
Dari Aspirasi Masyarakat Menjadi Program Beasiswa Taman Pesisir Jeen Womom
Penulis
Meilani Ravenska
Tanggal
07 September 2026
LPPM UNIPA melalui Program Science for Conservation (S4C) menghadiri pertemuan Rencana Kerja Sama dalam Bidang Pendidikan yang diselenggarakan pada tanggal 13 Oktober 2025. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari diskusi antara masyarakat dan para pihak yang terlibat dalam upaya konservasi di Taman Pesisir Jeen Womom, Kabupaten Tambrauw.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu isu yang mengemuka adalah kebutuhan masyarakat akan dukungan pendidikan bagi anak-anak mereka untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Para perwakilan orang tua menyampaikan harapan agar Universitas Papua (UNIPA) dapat turut mengambil peran dalam memberikan dukungan pendidikan, sebagai bagian dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dari upaya konservasi penyu yang telah berjalan selama ini.
Pada saat itu, LPPM UNIPA belum memiliki program beasiswa yang secara khusus ditujukan bagi anak-anak di kawasan Taman Pesisir Jeen Womom. Namun, aspirasi yang disampaikan masyarakat kemudian menjadi bagian dari pembahasan lebih lanjut mengenai dukungan pendidikan tinggi bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Mendengarkan Aspirasi, Menyusun Mekanisme
Sebagai tindak lanjut, LPPM UNIPA melalui Program Science for Conservation (S4C) melakukan serangkaian koordinasi bersama pemerintah kampung, pemilik hak ulayat, tokoh masyarakat, orang tua, dan para pihak terkait di kawasan Taman Pesisir Jeen Womom.
Pertemuan-pertemuan tersebut membahas kebutuhan dan mekanisme dukungan pendidikan, sekaligus menjadi ruang untuk mendengarkan secara langsung pandangan masyarakat mengenai masa depan anak-anak mereka. Masyarakat menyampaikan keinginan agar generasi muda dari kampung-kampung di sekitar kawasan konservasi memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan untuk membangun kampung.
Pimpinan S4C LPPM UNIPA – Ibu Fitryanti Pakiding Menandatangani Berita Acara Kesepakatan Kerja Sama Pendidikan
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Abraham Leleran)
Dalam diskusi tersebut, masyarakat juga menyampaikan harapan agar generasi muda yang memperoleh kesempatan pendidikan tinggi tetap memiliki keterikatan dengan kampung dan lingkungannya. Kelak, mereka diharapkan dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah sekaligus turut menjaga hutan, laut, dan keanekaragaman hayati yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat secara turun-temurun.
Menindaklanjuti proses tersebut, LPPM UNIPA bersama mitra menyusun Panduan Teknis Program Beasiswa Taman Pesisir Jeen Womom. Panduan ini memuat persyaratan penerima, mekanisme seleksi, hak dan kewajiban penerima beasiswa, serta tahapan pelaksanaan program.
Penyusunan panduan dilakukan untuk memberikan dasar yang jelas dalam pelaksanaan program dan memastikan proses penentuan penerima dilakukan secara terbuka berdasarkan kriteria yang telah disepakati. Panduan tersebut kemudian disosialisasikan kepada pemerintah kampung dan masyarakat.
Pertemuan Membahas Penyusunan Panduan Teknis Program Beasiswa bersama Mitra
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Abraham Leleran)
Koordinasi Awal bersama Pemerintah Kampung, Pemilik Hak Ulayat, dan Masyarakat
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Ronal Momo)
Menentukan Penerima Melalui Musyawarah
Setelah proses sosialisasi, setiap kampung diberi kesempatan untuk mengidentifikasi putra-putri yang memenuhi persyaratan sebagai calon penerima beasiswa. Proses penentuan dilakukan melalui musyawarah bersama pemerintah kampung, pemilik hak ulayat, tokoh masyarakat, dan para orang tua.
Setiap calon dipertimbangkan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, antara lain komitmen untuk melanjutkan pendidikan tinggi, motivasi belajar, serta kesiapan untuk mengikuti pendidikan dan berkontribusi bagi masyarakat dan kampung.
Pelibatan masyarakat dalam proses ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Penentuan calon penerima tidak hanya mempertimbangkan persyaratan administratif, tetapi juga memperhatikan kondisi, potensi, dan kebutuhan generasi muda di masing-masing kampung.
Dari proses tersebut, tiga nama kemudian direkomendasikan sebagai calon penerima Program Beasiswa Taman Pesisir Jeen Womom, yaitu Brian Yessa, Betwel Yessa, dan Tobias Yesnath.
Sosialisasi Panduan Teknis Beasiswa dan Penentuan Calon Penerima bersama Mitra Pembangunan, Pemerintah Kampung, Pemilik Hak Ulayat, dan Orang Tua
(Foto: WWF/Osorio Embulaba)
Tahapan selanjutnya dilakukan melalui koordinasi bersama masing-masing calon penerima dan keluarganya. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan calon penerima dalam menempuh pendidikan tinggi sekaligus memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban yang melekat pada program beasiswa.
Pendidikan sebagai Bagian dari Upaya Konservasi
Program Beasiswa Taman Pesisir Jeen Womom menjadi salah satu bentuk dukungan pendidikan yang lahir dari aspirasi masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Program ini memperluas cakupan manfaat dari upaya konservasi yang selama ini telah dilakukan bersama, dengan memberikan perhatian pada pengembangan kapasitas generasi muda.
Upaya konservasi tidak hanya berkaitan dengan perlindungan penyu dan ekosistem pesisir, tetapi juga dengan masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan tersebut. Akses terhadap pendidikan tinggi dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat kapasitas generasi muda agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung pembangunan masyarakat dan pengelolaan lingkungan di masa depan.
Melalui program ini, Brian Yessa, Betwel Yessa, dan Tobias Yesnath memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Mereka diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Lebih jauh, pendidikan yang mereka tempuh diharapkan dapat menjadi bekal untuk berkontribusi pada pembangunan kampung dan daerah, serta mendukung keberlanjutan upaya konservasi di Taman Pesisir Jeen Womom.
Koordinasi Bersama Brian Yessa
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Prisca Nanda)
Koordinasi Bersama Betwel Yessa
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Rispa Marthen)
Koordinasi Bersama Tobias Yesnath
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Rispa Marthen)
Dukungan Lanjutan dari TFCCA
Pelaksanaan upaya ini kemudian mendapat dukungan dari TFCCA melalui rencana kerja yang diajukan oleh LPPM UNIPA pada Siklus 1. Dukungan tersebut diarahkan untuk mendukung salah satu penerima Program Beasiswa Taman Pesisir Jeen Womom dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Dukungan ini menjadi bagian dari kolaborasi untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi generasi muda di sekitar kawasan konservasi. Melalui dukungan berbagai pihak, pendidikan dapat menjadi salah satu bagian dari investasi jangka panjang bagi masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan upaya konservasi di Taman Pesisir Jeen Womom.
Foto Bersama Pemerintah Kampung, Pemilik Hak Ulayat, dan Masyarakat di Taman Pesisir Jeen Womom
(Foto: S4C_LPPM UNIPA/Ronal Momo)
Bagikan Tulisan
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya
