Menjadi Tenaga Perlindungan Sarang di Pantai Jeen Syuab

Bagikan Tulisan

Tanggal

22 Desember 2023

Penulis

Denis Papua Baransano

Tanggal

22 Desember 2023

Penulis

Denis Papua Baransano

Denis sedang mengukur indukan penyu belimbing
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Salam Konservasi…!

Hai! Perkenalkan nama saya Denis Papua Baransano atau biasa  dipanggil Denis. Saya berasal dari suku Biak namun tinggal dan besar di Manokwari, dan saya lulus dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Papua (UNIPA) di kota Manokwari Provinsi Papua Barat. Basic ilmu yang saya pelajari saat berkuliah adalah Ilmu Kelautan, karena saya tertarik dengan pekerjaan konservasi laut. Saya mendapat informasi terkait lowongan sebagai tenaga perlindungan sarang ini dari Instagram Program Sains untuk Konservasi (S4C). Saya lalu mendaftar dan akhirnya diterima. Saya bersama tenaga perlindungan sarang lain selanjutnya mendapat pembekalan mengenai penyu dan pekerjaan yang akan dilakukan. Saya ditempatkan di pantai Jeen Syuab untuk periode periode Juni sampai Juli lalu dilanjutkan untuk periode Agustus sampai September tahun 2023. Saya bekerja bersama tim dan tinggal di posko lapangan di pantai peneluran.

Saya bersyukur dapat melihat secara langsung habitat peneluran empat jenis penyu yang bertelur di pantai ini. Di lapangan saya belajar cara menandai sarang, mengukur pasang surut pantai, mencatat data monitoring malam, monitoring pagi, melindungi sarang penyu belimbing,  serta menandai penyu dengan PIT tag. Itu semua dilakukan untuk dapat memonitoring peneluran penyu dengan baik dan data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk upaya pelestarian penyu.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah pada saat pertama saya bertemu penyu belimbing ketika melakukan monitoring malam. Saya berjalan bersama tim membawa meteran kain, scanner, alat PIT tag dan senter kepala. Monitoring dilakukan ke arah sektor kecil (arah timur dari posko) dengan harapan ada penyu belimbing yang akan naik untuk bertelur, pada saat jalan tiba-tiba ada seekor penyu belimbing naik ke pantai menggali sarang untuk bertelur. Setelah penyu bertelur, dengan santai saya mendekati penyu tersebut, hal yang pertama dilakukan adalah melakukan scan untuk mengetahui apakah penyu tersebut sudah memiliki PIT tag. Setelah dicek ternyata penyu tersebut adalah penyu yang belum memiliki PIT tag. Saya selanjutnya menyiapkan penanda PIT tag dan menandai penyu belimbing diajari tim yang sudah lebih berpengalaman. Setelah itu saya memakai scanner untuk melihat nomor ID dan mencatat di buku monitoring, saya lanjut mengukur panjang dan lebar karapas penyu belimbing dan mencatatnya dalam buku. Hal tersebut menjadi pengalaman yang sangat mendebarkan sekaligus sangat menarik karena langsung berinteraksi dengan penyu belimbing yang mempunyai ukuran sangat besar. Penandaan penyu ini bertujuan untuk memperkirakan jumlah indukan yang naik ke pantai karena satu indukan dapat naik lebih dari sekali dalam satu musim peneluran.

Dari keterlibatan saya dalam kegiatan ini, saya menyadari bahwa kegiatan yang dilakukan tim S4C sangat positif dan juga sangat bermanfaat bagi masyarakat. Saya berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut agar penyu di Kabupaten Tambrauw dapat lestari.

Sekian dan terima kasih. Salam lestari.

271 Comments

Post A Comment