Kategori
Uncategorized @id

Conservation Goes To School di Nabire dan di Biak

Conservation Goes To School di Nabire dan di Biak

Tanggal

20 Maret 2020

Penulis

Frenly Wehantouw, Henny Lesnussa, Noviyanti, dan Halter Karubaba

Kenal dan Jaga Kitong pu Laut” (Kenal dan jaga laut kita) adalah tema yang diusung oleh tim outreach untuk kegiatan Conservation Goes to School sebagai upaya menghubungkan sains dengan penyadartahuan siswa/siswi di Nabire untuk mendukung konservasi di Bentang Laut Kepala Burung. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 7-15 Februari 2020 ini berhasil menjangkau sekitar 988 pelajar di Nabire. Sekolah yang dikunjungi adalah SD Negeri 2 Nabire, SD Agape Anak Panah, SMP Negeri 4 Nabire, SMP Anak Panah, SMA Negeri 3 Nabire, SMA & SMK Anak Panah. Kegiatan ini melibatkan dua narasumber dari Universitas Papua yaitu Duaitd Kolibongso, S.Pi., M.Si., dan Rossa Latumahina, S.TP. Materi yang disampaikan adalah spesies-spesies megafauna akuatik dilindungi yang berada di perairan Nabire. Informasi penting yang disampaikan adalah fungsi biologi dan ekologi, serta ancaman kelestarian megafauna ini dengan fokus diskusi adalah penyu, hiu paus, dan dugong.

Kegiatan yang serupa juga dilakukan di Kabupaten Biak Numfor dengan mengusung tema “Penyu sa pu teman, Laut sa pu rumah” (Penyu adalah teman saya, laut adalah rumah saya). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2-6 Maret 2020. Terdapat 7 sekolah yang dikunjungi, yaitu SD YPK Opiaref, SD Mandala, SMP 2 Opiaref, SMP 2 Biak Kota, SMP 4 Biak Kota, SMA 1 Biak Barat dan SMA 2 Biak Kota; kegiatan ini berhasil menjangkau 665 pelajar. Narasumber pada kegiatan ini adalah Irman Rumengan, S.Pi., M.Si., dan Marjan Bato, S.Kel., M.Si. Dalam kesempatan ini, para narasumber menyampaikan tentang biota laut di perairan Papua dan upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian mereka.

CGS Nabire

Tim bersama guru SMPN-4 di kantin sekolah yang dipajang poster “Trash Breakdown

Foto : Tim Outreach

CGS BIak 1

Suasana kegiatan Conservation Goes to School di SMAN-1 Biak Barat

Foto : Tim Outreach

CGS Nabire 1

Conservation Goes to School di SMP Anak Panah, Nabire

Foto : Tim Outreach

Hampir semua siswa di sekolah-sekolah yang dikunjungi memanfaatkan sesi tanya jawab dengan begitu baik. Ada banyak peserta yang menyimak materi dengan baik dan, melalui pertanyaan yang mereka berikan, menunjukkan bahwa mereka ingin mengetahui lebih lagi tentang sains/pengetahuan mengenai megafauna akuatik. Salah satu siswa di SMA 2 Biak Kota, menyampaikan bahwa konservasi harus dimulai dari diri sendiri. Hal ini senada dengan pendapat siswa SMA 1 Biak Barat. Para guru dan kepala sekolah menyatakan bahwa kunjungan ini sangat bermanfaat untuk mengedukasi siswa mereka; mereka berharap agar kunjungan ini dapat dilakukan lagi di masa mendatang.

Ada sebuah cerita menarik yang tim dapatkan saat kunjungan di SMPN 4 Nabire. Kepala sekolah menyampaikan pengalaman pribadinya bermitra dengan sebuah sekolah Jawa. Melalui kemitraan ini, beliau berinisiatif memulai program pengurangan plastik sekali pakai di sekolah yang beliau pimpin. Saat tim berkunjung, program ini sudah berjalan sekitar 8 bulan. Beliau memulai program dengan mengedukasi pengelola kantin, para guru, dan para siswa. Guru dan siswa yang ingin membeli air di kantin bisa membeli airnya saja; guru dan siswa dianjurkan untuk membawa botol/tumbler sendiri. Beliau bercerita tantangan yang beliau hadapi, terutama dari pedagang asongan yang berjualan di luar wilayah sekolah. Namun, berkat hubungan baik dengan seluruh pihak di sekolah, peraturan ini dijalankan dengan senang hati baik oleh pengelola kantin, para guru, dan juga siswa-siswi di sekolah ini. Beliau menyarankan agar kegiatan Conservation Goes to School menjadikan para kepala sekolah sebagai target kegiatan selanjutnya. Menurut beliau, kepala sekolah berperan penting untuk mengubah kebiasaan pemakaian plastik sekali pakai di sekolah.

66 tanggapan untuk “Conservation Goes To School di Nabire dan di Biak”

Komentar ditutup.