Pelatihan Selam dan Monitoring Kesehatan Karang bagi Tim Monitoring Ekologi di Bentang Laut Kepala Burung, Papua

Penulis

Tim Monitoring Ekologi

Tanggal

27 April 2018

Foto : Tim BHS Ekologi

Foto : Tim BHS Ekologi

Tujuan :

  • Memberikan dan meningkatkan kemampuan selam tim monitoring ekologi BLKB
  • Memberikan kemampuan melakukan monitoring kesehatan karang sesuai dengan metodologi dalam panduan yang dikembangkan oleh Ahmadia et.al. (2013)
  • Memberikan kemampuan identifikasi ikan target monitoring kepada tim monitoring ekologi BLKB
  • Memberikan kemampuan identifikasi life form karang kepada tim monitoring ekologi BLKB
  • Memberikan kemampuan estimasi panjang ikan bagi tim monitoring ekologi BLKB

Tempat dan Tanggal kegiatan :

  • Tanggal 17 – 20 April 2018 di Ruang pertemuan Divisi Pembangunan Berkelanjutan, LPPM Unipa
  • Tanggal 21 April 2018 – Praktek lapangan di Pantai Pasir Putih, Manokwari

Peserta dan fasilitator :

Peserta pelatihan sebanyak 18 orang
Pelatih dan fasilitator pelatihan ini terdiri dari:

  • Purwanto (LPPM Unipa, praktisi monitoring kesehatan karang dan Instruktur Selam)
  • Mulyadi (BBTNTC – praktisi monitoring kesehatan karang dan Dive Master)
  • La Hamid (BBTNTC, praktisi monitoring kesehatan karang dan Dive Master)
  • Irman Rumengan (LPPM Unipa, praktisi monitoring kesehatan karang dan Rescue Diver)
  • Dariani Matualage (LPPM Unipa, fasilitator pelatihan)
  • Kartika Zohar (LPPM Unipa, fasilitator pelatihan)

Hasil :

  • Secara umum peserta dapat memahami metodologi pelaksanaan monitoring kesehatan karang berdasarkan panduan yang dikembangkan oleh Ahmadia dkk (2013) yang selama ini digunakan di semua kawasan konservasi laut di BLKB.
  • Peserta memahami teori dasar selam, mampu mengenali dan menggunakan alat selam (scuba) dan bahkan beberapa peserta sudah mempunyai sertifikat selam.
  • Hampir semua peserta mempunyai kemampuan menyelam yang sudah baik,
  • Lima orang peserta berhasil memenuhi persyaratan minimal 90% benar untuk identifikasi life form karang
  • Delapan orang peserta minimal 90% benar identifikasi famili ikan, bahkan satu orang dapat menjawab 100% benar, tetapi hanya dua orang yang berhasil estimasi panjang ikan dengan minimal 75% benar.

Bagikan Tulisan

Berita Terkait

Video Kami

Kategori Lainnya

Berita Lainnya