Beranda » Program Kami » Program Bank Indonesia » Baseline Economic Survey

BASELINE ECONOMIC SURVEY OF THE CENTRAL BANK INDONESIA

IN PAPUA AND WEST PAPUA PROVINCES : Prime Commodities, Products

and Enterprise Types

Latar Belakang

Pada tahun 2009, melalui Surat Perjanjian Kerja Nomor 11/01/DKBU/Jap, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua di Jayapura menunjuk Universitas Papua (UNIPA) untuk melakukan kegiatan Penelitian Komoditas, Produk dan Jenis Usaha Unggulan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (atau Baseline Economic Survey: Prime Commodities, Products and Enterprise Types). Melalui Lembaga Penelitian (LEMLIT) UNIPA, penelitian tahun 2009 ini dilakukan di 5 Kabupaten dan 1 Kota di Provinsi Papua Barat. Tim UNIPA pada tahun ini dikoordinir oleh Dr. Fitryanti Pakiding. Selanjutnya, pada tahun 2013, Bank Indonesia kembali memberikan kepercayaan kepada UNIPA melalui LEMLIT untuk melakukan penelitian yang sama di Provinsi Papua (Surat Perintah Kerja: 15/35/DKBU/Jap). Survei dilakukan di 8 Kabupaten dan 1 Kota. Kegiatan ini merupakan penelitian pengulangan yang dilakukan setiap 5 tahun, dan masih terus dilakukan baik di Provinsi Papua maupun Papua Barat.

Pada tahun 2009, melalui Surat Perjanjian Kerja Nomor 11/01/DKBU/Jap, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua di Jayapura menunjuk Universitas Papua (UNIPA) untuk melakukan kegiatan Penelitian Komoditas, Produk dan Jenis Usaha Unggulan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (atau Baseline Economic Survey: Prime Commodities, Products and Enterprise Types). Melalui Lembaga Penelitian (LEMLIT) UNIPA, penelitian tahun 2009 ini dilakukan di 5 Kabupaten dan 1 Kota di Provinsi Papua Barat. Tim UNIPA pada tahun ini dikoordinir oleh Dr. Fitryanti Pakiding. Selanjutnya, pada tahun 2013, Bank Indonesia kembali memberikan kepercayaan kepada UNIPA melalui LEMLIT untuk melakukan penelitian yang sama di Provinsi Papua (Surat Perintah Kerja: 15/35/DKBU/Jap). Survei dilakukan di 8 Kabupaten dan 1 Kota. Kegiatan ini merupakan penelitian pengulangan yang dilakukan setiap 5 tahun, dan masih terus dilakukan baik di Provinsi Papua maupun Papua Barat.

Dalam rangka meningkatkan akses dan jangkauan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap jasa keuangan, Bank Indonesia memiliki strategi pengembangan UMKM yang diarahkan untuk mendorong UMKM agar mampu meningkatkan kelayakan dan kapabilitasnya sehingga menjadi bankable. Strategi dimaksud terdiri dari peningkatan kapasitas UMKM, peningkatan akses keuangan, meminimalisir kesenjangan informasi, dan peningkatan koordinasi dan kerjasama dengan stakeholder.

Salah satu strategi pengembangan UMKM yang dilakukan oleh Bank Indonesia yaitu meminimalisir kesenjangan informasi melalui program

penyediaan kajian (penelitian). Oleh karena itu, Bank Indonesia mengembangkan penelitian Baseline Economic Survey (BLS). Penelitian ini berupaya mengidentifikasi berbagai peluang investasi di daerah yang bermuara pada pemberian informasi potensi ekonomi suatu daerah. Dalam perkembangannya, sejak tahun 2006, penelitian BLS lebih diarahkan kepada penelitian pengembangan potensi ekonomi daerah yang memberikan informasi kepada stakeholders mengenai Komoditas/Produk/Jenis Usaha yang potensial untuk menjadi unggulan daerah yang dapat dikembangkan dan difokuskan pada UMKM yang merupakan pelaku ekonomi mayoritas di daerah.

Secara umum, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang Komoditas/Produk/Jenis Usaha Unggulan yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan di suatu Kabupaten/Kota dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja serta peningkatan daya saing produk.

Penelitian ini menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dimodifikasi atau modified AHP. Disebut demikian karena penelitian ini juga menggunakan Metode Borda dan Metode Bayes dalam menetapkan KPJU Unggulan UMKM kecamatan/distrik, kabupaten/kota dan provinsi (Lihat Skema 1: Tahap Pelaksanaan Penelitian). AHP adalah suatu alat analisis yang di dukung oleh pendekatan matematika sederhana, yang dapat dipergunakan untuk memecahkan permasalahan ‘decision making’ seperti pengambilan kebijakan atau penyusunan prioritas.

Lokasi

Aktivitas