[vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” css=”.vc_custom_1634275841354{padding-right: 85px !important;padding-left: 85px !important;}” z_index=””][vc_column][vc_row_inner row_type=”row” use_as_box=”use_row_as_box” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1634276125747{padding-top: 20px !important;}”][vc_column_inner][vc_column_text]
Kegiatan survei potensi perairan telah dilaksanakan pada tanggal 21 – 23 November 2017 oleh tim gabungan dari Balai Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BTNTC), WWF-ID site Wasior, CoE- UNIPA, dan masyarakat Kampung Menarbu dan Waar Distrik Menarbu. Terdapat 5 titik penyelaman yaitu, Batu Hanyut, Pulau Yarifu, Pulau Nukub, Menara Suar, dan Reef Panjang. Pada 5 titik penyelaman tersebut hanya pada 3 titik (P. Yarifu, Menara Suar, dan Reef Panjang) yang dilakukan pengambilan data menggunakan metode Point Intercept Transek (PIT) untuk melihat kondisi terumbu karang dan Belt Transek untuk melihat biomass ikan, sedangkan 2 titik lainnya (P. Nukub dan Batu Hanyut) menggunakan metode explore visual. Data yang diambil berupa data tutupan karang, biomass ikan, kehadiran invertebrata, serta biota maupun lokasi yang menarik untuk keperluan perlindungan (sasi) dan wisata bawah laut.
[/vc_column_text][vc_column_text css=”.vc_custom_1561462871854{border-top-width: 0px !important;padding-top: 0px !important;}”][/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1561923351477{padding-top: 20px !important;padding-right: 20px !important;}”][vc_column_inner width=”1/2″][vc_column_text]
Hasil yang diperoleh yaitu, tutupan karang keras hidup pada Pulau Yarifu sebesar 43% (cukup baik), Menara Suar sebesar 56,3 % (Baik), dan Reef Panjang sebesar 41 % (cukup baik). Hasil pengamatan ikan yang didapatkan pada Pulau Yarifu yaitu didominasi oleh ikan Lalosi (Caesionidae) 560,9 kg/ha dan ikan Kakap (Lutjanidae) 350,8 kg/ha, Menara Suar didominasi oleh ikan Lalosi 328,1 kg/ha dan ikan Kakatua (Scaridae) 357,1 kg/ha, serta Reef Panjang didominasi oleh ikan Kakap 1551,9 kg/ha, ikan Lalosi 97,9 kg/ha dan ikan Bibir Tebal (Haemulidae) 167,8 kg/ha.
[/vc_column_text][vc_column_text css=”.vc_custom_1637905136357{padding-top: 20px !important;}”]
Secara keseluruhan semua lokasi survei memiliki potensi yang sangat baik untuk wisata bawah laut dan berpotensi dijadikan lokasi sasi oleh masyarakat. Selain survei di perairan, survei potensi juga dilakukan pada wilayah daratan dengan hasil survei yaitu terdapat beberapa lokasi menarik seperti air terjun, lukisan dinding, batu keramat, tulang belulang leluhur, pasir pantai yang berpotensi dijadikan lokasi wisata darat.
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/2″][vc_single_image image=”1413″ img_size=”500 x300″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_column_text]
Foto : Tim BHS Monitoring Ekologi Unipa
[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][/vc_column][/vc_row][vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” css=”.vc_custom_1637904596236{padding-right: 85px !important;padding-left: 85px !important;}” z_index=””][vc_column][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1637904682981{padding-top: 20px !important;padding-bottom: 20px !important;}”][vc_column_inner width=”1/4″][vc_column_text]
Berita Lainnya
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”3/4″][vc_separator type=”normal” color=”#000000″ thickness=”1″][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”1410″ img_size=”500×290″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]
Monitoring Kesehatan Karang di KKPD Misool dan Lokasi Kontrol
[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]
– Juli 1, 2019
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”1399″ img_size=”500×290″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]
Monitoring Kesehatan Karang di Perairan Teluk Triton KKPD Kaimana
[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]
– Juli 1, 2019
[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”4017″ img_size=”500×290″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_empty_space height=”5px”][vc_column_text]
Monitoring Terumbu Karang di KKPD Kawe, Selat Dampier, Teluk Mayalibit dan di Luar KKPD Raja Ampat
[/vc_column_text][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]
– Juli 1, 2019
[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][/vc_column][/vc_row]
