Dunia Penyu: Sebuah Permainan Baru untuk Mengenal Kehidupan Penyu di Alamnya

Penulis

Noviyanti, Abigail Lang

Tanggal

29 Juli 2022

Papan permainan “Dunia Penyu”
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

“Siapa yang tahu main ular tangga?” begitu seruan dari kami tim penjangkauan masyarakat (outreach) ketika permainan ini akan kami gunakan untuk mengenalkan kehidupan penyu. Semua siswa baik SD, SMP, maupun SMA dengan antusias menjawab sambil mengangkat tangan.

Semua anak bahkan kita orang dewasa pasti sudah familiar dengan permainan ular tangga. Ular tangga adalah permainan tradisional yang menggunakan dadu untuk menentukan berapa langkah yang harus dijalani bidak. Permainan ini termasuk dalam kategori “board game” atau permainan papan sejenis dengan permainan halma, ludo dan sebagainya.

Bermain sambil belajar adalah salah satu media yang tepat ketika melakukan penjangkauan masyarakat; khususnya di bidang konservasi. Melalui permainan, kita dapat memberikan informasi yang dikemas dengan gaya yang ringan sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang kita sampaikan.

Untuk itu, kami memodifikasi permainan ular tangga dan kami menyebutnya menjadi “Dunia Penyu”. Mari kita simak bagaimana kami memodifikasi permainan ini!

  1. Kami membuat kotak-kotak kecil sejumlah 36 buah. Pada beberapa kotak kami menyelipkan informasi mengenai ancaman-ancaman yang dihadapi tukik dan penyu di pantai peneluran maupun di laut.
  2. Selain informasi, kami menyelipkan beberapa pertanyaan seperti: “sebutkan ancaman tukik di pantai peneluran!”. Jika pemain bisa menjawab, mereka boleh memindahkan bidak naik ke angka yang lebih besar mengikuti “tangga” (dalam permainan ini kami memodifikasi tangga menjadi gambar deretan tukik yang naik ke kotak di atasnya).
  3. Selain itu, kami juga menyelipkan gambar sedotan plastik yang merupakan pengganti “ular”. Kepala sedotan menjadi pengganti kepala ular. Apabila bidak pemain berada di kotak yang ada kepala sedotan, maka mereka harus turun ke kotak lain mengikuti ujung sedotan tersebut. Pada kotak yang memiliki gambar kepala sedotan, kami menyelipkan informasi mengenai ancaman yang dihadapi penyu seperti: “Telur penyu terendam air pasang”; atau “Penyu mati karena terjerat jaring di bawah laut”.
  4. Permainan ini kami cetak di pada kertas spanduk berukuran 2 x 2 meter dan pada kertas glossy berukuran 30 x 30 cm. Papan permainan pada kertas spanduk kami gunakan ketika kami mengunjungi siswa SD dan papan permainan berukuran lebih kecil kami gunakan ketika kami mengunjungi siswa SMP dan SMA.

Siswa SMP Negeri 13 Pasir Putih saat memainkan permainan Dunia Penyu
(Foto : S4C_LPPM UNIPA)

Permainan ini didesain oleh salah satu tim kami, Naqliya Arum Permata. Informasi dan beberapa modifikasi dalam papan permainan dibuat oleh Noviyanti dan Naqliya menurut sumber yang kredibel. Gagasan permainan ini kami dapatkan dari teman-teman di Coral Triangle Center yang juga pernah memodifikasi permainan ular tangga menjadi Permainan Race to Recycle.

Permainan menarik ini mengenalkan kepada para pemain apa saja ancaman-ancaman yang dihadapi oleh tukik maupun penyu. Kami berharap dengan adanya permainan ini, para pelajar yang kami jangkau lebih termotivasi untuk menjaga kelestarian penyu di alamnya.

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya