Monitoring Kesehatan Karang di KKPD Kepulauan Ayau-Asia
Penulis
Tim Monitoring Ekologi
Tanggal
28 Mei 2018
Monitoring dilaksanakan dengan menggunakan live aboard – KLM Jaya selama 9 hari pada tanggal 8 – 16 Mei 2018. KLM Jaya digunakan sebagai home-based tim monitoring dan dilengkapi dengan 2 dinghy untuk mendukung pelaksanaan monitoring. Speedboat Indaf dari pos pengawasan Ayau Kecil dan Insonem dari Ayau Besar, digunakan untuk mendukung kegiatan monitoring sehingga dapat berjalan lebih cepat dan untuk meningkatkan keterlibatan dan rasa memiliki kegiatan monitoring dari masyarakat lokal dan tim monitoring BLUD-UPTD Raja Ampat.KKPD Kepulauan Ayau-Asia, dan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Survei tambahan tentang penyakit karang dilakukan oleh Dr. Ofri Johan – ahli dan peneliti peyakit karang dari Balai Riset Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Foto : Tim BHS Monitoring Ekologi Unipa
Beberapa catatan yang menarik dari temuan tim monitoring adalah :
Komunitas Ikan :
Terumbu karang :
Dari survei penyakit karang didapatkan kesimpulan sementara bahwa wilayah KKP Kepulauan Ayau -Asia sangat sehat jika dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia. Hanya ditemukan 1 koloni yang terkena Black Band Disease di Pulau Fani di Kepulauan Asia. Penyakit karang lain yang ditemukan adalah White Syndrome dan Skeletal Eroding Band tetapi dalam jumlah dan persentase yang sangat kecil. Ditemukan juga Drupella – gastropoda atau jenis siput atau kerang pemakan karang ditemukan di beberapa sites monitoring. Drupella secara alami merupakan hewan pengontrol pertumbuhan beberapa famili karang yang relative cepat, tetapi jika populasi nya cukup besar dapat menjadi indikasi kuat terjadinya gangguan ekosistem terumbu karang.
Bagikan Tulisan
Berita Terkait
Video Kami
Kategori Lainnya
Berita Lainnya
