
MERAIH WISH DREAM DI TANAH PAPUA: Cerita Tenaga Magang Pantai Peneluran
Penulis
Fani Safitri
Tanggal
22 Juli 2022
Saya sangat bersyukur dapat bergabung sebagai tenaga magang di Program Sains untuk Konservasi, LPPM UNIPA (Universitas Papua). Awalnya saya mendapatkan informasi dari dosen pembimbing saya di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Provinsi Banten. Saya sangat bersemangat mendaftar karena saat kuliah saya sudah mengikuti beberapa acara dan program konservasi hewan-hewan langka. Melihat induk penyu juga menjadi bagian dari wish dream (harapan yang diimpikan) saya ketika lulus kuliah. Puji Tuhan, saya bisa terpilih menjadi salah satu tenaga magang di Pantai Jeen Yessa yaitu di bagian Pantai Wembrak.
Fani memegang Tukik
(Foto : S4C_LPPM UNIPA/Ika Pebina)
Fani Bermain dengan Anak-anak
(Foto : LPPM UNIPA/Ika Pebina_S4C)
Saat turun lapangan saya melihat alam Papua yang sangat indah dan mempesona. Pertama kali melihat induk penyu belimbing saya cukup kaget karena ukurannya yang sangat besar dan karapasnya yang berbeda dari penyu lain. Selain itu, saya juga melihat induk penyu sisik, penyu hijau dan penyu lekang. Saya sangat takjub dengan cara induk penyu belimbing berjuang naik ke pantai, menggali sarang, bertelur, kamuflase dan kembali ke laut. Saya membantu melindungi sarang dengan naungan dari daun pakis, memindahkan sarang ke lokasi yang lebih aman dan ke kandang relokasi. Saya juga diajarkan cara membedakan jejak penyu, mengukur penyu, menggunakan alat scanner untuk membedakan penyu lama dan penyu baru dan cara menandai indukan penyu baru.
Selain kegiatan pemantauan penyu dan perlindungan sarang, saya juga diajarkan hal teknis lain seperti memakai parang, meruncingkan kayu dan bahkan saya sudah bisa menebang pohon. Saya juga berkesempatan melihat binatang lainnya seperti kanguru, burung rangkong, burung kakatua, ular putih dan lumba-lumba. Banyak sekali kenangan indah selama di lapangan. Ada pengalaman baru maupun persahabatan baru dengan kakak-kakak kru pemantauan penyu. Saya juga sangat senang dapat bercengkrama dengan masyarakat lokal di Kampung Resye dan Kampung Womom. Mereka sangat ramah dan antusias kepada kami para kru dan tenaga magang sehingga membuat satu kenangan indah yang susah untuk dilupakan.
Bagikan Tulisan
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya
