Kategori
Monitoring Sosial Survei

Survei Sosial Masyarakat di Kawasan Konservasi Perairan Teluk Mayalibit

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Papua (LPPM UNIPA) bekerja sama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI), RARE, dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Raja Ampat telah melakukan survei sosial masyarakat di Kawasan Konservasi Perairan Teluk Mayalibit (KKP Telma), Raja Ampat. Kampung-kampung yang disurvei yaitu kampung Warsamdin, Yensner, Mumes, Lopintol, Kalitoko, Arawai, Beo, Kabilol, Go, Waifoi, Wairemak, Wagelas, dan tiga kampung yang berada di luar KKP Telma yaitu Kabui, Wauyai, dan Kapadiri sebagai daerah kontrol. Total kepala keluarga yang disurvei berjumlah 406 KK. Kegiatan survei sosial masyarakat di KKP Telma sebelumnya telah dilakukan pada tahun 2010, 2012, 2014 dan dilakukan pada tahun 2017. Survei ini kemudian akan dilakukan pada tahun-tahun selanjutnya untuk melihat dampak kawasan konservasi terhadap sosial ekonomi masyarakat di Bentang Laut Kepala Burung khususnya pada lingkup masyarakat yang berada di Teluk Mayalibit.

Pelaksanaan kegiatan survei sosial masyarakat berlangsung pada tanggal 10 Oktober – 31 November 2017. Tim survei terdiri dari mahasiswa, alumni, assisten dosen, dan dosen UNIPA yang telah mengikuti pelatihan pengambilan data. Survei yang dilakukan berupa wawancara terstruktur terhadap kepala keluarga yang dilakukan oleh 8 orang enumerator dan 2 orang assisten koordinator lapangan (mahasiswa, alumni, dan assisten dosen UNIPA) dengan menggunakan kuisioner yang telah disiapkan. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terhadap kumpulan masyarakat dilakukan oleh 2 orang supervisi/koordinator lapangan (dosen UNIPA)

Wawancara di Salah satu rumah tangga di Teluk Mayalibit

Foto : Tim BHS Monitoring Sosial Unipa

Kuisioner yang telah disiapkan berisi sejumlah pertanyaan terkait karaketeristik rumahtangga, kegiatan mencari ikan, keadaan ekonomi keluarga, kesehatan, kondisi ketahanan pangan, pemberdayaan politik, organisasi kemasyarakatan, pendidikan, dan budaya. Sementara FGD yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan- aturan KKP. Tindak lanjut dari proses FGD yaitu dilakukan wawancara kepada informan kunci atau key informant (KII). Seseorang yang dipilih sebagai KII merupakan seseorang yang dianggap mengetahui asal usul pembentukan KKP Telma dan aturan-aturannya. Data yang telah dikumpulkan di lapangan akan diolah dan dianalisis lebih lanjut untuk dapat melihat dampak keseluruhan dari keberadaan KKP.

Pengambilan data lapangan oleh tim survei telah berhasil dilaksanakan dan telah masuk pada tahap penginputan dan pembersihan data, yang selanjutnya akan dilakukan analisis data dan penjabaran hasil survei. Secara keseluruhan kampung yang telah ditargetkan untuk kegiatan survei sosial masyarakat telah tercapai, namun terdapat beberapa kendala berupa posisi geografis setiap kampung yang dipisahkan oleh laut, sehingga memerlukan biaya transportasi yang tinggi serta terdapat satu kampung target survei yang harus melewati gunung (Kampung Go ke Kampung Kapadiri) sehingga tim harus bekerja lebih keras untuk berpindah kampung. Kendala lainnya yang ditemui di lapangan yaitu terdapat satu kampung yaitu Kampung Wauyai yang sebagian masyarakatnya tidak berada di kampung (kegiatan luar kampung). Kegiatan survei sosial masyarakat di KKP TELMA akan terus dilakukan di tahun-tahun selanjutnya agar data yang dikumpulkan dapat mengambarkan dan menjelaskan keefektifan dari keberadaan kawasan konservasi perairan terhadap masyarakat. Harapan dari keberhasilan kegiatan survei ini yaitu adanya pengelolaan yang baik dan berkelanjutan bagi kawasan serta masyarakat Teluk Mayalibit.

(Oleh: Irman Rumengan )

Berita Lainnya

3. Wawancara HH

Dahlia G.R Menufandu – Juni 25, 2019

Tim BHS MPA Unipa 2015

Ari M. Mahoklory dan Nova Mandatjan – Juni 25, 2019

Monitoring Sosial 2019 (1)

Marjan Bato, Joice  Pangulimang, Penina M. Maryen & Abidin P. Mayalibit – Juni 25, 2019

66 tanggapan untuk “Survei Sosial Masyarakat di Kawasan Konservasi Perairan Teluk Mayalibit”

Komentar ditutup.