Pengetahuan dan Konservasi : Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA membantu Kelompok di Aisandami Melihat Sumberdaya Laut Mereka

Penulis

Yusup Jentewo, Habema Monim

Tanggal

17 Oktober 2023

Kampung Aisandami adalah salah satu kampung ekowisata yang ada di Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. Wisata yang ditawarkan di kampung ini mulai dari wisata bahari seperti snorkeling dan menyelam hingga wisata hutan seperti pemantauan burung. Masyarakat setempat merupakan pengelolanya sendiri, yang tergabung dalam Kelompok Ekowisata Wadowun Beberin. Sejak tahun 2021 pemerintah kampung bersama kelompok Wadowun Beberin serta pihak gereja memberlakukan aturan sasi untuk melindungi spot wisata bahari mereka tetap terjaga sekaligus sejalan dengan kemauan pemilik hak ulayat. Aturan sasi ini menutup wilayah pulau Numamuram dan sebagian area di dalam teluk dalam kampung Aisandami (Teluk Duairi).

Kelompok Wadowun Beberin kampung Aisandami tanggal 19 Agustus 2023 meminta Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA untuk membantu mendata sumberdaya laut di wilayah sasi kampung Aisandami dan berbagi pengetahuan dengan tim monitoring masyarakat di Kampung Aisandami. Program Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA pun menerima permintaan tersebut. Sebelum pergi tim Program Sains untuk Konservasi mengajukan SIMAKSI (Surat ijin masuk kawasan konservasi) dan melakukan presentasi kepada Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) menjelaskan maksud dan tujuan ke Aisandami yang berada di dalam area taman nasional.

Foto bersama dengan tim monitoring masyarakat dan ketua kelompok Wadowun Beberin
(Foto : Kelompok Wadowun Beberin)

Tanggal 2 September 2023 tim Program Sains untuk Konservasi yang diwakili Yusup Jentewo dan Habema Monim bersama salah seorang staf dari Balai Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) yaitu Mulyadi pergi dari Manokwari menuju Aisandami memenuhi undangan tersebut. Kegiatan di Aisandami dilaksanakan selama empat hari mulai dari 3 sampai 6 September 2023. Kegiatan berisikan sharing materi, praktek dan pendataan di lokasi yang ditentukan. Data yang diambil adalah bentuk pertumbuhan karang, inventarisasi mega benthos, serta jenis ikan ekonomis penting dan ikan ekologis penting. Selain mendampingi masyarakat dengan menggunakan metode time swimming (berenang) untuk mendata, tim juga mendata dengan menyelam dengan metode line transek dan sensus visual.

Yusup bersama tim monitoring masyarakat Aisandami sedang pemanasan sebelum ke laut
(Foto : Tonci Somisa)

Salah seorang tim monitoring masyarakat Aisandami sedang belajar mengambil data
(Foto : Yusup Jentewo/S4C_LPPM UNIPA)

Tim mendata di 4 titik lokasi pendataan yang terdiri dari 2 titik di Pulau Numamuram, 1 titik di dekat pulau Rupon dan 1 titik di dalam teluk Duairi. Secara umum lokasi yang dipantau menyajikan keindahan terumbu karang yang menarik, terdapat lokasi yang memang berpotensi menjadi spot wisata penyelaman dan snorkeling. Tim monitoring masyarakat yang terdiri dari lima orang masyarakat lokal yang ikut dalam kegiatan sangat senang mendapat materi dan pengalaman baru dalam kegiatan ini. Harapannya data yang diambil dapat bermanfaat bagi kelompok serta masyarakat dan tim monitoring masyarakat dapat terus menjaga wilayah sasi dan perairan Aisandami dengan semangat.

Habema sedang mengambil data dengan menyelam
(Foto : Mulyadi/BBTNTC)

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya