir semua siswa di sekolah-sekolah yang dikunjungi memanfaatkan sesi tanya jawab dengan begitu baik. Ada banyak peserta yang menyimak materi dengan baik dan, melalui pertanyaan yang mereka berikan, menunjukkan bahwa mereka ingin mengetahui lebih lagi tentang sains/pengetahuan mengenai megafauna akuatik. Salah satu siswa di SMA 2 Biak Kota, menyampaikan bahwa konservasi harus dimulai dari diri sendiri. Hal ini senada dengan pendapat siswa SMA 1 Biak Barat. Para guru dan kepala sekolah menyatakan bahwa kunjungan ini sangat bermanfaat untuk mengedukasi siswa mereka; mereka berharap agar kunjungan ini dapat dilakukan lagi di masa mendatang.

Ada sebuah cerita menarik yang tim dapatkan saat kunjungan di SMPN 4 Nabire. Kepala sekolah menyampaikan pengalaman pribadinya bermitra dengan sebuah sekolah Jawa. Melalui kemitraan ini, beliau berinisiatif memulai program pengurangan plastik sekali pakai di sekolah yang beliau pimpin. Saat tim berkunjung, program ini sudah berjalan sekitar 8 bulan. Beliau memulai program dengan mengedukasi pengelola kantin, para guru, dan para siswa. Guru dan siswa yang ingin membeli air di kantin bisa membeli airnya saja; guru dan siswa dianjurkan untuk membawa botol/tumbler sendiri. Beliau bercerita tantangan yang beliau hadapi, terutama dari pedagang asongan yang berjualan di luar wilayah sekolah. Namun, berkat hubungan baik dengan seluruh pihak di sekolah, peraturan ini dijalankan dengan senang hati baik oleh pengelola kantin, para guru, dan juga siswa-siswi di sekolah ini. Beliau menyarankan agar kegiatan Conservation Goes to School menjadikan para kepala sekolah sebagai target kegiatan selanjutnya. Menurut beliau, kepala sekolah berperan penting untuk mengubah kebiasaan pemakaian plastik sekali pakai di sekolah.

Kategori
Uncategorized @id

Lowongan Kerja Staff Lapangan Program Pemantauan Penyu & Perlindungan Sarang

Lowongan Kerja Staff Lapangan Program Pemantauan Penyu & Perlindungan Sarang

Universitas Papua (UNIPA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan dukungan Blue Abadi Fund (BAF) kembali memberikan peluang bagi para pemuda/I untuk menjadi Staff Lapangan melalui Program Pemantauan Penyu dan Perlindungan Sarang di Taman Pesisir Jeen Womom Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw – Papua Barat untuk Periode April hingga Oktober 2020

Kegiatan ini bertujuan untuk memantau aktivitas peneluran penyu, meningkatkan produksi tukik dengan melindungi sarang-sarang yang terancam, memantau habitat peneluran, dan melaksanakan penelitian-penelitian yang menunjang perlindungan penyu

Persyaratan :

1. Usia maksimal 35 tahun per tanggal 1 September 2019
2. Lulusan minimal D3 dari semua jurusan
3. IPK minimal 2.75 (skala 4)
4. Mengisi Formulir Pendaftaran
5. Membuat riwayat hidup/CV
6. Fotocopy ijazah pendidikan terakhir (1 rangkap)
7. Fotocopy transkip nilai (1 rangkap)
8. Fotocopy KTP (1 rangkap)
9. Fotocopy BPJS Kesehatan/KIS  (1 rangkap)

Posisi & Keuntungan :

1.Kuota bagi dua (2) Orang Staff Lapangan (pantai)
2.Memperolah pengalaman bekerja untuk konservasi penyu
3.Pendapatan minimal Rp.3.000.000/bulan
4.Biaya Konsumsi, transportasi dan akomodasi ditanggung

Silahkan Download Formulir Pendaftaran di bawah ini :

Penerimaan Berkas dibuka dari tanggal 13-20 Maret 2020

Berkas persyaratan dapat diantar ke sekretariat kegiatan atau dikirim melalui e-mail :
coe.lp2m@unipa.ac.id

Sekretariat :
Center of Excellence for Sustainable Development in Papua
Jln.Brawijaya No.250 Makalew
Manokwari-Papua Barat

Narahubung :
0823-9953-4828 (Yairus Swabra)
0852-4411-1100 (Trisye)

Kategori
Monitoring Ekologi Training

Dive Master untuk Peningkatan Kapasitas Pengambilan Data Monitoring Ekologi

Dive Master untuk Peningkatan Kapasitas Pengambilan Data Monitoring Ekologi

Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :

  • Meningkatkan kapasitas pengambilan data ekologi
  • Mendukung pelaksanaan monitoring ekologi

Tempat dan tanggal kegiatan

  • Bogor : untuk materi kelas (teori) yang dilakukan pada tanggal 27-29 dan 31 Januari 2020
  • Jakarta : materi kelas dan praktek lapangan (pratek di kolam) yang pada tanggal 30 Januari 2020

Foto : Tim BHS Ekologi Unipa

Foto : Tim BHS Ekologi Unipa

Foto : Tim BHS Ekologi Unipa

Hasil

Hasil yang dicapai adalah sebagai berikut

  • Peserta telah memiliki tambahan dua sertifikat selam dalam bidang science of diving dan dive guide
  • Peserta memiliki kemampuan dalam bidang science of diving
  • Peserta memiliki kemampuan sebagai dive guide
  • Peserta memiliki kemampuan untuk mengajar/prakter teknik penyelaman dasar kepada penyelam baru
  • Peserta dapat memberikan sertifikasi snorkeling bagi yang menginginkan
  • Peserta diberikan wewenang untuk mengajar, memberikan materi kepada penyelam baru
Kategori
Monitoring Sosial Training

Program Capacity Building bersama Para Mitra: Pembelajaran Selama Sepuluh Tahun Monitoring Ekologi dan Sosial di BLKB

Program Capacity Building bersama Para Mitra: Pembelajaran Selama Sepuluh Tahun

Monitoring Ekologi dan Sosial di BLKB

Tanggal

20 Juli 2020

Penulis

Kezia Salosso dan Dariani Matualage

Program Capacity building atau program peningkatan kapasitas merupakan aspek yang penting dan sangat diperlukan dalam menunjang kinerja staf dan luaran program kerja di Divisi Pembangunan Berkelanjutan Universitas Papua (UNIPA). Pada tanggal 4-21 Februari 2020, tim UNIPA dan The Nature Conservancy (TNC) yang terdiri dari Dr. Fitryanti Pakiding (UNIPA-Ketua Divisi), Purwanto (Program Monitoring Ekologi), Kezia Salosso (Program Monitoring Sosial), Dariani Matualage (UNIPA-Analisis Data Ekologi), Indah Ratih Anggriyani (UNIPAAnalisis Data Sosial), dan Awaludinnoer Ahmad (TNC) Berkesempatan untuk mengikuti program capacity building di Amerika Serikat. Pendanaan Kegiatan ini berasal dari Blue Abadi Fund, Conservation International, Universitas Duke, dan TNC Indonesia.

Pada minggu pertama (4-7 Februari) di Washington DC, tim UNIPA dan TNC bekerja sama dengan rekan-rekan peneliti CI, WWF-AS, dan Universitas Duke menyelesaikan Laporan Status Bentang Laut Kepala Burung Tahun 2019 (SoTS 2019). SoTS 2019 adalah salah satu luaran dari program “Sains untuk Konservasi: Menghubungkan Sains dengan Upaya Konservasi di Bentang Laut Kepala Burung (BHS), di Papua Barat, Indonesia”. Laporan tersebut berisi informasi tentang kondisi ekologi dan sosial di BHS dari tahun 2010-2019.

QAQC Process untuk Data Monitoring ekologi bersama tim WWF-AS(foto oleh awaludinnoer-TNC(2020))

Foto : Awaludinnoer-TNC (2020)

Sementara itu, kunjungan ke North Carolina (10-21 Februari) merupakan kerjasama dengan Unversitas Duke (Duke Marine Lab.) untuk meningkatkan kapasitas tim UNIPA dan TNC dalam melakukan analisis dampak serta menul artikel ilmiah. Memilikemampuan untuk melakukan analisis dampak akan memungkinkan tim untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana Kawasan Konservasi Perairan (KKP) berdampak pada kondisi ekologis dan sosial di BHS. Informasi ini penting untuk mendukung proses manajemen adaptif oleh manajer KKP di BHS serta dapat mempengaruhpengambilan keputusan tentang KKP di tingkat yang lebih luas (lokal, nasional, dan regional).

Program monitoring ekologi dan monitoring sosial di BLKB telah berlangsung selama kurang lebih satu dekade. Kualitas pekerjaan dan monitoring yang berkelanjutan menunjukkan bahwa pentingnya memiliki keahlian yang diperlukan dan kerjasama yang baik dengan tim, termasuk para mitra pendukung. “Great things are never done by one person, they’re done by a team of people” (Steve Jobs).

Kategori
Monitoring Ekologi EKKP3K

Lokakarya Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (e-KKP3K) di Wilayah Perairan Bentang Laut Kepala Burung

Wilayah Bentang Laut Kepala Burung (BLKB) diidentifkasi sebagai kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati laut sangat tinggi dan menjadi prioritas pengembangan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) di Indonesia dan di dunia. Taman Nasional Laut Teluk Cenderawasih yang dikelola oleh Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) dibawah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), Suaka Alam Perairan Kepulauan Raja Ampat dan Kepulauan Waigeo Sebelah Barat yang pengelolaannya dilakukan oleh Satuan Kerja dibawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, KKP Kepulauan Raja Ampat, Taman Pesisir (TP) Jeen Womom Tambrauw, KKP Kaimana, Teluk Berau dan Nusalasi Van Den Bosch di Fakfak yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dibawah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat, serta calon Kawasan konservasi perairan yang telah diinisiasi oleh masyarakat adat yaitu Misool utara dan yang diinisiasi oleh loka PSPL Sorong yaitu Maksegara di daerah Makbon, Sorong.

Foto Bersama Saat Pembukaan Lokakarya

Foto : Tim BHS Ekologi Unipa

Tujuan pelaksanaan lokakarya E-KKP3K yaitu Melakukan evaluasi efektivitas pengelolaan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil di wilayah BLKB dengan perangkat e-KKP3K , meningkatkan kemampuan peserta menggunakan pedoman teknis e-KKP3K untuk menilai efektivitas pengelolaan kawasan konservasi di Bentang Laut Kepala Burung Papua, memperkenalkan secara rinci pedoman teknis e-EKKP3K termasuk konsep dasar dan penggunaannya bagi pengelola kawasan konservasi yang baru, sharing informasi dan inisiasai pembentukan jejaring pengelolaan KKP/e-KKP3K di Provinsi Papua Barat.

Pelaksanaan kegiatan telah dilakukan pada tanggal 27-29 Januari 2020 bertempat di ruang rapat Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Barat, dihadiri oleh berbagai pengelola Kawasan yaitu perwakilan dari Balai Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Loka PSPL Sorong, Yayasan Nazareth Papua, Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat, Conservation International (perwakilan fakfak, kaimana dan raja ampat), BKKPN Kupang, dan Universitas Papua.

Adapun hasil dari pelaksanaan lokakarya yaitu Dokumen status pengelolaan masing-masing kawasan konservasi perairan di Bentang Laut Kepala Burung pada tahun 2019, peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta menggunakan pedoman teknis e-KKP3K , dan dokumen evaluasi pengelolaan masing-masing kawasan konservasi perairan di Bentang Laut Kepala Burung Papua pada tahun 2019.

Tabel Hasil E-KKP3K Tahun 2019

Kementerian Kelautan dan Perikanan mengembangkan perangkat yang disebut Pedoman Teknis Evaluasi Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (e-KKP3K). Pedoman Teknis tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan DirJen KP3K No. 44/2012 dimandatkan dilakukan secara rutin pada semua kawasan konservasi perairan yang pengelolaannya dibawah Kementerian Kelautan dan Perikanan termasuk beberapa kawasan konservasi perairan di BLKB.

(Oleh : Irman Rumengan, Dariani Matualage, Habema Fanri Monim, Purwanto)

Berita Lainnya

Kategori
Monitoring Ekologi Diseminasi

Diseminasi Hasil Survei Sosial Ekonomi dan Ekologi di Kabupaten Nabire

Universitas Papua bekerjasama dengan USAID, Blue Abadi Fund (BAF), CI dan TNC telah melakukan monitoring sosial ekonomi dan ekologi masyarakat di daerah Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Bentang Laut Kepala Burung (BLKB).  Monitoring ini dilakukan pada enam Kawasan Konservasi Perairan (KKP), dimana salah satunya adalah wilayah Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC). Kegiatan yang dilakukan sejak tahun 2010 ini memberikan banyak sekali informasi. Informasi yang diperoleh disajikan dalam bentuk laporan profil kampung, profil distrik, laporan KKP, dan laporan social impact KKP.

Penyampaian materi diseminasi di Kabupaten Nabire (Dok. Habema Monim-CoE UNIPA) 1

Foto : Habema Monim-S4C

Penyampaian materi diseminasi di Kabupaten Nabire (Dok. Habema Monim-CoE UNIPA)

Foto : Habema Monim-S4C

Diseminasi hasil survei sosial dan ekologi di Kabupaten Nabire dilakukan pada hari Jumat tanggal 14 februari 2020. Jumlah peserta peserta yang hadir 18 orang yang terdiri dari 4 orang perempuan dan 14 laki-laki yang berasal dari Dinas Pendidikan, Rumah Sakit Umum Daerah, Dinas Sosial, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi Pegawai Negeri (KPN), Dinas Pertanian, dan dari kalangan umum.

Meskipun terjadi keterlambatan waktu, secara umum diseminasi berjalan dengan lancar dan baik. Pemaparan yang dilakukan meliputi pendekatan monitoring yang digunakan, teknik penarikan sampel, metode pengumpulan data, indikator yang digunakan untuk sosial ekonomi maupun ekologi. Informasi yang dimaksud terdiri dari kondisi saat ini dan perkembangan/perubahan yang terjadi mengenai bidang sosial dan ekonomi serta bidang ekologi.

(Oleh: Maya Paembonan)

Kategori
Uncategorized @id

Jadwal Pelatihan Calon Pendamping Masyarakat

Jadwal Pelatihan Calon Pendamping Masyarakat

Sekali lagi, Kami mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah lulus pada seleksi wawancara. Tahap selanjutnya dari proses seleksi ini adalah Pelatihan bagi Calon Pendamping Masyarakat, dimana para peserta yang merupakan calon pendamping akan mengikuti kegiatan pelatihan selama 3 hari. Berikut kami sampaikan Jadwal Pelatihan Calon Pendamping Masyarakat.

Daftar Nama & Jadwal Pelatihan (Jam dan tempat) dapat di download di bawah ini  :

Catatan :

• Kegiatan pada hari pertama dan kedua bertempat di Kantor Center of Excellence (Jln. Brawijaya No. 250), sedangkan kegiatan pada hari ketiga (Pukul 09:00 – 12:00) bertempat di Laboratorium Pangan – Fakultas Teknologi Pertanian UNIPA, setelah ISOMA kegiatan dilanjutkan kembali ke Kantor Center of Excellence.
• Para peserta menggunakan pakaian bebas rapi (hindari menggunakan kaos oblong dan celana pendek).
• Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Narahubung via WA

Sekretariat :
Center of Excellence for Sustainable Development in Papua
Jln.Brawijaya No.250 Makalew
Manokwari-Papua Barat

Narahubung :
0812-3575-8357 (Alberto Yonathan)
0812-4765-9743 (Kartika Zohar)

Kategori
Uncategorized @id

Penyebaran Informasi Terkait Isu-isu Konservasi Kepada Masyarakat Umum Melalui Pameran HUT Pekabaran Injil ke-165 di Manokwari

Penyebaran Informasi Terkait Isu-isu Konservasi Kepada Masyarakat Umum

Melalui Pameran HUT Pekabaran Injil ke-165 di Manokwari

Tanggal

5 Februari 2020

Penulis

Halter Zonner Karubaba

Dalam rangka menyambut HUT Pekabaran Injil (PI) ke 165 tahun di Tanah Papua pada tanggal 05 Februari 2020 yang dipusatkan di Manokwari, Panitia HUT PI membuka kesempatan secara umum kepada organisasi/yayasan/lembaga pemerintahan untuk membuka stand pameran di lokasi pameran HUT PI yang terletak di depan halaman Kantor Klasis Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, Kwawi, Manokwari Papua Barat. Tim CoE UNIPA mengambil bagian turut berpartisipasi pada kegiatan tersebut untuk berbagi isu Konservasi kepada para pengunjung stand pameran. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari pada tanggal 31 Januari dan 1 Februari dilaksanakan oleh 4 orang staf CoE yaitu Hofni Watofa, Abidin Pratama Mayalibit, Mesak Adadikam, dan Halter Zonner Karubaba, 1 orang Volunteer mahasiswa Faknik Diving Club yaitu Rosita S. Massa, dan 3 orang Dosen UNIPA yaitu Noviyanti, Frenly, dan Henny Albertina.

Diskusi di Stand (Dok. Halter Zonner Karubaba-CoE UNIPA)

Foto : Tim Outreach

Produk-produk berupa minyak kelapa dan keripik yang dijual di stand

Foto : Tim Outreach

Stand ini menyediakan informasi kepada para pengunjung tentang kegiatan Sains untuk konservasi yang dilakukan di wilayah Bentang Laut Kepala Burung (BLKB) dan menyediakan informasi tentang spesies laut yang dilindungi melalui infografis yang dipajang di stand pameran. Terdapat 26 orang yang mengikuti kegiatan ini dengan latar profesi yang berbeda seperti pegawai swasta, pelajar dan masyarakat umum.

Terdapat empat kegiatan yang dilakukan oleh Tim CoE UNIPA yaitu pemutaran film documenter Provinsi Konservasi, A sea Turtle story, The Survival of sea turtles, dan Si Otan Raksasa yang bersahabat. Film dokumenter ini ada yang menceritakan tentang keindahan dari alam bawa laut dan kekayaan alam seperti hutan di Provinsi Papua Barat dan peran manusia untuk menjaganya, kemudian ada juga film tentang animasi pendek kronik siklus hidup penyu kritis yang terancam punah. Film-film ini ideal untuk semua penonton, dan untuk mengajar anak muda dan tua tentang makhluk-makhluk menakjubkan ini.

Selain itu terdapat pembagian brosur dan diskusi tanya jawab bersama pengunjung tentang bahaya makan daging penyu, dan pembagian pembatas Alkitab yang memiliki pesan tentang menjaga dan melestarikan alam. Para pengunjung juga diajak untuk mengetahui hal-hal baru tentang ilmu sains dari spesies laut endemik yang dilindungi seperti; cendrawasih, dugong, hiu paus, lumba-lumba, karanghiu berjalan, kuskus, dan penyu  melalui permainan lucky wheel.

Diskusi tentang perlindungan penyu yang terjadi di stand pameran membuat banyak pengunjung merasa senang karena ternyata kegiatan menjaga kelestariaan penyu belimbing dapat berjalan bersama dengan kegiatan pengembangan masyarakat. Mereka senang mengetahui tentang adanya program dan orang-orang yang bekerja untuk lingkungan dan masyarakat secara seimbang. Ada juga pengunjung stand yang baru mengetahui bahwa memakan telur dan daging penyu dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Setelah selesai diskusi, para pengunjung membawa pulang brosur informasi tentang bahaya memakan telur dan daging penyu dan berencana untuk membagikan informasi ini kepada rekan, sahabat, dan keluarga.

Kategori
Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Lokakarya Para Pihak dalam Pengembangan Kabupaten Konservasi dan Masyarakat Adat di Tambrauw, Papua Barat

Lokakarya mitra dalam pengembangan Kabupaten Konservasi dan masyarakat hukum adat dilakukan di Fef, Ibukota Kabupaten Tambrauw, pada tanggal, 28 Januari 2020. Pertemuan rutin ini merupakan kegiatan Kelompok Kerja (Pokja) Pemerintah Kabupaten Tambrauw. Keanggotaan dalam Pokja terdiri dari Organisasi Perangkap Daerah (OPD) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Ketua Pokja adalah Sekertaris Daerah Kabupaten Tambrauw. Lokakarya biasanya dilakukan setiap awal atau akhir tahun (menyesuaikan dengan kegiatan mitra dan pemerintah).

Peserta yang hadir pada pertemuan ini sebanyak 30 orang terdiri dari OPD dan mitra kerja pemerintah Kabupaten Tambrauw. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tambrauw Bapak, Engelbertus Kocu, S.Hut., M.Si dan ditutup oleh Asisten II, Bapak Saur Sitomorang. Dalam sambutannya Setda Tambrauw berpesan agar, (a).LSM lokal yang mendampingi kegiatan pemetaan wilayah adat segera dilakukan di seluruh Kabupaten Tambrauw sehingga pengerjaan pembangunan berdasarkan alokasi wilayah, (b). Pembangunan berfokus pada penyebaran 6 (enam) suku di wilayah Kabupaten Tambrauw, (c). Pemetaan wilayah adat secara menyeluruh di kabupaten Tambrauw mulai dari Fef, Bamusbama dan seluruh wilayah Kabupaten Tambrauw, (d). Akan ada pembahasan RTRW dan RDTR pada Bulan Mei 2020, sehingga OPD dan mitra kerja Kabupaten Tambrauw diharapkan hadir dalam pertemuan tersebut, (e). Dalam pertemuan ini (28 Januari 2020), menghasilkan rekomendasi pemetaan wilayah sehingga Tahun 2020, pemerintah membangun berdasarkan alokasi area wilayah adat, area konservasi dan area pembangunan.

Kegiatan Presentasi di Fef, 28 Januari 2020 (Dok. CoE)

Foto : S4C

Dalam pertemuan ini beberapa narasumber yang mempresentasikan hasil capaian kegiatan dan rencana ke depan diantaranya Akawoun (LSM lokal Tambrauw) yang mendampingi pemetaan wilayah adat, Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) Bogor, Yayasan WWF Indonesia Site Papua, LPPM-UNIPA, dan Samdhana Institut. Masing-masing menyampaikan hasil kegiatan Tahun 2019 dan rencana kerja Tahun 2020. Selain itu OPD juga memberikan pandangan terutama komitmen dalam kerangka pembangunan Kabupaten Tambrauw berbasis konservasi dan masyarakat adat. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan merumuskan hasil pertemuan.

Rumusan yang dihasilkan pada pertemuan diantaranya: (1). Pemerintah daerah Kabupaten Tambrauw diminta untuk segera menyelesaikan sengketa kepemilikan lahan di wilayah Kabupaten Tambrauw agar mendukung Kabupaten Konservasi dan masyarakat adat, (2). Sinkronisasi pembahasan tim revisi  RTRW  dan tim RDTR  bersama mitra  dan Pemda Tambrauw dalam   bentuk lokakarya   lanjutan sesuai pengaturan oleh pemerintah daerah, (3). Alokasi dana APBD untuk mendukung kerja mitra lokal  (Akawuon) dalam  musyawarah adat penentuan batas-batas wilayah adat,  (4). Percepatan Penyelesaian SK   Bupati Tambrauw   tentang Panitia Masyarakat Hukum Adat, (5). Penyelesaian dokumen master plan Dokumen Kabupaten Tambrauw sebagai kabupaten konservasi, (6). Penertiban kegiatan LSM yang ada di pantai Jeen Womom, (7). Terkait dengan pembiayaan pertemuan lanjutan  akan di fasilitasi oleh mitra pemerintah pada Bulan Mei 2020, (8). Adanya rekomendasi   dan pemberitahuan   dari   setiap LSM  terkait   dengan pekerjaan di lapangan di   Kabupaten Tambrauw, (9). Penyampaian laporan program kerja Tahun   2019 dan Rencana   Kerja Tahun 2020 oleh Mitra  LSM yang bekerja di Tambrauw kepada Bupati, 10). Perda penggunaan lahan di kabupaten Tambrauw segera di susun oleh Pemda, (11). Penyusunan Peraturan Bupati tentang petunjuk pelaksanaan Perda, (12). Salah satu tugas pokok dan fungsI Masyarakat Adat akan diusulkan untuk masukan pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung.

(Oleh : Sinus Keroman,Kartika Zohar, dan Yairus Swabra)

Kategori
Uncategorized @id

Audit Eksternal Sebagai Bagian Pertanggungjawaban dalam Program BAF Siklus 2 Tahun 2019

Audit Eksternal Sebagai Bagian Pertanggungjawaban dalam Program BAF Siklus 2

Tahun 2019

Tanggal

18 Januari 2020

Penulis

Henny Undap, Susi M. Marini, dan Julita Paladan

Sebagai bagian dari pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan Program Sains untuk Konservasi di Bentang Laut Kepala Burung, maka dilakukan kegiatan audit eksternal yang melingkupi audit pelaksanaan program dan keuangan. Program Sains untuk Konservasi di Bentang Laut Kepala Burung merupakan kerjasama LPPM UNIPA dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) pada siklus 2 Tahun 2019.

Audit Eksternal Sebagai Bagian Pertanggungjawaban dalam Program BAF Siklus 2 Tahun 2019

Foto : Tim S4C

Audit Eksternal Sebagai Bagian Pertanggungjawaban dalam Program BAF Siklus 2 Tahun 2019 (1)

Foto : Tim S4C

Kegiatan audit diawali dengan pendampingan oleh pihak KEHATI guna memastikan bahwa prosedur kegiatan terutama pertanggungjawaban keuangan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tim keuangan didampingi untuk penyiapan bukti-bukti penggunaan dana dan mekanisme pelaporannya. Pada kegiatan yang  berlangsung selama seminggu (6-11 Januari 2020) ini pihak KEHATI memeriksa penggunaan dana yang dikeluarkan dan melihat bukti pendukung transaksi berupa kwitansi, nota belanja, kontrak kerja, bidding dan lainnya sesuai SOP yang diberikan. serta pelaporan keuangan pada catatan transaksi harian kegiatan.

Kemudian pada tanggal 13-18 Januari 2020, lembaga auditor independen melakukan proses pemeriksaan keuangan (audit eksternal) untuk memeriksa pertanggungjawaban penggunaan dana yang diberikan oleh donatur. Tim auditor yang didatangkan oleh lembaga auditor independen (PKF Hadiwinata) adalah Bpk. Ipan dan Bpk Abi sebagai auditor pemeriksa keuangan program. Proses audit eksternal berjalan dengan lancar dan berdasarkan catatan dari auditor bahwa laporan pertanggungjawaban dana siklus 2 sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan Siklus 1 pada tahun sebelumnya. Kemajuan laporan keuangan Siklus 2 dapat terlihat terutama dalam pencatatan transaksi harian dan pengarsipan dokumen-dokumen penunjang.