
Cerita dari lapang: Melindungi Sarang Penyu sesuai Karakter Pantai
Penulis
Delph Farlin Mamori
Tanggal
9 November 2022
Ikuti proses seleksi hingga pelatihan sebelum turun lapang
Perkenalkan nama saya Delph Farlin Mamori atau yang lebih akrab dipanggil Pain, asal suku dari Serui dan telah menyelesaikan sarjana di Jurusan Perikanan di Universitas Papua. Saya bergabung dengan program Sains untuk Konservasi LPPM Universitas Papua setelah mengikuti penerimaan yang dilakukan pada bulan Februari 2022. Sebagai seorang lulusan perikanan, saya sudah menjumpai berbagai biota yang hidup di laut namun penyu merupakan salah satu biota yang belum pernah saya jumpai. Rasa penasaran dan juga ketertarikan dengan biota laut membuat saya ingin bergabung dengan program konservasi penyu dan melihat penyu secara langsung di habitatnya. Awalnya saya mendaftar untuk mengisi posisi sebagai Tenaga Lapang Pantai Peneluran namun belum berhasil terpilih. Namun saya dihubungi kembali dan ditawarkan untuk mengikuti program magang terlebih dahulu. Hal tersebut merupakan kesempatan yang datang kepada saya untuk dapat bergabung bersama teman-teman yang berada di lapangan dan melakukan aktivitas pemantauan penyu dan perlindungan sarang. Saya ditempatkan di Pantai Jeen Yessa tepatnya di pos Batu rumah bersama Koordinator, tenaga lapangan serta tenaga patroller lokal disana.
Pain Sedang Membuat Perlindungan Sarang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Tim Warmamedi)
Pain Sedang Mengukur Indukan Penyu
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Tim Jeen Yessa)
Belajar banyak hal baru di Pantai Batu Rumah
Setelah tiba di lapangan pada bulan Juni saya penasaran ingin segera melakukan monitoring malam agar dapat melihat penyu. Pertama kali berjumpa dengan penyu belimbing (Dermochelys coriacea) saya sangat senang karena dapat melihat secara langsung penyu terbesar di dunia tersebut. Saya langsung diajarkan melakukan pengukuran panjang lebar karapas penyu dan scanning PIT (Passive Integrated Transponder) untuk mengetahui apakah penyu tersebut penyu lama atau penyu baru yang didata. Saya juga melakukan perlindungan sarang dengan beberapa metode yang dipakai tim di sana yaitu sarang yang diberi pagar, sarang yang dinaungi daun pakis 1 lapis dan 2 lapis serta melakukan pemindahan sarang ke lokasi aman ketika berada di bawah pasang surut. Hal lainnya yang saya pelajari adalah pendataan jejak penyu, belajar menentukan posisi telur yang akan dilindungi dan kompilasi data. Saya bersyukur dapat berkesempatan menjumpai tiga jenis penyu lainnya di sana yaitu : penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivacea) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Tidak tersedianya jaringan seluler atau internet dan jarak yang begitu jauh dari perkampungan saat di lapangan bukan menjadi hambatan bagi saya untuk tetap melakukan aktivitas dan tanggung jawab saya sebagai seorang tenaga magang.
Pindah ke Pantai Warmamedi belajar strategi perlindungan sarang penyu
Sebulan di Batu Rumah, saya kemudian dipindahkan ke pantai Warmamedi (pantai bagian timur di pantai Jeen Yessa) untuk membantu pemantauan dan perlindungan bersama tim yang berbeda. Berbeda dengan pantai Batu Rumah, di pantai Warmamedi perlindungan sarang lebih fokus memakai perlindungan pagar karena suhu pasir di sana tidak terlalu tinggi seperti pantai lainnya dan ancaman di sana adalah predator seperti hewan babi, biawak ataupun anjing. Selain itu pantai Warmamedi juga memiliki pasir yang sangat lebar dan merupakan pantai dengan jumlah kehadiran penyu yang sangat banyak. Kedua pantai yaitu Batu Rumah maupun Warmamedi memiliki pesona alam yang sangat indah ditambah dengan melakukan pekerjaan yang saya sukai membuat saya jatuh cinta dan nyaman berada disana. Hari demi hari saya jalani dengan bahagia dan rasa bersyukur tak terasa waktu begitu cepat berlalu hingga tiba pula di akhir musim teduh (Oktober 2022) dan saya beserta teman-teman yang lainnya pulang kembali ke Manokwari.
Pain membuat perlindungan sarang dengan pagar di Pantai Warmamedi
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Tim Warmamedi)
Pain dan tim membuat perlindungan sarang dengan daun pakis di Pantai Batu Rumah
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)
Bagikan Tulisan
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya
