Bukan hanya pertama kali melihat penyu, tetapi ini juga menjadi pengalaman pertama kami melihat langsung aktivitas teman-teman kami yang bekerja di Pantai Peneluran. Senin pagi ketika cuaca di laut cukup bersahabat, kami dijemput dengan perahu motor oleh tim Pemantauan Penyu. “Kalau saya bilang ‘lompat’, langsung cepat-cepat keluar dari perahu e!”, begitu pesan Kaka Petrus, Koordinator Pantai Jeen Syuab, yang saat itu mengendalikan perahu motor. Sebelumnya, Yana bercerita bahwa turun dari perahu di pantai Wermon sangat unik sekali. “Terlambat sedikit nanti air masuk perahu kaka!”, begitu cerita Yana. Perahu motor ini tidak langsung menuju pantai, Kaka Petrus harus memilih “ombak yang tepat” agar perahu kami tidak terendam air. Teman-teman yang berjaga di pantai juga harus sudah siap dengan kayu-kayu untuk bantalan perahu agar perahu tidak terseret ombak. Begitu perahu tiba di pantai, kami harus cepat melompat keluar dan kami harus segera mendorong perahu menjauhi garis pasang laut. Kami yang terbiasa bekerja dengan laptop di kantor menjadi kagum dengan pekerjaan teman-teman di pantai.

