Cerita dari Lapang: Survey Sosial di Kawasan Konservasi Perairan
Daerah Teluk Mayalibit (ending)

Tanggal
6 Desember 2021
Penulis
Chintia R. Tumbio, Dedi D. Morin, Demianus O. Ambarau, Margaretha M.Y Wakum, Marthinus J. Rumere, Richard J. Tamba
Tim Program Sains untuk Konservasi LPPM Universitas Papua kembali melakukan perjalanan di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Teluk Mayalibit selama bulan Maret-April. Kami pergi ke 13 kampung, yaitu Warsambin, Lopintol, Kalitoko, Kabilol, Go, Beo, Arawai, Waifoi, Yensner, Kapadiri, dan Kabui. Kami bertemu dan melakukan wawancara terhadap 290 kepala keluarga atau responden tentang kehidupan sehari-hari mereka, termasuk aktivitas di laut.
Terkenal sebagai wilayah penghasil dan pemasok Ikan Lema atau Ikan Kembung terbesar di Raja Ampat, perjalanan kami di KKPD Teluk Mayalibit memberikan cerita atau kesan yang sangat beragam. Tidak seperti perjalanan kami sebelumnya di KKPD Kepulauan Kofiau-Boo, kami tidak mengalami kendala cuaca di Teluk Mayalibit karena sebagian besar kampung terletak di dalam teluk.






Berita Lainnya

Ari M. Mahoklory dan Nova Mandatjan – Juni 25, 2019

Joice Pangulimang – Juli 1, 2019

Irman Rumengan – Juli 1, 2019
