Kategori
Outreach - Inovasi Kegiatan Penjangkauan Masyarakat

Harmonisasi Alam dan Budaya, Penunjang Wisata Bahari di Kabupaten Biak Numfor

[vc_row css_animation=”” row_type=”row” use_row_as_full_screen_section=”no” type=”full_width” angled_section=”no” text_align=”left” background_image_as_pattern=”without_pattern” css=”.vc_custom_1639028636480{padding-right: 85px !important;padding-left: 85px !important;}” z_index=””][vc_column][vc_column_text]

Harmonisasi Alam dan Budaya, Penunjang Wisata Bahari di Kabupaten Biak Numfor

[/vc_column_text][vc_empty_space height=”40px”][vc_separator type=”normal” color=”#f4f4f4″ thickness=”1″][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=””][vc_column_inner width=”1/6″][vc_column_text]

Tanggal

[/vc_column_text][vc_column_text]

21 Maret 2020

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”3/6″][vc_column_text]

Penulis

[/vc_column_text][vc_column_text]Henny Lesnussa, Frenly Wehantouw, Halter Karubaba, Noviyanti[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/6″][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/6″][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_separator type=”normal” color=”#f4f4f4″ thickness=”1″][vc_row_inner row_type=”row” use_as_box=”use_row_as_box” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1561461554951{padding-right: 20px !important;}”][vc_column_inner][vc_column_text]

Pada 5 Maret 2020, tim outreach menggelar kegiatan talk show di Café Boom Byak Center, Kota Biak. Talk show yang bertema “Harmonisasi Alam dan Budaya, Penunjang Wisata Bahari di Kabupaten Biak Numfor”, dilatarbelakangi oleh aktivitas pengunjung wisata yang masih kurang dalam hal menjaga lingkungan atau objek wisata yang ada di laut dan pantai. Pelaksanaan talk show diharapkan dapat mengedukasi masyarakat dan pengelola wisata agar dapat mengelola wisata yang berkelanjutan. Acara ini menghadirkan Marjan Bato S.Kel. M.Si, Dosen Ekowisata Universitas Papua sebagai moderator dan 4 narasumber yaitu Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, SH.,MM; Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey O. Dangeubun, S.Pi.,M.Si  serta pemerhati dan penggiat lingkungan Erik Farwas dan Julius Kapitarauw.

Acara ini dihadiri oleh 46 peserta yang terdiri dari beberapa komunitas peduli lingkungan dan penyelam, pengelola/pelaku usaha pariwisata, Anggota POLRI dan TNI dan masyarakat umum. Antusias para peserta terlihat ketika talk show berlangsung.

Wisata yang berkelanjutan menurut Markus adalah upaya-upaya yang dilakukan semua pengguna objek-objek wisata, baik pengelola dan masyarakat pada umumnya yang menunjang dan menjaga objek wisata yang sudah ada saat ini. Pemerintah daerah akan mendukung semua usaha yang dilakukan agar memajukan parisiwata yang mengedepankan wisata bahari yang berkelanjutan.

[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_empty_space height=”20px”][vc_row_inner row_type=”row” type=”full_width” text_align=”left” css_animation=”” css=”.vc_custom_1561923351477{padding-top: 20px !important;padding-right: 20px !important;}”][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”2512″ img_size=”500 x300″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_column_text]

Foto Bersama Peserta dan Narasumber Talk show

[/vc_column_text][vc_column_text]

Foto : Tim Outreach

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”2513″ img_size=”500 x300″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_column_text]

Penyerahan Doorprize untuk peserta oleh Sekretaris Daerah dan Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor

[/vc_column_text][vc_column_text]

Foto : Tim Outreach

[/vc_column_text][/vc_column_inner][vc_column_inner width=”1/3″][vc_single_image image=”2515″ img_size=”500 x300″ alignment=”center” qode_css_animation=””][vc_column_text]

Salah seorang peserta diskusi yang memberikan pertanyaan

[/vc_column_text][vc_column_text]

Foto : Tim Outreach

[/vc_column_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_empty_space height=”20px”][vc_column_text]

Turbey mengungkapkan bahwa Kabupaten Biak Numfor memiliki berbagai macam potensi wisata yang sangat baik, khususnya wisata bahari yang memiliki keindahan terumbu karang di bawah laut. Kabupaten Biak Numfor juga memiliki wisata sejarah peninggalan Perang Dunia II yang ada di darat dan di bawah laut (wreck dive). Dinas pariwisata selama ini telah membantu para pengelola obyek wisata dengan memberikan pelatihan-pelatihan. Di bidang wisata bahari, diberikan pelatihan menyelam agar dapat menjadi dive guide kepada masyarakat lokal agar dapat mengembangkan pariwisata di Biak Numfor, menjaga alam agar tetap lestari agar keberlanjutannya, dan dapat dinikmati dari generasi ke generasi.

Sedangkan Erik Farwas melihat bahwa wujud dari pengelolaan wisata berkelanjutan adalah penyadartahuan kepada nelayan yang masih mencari ikan dengan menggunakan bom. Aktivitas ini tentu sangat merugikan bagi wisata bahari Biak Numfor. Selain itu, beliau juga melihat masih ada penyelam yang melakukan penyelaman dengan tidak safety sehingga menginjak terumbu karang.

Menurut Julius Kapitarauw, pemerintah harus tegas melarang dan menindak oknum-oknum yang mencari hasil di laut dengan cara-cara tidak ramah lingkungan. Kabupaten Biak Numfor memiliki wisata sejarah bawah laut yang sangat berpotensi, salah satunya adalah spot bangkai pesawat Catalina dan beberapa spot-spot diving yang lain. Diharapkan ada perhatian khusus pemerintah terhadap potensi-potensi ini. Lebih lanjut lagi ke depannya akan dibuat museum Perang Dunia bawah laut di Biak yang akan digagas oleh divers Biak. Julius berharap wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dapat dinikmati semua pengguna wisata.

Talk show ini secara umum telah berhasil menyampaikan bahwa lingkungan yang asri dapat mendukung wisata yang berkelanjutan. Hal ini tampak dari komitmen para peserta untuk mau melakukan upaya membersihkan tempat wisata yang mereka kunjungi dengan membuang sampah pada tempatnya dan secara sadar menyampaikan pada pengunjung lain akan bahaya sampah bagi lingkungan mereka. Peserta juga termotivasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berdampak bagi komunitas untuk melakukan upaya peningkatan objek wisata yang ramah terhadap lingkungan.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Satu tanggapan untuk “Harmonisasi Alam dan Budaya, Penunjang Wisata Bahari di Kabupaten Biak Numfor”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *