Cerita Musim Teduh dari Pantai Jeen Yessa di Tahun 2022

Bagikan Tulisan

Tanggal

12 Desember 2022

Penulis

Tonny Duwiri

Tanggal

12 Desember 2022

Penulis

Tonny Duwiri

Provinsi Papua Barat yang berada di timur Indonesia merupakan lokasi peneluran penyu penting untuk keberlangsungan penyu di alam. Salah satu kabupaten yang menjadi lokasi krusial bagi peneluran penyu adalah Kabupaten Tambrauw. Kabupaten yang diresmikan tahun 2009 ini memiliki dua pantai peneluran utama bagi penyu. Dua pantai tersebut adalah Pantai Jeen Yessa (dahulu disebut Jamursba Medi) dan Pantai Jeen Syuab (dahulu disebut Wermon). Kedua pantai ini masuk dalam Kawasan Taman Pesisir Jeen Womom yang ditetapkan tahun 2017 melalui SK Menteri Kelautan dan Perikanan. Kawasan ini menjadi habitat peneluran empat jenis penyu yaitu penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata).

Nama Saya Tonny Duwiri sering dipanggil “Todu”. Pada musim teduh (April-September) tahun ini, saya dipercayakan sebagai koordinator pantai Jeen Yessa. Salah satu pantai di Taman Pesisir Jeen Womom, Kabupaten Tambrauw. Saya bergabung di tim Sains untuk Konservasi LPPM UNIPA sejak tahun 2018. Bersama masyarakat lokal dari Kampung Resye dan Womom kami secara aktif melaksanakan kegiatan pemantauan penyu dan perlindungan sarang pada setiap musim peneluran. Pada musim ini, tim UNIPA yang bertugas di pantai Jeen Yessa berjumlah 12 orang, terdiri dari 9 orang laki-laki dan 3 orang perempuan.

Bersama sekitar 23 orang masyarakat lokal yang terlibat sebagai pemilik hak ulayat, patroler lokal, tenaga magang, tenaga relokasi sarang dan penyedia kandang relokasi. Seluruh tim dan masyarakat terbagi dalam tiga lokasi kerja menurut tiga bagian pantai di Jeen Yessa yaitu pantai Wembrak, pantai Batu Rumah, dan pantai Warmamedi. Di masing-masing pantai juga terdapat koordinator pantai yang mengkoordinir kegiatan di pantai tersebut, untuk Wembrak saya juga bertugas sebagai koordinator pantai ini, lalu untuk Batu Rumah ada Johni Mau dan Warmamedi ada Mesak Adadikam sebagai koordinator disana.

Sarang-sarang penyu di pantai ini perlu dilindungi karena terancam beberapa ancaman serius di pantai. Beberapa ancaman bagi sarang penyu di Pantai Jeen Yessa adalah suhu pasir tinggi, predasi oleh babi, anjing, dan biawak (Pakiding dkk, 2022). Uniknya masing-masing pantai memiliki ancaman terhadap sarang penyu yang berbeda. Seperti di pantai Wembrak ancaman utama terhadap sarang penyu adalah suhu pasir tinggi. Logger suhu yang ditempatkan di pantai ini menunjukan rata-rata suhu pantai di Wembrak adalah 32,0°C, lebih tinggi dari suhu pantai Batu Rumah dan Warmamedi (Data 2021). Hal tersebut membuat kami menerapkan metode perlindungan naungan pakis (Cycas sp.) untuk menghalau paparan sinar matahari ke sarang dan juga dengan bantuan masyarakat membuat 2 kandang relokasi karena tingkat sukses penetasan yang sangat rendah di beberapa sektor. Untuk pantai Batu Rumah ancaman utama yang ditemui adalah suhu pasir tinggi dan predasi oleh babi, anjing dan biawak hal tersebut membuat tim melakukan metode perlindungan naungan pakis serta metode pagar dimana ditempatkan kayu mengelilingi sarang untuk mengantisipasi hewan-hewan tersebut merusak sarang. Sedangkan untuk pantai Warmamedi, suhu pasir tidak menjadi ancaman di sana melainkan predasi oleh babi. Untuk melindungi sarang di Warmamedi, tim menggunakan metode pagar.

Patroler Lokal sedang mencari letak sarang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Tony)

Kru melakukan scan PIT tag kepada induk penyu
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Tony)

Patroler Lokal sedang mencari letak sarang
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Tomas)

Dari proses pemantauan aktivitas peneluran di musim ini diketahui terdapat 4128 sarang penyu di pantai Jeen Yessa dan 1669 merupakan sarang penyu belimbing (59%) dan sisanya sarang penyu lekang (33%), penyu hijau (5%) dan penyu sisik (3%). Kami juga mendata indukan yang memakai pantai Jeen Yessa untuk bertelur dengan menandai dengan Passive Integrated Transponder (PIT) tag, berhasil terdata sebanyak 402 indukan penyu belimbing, 133 diantaranya adalah indukan yang baru mendapatkan tag dan 269 indukan terdata kembali dari pemasangan tag di musim-musim sebelumnya.

Jumlah sarang yang dilindungi pada musim teduh tahun ini mencapai total 877 sarang (53% dari keseluruhan sarang penyu belimbing). Perlindungan sarang ini secara umum menghasilkan sukses penetasan yang lebih baik dibandingkan dengan sarang asli yang dibiarkan (sarang kontrol). Sukses penetasan sarang-sarang yang dilindungi diketahui dari hasil evaluasi sukses penetasan lebih tinggi dibanding sarang kontrol di ketiga pantai. Estimasi produksi tukik yang dihasilkan dari kegiatan perlindungan sarang di pantai Jeen Yessa mencapai jumlah 89.648 tukik di musim ini. Harapannya generasi-generasi penyu ini dapat membantu peningkatan populasi penyu belimbing di masa depan. Hasil ini merupakan buah dari kerja keras tim bersama masyarakat lokal yang terlibat aktif. Suatu kebahagian tersendiri bagi tim dimana sarang-sarang yang dilindungi menghasilkan tukik yang banyak. Beberapa data ini telah kami paparkan di tengah masyarakat kampung Resye dan Womom pada tanggal 17 September 2022 untuk memberi tahu semua masyarakat terkait hasil kerja yang tim bersama anggota masyarakat lakukan pada musim ini. Secara umum masyarakat sangat senang dengan pekerjaan di pantai dan berharap agar mereka dapat terus melakukan kegiatan-kegiatan ini di musim-musim mendatang.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.