Dari Pantai untuk Masa Depan: Pendidikan Konservasi Penyu bagi Anak-Anak Kampung Syukwo

Bagikan Tulisan

Tanggal

04 Juni 2024

Penulis

Jane Lense

Tanggal

04 Juni 2024

Penulis

Jane Lense

Pemberdayaan masyarakat yang tinggal dekat dengan wilayah Taman Pesisir Jeen Womom adalah salah satu program dari Program Sains untuk Konservasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Papua (LPPM UNIPA). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pada 5 kampung lewat pendidikan dan perekonomian. Dalam menjalankan kegiatan ini, dibutuhkan Tenaga Pendamping Masyarakat dan Narahubung (PMNH) yang tinggal di kampung-kampung tersebut untuk mendampingi masyarakat.

Rumah belajar di kampung Syukwo
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Jane)

Proses belajar di RUmah Belajar
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Jane)

Salah satu tugas tenaga PMNH adalah meningkatkan kapasitas masyarakat di Kawasan Konservasi melalui pendidikan informal sebagai “guru” bagi anak-anak usia sekolah dasar di kampung tempat mereka mengabdi, lewat kegiatan di Rumah Belajar. Selain mengajarkan ilmu baca, menulis dan berhitung (calistung), mereka juga mengajarkan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) kepada anak-anak tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh tenaga PMNH di Kampung Syukwo, Armandho Rumpaidus (Andho) dan Valentinday Ronsumbre (Valen). Biasanya mereka mengadakan kegiatan belajar mengajar di Rumah Belajar, tapi kali ini untuk kegiatan PLH, mereka mengajak anak-anak pergi ke Pantai Batu Hitam untuk belajar sambil bermain. Lokasi kegiatan belajar di alam ini tidak terlalu jauh dari kampung mereka dan tetap dalam pengawasan orang dewasa.

Perjalanan menuju Pantai Batu Hitam
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Jane)

Kegiatan pembelajaran PLH di Pantai
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Jane)

Kegiatan pembelajaran PLH oleh PM
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Jane)

Belajar membuat perlindungan sarang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Jane)

Materi PLH yang mereka ajarkan adalah “Belajar Mengenal dan Menjaga Penyu”. Mereka mengajak anak-anak belajar di pantai supaya pembelajaran jadi lebih praktis dan interaktif. Di bawah langit biru, di bawah pohon rindang, dan ditemani suara ombak, anak-anak semangat mengikuti pelajaran di pantai. Andho dan Valen mengajarkan tentang penyu, mulai dari perbedaan penyu dan kura-kura, jenis-jenis penyu di dunia dan di Papua Barat, siklus hidup penyu, bahaya dan larangan makan telur dan daging penyu, sampai berbagai ancaman yang dihadapi tukik dan penyu di darat dan laut. Semua anak-anak terlihat antusias saat mendengarkan materi dan juga bersemangat saat Andho dan Valen memberikan beberapa pertanyaan kepada mereka.

Belajar membuat perlindungan sarang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Jane)

Belajar membuat perlindungan sarang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Jane)

Setelah sesi materi selesai, akhirnya tiba saat yang ditunggu oleh anak-anak, yaitu bermain di pantai dan berenang. Namun, sebelum mengakhiri pembelajaran, Andho dan Valen memberikan tugas kepada anak-anak untuk membuat contoh perlindungan sarang penyu bersama-sama. Setelah diberikan arahan, mereka sangat antusias mencari kayu dan daun untuk membuat “replika” perlindungan sarang penyu berupa pagar di sekeliling sarang dan naungan di atasnya.

Sebagian anak mencari kayu, sebagian mencari daun. Setelah itu mereka menyusun kayu-kayu tersebut menjadi bentuk pagar dan daun menjadi naungan. Mereka sudah tahu dan mengerti syarat-syarat membuat perlindungan sarang yang tepat seperti jarak dan diameter antar kayu. Hasil dari belajar di alam ini membuat anak-anak lebih mudah untuk memahami materi dengan baik, mengetahui cara membuat perlindungan sarang penyu secara langsung, dan mereka juga menjadi lebih bersemangat untuk menambah pengetahuan baru tentang alam dan lingkungan mereka. Sebagai penutup dari kegiatan PLH, anak-anak kemudian bersenang-senang dengan berenang hingga sore hari.

Belajar membuat perlindungan sarang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Jane)

Belajar membuat perlindungan sarang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Jane)

Kami sadar bahwa upaya konservasi butuh waktu yang cukup lama dan butuh dukungan masyarakat lokal. Oleh karena itu, materi PLH ini sangat penting bagi anak-anak di rumah belajar. Di masa depan, kami berharap mereka akan menjadi generasi penerus yang siap menjadi penjaga penyu di Taman Pesisir Jeen Womom.

Anak-anak berenang di pantai setelah kegiatan PLH selesai
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Jane)

Berita Lainnya

Wajah serius menikmati pelajaran komputer

Michael Tuhuteru – Mei 29, 2024

7. Penutupan Kegiatan (Foto by Fitryanti Pakiding)

Yusup Jentewo & Deasy Lontoh – Mei 28, 2024

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.