Kopi darat pecinta penyu seluruh dunia: Pengalaman kami dalam Simposium Penyu Internasional ke 42 di Pattaya Thailand

Bagikan Tulisan

Tanggal

16 April 2024

Penulis

Noviyanti & Alberto Y. T. Allo

Tanggal

16 April 2024

Penulis

Noviyanti & Alberto Y. T. Allo

Pada tanggal 24-29 Maret 2024, kami dari Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA berkesempatan hadir dan membawakan beberapa bahan presentasi oral dan poster pada Simposium Penyu Internasional ke 42 (The 42nd International Sea Turtle Symposium -ISTS42).

Simposium Penyu ini merupakan acara rutin yang dilakukan setiap tahun. Untuk tahun ini, dilaksanakan di Pattaya, Thailand. Simposium tahun depan 2025 akan dijadwalkan di Ghana, Afrika Barat dan tahun berikutnya 2026 akan diadakan di Hawai, Amerika Serikat dan tahun 2027 akan diadakan di Srilanka, informasi ini kami peroleh pada saat acara Closing Banquet / Awards Ceremony. Kami sangat senang bisa menghadiri acara ini karena kami punya kesempatan bertemu dengan para peserta dari berbagai negara.

Tema ISTS42 Pattaya Thailand adalah “All In, All Together – Inspiring the Next Generations of Global Sea Turtle Conservationists“. Bertujuan menyatukan komunitas ahli biologi penyu, praktisi lingkungan hidup, pegiat konservasi, kelompok masyarakat adat, peneliti, akademisi, dan advokat yang berasal dari lebih dari 60 negara untuk berbagi pengetahuan, membangun kapasitas, berjejaring dan berkolaborasi dan pada akhirnya, untuk mempromosikan perlindungan dan konservasi penyu.

Presentasi tentang Cocomesh sebagai metode perlindungan sarang penyu oleh Deasy
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Alberto)

Presentasi tentang estimasi biaya untuk melindungi sarang penyu di TP Jeen Womom oleh Fitryanti
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Alberto)

Sesi seminar Fitryanti Pakiding dan Deasy Natalia Lontoh, membawakan presentasi oral dengan respons audiens sangat positif dan tertarik dengan materi yang disampaikan. Poster yang kami pajang menceritakan bagimana perlindungan sarang penyu dari predator alami dan bagaimana manfaat rumah belajar bagi anak lokal di wilayah konservasi penyu.

Alberto sedang mempresentasikan poster kepada pengunjung
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Alberto)

Deasy berfoto dengan salah satu pengunjung usai melakukan presentasi poster
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Alberto)

Kami juga berkesempatan berkontribusi dalam acara Silent Auction (acara amal) dimana noken bermotif penyu yang merupakan salah satu produk lokal dari masyarakat lokal di TP Jeen Womom dijual dalam acara amal. Dalam acara ini beberapa jenis barang dilelang dengan harga yang tertulis di selembar kertas, dan harga tertinggilah yang akan menjadi harga jualnya. Hasil dari pelelangan ini sepenuhnya didonasikan kepada International Sea Turtle Society (ISTS) untuk menyediakan travel grants bagi para peserta ISTS selanjutnya.

Salah satu noken Abun yang terjual saat Silent Auction
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Alberto)

Kami berpartisipasi dalam Video Night dengan mengirimkan 1 video singkat yang menceritakan pekerjaan tim kami untuk konservasi penyu yang holistik di Taman Pesisir Jeen Womom. Link video ini dapat dilihat di sini dan cerita tentang video night kami tulis di sini.
3 orang dari kami ikut mempresentasikan makalah kami melalui presentasi oral dan poster. Berikut adalah judul makalah yang kami presentasikan.

Nama penulis dan presenterJudul MakalahJenis presentasi
Petrus Pieter Batubara, Deasy Natalia Lontoh, Yusup Adrian Jentewo, Yairus Swabra, Arfiandra Andika Wanaputra, Fitryanti Pakiding, Manjula TiwariAccuracy of local communities in identifying leatherback turtle nest locations at Jeen Yessa beach in the Bird’s Head region of Papua, IndonesiaPoster
Fitryanti Pakiding, Deasy Lontoh, Meity Mongdong, Manjula TiwariMinimum Cost Estimate to Protect 80%-100% of Western Pacific Leatherback Nests at the Jeen Womom Coastal Park in the Bird’s Head Region of Papua, IndonesiaPresentasi Oral
Deasy Natalia Lontoh, Yusup Adrian Jentewo, Arfiandra Andika Wanaputra, Tonny Willem Duwiri, Fitryanti Pakiding, Manjula TiwariCocomesh as a nest shading material to lower sand surface temperatures at Jeen Yessa beach at the Bird’s Head region of Papua, IndonesiaPresentasi Oral

Alberto Y.T. Allo, Kartika Zohar, Fitryanti PakidingBenefits of House of Learning, an after-school program as part of a marine turtle conservation effort, to local studentsPoster

Apabila Sobat Lestari ingin mengetahui kegiatan ISTS42 ini lebih jauh, kalian bisa cek informasinya di website mereka di sini.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.