
Pembekalan Calon PMNH dan Tenaga Magang 2025: Mempersiapkan Pendamping Masyarakat dan Tenaga Magang
Penulis
Elisa Secsio Hendra Putra
Tanggal
12 Maret 2025
Dalam upaya memperkuat peran pendamping masyarakat dan tenaga magang dalam konservasi lingkungan, Program Sains untuk Konservasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Papua (UNIPA) melaksanakan kegiatan Pembekalan Pemberdayaan Masyarakat dan Narahubung (PMNH) dan Tenaga Magang Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 11-13 Maret 2025 bertempat di Fakultas Teknologi Pertanian UNIPA. Peserta pelatihan adalah 12 calon anggota Tim PMNH serta 4 tenaga magang yang akan ditempatkan di beberapa lokasi di Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Kaimana.
Acara ini dibuka oleh Prof. Freddy Pattiselanno selaku Kepala LPPM UNIPA. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Fitryanti Pakiding, Ph.D. selaku penanggung jawab program, yang juga menjadi salah satu pemateri dalam sesi pembekalan. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai konservasi penyu dan strategi pemberdayaan masyarakat. Salah satu materi utama yang disampaikan adalah pengenalan kegiatan “Sains untuk Konservasi: Program Upaya Pelestarian Penyu yang Holistik di Distrik Tobouw dan Abun, Kabupaten Tambrauw.” Materi ini memperkenalkan pendekatan ilmiah dan sosial dalam upaya perlindungan penyu serta keterlibatan masyarakat dalam program konservasi.
Pembukaan oleh Prof. Freddy Pattiselanno
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Habema Monim)
Sambutan dari Ibu Fitryanti Pakiding, Ph.D.
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Habema Monim)
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai peran pendamping masyarakat dan narahubung program, yang bertugas untuk mendukung kegiatan konservasi dan pemberdayaan di berbagai lokasi. Terdapat berbagai pelatihan praktis yang akan diberikan selama 3 hari pelatihan, yaitu prosedur pencatatan dan pelaporan keuangan, pelatihan cara mengajar, serta teknik dokumentasi lapangan yang penting dalam pencatatan dan pelaporan kegiatan. Materi menarik yang juga akan diberikan dalam pembekalan ini adalah pelatihan pembuatan minyak kelapa bersih, yang bertujuan untuk memberikan keterampilan tambahan dalam mendukung ekonomi masyarakat lokal. Tidak hanya itu, sesi team building juga akan diselenggarakan untuk memperkuat kerja sama dan sinergi antar peserta, sehingga mereka dapat bekerja secara efektif di lapangan.
Pembekalan ini memiliki tujuan utama untuk memberikan kapasitas kepada tenaga pendamping masyarakat dan narahubung program untuk upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi penyu, dan membangun kemitraan dengan komunitas lokal. Para tenaga magang yang akan terlibat dalam pembekalan ini juga mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai peran mereka di lokasi penempatan, sehingga dapat berkontribusi lebih optimal dalam kegiatan konservasi dan pembangunan masyarakat.
Suasana saat pembekalan calon PMNH dan Tenaga Magang 2025
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Habema Monim)
Suasana saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Habema Monim)
Saat ini, program pendampingan pemberdayaan masyarakat telah mencakup lima kampung utama, yaitu Wau, Weyaf, Syukwo, Womom, dan Resye yang terletak dalam wilayah administrasi Distrik Abun dan Distrik Tobouw. Namun, pada tahun ini lokasi program semakin berkembang dengan penambahan total lima kampung baru, yaitu empat kampung (Wefiani, Warpaperi, Waramui, dan Manggapnud) di Distrik Amberbaken, Kabupaten Tambrauw, serta satu kampung (Adijaya) yang terletak di Distrik Buruway, yang berdekatan dengan Pulau Venu—salah satu habitat utama tempat penyu bertelur di Kaimana. Sementara itu, para tenaga magang yang dibekali akan terlibat untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pada lokasi-lokasi penempatan pendamping masyarakat program pemberdayaan.
Diharapkan melalui pembekalan ini, peserta dapat memahami dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dalam mendukung program konservasi penyu dan pemberdayaan masyarakat. Dengan kolaborasi antara Tim PMNH dan tenaga magang, diharapkan upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Bersama, kita dapat menjaga ekosistem laut dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi penyu untuk generasi mendatang.
Bagikan Tulisan
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya
