
Cerita Tenaga Perlindungan Sarang : Konster Mans Yansen Toni Jadilah Anak Muda yang Terus Belajar dan Menjaga Alam Sekitar
Penulis
Konster Toni
Tanggal
24 September 2023
Halo, perkenalkan nama saya Konster Mans Yansen Toni sering dipanggil Toni. Saya adalah salah satu tenaga perlindungan sarang di pantai Wembrak pada musim teduh 2023. Awal mula bergabung dengan tim perlindungan penyu Program Sains untuk Konservasi, LPPM UNIPA saat mendapatkan info lowongan dari salah satu dosen saya di grup Whatsapp. Puji Tuhan setelah melalui seleksi berkas dan wawancara saya dinyatakan lolos menjadi tenaga perlindungan sarang penyu. Kami diberikan pembekalan di Manokwari dan turun ke lapangan di tanggal 2 Mei 2023. Kami menggunakan kapal Sabuk Nusantara 112 selama 2 hari perjalanan, sampai di Kampung Resye yang merupakan kampung berdekatan dengan pantai peneluran. Kami melanjutkan perjalanan ke pos Batu Rumah dengan menggunakan perahu dan dilanjutkan berjalan kaki 9 km ke pos Wembrak.
Toni membawa Perahu
(Foto : Konster Toni/S4C_LPPM UNIPA)
Toni dan Ai Mesak membuat perlindungan sarang
(Foto : Tonny Duwiri/S4C_LPPM UNIPA)
Saya mendapat banyak ilmu dan pengalaman menjalani empat bulan (April-Juli) bekerja di pantai Wembrak. Salah satu yang berkesan adalah belajar mengidentifikasi lokasi sarang bersama Ai Mesak (Ai berarti bapak dalam bahasa Abun) salah seorang patroler lokal di Wembrak. Ketika Ai sedang mengidentifikasi lokasi sarang penyu belimbing saya penasaran untuk belajar hal tersebut. Saya pun meminta Ai Mesak untuk mengajarkan saya dan Ai mau mengajarkannya. Ai mengidentifikasi lokasi sarang dengan menggunakan tiang besi berukuran panjang 2 meter dan ketebalan 10 mm. Awalnya Ai membedakan areal kamuflase dan areal sarang lalu Ai menusuk areal sarang dengan besi dan merasakan keberadaan tepat telur. Ai menyuruh saya untuk merasakan besi tersebut ketika di bawahnya terdapat telur, ternyata berbeda ketika hanya pasir. Bersama Ai Mesak saya belajar dalam waktu satu hari dan akhirnya saya bisa mengidentifikasi lokasi sarang penyu belimbing sendiri. Suatu pengalaman yang tidak akan saya dapatkan di tempat lain.
Hal lain yang saya suka saat di lapangan adalah ketika kapal masuk di kampung lalu kami menjemput bahan makanan dan perlengkapan bulanan yang dikirim dari kantor. Kapal akan berlabuh di depan kampung dan kami akan menjemput barang dengan perahu. Kami pun membantu masyarakat untuk memuat hasil kebun mereka ke atas kapal untuk dibawa ke Sorong. Saya juga sangat senang diajarkan membawa perahu oleh kakak Ben (anggota tim di pos Batu Rumah). Buat saya membawa perahu adalah hal yang baru karena saya memang bukan berasal dari wilayah pesisir. Membawa perahu juga bukanlah hal yang mudah dimana kita harus bisa membaca situasi ombak dan gelombang laut. Saya juga menyadari bahwa seorang motoris (pembawa perahu) memiliki tanggung jawab yang besar untuk keselamatan tim saat di perahu.
Pesan saya untuk para pemuda yang membaca cerita saya, jangan bosan untuk belajar hal-hal baru dan teruslah mencari ilmu dan pengalaman untuk bekal nanti dimanapun kita berada.
“Cintailah dan jagalah alam sekitarmu maka alam pun akan menjaga mu” – Konster Toni
Bagikan Tulisan
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya
