Penyebaran Informasi Terkait Isu-isu Konservasi Kepada Masyarakat Umum
Melalui Pameran HUT Pekabaran Injil ke-165 di Manokwari
Tanggal
5 Februari 2020
Penulis
Halter Zonner Karubaba
Dalam rangka menyambut HUT Pekabaran Injil (PI) ke 165 tahun di Tanah Papua pada tanggal 05 Februari 2020 yang dipusatkan di Manokwari, Panitia HUT PI membuka kesempatan secara umum kepada organisasi/yayasan/lembaga pemerintahan untuk membuka stand pameran di lokasi pameran HUT PI yang terletak di depan halaman Kantor Klasis Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, Kwawi, Manokwari Papua Barat. Tim CoE UNIPA mengambil bagian turut berpartisipasi pada kegiatan tersebut untuk berbagi isu Konservasi kepada para pengunjung stand pameran. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari pada tanggal 31 Januari dan 1 Februari dilaksanakan oleh 4 orang staf CoE yaitu Hofni Watofa, Abidin Pratama Mayalibit, Mesak Adadikam, dan Halter Zonner Karubaba, 1 orang Volunteer mahasiswa Faknik Diving Club yaitu Rosita S. Massa, dan 3 orang Dosen UNIPA yaitu Noviyanti, Frenly, dan Henny Albertina.

Foto : Tim Outreach

Foto : Tim Outreach
Stand ini menyediakan informasi kepada para pengunjung tentang kegiatan Sains untuk konservasi yang dilakukan di wilayah Bentang Laut Kepala Burung (BLKB) dan menyediakan informasi tentang spesies laut yang dilindungi melalui infografis yang dipajang di stand pameran. Terdapat 26 orang yang mengikuti kegiatan ini dengan latar profesi yang berbeda seperti pegawai swasta, pelajar dan masyarakat umum.
Terdapat empat kegiatan yang dilakukan oleh Tim CoE UNIPA yaitu pemutaran film documenter Provinsi Konservasi, A sea Turtle story, The Survival of sea turtles, dan Si Otan Raksasa yang bersahabat. Film dokumenter ini ada yang menceritakan tentang keindahan dari alam bawa laut dan kekayaan alam seperti hutan di Provinsi Papua Barat dan peran manusia untuk menjaganya, kemudian ada juga film tentang animasi pendek kronik siklus hidup penyu kritis yang terancam punah. Film-film ini ideal untuk semua penonton, dan untuk mengajar anak muda dan tua tentang makhluk-makhluk menakjubkan ini.
Selain itu terdapat pembagian brosur dan diskusi tanya jawab bersama pengunjung tentang bahaya makan daging penyu, dan pembagian pembatas Alkitab yang memiliki pesan tentang menjaga dan melestarikan alam. Para pengunjung juga diajak untuk mengetahui hal-hal baru tentang ilmu sains dari spesies laut endemik yang dilindungi seperti; cendrawasih, dugong, hiu paus, lumba-lumba, karanghiu berjalan, kuskus, dan penyu melalui permainan lucky wheel.
Diskusi tentang perlindungan penyu yang terjadi di stand pameran membuat banyak pengunjung merasa senang karena ternyata kegiatan menjaga kelestariaan penyu belimbing dapat berjalan bersama dengan kegiatan pengembangan masyarakat. Mereka senang mengetahui tentang adanya program dan orang-orang yang bekerja untuk lingkungan dan masyarakat secara seimbang. Ada juga pengunjung stand yang baru mengetahui bahwa memakan telur dan daging penyu dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Setelah selesai diskusi, para pengunjung membawa pulang brosur informasi tentang bahaya memakan telur dan daging penyu dan berencana untuk membagikan informasi ini kepada rekan, sahabat, dan keluarga.
