{"id":1828,"date":"2016-05-11T10:21:14","date_gmt":"2016-05-11T03:21:14","guid":{"rendered":"https:\/\/dpb-lppm-unipa.com\/?p=1828"},"modified":"2024-04-24T13:05:15","modified_gmt":"2024-04-24T06:05:15","slug":"kerjasama-pemerintah-daerah-kabupaten-tambrauw-dengan-universitas-papua-dalam-upaya-konservasi-penyu-belimbing-di-abun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/kerjasama-pemerintah-daerah-kabupaten-tambrauw-dengan-universitas-papua-dalam-upaya-konservasi-penyu-belimbing-di-abun\/","title":{"rendered":"Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw dengan Universitas Papua dalam Upaya Konservasi Penyu Belimbing di Abun"},"content":{"rendered":"<section class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid vc_custom_1634793138650\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: center; font-size: 30px; font-family: 'Goudy Old Style';\"><strong>Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw dengan Universitas Papua <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 30px; font-family: 'Goudy Old Style';\"><strong>dalam Upaya Konservasi Penyu Belimbing di Abun<\/strong><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_row wpb_row vc_inner vc_row-fluid vc_custom_1634793270267\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Penyu belimbing merupakan salah satu hewan melata terbesar di dunia yang berada di Tambrauw. Tambrauw merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Papua Barat yang merupakan pecahan dari sebagian Kabupaten Sarong dan sebagian Kabupaten Manokwari. Salah satu ikon dari kabupaten ini adalah penyu belimbing yang merupakan penyu terbesar di dunia. Pada tahun 2016 kabupaten ini juga telah mencanangkan dirinya sebagai kabupaten konservasi yang salah satunya menangani konservasi penyu belimbing. Hal ini menunjukan bahwa keberadaan penyu belimbing di Kabupaten Tambrauw sangat penting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Dimulai dari penelitian populasi penyu belimbing yang dilakukan pada tahun 1984 di Pantai Jamursba Medi. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah sarang penyu belimbing ada sebanyak 4.522. Pada tahun 2011 jumlah sarang tersebut mengalami penurunan yang sangat drastis menjadi 1.596 sarang. Kondisi tersebut merupakan akibat dari pemanfaatan penyu belimbing yang tidak terbatas dan tidak terkendali disertai dengan kurangnya kesadaran masyarakat sekitar untuk melestarikan penyu tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Saat ini populasi penyu belimbing di Abun sudah sangat rendah dan berpotensi untuk punah. Kondisi tersebut membuat pemerintah Tambrauw mulai gencar melakukan kegiatan konservasi penyu belimbing yang merupakan salah satu ikon daerahnya. Dalam melakukan konservasi penyu, pemerintah Tambrauw kurang memiliki kapasitas dan kemampuan dalam mengelola daerah tersebut. Oleh sebab itu pemerintah merasa perlu untuk menjalin hubungan kerjasama dengan beberapa instansi terkait Seperti Universitas Papua (UNIPA).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai institusi pendidikan, UNIPA memiliki Tridarma Perguruan Tinggi yang salah satu pointnya adalah Pengabdian Kepada Masyarakat.sehingga UNIPA secara tidak langsung juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung konservasi penyu belimbing di Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">UNIPA telah bekerjasama cukup lama dengan pemerintah Tambrauw dalam melakukan aktifitas konservasi penyu belimbing. Saat ini kerjasama tersebut semakin meningkat dengan dilakukannya pengembangan masyarakat yang berhubungan langsung dengan aktivitas konservasi penyu belimbing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">UNIPA menyadari bahwa pekerjaan sebuah kabupaten yang baru berdiri sangatlah banyak. Kondisi ini mengakibatkan banyak pekerjaan konservasi dan pengembangan masyarakat terkait konservasi penyu sangat kurang dikerjakan oleh pihak pemerintah. Hal ini membuat UNIPA mengambil alih pekerjaan tersebut untuk sementara waktu. Namun komunikasi dan semua kemajuan dalam kegiatan ini terus disampaikan kepada pemerintah Tambrauw sebagai pemilik dan pengelola daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Konservasi penyu belimbing yang dilakukan oleh UNIPA antara lain monitoring populasi penyu, penyelamatan telur penyu, membantu melepaskan anak penyu (tukik) ke laut, dan pelarangan mengkonsumsi daging dan telur penyu. Kegiatan pengembangan masyarakat yang terkait dengan konservasi penyu antara lain membantu aktivitas pendidikan formal, melakukan pendidikan informal, pengembangan bidang pertanian, peternakan serta melakukan aktivitas pengobatan masal yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Kerjasama antara UNIPA dan pemerintah Tambrauw terus dijalani dan dipertahankan melalui hubungan komunikasi yang baik. Kegiatan bersama juga harus sering dilakukan sehingga kedua pihak terus saling membantu. Kegiatan yang terus dilakukan secara bersama sama antara UNIPA dan pemerintah Tambrauw adalah rapat kerja\/rapat koordinasi dan kegiatan bersama di lapangan seperti penyuluhan di masyarakat. Komunikasi yang baik, tujuan yang jelas, pembagian tugas yang jelas, integritas yang tinggi dan bekerja secara professional merupakan kunci sukses kerjasama pemerintah Tambrauw dengan UNIPA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light';\">Harapan dari tim UNIPA, suatu saat sistem konservasi penyu belimbing di Tambrauw yang telah dibangun akan berjalan baik sehingga populasi penyu belimbing dapat meningkat dan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya.<\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid vc_custom_1638245545928\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_inner vc_row-fluid vc_custom_1638245555643\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-3\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 30px; font-family: 'Goudy Old Style'; text-align: left;\"><strong>Berita Lainnya<\/strong><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-9\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><div class=\"vc_separator wpb_content_element vc_separator_align_center vc_sep_width_100 vc_sep_pos_align_center vc_separator_no_text vc_sep_color_#000000\" ><span class=\"vc_sep_holder vc_sep_holder_l\"><span class=\"vc_sep_line\"><\/span><\/span><span class=\"vc_sep_holder vc_sep_holder_r\"><span class=\"vc_sep_line\"><\/span><\/span>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_inner vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-4\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"vc_single_image-img\" src=\"https:\/\/science4conservation.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/IMG20171017121206-1-500x290.jpg\" width=\"500\" height=\"290\" alt=\"IMG20171017121206-1\" title=\"IMG20171017121206-1\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 5px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><a class=\"_self\" href=\"https:\/\/science4conservation.com\/lokakarya-pengelolaan-taman-pesisir-tp-jeen-womom-dalam-kewenangan-dinas-perikanan-dan-kelautan-provinsi-papua-barat-dan-laporan-kegiatan-monitoring-penyu-belimbing-2\/\" target=\"_self\" rel=\"noopener\">Lokakarya Pengelolaan Taman Pesisir (TP) Jeen Womom dalam Kewenangan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Barat dan Laporan Kegiatan Monitoring Penyu Belimbing<\/a><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 10px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><span style=\"color: #999999;\">\u2013 Juli 4, 2019<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-4\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" class=\"vc_single_image-img\" src=\"https:\/\/science4conservation.com\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/no-image-found-360x250-1-360x210.png\" width=\"360\" height=\"210\" alt=\"no-image-found-360x250\" title=\"no-image-found-360x250\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 5px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><a class=\"_self\" href=\"https:\/\/science4conservation.com\/kunjungan-ke-pantai-peneluran-penyu-belimbing-dan-pertemuan-dengan-bupati-tambrauw\/\" target=\"_self\" rel=\"noopener\">Kunjungan Ke Pantai Peneluran Penyu Belimbing Dan Pertemuan Dengan Bupati Tambrauw<\/a><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div><div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 10px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><span style=\"color: #999999;\">\u2013 Juli 4, 2019<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-4\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" class=\"vc_single_image-img\" src=\"https:\/\/science4conservation.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Abun-Humas-2019-2-500x290.jpg\" width=\"500\" height=\"290\" alt=\"Abun Humas 2019 (2)\" title=\"Abun Humas 2019 (2)\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 5px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 16px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><a class=\"_self\" href=\"https:\/\/science4conservation.com\/pertemuan-triwulan-peningkatan-kapasitas-uptd-taman-pesisir-jeen-womom\/\" target=\"_self\" rel=\"noopener\">Pertemuan Triwulan Peningkatan Kapasitas UPTD Taman Pesisir Jeen Womom<\/a><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div><div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div><div class=\"vc_empty_space\"   style=\"height: 20px\"><span class=\"vc_empty_space_inner\"><\/span><\/div>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p style=\"font-size: 10px; font-family: 'Bahnschrift Light'; text-align: left;\"><span style=\"color: #999999;\">Sinus Keroman dan Yosua Kocu \u2013 Agustus 1, 2019<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/section>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw dengan Universitas Papua dalam Upaya Konservasi Penyu Belimbing di Abun Penyu belimbing merupakan salah satu hewan melata terbesar di dunia yang berada di Tambrauw. Tambrauw merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Papua Barat yang merupakan pecahan dari sebagian Kabupaten Sarong dan sebagian Kabupaten Manokwari. Salah satu ikon dari [...]","protected":false},"author":2,"featured_media":3977,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[],"class_list":["post-1828","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hubungan-publik-pemerintah-daerah-kabupaten"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1828","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1828"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1828\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5907,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1828\/revisions\/5907"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3977"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1828"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1828"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/science4conservation.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1828"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}