Berbagi di Pelatihan Teknik Survei dan Monitoring Penyu di Sorong

Bagikan Tulisan

Tanggal

9 Oktober 2023

Penulis

Yusup Jentewo & Deasy Lontoh

Tanggal

9 Oktober 2023

Penulis

Yusup Jentewo & Deasy Lontoh

Bentang Laut Kepala Burung (BLKB) Papua memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan salah satu kekayaan alam di BLKB adalah penyu. Pantai-pantai di pesisir BLKB menyediakan habitat peneluran bagi penyu belimbing, penyu lekang, penyu hijau dan penyu sisik. Aktivitas peneluran penyu belimbing terbesar di Pasifik terdapat di BLKB. Pelatihan bagi masyarakat pesisir BLKB tentang bagaimana menjaga penyu diperlukan untuk meningkatkan perlindungan terhadap penyu sehingga penyu tetap lestari. FFI Indonesia-Program Papua menyelenggarakan Pelatihan Teknik Survei dan Monitoring Penyu bagi perwakilan masyarakat pesisir antara Sorong dan Sausapor di Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, dan mengundang Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA sebagai narasumber. Pelatihan ini berlangsung selama empat hari mulai dari 11 sampai 14 September 2023 yang dilaksanakan dua hari di Kasuari Valley Beach Resort untuk materi kelas dan Pulau Soop untuk praktek.

Deasy memberikan materi terkait evaluasi sukses penetasan sarang
(Foto : FFI Indonesia-Program Papua)

Yusup memberikan materi terkait evaluasi sukses penetasan sarang
(Foto : FFI Indonesia-Program Papua)

Peserta kegiatan berasal dari beberapa kampung di pesisir Kabupaten Sorong sampai Tambrauw seperti Kampung Kuadas, Della, Megame, Klasbon, Bontolala, Nanggouw, Jokte dan Kelurahan Soop. Tujuan umum dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan teknik survei dan monitoring penyu yang dapat diterapkan peserta di kampung mereka masing-masing. Selain dari Program Sains untuk Konservasi, narasumber lain berasal dari Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Papua Barat, FFI Indonesia-Program Papua dan Kelompok Pecinta Alam (KPA) Kabupaten Tambrauw.

Yusup menerangkan perlindungan sarang dengan metode pagar
(Foto : Deasy/S4C_LPPM UNIPA)

Yusup menerangkan perlindungan sarang dengan metode pagar
(Foto : Deasy/S4C_LPPM UNIPA)

Perwakilan Program Sains untuk Konservasi yang hadir menjadi narasumber adalah Deasy Lontoh (Koordinator Penelitian) dan Yusup Jentewo (Program Development Asistant). Materi yang dibawakan seperti teknik patroli pagi, teknik patroli malam, cara melindungi sarang, cara merelokasi sarang, evaluasi sukses penetasan serta ancaman dan upaya pelestarian penyu. Praktek yang dilaksanakan di Pulau Soop seperti praktek perlindungan sarang dengan pagar dan naungan lalu praktek patrol pagi dan malam. Selain materi, dalam pelatihan ini juga diputarkan beberapa video produksi program sains untuk konservasi yang bertemakan penyu. Peserta terpantau sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini.

Deasy membantu peserta melakukan pengukuran panjang penyu
(Foto : FFI Indonesia-Program Papua)

Deasy berbagi cara melakukan evaluasi sukses penetasan sarang
(Foto : FFI Indonesia-Program Papua)

Harapannya, pelatihan ini menambah wawasan peserta tentang penyu dan membekali mereka dengan teknik-teknik pemantauan penyu dan perlindungan sarang yang dapat mereka terapkan di pantai peneluran dekat kampung mereka dan dengan demikian memperkuat perlindungan penyu di BLKB.

Harapannya, pelatihan ini menambah wawasan peserta tentang penyu dan membekali mereka dengan teknik-teknik pemantauan penyu dan perlindungan sarang yang dapat mereka terapkan di pantai peneluran dekat kampung mereka dan dengan demikian memperkuat perlindungan penyu di BLKB.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.