Monitoring kesehatan karang Raja ampat tahun 2018
Penulis
Tim Monitoring Ekologi
Tanggal
28 Maret 2018
Monitoring dilaksanakan dengan menggunakan live aboard – KLM Kurabesi Explorer selama 24 hari tanggal 1-24 Maret 2018. Tim monitoring berhasil melakukan penyelaman di 127 titik atau sites yang terdiri dari:
KLM Kurabesi Explorer digunakan sebagai home-based tim monitoring dan dilengkapi dengan 2 dinghy untuk mendukung pelaksanaan monitoring. Speedboat tambahan dari pos pengawasan kawasan konservasi terdekat, digunakan untuk mendukung kegiatan monitoring sehingga dapat berjalan lebih cepat dan untuk meningkatkan keterlibatan dan rasa memiliki bagi masyarakat lokal dan tim monitoring BLUD-UPTD Raja Ampat.
Lokasi dan waktu pelaksanaan monitoring adalah sebagai berikut:
Tim monitoring terdiri dari 27 orang (25 laki-laki & 2 perempuan) dari 12 instansi
Beberapa catatan yang menarik dari temuan tim monitoring adalah ;
Komunitas Ikan :
Terumbu karang :
Beberapa sites monitoring tidak dapat diambil datanya karena alasan teknis dan operasional seperti dominasi lumpur, low visibility dan habitat buaya (1 site di dalam Teluk Mayalibit), gelombang dan arus keras (Dona Carmalita – Kofiau, Pulau Nelayan – Dampier) dan 6 sites di Kepulauan Fam karena mis-komunikasi, tim monitoring mengira sudah diambil datanya pada saat monitoring Misool dan lokasi kontrol pada bulan Oktober 2017. Pada beberapa sites arus sangat kencang sehingga tidak dapat melakukan long-swim dan transek tidak lengkap (Wayag) dan juga posisi GPS yang tidak tepat di lokasi terumbu karang.
Bagikan Tulisan
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya
