
Program Sains untuk Konservasi - LPPM UNIPA Gelar Rangkaian FPIC dan Sosialisasi Program TFCCA bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Sorong
Penulis
Meilani R. Nanlohy dan Kartika Zohar
Tanggal
03 Juli 2026
Pada akhir Juni hingga awal Juli 2026, tepatnya pada 29 Juni sampai 1 Juli, Tim Sains untuk Konservasi (S4C) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Papua (LPPM UNIPA) melanjutkan tahapan penting dalam proses Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) atau juga disebut PADIATAPA (Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan). Setelah sebelumnya berinteraksi langsung dengan masyarakat di kawasan Taman Pesisir Jeen Womom pada bulan Mei (baca ceritanya di sini), pada kesempatan ini proses FPIC diperluas melalui koordinasi bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten di Kota Sorong sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program.
Melalui rangkaian pertemuan tersebut, Tim S4C LPPM UNIPA tidak hanya memperkenalkan rencana pelaksanaan program yang didukung oleh Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA), tetapi juga membangun kesepahaman dengan pemerintah daerah, memperoleh masukan terhadap rencana kegiatan, serta memastikan bahwa pelaksanaan program selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Proses ini merupakan bagian dari penerapan prinsip FPIC yang menekankan penyampaian informasi secara terbuka, pelibatan para pemangku kepentingan sejak tahap awal, serta penghimpunan masukan sebelum program dilaksanakan.
Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA) merupakan prrogram kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat, program ini berfokus pada konservasi ekosistem terumbu karang serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dalam pelaksanaannya, TFCCA didukung oleh Konservasi Indonesia (KI) dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).
Langkah awal koordinasi dimulai di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya. Tim S4C LPPM UNIPA yang diwakili oleh Kartika Zohar selaku Koordinator Program Pemberdayaan dan Meilani Nanlohy sebagai Asisten Koordinator Hubungan Masyarakat disambut oleh Sarlota Mobalen, Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan, bersama jajarannya. Dalam pertemuan tersebut, Sarlota Mobalen menyampaikan apresiasi terhadap pendekatan S4C yang dinilai mampu menjangkau wilayah-wilayah terpencil, yang selama ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah.
Koordinasi dan Sosialisasi Program TFCCA bersama Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan – DKP PBD Ibu Sarlota Mobalen.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Meilani R. Nanlohy)
Foto bersama setelah Koordinasi dan Sosialisasi Program TFCCA dengan DKP PBD.
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)
Diskusi berlangsung dinamis, mencakup berbagai program seperti penguatan tata kelola kawasan, pemantauan penyu, hingga program beasiswa bagi generasi muda Papua. Sarlota Mobalen juga menegaskan pentingnya peran dinas dalam mendukung penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pengelolaan Taman Pesisir Jeen Womom, sekaligus menyoroti perlunya pengawasan terhadap aktivitas tambang dulang di kawasan pantai peneluran penyu.
Masih pada hari yang sama, tim melanjutkan kunjungan ke Kantor Balai Pengelolaan Kelautan Kupang – Satuan Pelayanan Sorong. Pertemuan dipimpin oleh Indri Widhiastuti selaku Koordinator Satuan Pelayanan Sorong. Dalam kesempatan ini, Indri menekankan pentingnya sinkronisasi data, khususnya terkait monitoring sosial-ekonomi dan kesehatan terumbu karang, yang akan mendukung penilaian dan pengelolaan kawasan konservasi. Ia juga meminta agar S4C dapat berbagi data serta menyampaikan rencana kegiatan secara lebih awal guna menghindari tumpang tindih program.
Koordinasi dan Sosialisasi Program TFCCA bersama Balai Pengelolaan Kelautan Kupang–
Satuan Pelayanan Sorong.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Meilani R. Nanlohy)
Foto bersama setelah Koordinasi dan Sosialisasi Program TFCCA dengan Balai Pengelolaan Kelautan Kupang–
Satuan Pelayanan Sorong.
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)
Memasuki hari kedua, 1 Juli 2026, koordinasi berlanjut bersama Pemerintah Kabupaten Tambrauw. Bertempat di Rumah Aman, Perumahan Jupiter, tim bertemu dengan Merina M. Kmurawak, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Tambrauw. Dalam pertemuan tersebut, Merina menyampaikan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan masyarakat dengan dukungan pendanaan TFCCA, khususnya pengembangan produk turunan kelapa sebagai komoditas unggulan daerah. Ia juga membuka peluang dukungan berupa penyediaan peralatan produksi, dan berharap kebutuhan tersebut disampaikan secara rinci oleh pihak S4C LPPM UNIPA.
Koordinasi dan Sosialisasi Kegiatan Program TFCCA bersama Dinas Pertanian Tambrauw, DP3AKB Tambrauw, Dinas Sosial PBD, dan FASDA PBD.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA)
Pada kesempatan yang sama, tim juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3A) Kabupaten Tambrauw yang dipimpin oleh dr. Lenny F. Hae. Dalam diskusi ini, dr. Lenny menyoroti pentingnya sinergi antara program TFCCA dengan prioritas pemerintah daerah, seperti peningkatan literasi bagi perempuan dan anak putus sekolah serta penguatan Indeks Pembangunan Gender. Ia juga menekankan bahwa setiap kegiatan harus mencerminkan kolaborasi nyata antara pemerintah dan mitra, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selain itu, pertemuan ini turut dihadiri oleh fasilitator daerah dari DP3A Provinsi Papua Barat Daya serta perwakilan Dinas Sosial Provinsi Papua Barat Daya, yang memberikan masukan teknis terkait penguatan program keluarga, optimalisasi balai KB, serta pengembangan usaha berbasis masyarakat.
Koordinasi dan Sosilisasi Program TFCCA oleh Tim S4C LPPM UNIPA kepada Bapak Hasan dan Bapak Syarif Tuharea dari BLUD UPTD Kepulauan Raja Ampat.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Meilani R.Nanlohy)
Foto bersama setelah Koordinasi dan Sosilisasi Program TFCCA oleh Tim S4C LPPM UNIPA dengan Tim BLUD UPTD Kepulauan Raja Ampat.
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Meilani R.Nanlohy)
Rangkaian koordinasi ditutup dengan pertemuan strategis bersama Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Unit Pengelolaan Teknis Daerah (UPTD) Raja Ampat di Vega Hotel Sorong. Pertemuan ini dihadiri oleh Hasan Makasar selaku Kepala BLUD UPTD Kepulauan Raja Ampat, Syafri Tuharea yang merupakan Asisten Teknis Konservasi di BLUD UPTD Kepulauan Raja Ampat, serta Fitryanti Pakiding sebagai Pengelola Program Sains untuk Konservasi. Dalam forum ini, Fitryanti memaparkan rencana kegiatan penjangkauan dan survei persepsi, termasuk survei di kapal PELNI menuju Raja Ampat serta pengembangan media edukasi bawah laut interaktif bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh November.
Hasan Makasar menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut, termasuk fasilitasi sarana seperti speed boat, pos lapangan, dan peralatan selam. Ia juga membuka peluang kolaborasi pendanaan guna memastikan keberlanjutan program konservasi di wilayah Raja Ampat.
Seluruh rangkaian kegiatan ini menegaskan adanya komitmen bersama antara S4C LPPM UNIPA, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta berbagai mitra strategis lainnya. Melalui koordinasi yang intensif dan terstruktur, program-program TFCCA diharapkan tidak hanya memperkuat upaya konservasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir di Papua Barat Daya.
Bagikan Tulisan
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya
