Monitoring Ekologi di BLKB-Papua

Latar Belakang

Monitoring ekologi di kawasan Bentang Laut Kepala Burung Papua dilakukan sejak tahun 2009 dengan melibatkan berbagai pihak dan mitra kerja, baik dari Pemerintah, LSM dan juga masyarakat setempat. Monitoring dilakukan di seluruh kawasan konservasi yang ada di area BLKB diantaranya Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat, Kawasan Konseravasi Perairan Kaimana dan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. KKP Raja Ampat sendiri terdiri dari KKP Kepulauan Misool, KKP Kepulauan Fam, KKP Kepulauan Kofiau-Boo, KKPD Selat Dampier, KKP SAP Kepulauan Waigeo sebelah barat, KKPD Teluk Mayalibit, dan KKPD Ayau-Asia. Sedangkan KKPD Kaimana terdiri dari KKPD Kaimana dan KKPD Distrik Buruway.

Monitoring ini dilakukan agar dapat melihat dampak dari terbentuknya kawasan konservasi. Tujuan dilakukannya monitoring ekologi adalah untuk mengukur efektifitas pengelolan di jejaring Kawasan Konservasi Perairan yang berada di area Bentang Laut Kepala Burung Papua Barat secara umum dan mengetahui data terkini terkait tutupan karang, biomassa ikan.

 

Lokasi Survei
0
Titik Pengamatan
0
Tahun
0

Peta Lokasi

Monitoring kesehatan karang dilakukan di Kawasan Konservasi Perairan (KKP) di Bentang Laut Kepala Burung, yang terletak di 5 kabupaten (Raja Ampat, Fakfak, Kaimana, Teluk Wondama dan Nabire) dan 2 provinsi yaitu Papua Barat dan Papua. Monitoring dilakukan di lebih dari 300 titik yang termasuk dalam beberapa wilayah pengelolaan, yaitu:

  • 8 KKP Daerah (Kepulauan Ayau-Asia, Selat Dampier, Teluk Mayalibit, Kofiau-Boo, Misool, Kepulauan Fam, Buruway, Triton)
  • 2 KKP Nasional (Wayag-Sayang dan Waigeo Sebelah Barat)
  • 1 Balai Taman Nasional Laut (Teluk Cenderawasih)
  • Luar KKP sebagai lokasi kontrol

Aktivitas